Garis besar topik
-
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Taaaaabikk puuunnn....
Puji syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayahnya kita bisa bertemu di semester pendek ini. Selamat datang mahasiswa yang saya sayangi dan saya banggakan. Selamat bergabung di matakuliah yang saya ampu yaitu matakuliah SEminar SDM. Harapannya semoga kalian semua dalam keadaan sehat wal'afiat tidak kurang suatu apapun. Walau masih masa pandemi corona, semoga kalian tetap semangat untuk terus belajar dan mendapatkan ilmu di matakuliah Seminar SDM
Sistem Pembelajaran matakuliah ini masih menggunakan sistem daring atau online. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada peminatan MSDM, mahasiswa semester 7, terutama terkait dengan bidang studi : Ilmu Ekonomi dan Bisnis Mata kuliah Seminar SDM ini memiliki beban SKS sebesar 4 SKS, dengan kode Matakuliah : MAN 20460 dengan total pertemuan sebanyak 30 pertemuan sudah termasuk UTS dan UAS.
Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik, semoga Allah mempermudah dan melancarkan proses belajar dan mengajar serta perkuliahan kita . Aamin....
Salam sehat dan tetap semangat !!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Betty Magdalena,S.Pd.,MM
-
berikut adalah materi yang akan di pelajari di Mata Kuliah Seminar SDM : Perspektif Riset Sumber Daya, Gap Research, Gap Reasarch (Review artikel Berdasarkan gap empiris), Tujuan dan Manfaat Penelitian, Landasan Teori (Review Artikel), Landasan Teori (Review Artikel), Hipotesis (review Artikel), Desain Penelitian, Populasi dan Sampel (review Artikel), Pengumpulan Data (Review Artikel)< Keabshaan Alat Ukur, Analisis Data, Hasil Penelitian, Presentasi BAB I,II dan III.
-
Matakuliah ini mempelajari mengenai critical review (kelemahan dan kelebihan) suatu penelitian khususnya penelitian tentang manajemen sumber daya manusia, dilihat dari sudut pandang, berikut: 1) latar belakang penelitian, 2) gap research, 3) tujuan dan manfaat penelitian, 4) landasan teori, 5) hipotesis penelitian, dan 6) rancangan penelitian.
-
Sikap
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius
2. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan
3. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri
Keterampilan Umum:
4. Menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan/atau teknologi sesuai dengan bidang manajemen
CP Keterampilan Khusus
5. Mampu mengidentifikasi masalah di dalam organisasi dan mengambil tindakan solutif yang tepat berdasarkan alternatif yang dikembangkan
6. Mampu melakukan riset dibidang SDM
CP Pengetahuan
7. Menguasai konsep metode penelitian bisnis
-
MODEL ASSESMENT
Range
Nilai
Bobot
80 - 100
A
4
75 ΓÇô 79.5
A-
3.75
70 ΓÇô 74.5
B+
3.5
65 ΓÇô 67.5
B
3
55 ΓÇô 64.5
C
2
30 ΓÇô 54.5
D
1
<30
E
0
-
-
-
PERTEMUAN MINGGU 1, HARI : SENIN , TANGGAL : 16 AGUSTUS 2021, WAKTU : 8.50 - 12.00, MATERI : PERSPEKTIF RISET SUMEBR DAYA MANUSIA
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Salam sehat. Apa kabar semuanya. Miss harap semua sehat ya. Selamat datang di perkuliahan Seminar SDM. Untuk pertemuan pertama ini Miss sudah share ke kalian Materi dan PPT tentang materi pertemuan pertama kita. Silahkan kalian pelajari dulu. Saya juga tambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi pertama hari ini. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi tentang Materi pertemuan pertama ini. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
PERSFEKTIF SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
1. SUMBER DAYA ORGANISASI
2. Sumber Daya Manusia Indonesia
3. Upaya Mengembangkan Kualitas Perilaku SDM Indonesia
4.SDM Sumber Keunggulan Kompetitif
5.Elemen Struktur Industri: Lima Kekuatan Porter
6. Modal Manusia
7. Model Sistem MSDM
8. Globalisasi dan Ketenagakerjaan
9. TOPIK PENELITIAN SDM :
1. Kinerja Karyawan
2. Kepuasaan Kerja
3. Turnover Karyawan
4. Motivasi Kerja
5. Religiusitas
6. Spiritualitas Di Tempat Kerja
7. Komitmen Organisasional
8. Dukungan Organisasi Persepsian
9. Narsisme
10. Sinisme
11. Green Human Resources Management
-
Membangun SDM Indonesia Membangun Sinergitas

Oleh: Wenang Budi Aryo
Meski rencana sudah matang dengan berbagai program yang dipersiapkan serta dilaksanakan dengan baik, pembangunan manusia Indonesia akan percuma tanpa adanya kerja bersama.
