Garis besar topik
-
-
Berita dan pengumuman
ASSALAMU'ALAIKUM WR. WB
Tabik Pun
Selamat datang mahasiswa program pascasarjana di kampus Biru Darmajaya the best. Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan dalam Lindungan Allah SWT. Selamat datang di Semester ganjil 2025-2 dengan menggunakan daring SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) dilengkapi tatap muka via zoom "Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis" yang mengambil rumpun ilmu manajemen dengan mata kuliah Leadership Strategics. Bersama ini juga dilampirkan RPS mata kuliah dimaksud.Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, dan Jangan lupa kerjakan dengan sungguh - sungguh dan ikhlas serta Salam hangat dan tetap semangat.
Bandar Lampung, 2 April 2026,
Dosen pengampu,
DR. LUKMANUL HAKIM, SE., M.SI.
1. Tata tertib pembelajaran dan Ujian :
2. Kegiatan pembelajaran dimulai tepat waktu (sesuai jadwal), toleransi keterlambatan maksimal 15 menit.
3. Selama pembelajaran/ujian berlangsung HP/gadget dimatikan (silent).
4. Pengumpulan tugas individu sesuai jadwal. Bagi yang terlambat nilai hanya 50%; keterlambatan lebih satu minggu nilainya 0%.
5. Tugas yang merupakan hasil copy paste tidak diterima.
6. Aturan jumlah minimal kehadiran, berpakaian sopan, bersepatu dan aturan akademik lainnya tetap berlaku.
7. Pada saat pelaksanaan ujian berlaku aturan tata tertib ujian yang diberlakukan di IIB DARMAJAYA
8. Pada saat ujian, bila kedapatan berbuat curang, maka nilai ujian nol/dibatalkan.
9. Bila komponen penilaian tidak lengkap tidak akan dapat nilai maksimal
10. Tidak ada ujian susulan, kecuali bagi yang sakit dan opname, orang tua meninggal, atau ditugaskan oleh institusi kampus yang diperkuat dengan surat penugasan. Untuk hal ini perlu ada surat pengantar dari institusi untuk ujian susulan
PART 1 PENUGASAN :LEADERSHIP STRATEGICS (INTRDUCTION)
LEADERSHIP STRATEGICS
Kepemimpinan strategis adalah kemampuan seorang pemimpin untuk menyusun dan mengimplementasikan rencana jangka panjang agar organisasi dapat menghadapi masa depan, mencapai tujuan, dan menciptakan keunggulan kompetitif. Konsep ini melibatkan kemampuan mengantisipasi, merencanakan, memimpin dengan visi, memberi daya pada anggota tim, dan menciptakan perubahan strategis untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan organisasi dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis.
ELEMEN KUNCI KEPEMIMPINAN STRATEGIS:
Menentukan Arah Strategis:
1. Mengembangkan visi dan misi jangka panjang yang jelas untuk memberikan arahan.
2. Memetakan langkah-langkah yang perlu diambil untuk berpindah dari kondisi saat ini ke kondisi yang diinginkan.
Mengelola Sumber Daya dan Struktur Organisasi:
1. Mengalokasikan sumber daya secara optimal.
2. Menyusun dan mempertahankan struktur organisasi yang fleksibel dan adaptif.
Menciptakan Budaya dan Etika Organisasi:
1. Memelihara budaya kerja yang inovatif dan etis.
2. Menekankan pentingnya etika dalam setiap tindakan dan perilaku anggota tim.
Memberdayakan dan Memotivasi Tim:
1. Memberdayakan orang lain untuk menciptakan perubahan.
2. Melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan untuk membangun kerja sama tim.
Menciptakan Keunggulan Kompetitif:
1. Menavigasi perubahan eksternal dan mengantisipasi tantangan.
2. Mampu mengambil tindakan tegas dalam krisis dan mengendalikan situasi.
Contoh penerapan:
1. Merombak atau menciptakan struktur organisasi baru: untuk mengatasi tantangan.
2. Mengalokasikan sumber daya ke proyek-proyek baru: untuk mendukung visi jangka panjang.
3. Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kinerja: secara berkelanjutan. -
KONTRAK PEMBELAJARAN DALAM 1 SEMESTER
POINT pembelajaran dan Ujian
- Kegiatan pembelajaran dimulai tepat waktu (sesuai jadwal), toleransi keterlambatan maksimal 15 menit.
- Selama pembelajaran/ujian berlangsung HP/gadget dimatikan (silent).
- Pengumpulan tugas individu sesuai jadwal.( Tepat Waktu)
- Tugas yang merupakan hasil copy paste tidak diterima.
- Aturan jumlah minimal kehadiran, berpakaian sopan, bersepatu dan aturan akademik lainnya tetap berlaku.
