Afrizal Aliansyah

Afrizal Aliansyah

oleh Afrizal Aliansyah -
Jumlah balasan: 0

No1

no 1


1. menurut robbins and judge (2015), komunikasi memiliki peran sbg bentuk pengendalian perilaku anggota dengan berbagai cara. komunikasi secara informal juga mampu untuk mengendalikan perilaku.


2. menurut Andi Asari dkk (2022), Komunikasi merupakan cara manusia bertukar pesan dengan manusia lainnya dengan menggunakan media kata-kata yang ditulis.


3. menurut Irma (2017) juga memiliki pendapat yang sama yaitu komunikasi bisnis merupakan cara yang dilakukan oleh perusahaan dalam memberikan informasi, mempersuasi, dan mengingatkan pelanggan secara langsung atau tidak langsung tentang produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan.

No2

no 2


 1. Komunikasi Lisan (Verbal)

bentuk komunikasi yang paling umum dalam dunia bisnis yg melibatkan percakapan langsung, baik melalui tatap muka, telepon, maupun konferensi video. 


2. Komunikasi Tertulis

mencakup berbagai bentuk komunikasi yang disampaikan melalui tulisan, seperti email, laporan, memo, surat, atau dokumen resmi lainnya. 


3. Komunikasi Non-verbal

mencakup ekspresi wajah, bahasa tubuh, isyarat, dan kontak mata.


4. Komunikasi Elektronik

mencakup penggunaan berbagai media digital seperti email, pesan instan, dan platform komunikasi bisnis lainnya (misalnya Slack atau Microsoft Teams). 


5. Komunikasi Formal

terjadi dalam situasi yang lebih terstruktur dan mengikuti saluran komunikasi yang telah ditentukan oleh organisasi, seperti rapat, laporan tahunan, atau presentasi. 


6. Komunikasi Informal

terjadi di luar saluran komunikasi resmi dan lebih sering melibatkan percakapan sehari-hari antara rekan kerja. dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat dan meningkatkan kolaborasi dalam tim.

No3

nomor 3


1. Pengirim (Sender)

individu atau entitas yang memulai proses komunikasi dengan merumuskan dan mengirim pesan kepada penerima, tujuan: mengirim pesan berupa informasi, gagasan, perasaan, instruksi.


2. Pesan (Message)

informasi yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima, berbentuk lisan (ucapan), tulisan (teks), visual (gambar atau grafik), atau bahkan tindakan.



3. Saluran Komunikasi (Channel)

media atau cara yang digunakan untuk mengirim pesan dari pengirim kepada penerima, seperti percakapan tatap muka, surat, email, media sosial, telepon.


4. Penerima (Receiver)

Penerima adalah individu atau entitas yang menerima pesan yang dikirim oleh pengirim untuk menerima, menguraikan, dan memahami pesan yang diterimanya.


5. Umpan Balik (Feedback)

umpan balik dapat mengkonfirmasi pemahaman yang benar atau membantu klarifikasi jika ada kebingungan.


6. Konteks Komunikasi (Context).

Konteks dapat memengaruhi bagaimana pesan dipahami dan diterima. Misalnya, pesan yang sama dapat memiliki makna yang berbeda dalam konteks yang berbeda.


7. Gangguan (Noise)

berupa kebisingan fisik, gangguan teknis, perbedaan budaya, atau bahkan gangguan internal seperti distraksi.


8. Tujuan Komunikasi (Purpose):

Pengirim dan penerima harus memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan komunikasi agar pesan berhasil mencapai tujuan tersebut.


9.Dampak Komunikasi (Effect)

hasil akhir dari proses komunikasi dan mencakup perubahan dalam pemikiran, pemahaman, atau tindakan penerima sebagai respons terhadap pesan yang diterima.

No4

no 4


Kesalahan dalam komunikasi bisnis sering terjadi karena berbagai faktor yang mempengaruhi cara pesan disampaikan dan diterima. Beberapa alasan utama mengapa kesalahan dalam komunikasi bisnis bisa terjadi adalah karena gangguan (noise), perbedaan Interpretasi, Komunikasi yang Tidak Jelas atau Tidak Terstruktur, Kurangnya Umpan Balik, Tingkat Kepercayaan yang Rendah, Perbedaan Budaya dan Bahasa, Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya, serta Sikap Negatif atau Emosional.