Kelompok 3

oleh Alfin rifaldo -

ΓÇ£Kesulitan Berdagang Buah Dimasa Covid 19ΓÇ¥


Tugas kelompok : 3

1. Alfin rifaldo (1911060009)

2.  muhamad erfan 1911060026

3.  Adam Hazhari 1911060020


SEE :

Apa yang  dapat membuat mudahnya pelanggan dalam masa pandemi?

- Adanya layanan untuk memesan tanpa harus keluar rumah.

HEAR :

Bagaimana caranya agar pelanggan dapat memesan tanpa harus keluar rumah?

- Pelanggan bisa memesan online lewat aplikasi yang telah disediakan.

THING & FEEL :

Masalah apa yang membuat masyarakat takut memesan makanan dimasa pandemi?

- dikarnakan masyarakat takut terkena virus corona (covid 19).


SAY & DO :

Apa yang diinginkan pelanggan saat dimasa pandemi?

- mendapatkan potongan harga dan mendapatkan kualitas yang berkualitas.

PAIN :

Apakah resiko yang di rasakan oleh penjual dan pelangan saat berdagang dimasa covid 19?

- menambahnya Resiko kerugian dikarnakan buah tidak laku dan pelanggan ingin meminta diskon besar besaran..


GAIN :

Bagaimana sipenjual mendapatkan keuntungan yang sesuai target?

- meningkatkan penyebaran informasi secara online.


Kesimpulan :

Bisnis online adalah kegiatan bisnis yang dilakukan di dunia maya dengan bantuan internet. Menjalankan bisnis online memerlukan media online sebagai wahana berbisnis. Ditengah Polemik Pandemi Covid-19,rantai pasokan logistik diharapkan meminimalkan pertemuan dan kerumunan pembeli.

Pesatnya perkembangan teknologi, maraknya penggunaan media sosial, serta sifat konsumtif masyarakat Indonesia yang relatif tinggi melatar belakangi pertumbuhan minat masyarakat melakukan bisnis Jasa titip (Jastip), Antara lain contohnya melalui kurir jnt dan tiki.

Dalam menjalankan bisnis online, Kita akan menjumpai berbagai tipe konsumen dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan tidak semuanya bisa kooperatif. Menciptakan bisnis online yang sukses bukan tugas mudah. Tak peduli seberapa bagus atau uniknya produk dan layanan pebisnis online.

Pebisnis online tetap perlu berkompetisi dengan banyak bisnis lain untuk mendapat perhatian audiens target. Di luar sana menjadi dunia kompetisi yang sebenarnya, dan siapapun ingin menghasilkan uang. Dan untuk saat ini masa pandemic covid-19 bisnis online adalah cara yang baik dan peluang yang baik untuk menghasilkan uang jika dipergunakan dengan cara yang baik dan positif.











TUGAS KELOMPOK 2 (Perbaikan)

oleh Clement JYT -

(PERBAIKAN)

Kelompok 2 :

1. Mashudi Zaien (1911060061) 

2. Syuqron wijaya (1911060011)

3. Rozin Rizqullah (1911060012)

4.Robby Romadhon (1911060035)

5. ClementJYT (1911060031)


Tema : "Kesulitan menjalankan bisnis toko pakaian di masa era new covid"

-          Metode (See?)

Jelaskan apa yang di lihat pelanggan dalam menjalankan bisnis pakaian di masa era pandemic ini?

= Bahan dan testimoni penjualan suatu produk yang di jual pada saat pandemic ini sangat mengalami kurang nya kepercayaan antara pembisnis dan pelanggan , karena biasanya pakaian adalah sebuah kebutuhan diera pandemic yang sering di beli orang di saat ini, dan diera pandemi mengurangi tatap muka atau berbisnis secara face to face yang dapat meminimalisir penyebaran virus.

-          Metode (hear?)

Apakah lingkungan sekitar dapat mempenguhi pada penjualan pada kualitas pakaian yang di jual?