- Pada saat pelaksanaan ujian berlaku aturan tata tertib ujian yang diberlakukan di IIB DARMAJAYA
- Pada saat ujian, bila kedapatan berbuat curang, maka nilai ujian nol/dibatalkan.
- Bila komponen penilaian tidak lengkap tidak akan dapat nilai maksimal
Tidak ada ujian susulan, kecuali bagi yang sakit dan opname, orang tua meninggal, atau ditugaskan oleh institusi kampus yang diperkuat dengan surat penugasan. Untuk hal ini perlu ada surat pengantar dari institusi untuk ujian susulan.
-
Mata kuliah ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dimana mahasiswa mampu mengantisipasi, membayangkan, mempertahankan fleksibilitas, berpikir secara strategik, dan bekerja dengan orang lain untuk melakukan perubahan bagi organisasi. Struktur mata kuliah dirancang dengan prinsip-prinsip dan komponen dari kepemimpinan strategik yang efektif. Hal ini akan memberikan mahasiswa pemahaman secara lengkap tentang tugas-tugas utama dari seorang pemimpin strategik. Dengan membahas berbagai pendekatan kepemimpinan, diharapkan mata kuliah ini dapat meningkatkan keterampilan kepemimpinan strategik mahasiswa. Pembelajaran dilakukan dengan model case study untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan bisnisnya sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Esa, berdasarkan Karakter cerdas, mandiri, jujur, peduli dan tangguh dalam dalam pengambilan keputusan strategis.
238.7 KB · Diunggah 2/04/26, 10:51
-
-
Pertemuan 1. SL-Hakekat Pemimpin dan Kepemimpinan (Leader and Leadership):Sabtu, 08:00 s.d 10:15 @ B.3.2
-
Hakekat Pemimpin dan Kepemimpinan (Leader and Leadership) 1. Definisi Pemimpin 2. Definisi Kepemimpinan 3. Filosofi Leadership 4. Gaya Kepemimpinan di Era Global
-
Baca dan Pahami93.2 KB · Diunggah 11/04/26, 07:31
-
MATERI 1: HAKIKAT PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN (STRATEGIC LEADERSHIP)
Dalam konteks organisasi modern yang semakin dinamis, konsep pemimpin dan kepemimpinan tidak lagi dipahami secara sempit sebagai posisi atau jabatan formal. Pemimpin pada dasarnya adalah individu yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi, mengarahkan, dan menggerakkan orang lain guna mencapai tujuan bersama secara efektif. Dalam perspektif kekinian, pemimpin bukan hanya sekadar pengambil keputusan, tetapi juga menjadi katalis perubahan yang mampu membangun kepercayaan, menciptakan visi, serta mengelola dinamika tim dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Hal ini sejalan dengan pandangan mutakhir yang menekankan bahwa efektivitas seorang pemimpin sangat ditentukan oleh kombinasi antara kompetensi teknis, kecerdasan emosional, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Sementara itu, kepemimpinan dapat dipahami sebagai suatu proses yang bersifat dinamis dan berkelanjutan, di mana seorang individu memengaruhi individu atau kelompok lain melalui komunikasi, motivasi, serta pengambilan keputusan strategis untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan bukanlah sesuatu yang statis, melainkan berkembang sesuai dengan konteks zaman, budaya organisasi, serta tantangan yang dihadapi. Dalam era digital dan globalisasi saat ini, kepemimpinan semakin menekankan pada pendekatan kolaboratif, fleksibilitas, serta pemanfaatan teknologi dan data dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, fokus kepemimpinan bergeser dari ΓÇ£siapa yang memimpinΓÇ¥ menjadi ΓÇ£bagaimana cara memimpin secara efektifΓÇ¥.
Lebih dalam lagi, filosofi kepemimpinan menjadi landasan penting yang membentuk perilaku dan keputusan seorang pemimpin. Filosofi ini mencerminkan nilai-nilai, prinsip, dan keyakinan yang dipegang oleh pemimpin dalam menjalankan perannya. Dalam perkembangan teori modern, terdapat beberapa pendekatan filosofi kepemimpinan yang relevan, seperti servant leadership yang menekankan pelayanan kepada anggota tim, transformational leadership yang berfokus pada inspirasi dan perubahan, ethical leadership yang berlandaskan integritas dan moralitas, serta authentic leadership yang mengedepankan keaslian dan transparansi. Di tengah tuntutan global saat ini, pemimpin tidak hanya dituntut untuk mencapai kinerja organisasi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap aspek sosial, lingkungan, dan etika bisnis.
