Tema : kesulitan menjalankan usaha telur ayam di masa new era covid
Anggota Kelompok 6 :
AHMAD FARIZAL (1911060046)
BAYU HERMAWAN (1911060054)
DORIS INDAH SARI SINAGA (1911060058)
MUHAMMAD RAFLY ALFAZRI (1911060006)
PUTRA PRATAMA SANTOSO (1911060028)
1. See
Question : bagaimana pandangan masyarakat terhadap pedagang yang menjual telur dimasa pandemi saat ini ? 
Jawaban : Sebenarnya berdampak, karena harga pakan semakin naik, sedangkan harga telur tidak stabil. Jadi ada beberapa usaha rumahan yg terpaksa mengafkirkan ayam nya, karena semakin melonjak harga pakan tidak sesuai dengan hrga telur.
2. Hear
Question : Bagaimana sebaiknya cara menanggapi pertanyaan masyarakat yang berfikir buruk tentang penjualan telur dimasa pandemi ?
Jawaban : Semakin Virus Covid-19 menyebar, semakin banyak bisnis yang menderita. Adanya batasan keluar rumah dan karantina membuat pelanggan semakin terasing.
Tak lepas dari hak tersebut banyak juga masyrakat yang berasumsi buruk tentang sistem penjualan telur dimasa pandemi seperti sekarng ini. Banyak yang beranggapan bahwa mengkonsumsi telur sangat tidak disarankan karena banyak telur telur yang dikirim dari luar negara maupun luar kota, hal tersebut yang membuat masyarakat berfikir menjadi salah satu pemicu terkena virus covid.
Namun selaku penjual yang mengedarkan telur telur dimasa sekarang tentunya sudah melewati banyak proses yang terbaik. Oleh karena itu,  pada hak tersebut Ada sebagian bisnis yang justru semakin meningkat karena adanya kritik dan saran.
sebagai pebisnis atau penjual telur harus memikirkan kembali upaya apa yang akan dilakukan agar membuat bisnis tetap berjalan.
3. Think & feel
Question : apa yang dirasakan saat menjual telur2 dimasa pandemi saat ini ?
Jawaban : Pandemi Covid-19 juga berimbas pada para peternak layer (ayam petelur). Kenaikan harga pakan jadi Rp 200 per kg dan harga konsentrat Rp 300 – 350 per kg namun diiringi turunnya harga telur di pasaran membuat para peternak gusar.  yang dipikirkan peternak saat ini bukan lagi soal keuntungan tetapi bagaimana bisa mempertahankan usahanya. “Kegiatan bantuan pangan ( PKH ) yang dilakukan pemerintah dengan memasukkan telur sebagai salah satunya akan sangat membantu para peternak . Peternak ayam telur ( Layer ) berharap, kondisi sulit ini segera berlalu supaya kondisi perekonomian Indonesia kembali pulih dan berkembang. “Meskipun saat ini masih bisa membayar karyawan kandang tetapi jika kondisinya terus berlanjut, akan terasa berat dan tidak menutup kemungkinan akan  banyak peternak yang gulung tikar.
4. Say & do
Question : apa saja pertanyaan yang sering di tanyakan oleh masyarakat saat ingin membeli telur ?
Jawaban : Kok, ada telur warna putih dan murah, kenapa bisa beda harga, apa beda nya dgn telur ayam ras yg berwana kuning kecoklatan. Mereka Mendengar ada telur dengan harga murah, masyarakat umumnya langsung ingin membeli. Pasalnya, telur jadi salah satu bahan utama yang sering dikonsumsi, sehingga kalau dapat yang murah, pasti bikin happy. Sayangnya, akhir-akhir ini, beredar telur infertil. Dengan harga miring, telur infertil disebut-sebut bahaya buat kesehatan kita, Telur infertil berasal dari perusahaan pembibitan ayam broiler atau ayam pedaging (breeding). Disebut infertil karena si telur tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan. Sebenarnya, telur itu tidak boleh dikonsumsi. Telur infertil dapat menjadi anak ayam jika disimpan dalam suhu yang cocok. Akan tetapi, bila disimpan di dalam ruangan yang tidak cocok, pertumbuhannya menjadi tidak sempurna, mati, lalu membusuk. Sebelum dijual, telur infertil umumnya disemprot zat kimia. Bakteri di dalam telur yang mulai membusuk serta adanya kandungan zat kimia, disebut-sebut berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi manusia.
5. Pain
Question : apa salah satu contoh kendala  yang dihadapi saat menjual telur dimasa pandemi ?
Jawaban : masalah utama yang dihadapi pengusaha kecil telur di tengah hantaman pandemi Corona. Mulai dari lesunya ekonomi, kesulitan dapat order, mahalnya biaya operasional, hingga bahan baku produksi yang makin mahal.
6. Gain
Question : apa yang diharapkan penjual telur dimasa pandemi seperti saat ini ?
Jawaban : Peternak mengharapkan, harga telur bisa kembali normal. Dan harga pakan tidak terus terusan naik.
* Kesimpulan : Bahan baku pakan ayam nya di masa pademi ini sangat melojak tinggi harganya dan harga telur nya tidak setabil. , karena semakin melonjak harga pakan tidak sesuai dengan harga telur Adanya batasan keluar rumah dan karantina membuat pelanggan semakin terasing. Ada sebagian bisnis yang justru meningkat, sedangkan yang lainnya berjuang untuk hanya satu atau dua penjualan. Ini berarti, sebagai pebisnis atau penjual telur harus memikirkan kembali upaya apa yang akan dilakukan agar membuat bisnis tetap berjalan. yang dipikirkan peternak saat ini bukan lagi soal keuntungan tetapi bagaimana bisa mempertahankan usahanya. Kegiatan bantuan pangan ( PKH ) yang dilakukan pemerintah dengan memasukkan telur sebagai salah satunya akan sangat membantu para peternak . Peternak ayam telur ( Layer ) berharap, kondisi sulit ini segera berlalu supaya kondisi perekonomian Indonesia kembali pulih dan berkembang. Mereka Mendengar ada telur dengan harga murah, masyarakat umumnya langsung ingin membeli. Pasalnya, telur jadi salah satu bahan utama yang sering dikonsumsi, sehingga kalau dapat yang murah, pasti bikin happy. . Mulai dari lesunya ekonomi, kesulitan dapat order, mahalnya biaya operasional, hingga bahan baku produksi yang makin mahal. : Peternak mengharapkan, harga telur bisa kembali normal. Dan harga pakan tidak terus terusan naik.