= Bahan Bahan pakian yang di jual sangat berkualitas dan juga nyaman untuk di pakai dan harganya juga cukup bersahat tetapi karena di era ini Lingkungan juga dapat mempengaruhi kepercayaan pelanggan, karena dapat membuat orang tidak percaya bahwa bahan tersebut tidak berkualitas.

-          Metode (Think and fell?)

Apa yg di rasakan pelanggan ketika berpikir pakaian itu sangat penting di karenakan untuk meminimalisir penyebaran virus namun tidak bisa membeli di karenakan faktor pandemi?

= Ke khawatiran pelanggan akan tertular virus covid jika, berpergian ke pusat perbelanjaan mengakibatkan pelanggan lebih memilih membeli baju dan perlengkapan lainnya secara online.

-          Metode (Say and Do?)

Berikan perhatian yang memadai untuk potensi konflik antara apa yg mungkin dikatakan pelanggan dan apa yang mungkin benar-benar di pikirkan atau di katakannya?

= Menyelesaikan masalah dengan menggabungkan berbagai kebutuhan pelanggan , contoh seperti dapat berbelanja di satu tempat lalu dapat di antar ke rumah , dengan aplikasi yang sudah ada saat ini.

    Cara yang paling efektif pada saat ini agar penjual juga tidak rugi adalah dengan cara tidak terlalu banyak menyetok barang untuk meminimalisir kerugian dan barang barang yang sudah ada.

-          Metode (Pain?)

Resiko apa yang dapat terjadi pada penjual dan apa yang di rasakan pada pelanggan?

= Ke khawatiran pelanggan akan tertular virus covid jika bepergian ke pusat perbelanjaan mengakibatkan pelanggan lebih memilih membeli baju dan perlengkapan lainnya secara online, karena hal ini pelanggan jadi susah untuk lebih memastikan barang yang ingin di beli dan yang dirasakan penjual adalah kesusahan mencari pelaggan yang mau membeli di tempat nya.

-          Metode (Gain?)

Bagaimana barang yang di peroleh ketika berbelanja di era pandemi ini?

= Baju dan celana yang pelanggan beli memiliki kualitas yang bagus keren-keren sesuai dengan harganya. Gambar barang yang di jual asli atau real pict dan ada garansi pengembalian barang jika tidak sesuai. Syarat dan ketentuan berlaku.

-          Kesimpulan

Kesimpulan yang kita bisa ambil dari tema di atas adalah kita harus bisa memanfaatkan peluang di era pandemic ini seperti memasarkan atau mengiklankan produk secara online dengan membuat website dan memasarkan produk di media sosial lainnya.

Tugas Latihan Emphaty Map

oleh M Fajri -

nama kelompok 4

1. Muhammad Junaidi-1911010163

2. Muhammmad Fajri-1911060001

3. Shelvia Nanda-1911060010

4. Andi Mochamammad Fachurozhy-1911060029

5. M ilham Romadon-1911060032


see

apa yang dilihat terhadap berkurangnya pendapatan di era masa pandemi 

1. banyaknya mahasiswa yang pulang kampung

2.berkuranganya pendapatan akibat masyrakat kos yang sebagian beasr mahasiswa pulang kampung di tengah pandemi

3.belum digunakan teknologi pemasaran 


hear

bagaimana tangapan keluarga dan masyarakat sekitar terkait sepinya penjualan ibu di era masa pandemi ini

1. pelanggan lebih menyukai pemesanan makanan secara online

2. sedikitnya menu makanan yang disediakan

3. lingkungan berdagang mempengaruhi tinggkat penjualan


think and feel

bagaimana perasaan ibu saat berdagang di masa pandemi ini

1.belum adanya teknologi mendukung penjualan online

2.belum mengertinya mengunakan teknologi/gaptek

3.terkendalanya pemasaran


say and do

apa saran dari pelanggan dan tindakan apa yang sudah ibu lakukan dari sarn tersebut

1. jangkauan dan teknologi menjadi penentu pada saat melkukan perdaganggan di era pandemi

2. belajar mengunakan teknologi


Pain

Apa yang ibu korbankan untuk meningkatkan mutu dan penjualan ibu?