Seiring dengan perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi, gaya kepemimpinan juga mengalami transformasi yang signifikan. Pemimpin di era global dihadapkan pada berbagai tantangan seperti disrupsi teknologi, perubahan pola kerja menjadi hybrid, serta keberagaman budaya dalam tim kerja. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang efektif saat ini cenderung mengarah pada transformational leadership yang mampu menginspirasi perubahan, digital leadership yang memanfaatkan teknologi dalam pengambilan keputusan, agile leadership yang responsif terhadap perubahan, serta inclusive leadership yang mampu mengelola keberagaman secara produktif. Pemimpin yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan ini berpotensi tertinggal dan gagal membawa organisasi menuju keunggulan kompetitif.
Sebagai ilustrasi kontekstual, fenomena yang terjadi pada pelaku UMKM kopi di Lampung Barat menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi bukan hanya pada aspek pemasaran, tetapi juga pada gaya kepemimpinan. Banyak pemimpin usaha masih menggunakan pendekatan tradisional yang cenderung top-down, kurang melibatkan karyawan dalam inovasi, serta belum mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Akibatnya, pertumbuhan usaha menjadi stagnan dan kurang kompetitif di pasar yang semakin digital. Dari perspektif kepemimpinan strategis, kondisi ini mencerminkan perlunya transformasi menuju gaya kepemimpinan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada perubahan.
Dalam proses pembelajaran, pendekatan kontekstual menjadi sangat penting untuk membantu mahasiswa memahami relevansi teori dengan praktik nyata. Melalui metode contextual instruction, mahasiswa diajak mengaitkan konsep kepemimpinan dengan pengalaman dan lingkungan mereka. Selanjutnya, melalui case study, mahasiswa dilatih untuk menganalisis permasalahan nyata secara kritis dan memberikan solusi berbasis teori. Sementara itu, cooperative learning mendorong mahasiswa untuk bekerja sama dalam kelompok, bertukar ide, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan berpikir kritis. Kombinasi ketiga metode ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara efektif dalam dunia nyata.
Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa pemimpin dan kepemimpinan merupakan dua konsep yang saling terkait namun memiliki makna yang berbeda. Pemimpin merujuk pada individu yang menjalankan peran, sedangkan kepemimpinan adalah proses yang dilakukan. Dalam era global dan digital saat ini, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam beradaptasi, berinovasi, serta membangun kolaborasi yang efektif. Oleh karena itu, pengembangan kepemimpinan strategis menjadi kebutuhan utama dalam menciptakan organisasi yang unggul dan berkelanjutan.
Referensi (Parafrase & Update)
1. Northouse, P. G. (2022). Leadership: Theory and Practice
2. Yukl, G. (2023). Leadership in Organizations
3. Robbins, S. P. & Judge, T. (2023). Organizational Behavior
4. Harvard Business Review (2022-2024)
5. World Economic Forum (2023)
-
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Contextual Instruction
Tujuan:
Mengaitkan konsep dengan dunia nyata mahasiswa
Aktivitas:
Diskusi: ΓÇ£Siapa pemimpin efektif di daerah Anda?ΓÇ¥
Refleksi pengalaman mahasiswa di organisasi
2. Case Study
Kasus:
Kasus: Transformasi Digital UMKM di Lampung
Seorang pemimpin UMKM gagal meningkatkan penjualan karena:
Tidak adaptif terhadap digital marketing
Gaya kepemimpinan masih tradisional
Pertanyaan Analisis:
Apa kelemahan gaya kepemimpinannya?
Gaya apa yang seharusnya diterapkan?
Bagaimana peran leadership dalam perubahan?
3. Cooperative Learning
Aktivitas Kelompok:
Mahasiswa dibagi menjadi 4 kelompok:
Definisi Leader
Definisi Leadership
Filosofi Leadership
Gaya Global Leadership
Output:
Presentasi + diskusi kritis
Mind mapping konsep
EVALUASI PEMBELAJARAN
Bentuk Penilaian:
Tugas individu (analisis pemimpin ideal)
Diskusi kelompok
Keaktifan kelas
REFERENSI TERBARU
Northouse, P. G. (2022). Leadership: Theory and Practice
Yukl, G. (2023). Leadership in Organizations
Robbins & Judge (2023). Organizational Behavior
Harvard Business Review (2021-2024) Leadership in Digital Era
McKinsey Report (2022-2024) Agile & Transformational Leadership
World Economic Forum (2023) Future of Leadership -
-
-
-
1. Landasan Teori Organisasi dan Manajemen 2. Human Resources Management 3. Perbedaan Karakteristik Organisasi dan Manajemen 4. Hubungan Peran Pemimpin dalam organisasi 5. Teori Organisasi dan Manajemen menurut Ahli
-
Baca dan Pahami lalu tanggapi
80.8 KB · Diunggah 3/04/26, 21:09 -
MATERI 2 : Organisasi dan Manajemen (Organization and Management)
Organisasi dan manajemen pada dasarnya merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan, namun memiliki peran yang berbeda. Organisasi dapat dipahami sebagai wadah atau struktur yang mengatur hubungan kerja, sedangkan manajemen adalah proses menggerakkan sumber daya untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangan teori, pendekatan organisasi dan manajemen telah berevolusi dari model klasik yang menekankan efisiensi menuju pendekatan modern yang lebih adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dalam konteks global, organisasi modern menempatkan sumber daya manusia sebagai aset strategis. Pendekatan Human Resource Management (HRM) tidak lagi sekadar administratif, tetapi telah berkembang menjadi fungsi strategis yang berperan dalam inovasi dan keunggulan kompetitif organisasi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebijakan HRM yang tepat mampu meningkatkan inovasi dan kinerja organisasi secara signifikan.
