1. prosedur pemeriksaan liabilitas jangka panjang :
a. pelajari dan evaluasi internal control atas liabilitas jangka panjang
b. dapatkan dan periksa ringkasan perubahan liabilitas jangka panjang berikut diskon premium dan bunga selama periode yang diperiksa
c. kirim konfirmasi kepada bank antara lain menanyakan mengenai platform kredit saldo per tanggal laporan posisi keuangan atau neraca tingkat bunga jangka waktu peminjaman dan jaminan kredit
d. minta salinan kopi perjanjian kredit untuk permanen file lalu perhatikan apakah data yang terdapat dalam perjanjian kredit tersebut sesuai dengan data yang tercantum dalam kertas kerja pemeriksaan liabilitas jangka panjang
e. periksa apakah perolehan atau penambahan liabilitas jangka panjang sudah mendapat persetujuan tertulis dari direksi atau dewan komisaris atau pemegang saham yang biasanya diberikan melalui notulen rapat
f. periksa perhitungan bunga pembayaran bunga dan amortisasi diskon atau premium dari obligasi. tie-up jumlah beban bunga dan amortisasi diskon atau premium obligasi dengan jumlah yang tercantum pada laporan laba rugi diskon atau premium yang belum yang belum di amortisasikan harus dilaporkan sebagai pengurangan atau penambahan dari nilai nominal obligasi
g. periksa apakah ada liabilitas jangka panjang atau wesel yang belum bayar yang diperpanjang setelah tanggal laporan posisi keuangan untuk mengetahui apakah utang tersebut harus tetap disajikan sebagai liabilitas jangka panjang atau sebagai hutang lancar selain itu harus diperhatikan juga apakah ada liabilitas jangka panjang atau wesel bayar dilunasi setelah tanggal laporan posisi keuangan walaupun belum jatuh tempo maksudnya untuk mengetahui apakah liabilitas jangka panjang tersebut harus direklasifikasi sebagai liabilitas jangka pendek atau tidak
h. seandainya ada utang dari pemegang saham atau dari direksi atau dari perusahaan afiliasi harus dikirim konfirmasi dan diperiksa apakah ada pembebanan bunga atas pinjaman tersebut
i. seandainya ada utang leasing periksa apakah pencatatannya dan penyajiannya dilaporkan pada laporan posisi keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi sewa guna usaha
j. periksa apakah ada bagian dari liabilitas jangka panjangnya jatuh tempo dalam waktu 1 tahun yang akan datang sehingga harus direklasifikasi sebagai liabilitas jangka pendek
k. seandainya ada liabilitas jangka panjangnya harus dibayar kembali dalam mata uang asing periksa apakah per tanggal laporan posisi keuangan sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal laporan posisi keuangan dan selisih kurs yang telah terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba rugi tahun berjalan
l. lakukan penelaahan analitis terhadap liabilitas jangka panjang dan biaya bunganya untuk melihat kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pencatatan biaya bunga
m. tarik kesimpulan apakah penyajian liabilitas jangka panjang di laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan etap atau PSAK atau ifrs
2. data yang dibutuhkan oleh pihak auditor untuk melakukan konfirmasi atas hutang jangka panjang iyalah bukti transaksi, buku besar, laporan keuangan tahun berjalan, laporan auditor independen tahun lalu, dan surat konfirmasi hutang. pada akhir pelaksanaan audit auditor akan memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan perusahaan tersebut
3. Subsequent Collection adalah penagihan sesudah tanggal neraca, sampai mendekati selesainya pekerjaan lapangan atau audit field work. Dilaksanakan dalam pemeriksaan piutang, dan barang dalam perjalanan
sedangkan,
Payment adalah pembayaran sesudah tanggal neraca sampai mendekati selesainya audit field work. Dilaksanakan dalam pemeriksaan hutang dan biaya yang masih harus dibayar.
4. yang harus diamati oleh auditor pada saat melakukan pemeriksaan dalam menentukan SPI nya subsequence collection adalah 
a. periksa bukti penerimaan barang sesudah tanggal laporan posisi keuangan sampai mendekati tanggal selesainya audit field work
b. periksa bukti pengeluaran barang sesudah tanggal laporan posisi keuangan sampai mendekati tanggal selesainya audit field work
c. periksa cut off pembelian dan cut off penjualan
d. baca laporan keuangan intern untuk periode sesudah tanggal laporan posisi keuangan
e. minta salinan notulen rapat direksi, dewan komisaris pemegang saham dan pelajari notulen tersebut untuk mengetahui apakah ada komitmen yang dibuat perusahaan dan baru dipenuhi di periode setelah tanggal laporan posisi keuangan
f. kirim konfirmasi ke penasihat hukum perusahaan untuk mengetahui apakah perusahaan mempunyai masalah hukum di pengadilan misalnya karena ada tuntutan dari pihak ketiga dan bagaimana pendapat penasehat hukum mengenai status perkara di pengadilan tersebut
5. prosedur pemeriksaan ekuitas :
a. pelajari dan evaluasi internal control atas permodalan dan transaksi jual beli saham pembagian dan pembayaran dividen dan sertifikat saham
b. minta salinan dari akta pendirian SK pengesahan menteri hukum dan HAM ,SK bkpm atau bkpmd ,SK bapeptan- LK ,SK presiden untuk disimpan dalam permanen file
c. cocokan data yang ada dalam akta pendirian tersebut dengan modal yang tercantum di laporan posisi keuangan dan penjelasan dalam catatan atas laporan keuangan
d. untuk perusahaan yang baru didirikan dan perusahaan yang mempunyai tambahan setoran modal dalam periode yang diperiksa periksalah bukti setoran dan bukti pembukuan lainnya serta otorisasi dari pejabat perusahaan yang berwenang dan instansi
e. jelaskan dalam kertas kerja pemeriksaan:
 - berapa modal dasar, modal ditempatkan, model disetor serta premium dan diskon dari penjualan
 - jenis saham yang dimiliki perusahaan, berapa jumlah common stock dan preferred stock, dalam jumlah lembar maupun nilai nominalnya
 - rincian pemegang saham
f.  periksa dokumen pendukung dari setiap perubahan dalam perkiraan retained earnings atau defisit, untuk mengetahui apakah perubahan tersebut sudah diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang dan apakah adjustment ke retained earning atau defisit memang reasonable dan jumlahnya cukup material
g. seandainya ada pembagian dividen, periksa apakah:
 - deviden dibagikan dalam bentuk cash deviden stock deviden atau properti dividen
 - pencatatannya sudah benar pada waktu deklarasi deviden maupun pada saat pembayaran dividen
 - sudah diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang melalui notulen rapat direksi dan rapat umum pemegang saham
 - aspek perpajakannya sudah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku
h. periksa apakah akumulasi kerugian perusahaan sudah mencapai 75% dari modal disetor, kalau ini terjadi harus ada penjelasan dalam catatan atas laporan keuangan
i. pertimbangkan untuk mengirim konfirmasi ke pemegang saham atau biro administrasi efek
j. seandainya ada trisuri stock:
 - periksa bukti pembelian dan otorisasinya
 - periksa bukti penjualannya dan otorisasinya
 - tanyakan kepada manajemen tujuan pembelian trisuri stock
k. periksa apakah penyajian permodalan di laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan
l. buat kesimpulan mengenai kewajaran ekuitas
6. Bukti audit, kepatuhan, kesalahan material, pertimbangan atas peristiwa stelah tanggal neraca, pengungkapan, kesesuaian dengan prinsip akuntansi yang berlaku