1. Menyediakan harga yang lebih terjangkau

2. Menyisihkan setiap keuntugan untuk membeli teknologi seperti android


Gain

apa yang ibu berikan terhadap konsumen yang membeli produk ibu

1. meberikan harga yang murah dengan kualitas yang bagus 

2. memberikan pelayanan yang baik dengan produk yang steril terhdap konsumen



Tema : Kesulitan menjalankan usaha Pecel di masa New Era Covid.

oleh Ananda Angelia Purba -

Anggota Kelompok 7 :

ANANDA ANGELIA PURBA (1911060034)

ERIKA JULIA EVANDA (1911060024)

GALUH BERLI OKTAVIAMI (1911060005)

SALSABILA AUDYANISA (1911060057)

ZHAFRAN RAFI AL RASYID (1911010046)

RIDHO DINATA SURYA (1911060023)

1. See

Question : bagaimana pandangan masyarakat terhadap pedagang yang menjual Pecel dimasa pandemi saat ini ? 

Jawaban : Berdampak pada penjualan dan bahan baku pembuatan pecel. Karena semenjak covid ini, masyarakat lebih menjaga kesehatan mereka, salah satunya membuat dan memasakmakanan mereka sendiri di rumah, sangat jarang pada awal covid masyarakat membeli makanan di restoran atau warung makan. Kemudian, harga sayur yang kian melonjak karena terbatasnya pengiriman sayur antar kota yang menjadikan harganya kian naik, cuaca juga salah satu factor yang mempengaruhi sayur kian melonjak. Cuaca yang semakin ekstrim, membuat pertumbuhan sayur semakin sulit dan hasilnya panennya pun kualitas nya menurun.

2. Hear

Question : Bagaimana sebaiknya cara menanggapi pertanyaan masyarakat yang berfikir buruk tentang penjualan pecel dimasa pandemi ?

Jawaban : Virus Covid-19 kian meningkat di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Semakin banyak bisnis yang makin buruk penjualannya, bahkan hingga bangkrut. Dampak yang sangat ektstrim ini, membuat kita sebagai pebisnis atau pelaku usaha harus memutar otak untuk mempertahankan bisnis kita agar tetap menarik pembeli. Banyak asumsi yang jelek tentang penjualan pecel disaat pandemi ini, apalagi pecel biasanya identic dengan pengerjaan yang secara tradisional yang membuat masyarakat berfikir bahwa pecel kurang higienis untuk dikonsumi, dan juga pembuatan nya yang masih menggunakan tangan dan masih manual untuk segala prosesnya, membuat niat masyarakat kurang untuk membeli dan mengkonsumsi pecel.


 

3. Think & feel

Question : apa yang dirasakan saat menjual pecel dimasa pandemi saat ini ?

Jawaban : Pandemi Covid-19 juga berimbas pada para petani sayur. Karena naiknya pupuk dan menurunnya penjulan sayur, menjadikan mereka bingung untuk mempertahankan harga. Petani sayur menaikkan Rp.400-100 untuk sayurnya, seperti kangkung naik Rp.500, bayam naik Rp.700 dan timun melonjak hingga Rp.1000. Hal ini memberi damp0ak juga pada pelaku usaha yang bahan bakunya sayur, seperti pecel, karedok, ketoprak, gado-gado dan lainnya.

4. Say & do

Question : apa saja pertanyaan yang sering di tanyakan oleh masyarakat saat ingin membeli pecel ?

Jawaban : Biasanya masyarakat selalu bertanya kapan kami merebus sayur, apakah masih segar dan bagus untuk dikonsumsi? Kemudian kami biasanya menjelaskan bahwa kami merebus sayur dengan cara yang baik dan mampu bertahan hingga 12 jam.