Di Indonesia, praktik organisasi dan manajemen memiliki karakter yang khas karena dipengaruhi oleh nilai sosial seperti gotong royong dan hubungan interpersonal. Hal ini menyebabkan pendekatan manajemen cenderung lebih humanis dibandingkan pendekatan global yang lebih rasional dan berbasis sistem. Namun, kondisi ini juga menimbulkan tantangan, terutama dalam hal profesionalisme dan kesetaraan gender dalam organisasi.
Perbedaan antara organisasi dan manajemen sering kali menjadi kabur dalam praktik, terutama di tingkat daerah. Organisasi di daerah cenderung lebih fleksibel dan informal, sementara fungsi manajemen sering kali dipengaruhi oleh hubungan sosial. Meskipun demikian, kepemimpinan tetap menjadi faktor kunci yang menentukan efektivitas organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif mampu meningkatkan kinerja tim melalui komunikasi, motivasi, dan lingkungan kerja yang suportif.
Dalam perspektif gender, organisasi dan manajemen menunjukkan dinamika yang cukup kompleks. Laki-laki masih mendominasi posisi strategis, sementara perempuan menghadapi berbagai hambatan struktural. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kepemimpinan laki-laki dan perempuan justru menghasilkan kinerja organisasi yang lebih baik, karena menggabungkan pendekatan rasional dan relasional secara seimbang.
Dampak dari organisasi dan manajemen terhadap tenaga kerja terlihat dalam beberapa dimensi. Dalam jangka pendek, manajemen yang efektif mampu meningkatkan kinerja dan memberikan dampak langsung pada pendapatan melalui insentif dan bonus. Dalam jangka menengah, organisasi yang baik akan membentuk budaya kerja yang produktif dan meningkatkan stabilitas tenaga kerja. Sedangkan dalam jangka panjang, organisasi dan manajemen yang inklusif akan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata, termasuk mengurangi kesenjangan pendapatan berbasis gender.
Selain itu, hubungan antara manajemen sumber daya manusia dan pendapatan juga sangat kuat. Penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan tenaga kerja, komitmen kerja, dan budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan. Dalam konteks daerah, kepemimpinan dan kebijakan HRM yang inklusif gender terbukti mampu meningkatkan kinerja ekonomi daerah. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi dan manajemen tidak hanya berdampak pada level perusahaan, tetapi juga pada pembangunan ekonomi secara lebih luas.
-
REFERENSI
Simarmata, H. M. P., et al. (2023). Teori organisasi dan manajemen. Yayasan Kita Menulis.
Rizal, I., et al. (2024). Human resource management policies to improve organizational innovation. Indonesian Journal of Business Analytics, 4(6), 2160-2175.
Retno, B., et al. (2024). Human resource management strategy and career development. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 12(4), 951-960.
Lubis, F. M., et al. (2024). The influence of organizational structure and leadership on team performance. International Journal of Economics, 3(1).
Siregar, E. S. M., & Wardi, Y. (2023). Pengaruh gender dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja organisasi. Jurnal Education and Development, 11(3).
Noviyadi, N., et al. (2024). Human resource empowerment and organizational culture on employee performance. Jurnal Ekonomi, 13(1).
Hartadi, H. J., et al. (2024). Kepemimpinan inklusif gender dan kinerja ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi dan Manajemen.
Northouse, P. G. (2022). Leadership: Theory and practice (9th ed.). Sage Publications.
Yukl, G. (2023). Leadership in organizations (9th ed.). Pearson.
-
Tugas :
SOAL TUGAS KAJIAN MENDALAM
Mahasiswa diminta menyusun esai analitis (1500ΓÇô2000 kata) dengan ketentuan berikut:
1. Jelaskan secara kritis perbedaan dan hubungan antara organisasi dan manajemen, serta bagaimana keduanya berperan dalam meningkatkan kinerja tenaga kerja.
2. Analisis bagaimana Human Resource Management (HRM) dan gaya kepemimpinan memengaruhi produktivitas tenaga kerja laki-laki dan perempuan.