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan nasional Indonesia. Oleh karena itu, pikiran-pikiran pembangunan yang berkembang di Indonesia dewasa ini sangat dipengaruhi oleh kesadaran yang makin kuat akan tidak terhindarnya keikutsertaan bangsa Indonesia dalam proses global yang sedang berlangsung itu. Diharapkan proses ini membawa keuntungan dan mendorong proses pembangunan nasional.
Pada waktu yang bersamaan, bangsa Indonesia juga menghadapi tantangan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain yang telah lebih dahulu maju. Oleh karena itu, pembangunan bangsa yang maju dan mandiri, untuk mewujudkan kesejahteraan, mengharuskan dikembangkannya konsep pembangunan yang bertumpu pada manusia dan masyrakatnya. Atas dasar itu, untuk mencapai tujuan pembangunan yang demikian, titik berat pembangunan diletakkan pada bidang ekonomi dengan kualitas sumber daya manusia.
Konsep indikator pembangunan manusia sebagai ukuran pembangunan yang sejajar dengan indikator pendapatan per kapita dan laju pertumbuhan. Semuanya terkait dengan proses pergolakan sosial yang berlangsung dalam tiga dasawarsa terakhir sejak tahun 60 an. Peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai rangkaian upaya untuk mewujudkan manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya mencakup pembangunan manusia, sebagai insan memberikan tekanan pada harkat, martabat, hak, dan kewajiban manusia yang tercermin dalam nilai-nilai yang terkandung dalam diri manusia baik segi etika, estetika, maupun logika yang meliputi nilai-nilai rohaniah kepribadian dan kejuangan.
Dalam konteks pembangunan nasional, pembangunan manusia yang seutuhnya, kemampuan profesional dan kematangan kepribadian saling memperkuat satu sama lain. Profesionalisme dapat turut membentuk sikap dan perilaku serta kepribadian yang tangguh, sementara kepribadian yang tangguh merupakan prasyarat dalam membentuk profesionalisme. Minimal ada empat kebijakan pokok dalam upaya peningkatan SDM yaitu: Peningkatan kualitas hidup yang meliputi baik kualitas manusianya seperti jasmani dan rohani, serta kualitas kehidupannya seperti perumahan dan pemukiman yang sehat; Peningkatan kualitas SDM yang produktif dan upaya pemerataan penyebarannya; Peningkatan kualitas SDM yang berkemampuan dalam memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai IPTEK yang berwawasan lingkungan; serta Pengembangan pranata yang meliputi kelembagaan dan peran hukum yang mendukung upaya peningkatan kualitas SDM.
Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu bangsa melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan negara yang makmur. Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam kaitan ini, terdapat beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM antara lain, pertama, adalah sistem pendidikan yang baik dan bermutu. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pemerintah dalam hal ini memiliki peran penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasikan pada penguasaan IPTEK serta merata di seluruh pelosok tanah air.
Kedua adalah penguatan peran agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat dalam rangka memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa (character building). Ketiga adalah peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai Diklat, kompetensi, pembinaan dan lain-lain. Tenaga kerja profesional dan terampil sesuai tuntutan/kebutuhan pasar merupakan faktor keunggulan suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global.
Pemerintah memegang peranan penting dalam menyiapkan program-program strategis guna menghasilkan SDM berkualitas dan siap memasuki pasar kerja. Terakhir, adalah pembinaan dan pengembangan masyarakat terutama generasi muda. Sebagai penopang utama dalam roda pembangunan, pemberdayaan generasi muda diharapkan dapat menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi. Karakteristik generasi muda seperti inilah yang diharapkan mampu berkonstribusi dan memenangkan persaingan global.
Mempertimbangkan peran strategis SDM bagi akselerasi pembangunan negara, kebijakan dan langkah strategis program kerja yang komperehensif mestiterwujud agar dapat mencetak banyak SDM Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global. Sinergi kebijakan antar pemangku kepentingan pada sektor terkait dan lintas sektor juga mutlak diperlukan guna menyatukan sumber daya dan potensi yang ada bagi percepatan pembangunan SDM Indonesia.