5. Pain

Question : apa salah satu contoh kendala  yang dihadapi saat menjual pecel dimasa pandemi ?

Jawaban : masalah utama yang dihadapi Pedagang Pecel0 di tengah hantaman pandemi Corona. Mulai dari lesunya ekonomi, kesulitan dapat order, mahalnya biaya operasional, hingga bahan baku produksi yang mahal.

6. Gain

Question : apa yang diharapkan penjual pecel dimasa pandemi seperti saat ini ?

Jawaban : Kami berharap agar keadaan semakin membaik, agar pengiriman sayur juga tidak menurun, sehingga harga akan turun dan penjual mampu meraup untung yang sewajarnya, dan juga harga bahan baku tidak terlalu mahal lagi.

KESIMPULAN:
Bahan baku yang kian melonjak harganya, menjadikan pedagang pedagang makanan yang berbahan baku sayur mengalami dampak yang sangat besar, dan sangat berpengaruh pada penjualan. tidak hanya berdampak pada kami, namun pada seluruh masyarakat, karena sayur termasuk bahan utama atau pokok yang kita konsumsi setiap hari. kami sangat berharap pandemi ini segera berakhir, agar tidak menjadi pokok permasalahan pada lesunya ekonomi seluruh dunia terutama negara berkembang seperti Indonesia. 

Tugas Kelompok (Emphaty Map)

oleh Anugrah Prima Ramadhan -

Tema : ΓÇ£Kesulitan menjalankan usaha Pakaian distro di masa new era covidΓÇ¥


Anggota Kelompok 1 :

1. FERDINAL RIANDY SARAGIH (1911060015)

2. YULI SENORA SEVTIANI (1911060008)

3. ALDO GILAR VISITAMA (1911010053)

4. ERSAATHAYAINSYIRA (1911060059)

5. ANUGRAH PRIMA RAMADHAN (1911010155)



1. See

Pertanyaan :

Apa yang membuat menarik pelanggan dalam usaha tersebut di masa pandemi seperti ini? 

Jawaban :

Adanya layanan untuk pemesanan online yang memudahkan pembeli atau pelanggan, karena banyaknya orang yang “Stay at home” dikarenakan takut  terkena dampak dari pandemi Covid-19.

 

2. Hear

Pertanyaan : 

Dimana para pelanggan mendapatkan informasi tentang usaha ini?

Jawaban :

Pelanggan bisa mendapatkan informasi dengan mudah di berbagai sosial media yang dimiliki, karena pemasaran yang paling efektif di masa pandemi itu, mencoba share ke semua media sosial.

 

3. Think & feel

Pertanyaan :

Apa yang menjadi kendala usaha ini di saat masa pandemi seperti ini?

Jawaban :

Berkurangnya minat belanja pakaian dari masyarakat, karena kurangnya minat belanja pakaian dari masyarakat dapat ber efek kepada berkurangnya permintaan produksi dan distribusi untuk masyarakat itu sendiri. Karena juga masyarakat menjadi lebih fokus untuk membeli kebutuhan pokok(pangan) dibanding sandang (pakaian).

 

4. Say & do

Pertanyaan :

Apa yang akan dikatakan dan dilakukan pelanggan di saat pandemi seperti ini?

Jawaban :

Penurunan penghasilan membuat pelanggan ingin mendapatkan potongan harga (diskon) serta juga mengimbangi pelanggan dengan harga serta kualitas yang baik agar pelanggan juga mendapatkan harga yang pas dan juga dengan kualitas yang baik juga.

 

5. Pain

Pertanyaan :

Apakah resiko yang di rasakan penjual dan pelanggan saat berbisnis di pandemi saat ini?