3. Kaji perbedaan praktik organisasi dan manajemen dalam konteks global, Indonesia, dan daerah (lokal).
4. Evaluasi kesenjangan gender dalam tenaga kerja dan pendapatan, serta jelaskan faktor penyebabnya.
5. Jelaskan dampak kepemimpinan terhadap:
6. Jangka pendek (kinerja & insentif)
7. Jangka menengah (budaya & stabilitas kerja)
8. Jangka panjang (kesejahteraan & pemerataan pendapatan)
9. Berikan contoh nyata (studi kasus) dari organisasi di Indonesia atau daerah (misalnya Lampung).
10. Rumuskan rekomendasi strategis berbasis teori untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus menciptakan keadilan gender.Kriteria
Bobot
Level Tinggi (A)
Level Sedang (B)
Level Rendah (C)
Pemahaman Konsep
20%
Menguasai teori secara mendalam dan terintegrasi
Memahami konsep dasar
Pemahaman terbatas
Analisis Kritis
25%
Analisis tajam, argumentatif, dan berbasis data
Analisis cukup logis
Analisis lemah/deskriptif
Integrasi Konteks (GlobalΓÇôLokal)
15%
Mampu membandingkan secara komprehensif
Ada perbandingan sederhana
Tidak ada integrasi
Analisis Gender & Pendapatan
15%
Mendalam, kritis, dan relevan
Cukup jelas
Minim atau tidak relevan
Studi Kasus
10%
Realistis, kontekstual, dan aplikatif
Ada contoh namun kurang tajam
Tidak ada atau tidak relevan
Rekomendasi Strategis
10%
Solutif, inovatif, berbasis teori
Cukup relevan
Tidak aplikatif
Keterampilan Akademik
5%
Sistematis, referensi kuat, bahasa akademik baik
Cukup rapi
Kurang sistematis
STUDI KASUS LOKAL (LAMPUNG)
Kasus: UMKM Kopi di Lampung Barat
Sebuah UMKM kopi di Lampung Barat mengalami peningkatan produksi dalam tiga tahun terakhir, namun menghadapi masalah dalam manajemen tenaga kerja. Sebagian besar pekerja laki-laki ditempatkan pada proses produksi dan distribusi, sementara perempuan lebih banyak pada proses sortasi dan administrasi dengan tingkat upah yang berbeda.
Pemimpin usaha menerapkan gaya kepemimpinan yang masih tradisional (top-down), sehingga komunikasi kurang terbuka. Akibatnya:
Produktivitas meningkat (jangka pendek)
Namun loyalitas pekerja perempuan rendah
Terdapat kesenjangan upah sekitar Rp500 ribu - Rp800 ribu
Setelah dilakukan perubahan ke arah kepemimpinan partisipatif:
Perempuan mulai dilibatkan dalam pengambilan keputusan
Pelatihan diberikan secara merata
Produktivitas meningkat lebih stabil
Kesenjangan pendapatan mulai menurun
PERTANYAAN DISKUSI KRITIS
1. Apakah organisasi yang efisien selalu menghasilkan keadilan pendapatan? Jelaskan.
2. Mengapa kesenjangan gender masih terjadi meskipun HRM sudah berkembang?
3. Mana yang lebih penting: kinerja jangka pendek atau kesejahteraan jangka panjang?
4. Bagaimana kepemimpinan dapat menjadi solusi atas ketimpangan tenaga kerja?Mahasiswa diminta untuk melakukan kajian mendalam mengenai konsep organisasi dan manajemen dengan menelaah keterkaitan antara struktur organisasi, praktik manajemen sumber daya manusia, serta peran kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja tenaga kerja. Analisis tidak hanya berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi juga harus mampu mengaitkan bagaimana pendekatan global diadaptasi dalam konteks Indonesia dan daerah, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan ekonomi. Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi perbedaan karakteristik organisasi formal dan informal, serta mengevaluasi bagaimana gaya kepemimpinan memengaruhi efektivitas kerja, baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah.
Lebih lanjut, mahasiswa diminta mengkaji secara kritis bagaimana faktor gender memengaruhi dinamika organisasi, khususnya dalam hal partisipasi tenaga kerja laki-laki dan perempuan serta implikasinya terhadap pendapatan. Kajian harus mencakup analisis kesenjangan yang terjadi, faktor penyebabnya, serta peran manajemen dan kepemimpinan dalam menciptakan sistem yang lebih inklusif dan adil. Mahasiswa juga diharapkan mampu memberikan contoh nyata, baik dari lingkungan kerja lokal maupun nasional, serta merumuskan rekomendasi strategis berbasis teori yang relevan untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan dalam jangka panjang.