Upaya tersebut tentu saja membutuhkan kerjasama dari semua pihak khususnya keluarga dalam hal pemberian pendidikan dan keahlian sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Kesadaran serta semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri dan daya saing juga diperlukan dari generasi muda yang merupakan agen pembangunan bagi bangsa ini. Selain itu, diperlukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan program-program yang ada berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan produktifitas tenaga kerja khususnya generasi muda. Dengan SDM yang berkualitas, target dalam pembangunan Indonesia akan lebih mudah tercapai
-
-
Jawablah soal-soal yang tertera di bawah ini dengan jelas dan benar.
A. PERTANYAAN
1. Jelaskan sumber daya di dalam organisasi yang dapat menjadi kajian penelitian SDM !
2. Carilah dan jelaskan teori yang mendukung bahwa SDM merupakan aset perusahaan yang tidak ternilai harganya !
3. Berikanlah contoh sebuah riset sdm yang berguna bagi perusahaan ! (sebutkan sumbernya)
4. Sebutkan dan jelaskan topik riset sdm terkini !
-
-
PERTEMUAN MINGGU KE 2, HARI : RABU, TANGGAL : 18 AGUSTUS 2021, WAKTU : 8.50 - 12.00, TOPIK : GAP RESEARCH BERDASARKAN FENOMENA
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Salam sejahtera untuk kita semua. Salam sehat. Selamat datang di perkuliahan Seminar SDM. Untuk pertemuan minggu ke 2 ini tentang Gap Research. Saya tambahkan bahan bacaan yang berkaitan tentang materi hari ini. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi tentang Materi pertemuan hari ini. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Research gap atau kesenjangan penelitian menjadi hal penting yang dicari oleh peneliti, sebagai bahan untuk menulis artikel, atau proposal penelitian. Terutama mahasiswa S2 dan S3, yang memang sangat membutuhkan ΓÇÿΓÇÖkesenjangan penelitianΓÇÖΓÇÖ untuk menulis tesis dan disertasi. Sedangkan untuk jenjang S1, adanya fenomena bisnis atau data lapangan sudah cukup, belum wajib ada research gap, walaupun diperbolehkan.Apa yang dimaksud dengan research gap? research gap adalah celah penelitian dan pengalaman atau penelitian para peneliti sebelumnya (Zain, 2018). Pendapat lainnya Ferdinand, (2014) research gap adalah perumusan masalah penelitian yang bersumber dari fenomena gap, atau fenomena bisnis, sesuai data lapangan, juga research gap dan teori gap.Jadi research gap adalah kesenjangan penelitian yang berasal dari perbedaan hasil penelitian terdahulu, konsep, teori, data atau masalah dilapangan, yang menjadi celah bagi penelitian selanjutnya.Research gap ini yang akan dirumuskan menjadi masalah penelitian, dan pertanyaan penelitian kemudian berusaha dicarikan solusi untuk menutupi celah penelitian.
Jenis-jenis Research Gap
Research Gap terdiri dari beberapa jenis, yaitu Theoritical gap, Conceptual gap, Empirical gap, Methodogical gap, Practical-Knowledge gap, Evidence gap, Muller-Bloch & Kranz, 2015), Population gap (Robinson, et al. 2011). Bisa jadi masih ada jenis research gap lain, yang tidak dibahas dalam artikel ini. Penjelasan mengenai berbagai kesenjangan penelitian disajikan sebagai berikut.Baca juga artikel Social EntrepreneurshipTheoritical Gap
Theoritical Gap atau kesenjangan teori merupakan adanya kelemahan, keterbatasan, atau celah yang belum terpenuhi dari suatu teori atau kerangka kerja (Muller-Bloch & Kranz, 2015).Pendapat lainnya theoritical gap ada kaitannya dengan kesenjangan teori dalam riset terdahulu. Dengan kata lain terdapat teori yang terkait dan relevan dengan riset yang dilakukan sekarang, tetapi belum digunakan pada penelitian sebelumnya. Teori tersebut sangat relevan dengan topik yang sedang diteliti sekarang. Bisa juga teori yang digunakan saat ini, dinilai lebih baik dari teori yang digunakan sebelumnya untuk topik penelitian yang sama, (Muller-Bloch & Kranz, 2015).Penelitian yang berdasarkan kesenjangan teori atau gap theory, belum terlalu banyak dilakukan, karena membutuhkan kajian yang sangat mendalam, dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, dibanding jenis kesenjangan lainnya. Selain itu dimungkinkan juga tidak semua peneliti memiliki rasa percaya diri untuk mengkritisi sebuah teori yang sudah mapan.Conceptual Gap
Kesenjangan konseptual umumnya dikaitkan dengan konsep yang digunakan dalam suatu kajian. Adanya kesamaan konsep yang diartikan atau didefinisikan secara berbeda, juga bisa menjadi suatu kesenjangan (gap). Selain itu, bangunan konsep yang belum jelas dasar teorinya, bisa menjadi gap yang perlu dicarikan solusinya.Bagaimana cara mengatasi adanya kesenjangan konseptual ini? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh peneliti yaitu:- Mengetahui tujuan konsep tersebut dibangun
- Apabila terdapat keraguan, atau ketidak jelasan konsep, maka boleh menggunakan konsep dari bidang lain yang relevan atau memiliki kedekatan dengan konsep yang dikaji. Misalnya konsep perilaku konsumen sangat relevan dan dekat dengan bidang kajian psikologi. Maka bisa gunakan psikologi untuk mengatasi kesenjangan konsep mengenai perilaku konsumen.
