Anggota Kelompok 7 :
ANANDA ANGELIA PURBA (1911060034)
ERIKA JULIA EVANDA (1911060024)
GALUH BERLI OKTAVIAMI (1911060005)
SALSABILA AUDYANISA (1911060057)
ZHAFRAN RAFI AL RASYID (1911010046)
RIDHO DINATA SURYA (1911060023)
1. See
Question : bagaimana pandangan masyarakat terhadap pedagang yang menjual Pecel dimasa pandemi saat ini ? 
Jawaban : Berdampak pada penjualan dan bahan baku pembuatan pecel. Karena semenjak covid ini, masyarakat lebih menjaga kesehatan mereka, salah satunya membuat dan memasakmakanan mereka sendiri di rumah, sangat jarang pada awal covid masyarakat membeli makanan di restoran atau warung makan. Kemudian, harga sayur yang kian melonjak karena terbatasnya pengiriman sayur antar kota yang menjadikan harganya kian naik, cuaca juga salah satu factor yang mempengaruhi sayur kian melonjak. Cuaca yang semakin ekstrim, membuat pertumbuhan sayur semakin sulit dan hasilnya panennya pun kualitas nya menurun.
2. Hear
Question : Bagaimana sebaiknya cara menanggapi pertanyaan masyarakat yang berfikir buruk tentang penjualan pecel dimasa pandemi ?
Jawaban : Virus Covid-19 kian meningkat di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Semakin banyak bisnis yang makin buruk penjualannya, bahkan hingga bangkrut. Dampak yang sangat ektstrim ini, membuat kita sebagai pebisnis atau pelaku usaha harus memutar otak untuk mempertahankan bisnis kita agar tetap menarik pembeli. Banyak asumsi yang jelek tentang penjualan pecel disaat pandemi ini, apalagi pecel biasanya identic dengan pengerjaan yang secara tradisional yang membuat masyarakat berfikir bahwa pecel kurang higienis untuk dikonsumi, dan juga pembuatan nya yang masih menggunakan tangan dan masih manual untuk segala prosesnya, membuat niat masyarakat kurang untuk membeli dan mengkonsumsi pecel.
 
3. Think & feel
Question : apa yang dirasakan saat menjual pecel dimasa pandemi saat ini ?
Jawaban : Pandemi Covid-19 juga berimbas pada para petani sayur. Karena naiknya pupuk dan menurunnya penjulan sayur, menjadikan mereka bingung untuk mempertahankan harga. Petani sayur menaikkan Rp.400-100 untuk sayurnya, seperti kangkung naik Rp.500, bayam naik Rp.700 dan timun melonjak hingga Rp.1000. Hal ini memberi damp0ak juga pada pelaku usaha yang bahan bakunya sayur, seperti pecel, karedok, ketoprak, gado-gado dan lainnya.
4. Say & do
Question : apa saja pertanyaan yang sering di tanyakan oleh masyarakat saat ingin membeli pecel ?
Jawaban : Biasanya masyarakat selalu bertanya kapan kami merebus sayur, apakah masih segar dan bagus untuk dikonsumsi? Kemudian kami biasanya menjelaskan bahwa kami merebus sayur dengan cara yang baik dan mampu bertahan hingga 12 jam.
5. Pain
Question : apa salah satu contoh kendala  yang dihadapi saat menjual pecel dimasa pandemi ?
Jawaban : masalah utama yang dihadapi Pedagang Pecel0 di tengah hantaman pandemi Corona. Mulai dari lesunya ekonomi, kesulitan dapat order, mahalnya biaya operasional, hingga bahan baku produksi yang mahal.
6. Gain
Question : apa yang diharapkan penjual pecel dimasa pandemi seperti saat ini ?
Jawaban : Kami berharap agar keadaan semakin membaik, agar pengiriman sayur juga tidak menurun, sehingga harga akan turun dan penjual mampu meraup untung yang sewajarnya, dan juga harga bahan baku tidak terlalu mahal lagi.KESIMPULAN:
Bahan baku yang kian melonjak harganya, menjadikan pedagang pedagang makanan yang berbahan baku sayur mengalami dampak yang sangat besar, dan sangat berpengaruh pada penjualan. tidak hanya berdampak pada kami, namun pada seluruh masyarakat, karena sayur termasuk bahan utama atau pokok yang kita konsumsi setiap hari. kami sangat berharap pandemi ini segera berakhir, agar tidak menjadi pokok permasalahan pada lesunya ekonomi seluruh dunia terutama negara berkembang seperti Indonesia.