-
-

-
-
-
1. Bagaimana menjadi Seorang Pemimpin (Being A Leader)
2. Syarat menjadi seorang Pemimpinan
3. Spirit untuk menjadi seorang Pemimpin
4. Kepemimpinan menurut beberapa agama5. Kesuksesan menjadi pemimpin
-
-
Menjadi seorang pemimpin tidak lagi dipahami sebagai posisi formal semata, melainkan sebagai proses pembentukan identitas, nilai, dan pengaruh dalam suatu sistem sosial. Dalam perspektif modern, kepemimpinan berkembang dari pendekatan ΓÇ£great manΓÇ¥ menjadi proses kolektif yang melibatkan interaksi antara individu, tim, dan lingkungan. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas, keberanian, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang kompleks .
Dalam konteks Indonesia, konsep menjadi pemimpin memiliki dimensi yang lebih luas karena dipengaruhi oleh nilai budaya dan sosial. Seorang pemimpin tidak hanya diharapkan mampu mencapai target organisasi, tetapi juga menjaga harmoni, membangun hubungan interpersonal, dan menjadi teladan moral. Hal ini menyebabkan kepemimpinan di Indonesia cenderung lebih humanis dibandingkan dengan pendekatan global yang lebih rasional dan berbasis sistem.
Syarat menjadi pemimpin tidak hanya mencakup kompetensi manajerial, tetapi juga aspek karakter seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Dalam berbagai penelitian, kualitas seperti integritas, keberanian, dan kemampuan komunikasi menjadi fondasi utama keberhasilan kepemimpinan. Pemimpin yang memiliki kombinasi antara kemampuan teknis dan nilai moral cenderung lebih efektif dalam memengaruhi tenaga kerja dan meningkatkan kinerja organisasi. Spirit kepemimpinan menjadi faktor pembeda antara pemimpin biasa dan pemimpin strategis. Konsep spiritual leadership menekankan bahwa kepemimpinan harus dilandasi oleh nilai, makna, dan tujuan yang lebih besar dari sekadar keuntungan ekonomi. Kepemimpinan berbasis nilai ini terbukti mampu meningkatkan komitmen dan produktivitas tenaga kerja karena memberikan rasa makna dalam pekerjaan . Dalam konteks Indonesia, spirit ini tercermin dalam nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap kesejahteraan bersama.
Dalam perspektif agama, kepemimpinan selalu dikaitkan dengan nilai amanah, keadilan, dan pelayanan. Misalnya, dalam Islam, kepemimpinan dicontohkan melalui figur Nabi Yusuf yang menunjukkan integritas, profesionalisme, dan kemampuan manajerial yang tinggi dalam mengelola krisis . Nilai-nilai ini memiliki relevansi yang kuat dengan konsep kepemimpinan modern seperti transformational dan ethical leadership. Jika dikaitkan dengan tenaga kerja dan pendapatan, kepemimpinan memiliki dampak yang berlapis. Dalam jangka pendek, kepemimpinan memengaruhi kinerja melalui motivasi dan insentif. Dalam jangka menengah, kepemimpinan membentuk budaya kerja yang berdampak pada stabilitas dan loyalitas tenaga kerja. Sedangkan dalam jangka panjang, kepemimpinan menentukan distribusi kesejahteraan, termasuk dalam hal kesetaraan gender.
Dari perspektif gender, kepemimpinan laki-laki dan perempuan memiliki karakteristik yang berbeda namun saling melengkapi. Laki-laki cenderung berorientasi pada hasil dan efisiensi, sementara perempuan lebih menekankan hubungan interpersonal dan keberlanjutan. Integrasi keduanya terbukti mampu meningkatkan kinerja organisasi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif. Dengan demikian, menjadi pemimpin bukan hanya soal kemampuan memimpin, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan dampak yang berkelanjutan terhadap tenaga kerja dan kesejahteraan ekonomi. Pemimpin yang efektif adalah mereka yang mampu mengelola kinerja jangka pendek sekaligus membangun keadilan dan keberlanjutan dalam jangka panjang.
ANALISIS
Menjadi pemimpin adalah proses, bukan jabatan.
1. Jangka pendek → memengaruhi kinerja & insentif
2. Jangka menengah → membentuk budaya & loyalitas
3. Jangka panjang → menentukan kesejahteraan & keadilan
Pemimpin hebat tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga memastikan hasil tersebut adil untuk semua
D. REFERENSI
1. Northouse, P. G. (2022). Leadership: Theory and practice (9th ed.). Sage Publications.
2. Yukl, G. (2023). Leadership in organizations (9th ed.). Pearson.
3. Barante, D. M. (2024). The dynamics of leadership: A review of leadership theories. International Journal of Research and Innovation in Social Science.