- Peneliti harus berani memberikan justifikasi, jika masih terdapat keraguan, maka harus bisa memberikan definisi baru yang lebih jelas.
- Bila perlu bangun konsep baru jika belum tersedia, berdasarkan teori yang terkait. Bangunan konsep baru ini disebut novelty, atau kebaruan penelitian.
Empirical Gap
Empirical gap berkaitan dengan temuan riset terdahulu yang memerlukan verifikasi ulang atau evaluasi secara empiris. Hal ini berarti belum ada riset sebelumnya yang melakukan verifikasi/evaluasi, atau kajian empiris terhadap topik yang sedang diteliti sekarang, (Muller-Bloch & Kranz, 2015).Empirical gap juga berkaitan dengan adanya perbedaan hasil penelitian yang tidak konsisten (didukung atau tidak didukung). Inkonsistensi hasil penelitian tersebut menjadi celah untuk dilakukan penelitian selanjutnya, dengan mengajukan solusi berupa variabel mediasi, moderasi atau aΓÇÖaksen (Ferdinand, 2016). Sejalan dengan pendapat tersebut, Wu & Zumbo, (2008), mengemukakan bahwa solusi dari penelitian yang tidak konsisten (inkonsisten) adalah dengan memberikan variabel antara. Variabel antara harus berdasarkan kajian penelitian sebelumnya atau teori yang relevan dengan topik kajian.Methodological Gap
Methodological Gap ini bisa terjadi disebabkan oleh penggunaan berbagai metode, atau menggunakan gabungan beberapa metode untuk mengkaji suatu topik pada penelitian yang sedang dilakukan sekarang, sedangkan penelitian terdahulu hanya menggunakan satu metode saja, (Muller-Bloch & Kranz, 2014).Penggunaan metode yang berbeda tersebut disebabkan oleh adanya indikasi bahwa metode yang digunakan sebelumnya dianggap kurang tepat dengan topik yang diteliti saat ini, maka digunakan metode yang baru untuk menjawab masalah penelitian yang sama. Dengan kata lain menggunakan satu metode atau gabungan berbagai metode (mix method) yang berbeda/baru untuk memecahkan masalah penelitian yang sama.Selain itu, ada strategi lain yang bisa digunakan untuk mengisi methodological gap, yaitu membangun instrumen baru, gunakan instrumen yang berbeda dengan menggunakan konsep yang sama, dan gunakan sampel yang berbeda. Itulah beberapa cara untuk mengatasi methodological gap.PracticalΓÇôKnowledge Gap
Practical- knowledge gap, terkait dengan interverensi atau pengaruh lingkungan yang menyebabkan sulit untuk diaplikasikan , seperti pengaruh faktor budaya, agama, budaya organisasi, kepemimpinan, dan personality.Hal tersebut bisa juga disebabkan oleh adanya perbedaan perilaku para professional dengan perilaku yang sudah lazim digunakan oleh lingkungan. Perbedaan itu bisa menyebabkan timbulnya konflik, oleh karenanya peneliti harus berusaha menentukan ruang lingkup konflik dan menemukan alasan-alasan dibalik perilaku tersebut, pada penelitian yang dilakukan (Muller-Bloch & Kranz, 2015). Selain itu, bisa juga menyiapkan suatu intervensi baru yang lebih baik, dari intervensi yang digunakan sebelumnya.Evidence gap
Evidence gap ini berkaitan dengan temuan atau bukti yang ditemukan dalam riset yang sangat bertentangan dengan kesimpulan atau konsep-konsep atau fakta umum yang sudah diterima.Sebagai contoh, pada umumnya, konsumen yang memiliki kepercayaan terhadap suatu merek (brand trust), maka akan loyal terhadap merek itu. Namun, ada temuan penelitian yang membuktikan bahwa kepercayaan konsumen terhadap merek tidak selalu menjadi alasan konsumen loyal kepada merek. Temuan tersebut sangat bertentangan dengan temuan-temuan sebelumnya, oleh karenanya merupakan evidence gap yang memerlukan jawaban dengan melakukan penelitian dimasa depan.Population Gap