Jawaban :

Resiko nya yaitu banyak nya Stok barang yang dimiliki tetapi minat belanja masyarakat menurun sehingga, dapat mengakibat kan kerugian karena barang tidak laku terjual habis jadi penjual harus bisa lebih ekstra meyakinkan atau membangkitkan minta pembeli agar barang yang tersedia habis terjual.

 

 6. Gain

Pertanyaan :

Bagaimana cara Penjual mencapai target penjualan di era pandemi seperti ini?

Jawaban :

Yaitu dengan cara meningkatkan dan meluaskan pemasaran produk secara online di semua platform penjualan.

 

Kesimpulan :

            Akibat era pandemi covid-19 ini membuat penjualan khusus nya di bidang fashion (pakaian) menurun dimana penyebab nya yaitu kurangnya pendapatan yang di dapatkan oleh masyarakat berkurang sehingga masyarakat lebih memilih untuk menggunakan uang nya untuk membeli kebutuhan sehari-hari ketimbang membeli pakaian. Sehingga penjual pakaian harus melakukan  Pengimplementasian Design Thinking agar dapat meningkatkan penjualan produk sesuai dengan harapan.

            Cara yang di lakukan oleh penjual pakaian yaitu penjual harus melakukan tahapan empathize, define, ideate dan prototyping. Pemilik toko tersebut juga mengadakan diskon untuk menarik minat pengguna untuk berbelanja ditokonya , karena dimasa pandemi sekarang toko tersebut harus memasarkan dagangannya melalui media online yang bisa di pesan dari rumah kemudian diantarkan oleh kurir atau jasa espedisi. Inovasi bisnis harus terus dilakukan untuk menarik minat pengguna barang/jasa agar tertarik membeli dagangannya dimasa pandemi ini.


Tugas kelompok

oleh Doris indah Sari -

Tema : kesulitan menjalankan usaha telur ayam di masa new era covid

Anggota Kelompok 6 :

AHMAD FARIZAL (1911060046)

BAYU HERMAWAN (1911060054)

DORIS INDAH SARI SINAGA (1911060058)

MUHAMMAD RAFLY ALFAZRI (1911060006)

PUTRA PRATAMA SANTOSO (1911060028)

1. See

Question : bagaimana pandangan masyarakat terhadap pedagang yang menjual telur dimasa pandemi saat ini ? 

Jawaban : Sebenarnya berdampak, karena harga pakan semakin naik, sedangkan harga telur tidak stabil. Jadi ada beberapa usaha rumahan yg terpaksa mengafkirkan ayam nya, karena semakin melonjak harga pakan tidak sesuai dengan hrga telur.

2. Hear

Question : Bagaimana sebaiknya cara menanggapi pertanyaan masyarakat yang berfikir buruk tentang penjualan telur dimasa pandemi ?

Jawaban : Semakin Virus Covid-19 menyebar, semakin banyak bisnis yang menderita. Adanya batasan keluar rumah dan karantina membuat pelanggan semakin terasing.

Tak lepas dari hak tersebut banyak juga masyrakat yang berasumsi buruk tentang sistem penjualan telur dimasa pandemi seperti sekarng ini. Banyak yang beranggapan bahwa mengkonsumsi telur sangat tidak disarankan karena banyak telur telur yang dikirim dari luar negara maupun luar kota, hal tersebut yang membuat masyarakat berfikir menjadi salah satu pemicu terkena virus covid.

Namun selaku penjual yang mengedarkan telur telur dimasa sekarang tentunya sudah melewati banyak proses yang terbaik. Oleh karena itu,  pada hak tersebut Ada sebagian bisnis yang justru semakin meningkat karena adanya kritik dan saran.

sebagai pebisnis atau penjual telur harus memikirkan kembali upaya apa yang akan dilakukan agar membuat bisnis tetap berjalan.

3. Think & feel

Question : apa yang dirasakan saat menjual telur2 dimasa pandemi saat ini ?