4. Samul, J. (2024). Linking spiritual leadership with other leadership concepts. SAGE Open.
5. Iqbal, T., et al. (2024). Leadership styles in Islamic education management. Jurnal Manajemen Pendidikan.
6. Hakim, L., et al. (2024). Ideal leadership in the QurΓÇÖan: Prophet Yusuf. Journal of QurΓÇÖanic Studies.
7. Susar, A., et al. (2024). Modern leadership management in higher education. Journal of Higher Education Theory and Practice.
8. Munara, K. J., et al. (2024). Leadership development framework. Formosa Journal of Social Sciences. -
SOAL DISKUSI
1. Apakah semua orang bisa menjadi pemimpin? Jelaskan dengan perspektif teori dan praktik.
2. Mengapa kepemimpinan di Indonesia cenderung lebih humanis dibandingkan global?
3. Bagaimana kepemimpinan memengaruhi kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan?
4. Mana yang lebih penting: hasil cepat atau keberlanjutan? Jelaskan secara kritis.
SOAL ANALISIS
Soal 1
Jelaskan proses menjadi pemimpin dan kaitkan dengan teori kepemimpinan modern.
Soal 2
Analisis perbedaan kepemimpinan global, Indonesia, dan daerah serta dampaknya terhadap tenaga kerja.
Soal 3
Jelaskan hubungan antara kepemimpinan, gender, dan pendapatan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Soal 4 (Studi Kasus)
Sebuah organisasi memiliki kesenjangan pendapatan antara pekerja laki-laki dan perempuan.
Sebagai pemimpin, strategi apa yang Anda lakukan?
STUDI KASUS (KONTEKSTUAL ΓÇô LAMPUNG)
Seorang pemilik usaha pengolahan kopi di Lampung awalnya menerapkan kepemimpinan yang berorientasi pada target produksi. Dalam jangka pendek, hasil produksi meningkat dan pendapatan naik. Namun, pekerja perempuan merasa kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan mengalami keterbatasan akses terhadap pelatihan.
Setelah pemimpin mengubah pendekatan menjadi lebih partisipatif, terjadi perubahan signifikan. Pekerja perempuan mulai lebih aktif, suasana kerja menjadi lebih harmonis, dan produktivitas meningkat secara stabil. Dalam jangka panjang, kesenjangan pendapatan mulai berkurang dan organisasi menjadi lebih berkelanjutan.
F. REFERENSI (APA STYLE ΓÇô TERBARU)
1. Northouse, P. G. (2022). Leadership: Theory and practice (9th ed.). Sage Publications.
2. Yukl, G. (2023). Leadership in organizations (9th ed.). Pearson.
3. Samul, J. (2024). Spiritual leadership and organizational outcomes. SAGE Open.
4. Iqbal, T., et al. (2024). Leadership in Islamic perspective. Jurnal Manajemen Pendidikan.
5. Susar, A., et al. (2024). Leadership development in modern organizations. Journal of Higher Education Theory.
6. World Economic Forum. (2023). Global Gender Gap Report. -
-
-
-
1. Kemampuan Memimpin (Leadership Mastery)
2. Empat Aspek Penguasaan Kepemimpinan
3. Kebutuhan pemimpin masa kini
4. Kemampuan yang harus dimiliki pemimpin
5. Kerja Tim
6. Pemimpin Yang efektif
7. Kepemimpinan Inspirasional -
-

-
-
-
1. Manajemen Konflik
2. Manajemen Kekuasaan
3. Manajemen Konflik
-
-
Sebutkan Nama, Npm, Hadir
-
-
-
1. Kepemimpinan Stratejik
2. Proses Manajemen Stratejik
3. Pertimbangan manajemen stratejik
4. Kompetensi yang Perlu Dimiliki oleh Seorang Pemimpin
5. Efek Suksesi CEO dan Komposisi Tim Manajemen Puncak Pada Strategi
6. Menciptakan Keseimbangan Kontrol Organisasi -
-
Sebutkan Nama, Npm, Hadir
-
Silahkan pahami makna-nya
-
(Strategic Leadership, Power, and Conflict Management)
Kepemimpinan stratejik merupakan kemampuan pemimpin dalam mengarahkan organisasi agar mampu bertahan, beradaptasi, dan memenangkan persaingan jangka panjang melalui pengambilan keputusan yang visioner dan terukur. Dalam konteks modern, kepemimpinan stratejik tidak hanya berbicara mengenai kemampuan menyusun strategi, tetapi juga tentang bagaimana pemimpin membangun pengaruh, mengelola konflik, menjaga stabilitas organisasi, serta menciptakan keseimbangan antara kontrol dan inovasi. Organisasi saat ini menghadapi perubahan yang cepat akibat digitalisasi, globalisasi, dan perubahan perilaku tenaga kerja, sehingga pemimpin dituntut memiliki kapasitas berpikir jangka panjang sekaligus kemampuan membangun kolaborasi yang kuat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa organisasi yang dipimpin secara adaptif dan kolaboratif cenderung memiliki daya saing dan inovasi yang lebih tinggi dibanding organisasi yang masih mempertahankan pola kepemimpinan sentralistik.Kepemimpinan stratejik bukan hanya tentang “memimpin hari ini”, tetapi tentang “menyiapkan organisasi menghadapi masa depan.”
Pemimpin stratejik yang efektif mampu:
1. Mengelola kekuasaan secara etis
2. Menjaga keseimbangan kontrol dan inovasi
3. Mengubah konflik menjadi energi organisasi
4. Membangun kesejahteraan tenaga kerja secara berkelanjutan
Organisasi modern membutuhkan:
1. Visionary leader; 2. Adaptive leader 3. Inclusive leaderREFERENSI
1. Northouse, P. G. (2022). Leadership: Theory and practice (9th ed.). Sage Publications.
2. Yukl, G. (2023). Leadership in organizations (9th ed.). Pearson.
3. Kebede, D. A., Werke, S. Z., & Kebede, T. A. (2024). Strategic leadership practices in emerging economies. Cogent Business & Management.
4. Jeong, J., Park, J., & Han, S. (2024). Strategic leadership changes and organizational performance. Journal of Corporate Innovation Studies.
5. Wu, J., Richard, O. C., Triana, M. D. C., & Yu, L. (2024). The impact of CEO successions involving a change of gender on strategic change. Journal of Management Studies.
6. Tan, Z. (2024). Top management team stability and corporate innovation sustainability. Sustainability, 16(11), 4496.
7. Pieters, D., Wynen, J., & Kleizen, B. (2024). CEO turnover and openness of decision-making processes. Administration & Society. -
Kasus: Konflik Kepemimpinan dan Ketimpangan Kinerja
Sebuah perusahaan agribisnis di Lampung mengalami penurunan kinerja dalam dua tahun terakhir. Permasalahan utama yang muncul meliputi konflik antar tim, gaya kepemimpinan yang cenderung otoriter, serta ketimpangan dalam distribusi tugas dan pendapatan antara karyawan laki-laki dan perempuan. Pemimpin organisasi dikenal memiliki kontrol kekuasaan yang kuat, namun kurang melibatkan tim dalam pengambilan keputusan. Akibatnya, motivasi kerja menurun, konflik meningkat, dan produktivitas tidak stabil.
Di sisi lain, beberapa unit kerja yang dipimpin oleh supervisor perempuan menunjukkan kinerja yang lebih stabil, dengan pendekatan kolaboratif dan komunikasi yang lebih terbuka. Namun, mereka memiliki keterbatasan dalam akses pengambilan keputusan strategis.
Pertanyaan, Baca, Pahami, tolong di jawab :
- Analisis permasalahan di atas dengan menggunakan konsep: Leadership mastery; Power & influence; Conflict management; Organizational behavior; Jelaskan hubungan antara gaya kepemimpinan dengan konflik dan kinerja tenaga kerja.
- Analisis bagaimana faktor gender memengaruhi dinamika kepemimpinan dan distribusi pendapatan.
- Uraikan dampak kondisi tersebut dalam: Jangka pendek; Jangka menengah; Jangka panjang
- Berikan rekomendasi strategis berbasis teori untuk memperbaiki kondisi organisasi.
-
-
-
4.0 MB · Diunggah 9/05/26, 10:13
-
-
-
Kepemimpinan Global:
1. Gaya Kepemimpinan:
Part I : Issues in Leadership and Governance
2. The Phenomenon of Leadership
3. The Uncertain Place of Leadership in Higher Education
4. Motifs in Leadership
5. A Case Study in Leadership
6. Toward a Phenomenology of Relational Leadership
7. Learning Leadership8. The Context for the Discipline of Strategic Leadership
-
Materi SL 8 Berkas PPTX15.0 MB · Diunggah 19/05/26, 10:00
-
Sebutkan Nama, Npm, Hadir
-
-
-
1. Perubahan Organisasi
2. Kurangnya Informasi
3. Gaya Kepemimpinan yang tidak konsisten
4. Tidak jelasnya tanggungjawab -
1.1 MB · Diunggah 19/05/26, 10:15
-
Sebutkan Nama, Npm, Hadir
-
-
-
1. Integrating Leadership and the Strategy Process
2. Level of Strategy
3. Strategic Initiatives and Imperatives
4. Strategic Goals Actions -
-
-
Topik 11 Strategic Leadership Value : From Academic programs to Financial Models-Sabtu, 08:00 s.d 10:15 @ B.3.2
-
1. Development of Strategic Leadership Models
2. Situational Leadership models
3. Financial Models of Leadership
-
-
-
Leadership as Tools Strategic Management and Ethics
-
-
-
Strategic Leadership and Value : Isu Kepemimpinan Abad 21
-