Jawaban : Pandemi Covid-19 juga berimbas pada para peternak layer (ayam petelur). Kenaikan harga pakan jadi Rp 200 per kg dan harga konsentrat Rp 300 – 350 per kg namun diiringi turunnya harga telur di pasaran membuat para peternak gusar.  yang dipikirkan peternak saat ini bukan lagi soal keuntungan tetapi bagaimana bisa mempertahankan usahanya. “Kegiatan bantuan pangan ( PKH ) yang dilakukan pemerintah dengan memasukkan telur sebagai salah satunya akan sangat membantu para peternak . Peternak ayam telur ( Layer ) berharap, kondisi sulit ini segera berlalu supaya kondisi perekonomian Indonesia kembali pulih dan berkembang. “Meskipun saat ini masih bisa membayar karyawan kandang tetapi jika kondisinya terus berlanjut, akan terasa berat dan tidak menutup kemungkinan akan  banyak peternak yang gulung tikar.

4. Say & do

Question : apa saja pertanyaan yang sering di tanyakan oleh masyarakat saat ingin membeli telur ?

Jawaban : Kok, ada telur warna putih dan murah, kenapa bisa beda harga, apa beda nya dgn telur ayam ras yg berwana kuning kecoklatan. Mereka Mendengar ada telur dengan harga murah, masyarakat umumnya langsung ingin membeli. Pasalnya, telur jadi salah satu bahan utama yang sering dikonsumsi, sehingga kalau dapat yang murah, pasti bikin happy. Sayangnya, akhir-akhir ini, beredar telur infertil. Dengan harga miring, telur infertil disebut-sebut bahaya buat kesehatan kita, Telur infertil berasal dari perusahaan pembibitan ayam broiler atau ayam pedaging (breeding). Disebut infertil karena si telur tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan. Sebenarnya, telur itu tidak boleh dikonsumsi. Telur infertil dapat menjadi anak ayam jika disimpan dalam suhu yang cocok. Akan tetapi, bila disimpan di dalam ruangan yang tidak cocok, pertumbuhannya menjadi tidak sempurna, mati, lalu membusuk. Sebelum dijual, telur infertil umumnya disemprot zat kimia. Bakteri di dalam telur yang mulai membusuk serta adanya kandungan zat kimia, disebut-sebut berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi manusia.

5. Pain

Question : apa salah satu contoh kendala  yang dihadapi saat menjual telur dimasa pandemi ?

Jawaban : masalah utama yang dihadapi pengusaha kecil telur di tengah hantaman pandemi Corona. Mulai dari lesunya ekonomi, kesulitan dapat order, mahalnya biaya operasional, hingga bahan baku produksi yang makin mahal.

6. Gain

Question : apa yang diharapkan penjual telur dimasa pandemi seperti saat ini ?

Jawaban : Peternak mengharapkan, harga telur bisa kembali normal. Dan harga pakan tidak terus terusan naik.

* Kesimpulan : Bahan baku pakan ayam nya di masa pademi ini sangat melojak tinggi harganya dan harga telur nya tidak setabil. , karena semakin melonjak harga pakan tidak sesuai dengan harga telur Adanya batasan keluar rumah dan karantina membuat pelanggan semakin terasing. Ada sebagian bisnis yang justru meningkat, sedangkan yang lainnya berjuang untuk hanya satu atau dua penjualan. Ini berarti, sebagai pebisnis atau penjual telur harus memikirkan kembali upaya apa yang akan dilakukan agar membuat bisnis tetap berjalan. yang dipikirkan peternak saat ini bukan lagi soal keuntungan tetapi bagaimana bisa mempertahankan usahanya. Kegiatan bantuan pangan ( PKH ) yang dilakukan pemerintah dengan memasukkan telur sebagai salah satunya akan sangat membantu para peternak . Peternak ayam telur ( Layer ) berharap, kondisi sulit ini segera berlalu supaya kondisi perekonomian Indonesia kembali pulih dan berkembang. Mereka Mendengar ada telur dengan harga murah, masyarakat umumnya langsung ingin membeli. Pasalnya, telur jadi salah satu bahan utama yang sering dikonsumsi, sehingga kalau dapat yang murah, pasti bikin happy. . Mulai dari lesunya ekonomi, kesulitan dapat order, mahalnya biaya operasional, hingga bahan baku produksi yang makin mahal. : Peternak mengharapkan, harga telur bisa kembali normal. Dan harga pakan tidak terus terusan naik.

 

 


Tugas Kelompok

oleh Clement JYT -

Kelompok 2 :

1. Mashudi Zaien (1911060061) 

2. Syuqron wijaya (1911060011)

3. Rozin Rizqullah (1911060012)

4.Robby Romadhon (1911060035)

5. ClementJYT (1911060031)


Tema : "Kesulitan menjalankan bisnis toko pakaian di masa era new covid"

- Metode (See?)

Jelaskan apa yang di lihat pelanggan dalam menjalankan bisnis pakaian di masa era pandemic ini?

= Bahan dan testimoni penjualan suatu produk yang di jual pada saat pandemic ini sangat mengalami kurang nya kepercayaan antara pembisnis dan pelanggan , karena biasanya pakaian adalah sebuah kebutuhan diera pandemic yang sering di beli orang di saat ini, dan diera pandemi mengurangi tatap muka atau berbisnis secara face to face yang dapat meminimalisir penyebaran virus.

- Metode (hear?)

Apakah lingkungan sekitar dapat mempenguhi hal tersebut?

= Lingkungan dapat mempengaruhi kepercayaan pelanggan.

- Metode (Think and fell?)

Apa yg di rasakan pelanggan ketika berpikir pakaian itu sangat penting di karenakan untuk meminimalisir penyebaran virus namun tidak bisa membeli di karenakan faktor pandemi?

= Ke khawatiran pelanggan akan tertular virus covid jika, berpergian ke pusat perbelanjaan mengakibatkan pelanggan lebih memilih membeli baju dan perlengkapan lainnya secara online.

- Metode (Say and Do?)

Berikan perhatian yang memadai untuk potensi konflik antara apa yg mungkin dikatakan pelanggan dan apa yang mungkin benar-benar di pikirkan atau di katakannya?

= menyelesaikan masalah dengan menggabungkan berbagai kebutuhan pelanggan , contoh seperti dapat berbelanja di satu tempat lalu dapat di antar ke rumah , dengan aplikasi yang sudah ada saat ini.

- Metode (Pain?)

Resiko apa yang dapat terjadi pada penjual dan apa yang di rasakan pada pelanggan?

= Ke khawatiran pelanggan akan tertular virus covid jika bepergian ke pusat perbelanjaan mengakibatkan pelanggan lebih memilih membeli baju dan perlengkapan lainnya secara online, karena hal ini pelanggan jadi susah untuk lebih memastikan barang yang ingin di beli dan yang dirasakan penjual adalah kesusahan mencari pelaggan yang mau membeli di tempat nya.

- Metode (Gain?)

Strategi apa yg di gunakan untuk mencapai tujuan dalam menjalankan bisnis toko pakaian ini?

= Penjual tidak terlalu banyak menyetok barang untuk meminimalisir kerugian dan barang barang yang sudah ada, dan juga dapat dengan membangun kepercayaan pada pelanggan agar pelanggan dapat lebih mudah mengakses produk yang pelanggan mau beli. Salah satunya dengan cara membuat website online atau memasarkan produknya di media social serta membuat promosi dan iklan agar orang lebih percaya dan tertarik untuk membeli.

- Kesimpulan

= Kesimpulan yang kita bisa ambil dari tema di atas adalah kita harus bisa membuat suatu peluang di era ini karena peluang akan selalu terjadi apabila kita bisa membuat strategi yang baik walau di era pandemic ini sekalipun.