Population gap berkaitan dengan populasi yang kurang diperhatikan atau tidak diperlakukan secara cukup/seimbang dalam riset sebelumnya. Sebagai contoh, pada riset sebelumnya yang diperhatikan hanya mahasiswa berjenis kelamin perempuan, sedangkan mahasiswa laki-laki tidak diperhatikan sama sekali, (Robinson, et al, 2011). Contoh lainnya, hanya pedagang kecil saja yang dijadikan populasi penelitian, sedangkan pedagang menengah dan atas tidak dilibatkan. Masih banyak contoh lainnya, seperti kelompok usia, tingkat pendapatan, wilayah, tingkat pendidikan dan lain-lain.Berbagai research gaps tersebut sangat bermanfaat bagi peneliti membangun suatu novelty atau kebaruan penelitian, yang membedakan riset sekarang dengan riset-riset sebelumnya, bukan hanya riset duplikasi (Sukur, 2020).Menemukan research gap memang tidak mudah, kadang bikin megap-megap (lebaayyy..), butuh ketelitian dan membaca secara mendalam berbagai literatur, sehingga membutuhkan banyak waktu, tenaga dan pikiran, serta biaya. Waktu yang dibutuhkan bisa berbulan-bulan, untuk menemukan research gap ini, tak heran jika putus asa bisa mewarnai proses pencarian.Proses menemukan research gap ini membutuhkan berbagai keterampilan agar prosesnya tidak memakan waktu terlalu lama. Keterampilan itu antara lain paham bagaimana menemukan artikel sesuai tema, kemampuan membaca literasi, mereviu artikel, mapping artikel, kemampuan bahasa asing (Inggris khususnya) dan lain sebagainya. Berbagai keterampilan itu tidak bisa dikuasai secara instan, harus banyak belajar dan berlatih. Jam terbang memang sangat menentukan kecepatan dan ketepatan dalam menemukan research gap, serta solusinya.
-
DISKUSI FORUM MNGGU 2
KESENJANGAN PENELITIAN
NAMA_NPM
Carilah 3 artikel dan identifikasi permasalahan dalam penelitian !!!
NO
JUDUL
PENULIS
PERMASALAHAN
1
2
3
-
PERTEMUAN MINGGU KE 3, HARI : RABU, TANGGAL : 18 AGUSTUS 2021, PUKUL : 13.00 - 16.10, TOPIK : GAP RESEARCH / REVIEW ARTIKEL BERDASARKAN GAP EMPIRIS
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Salam sejahtera untuk kita semua. Salam sehat. Selamat datang di perkuliahan Seminar SDM. Untuk pertemuan minggu ke 3, ini tentang Gap Research berdasarkan Gap Research. Saya tambahkan bahan bacaan berupa video yang berkaitan tentang materi hari ini. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi tentang Materi pertemuan hari ini. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
PERTEMUAN MINGGU KE 4, HARI : KAMIS, TANGGAL : 19 AGUSTUS 2021, PUKUL : 8.50 - 12.00, TOPIK : TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Salam sejahtera untuk kita semua. Salam sehat. Selamat datang di perkuliahan Seminar SDM. Untuk pertemuan minggu ke 4, ini tentang Tujuan dan Manfaat Penelitian. Saya tambahkan bahan bacaan berupa bahan bacaan dan video yang berkaitan tentang materi hari ini. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi tentang Materi pertemuan hari ini. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, dan hasil tersebut merupakan sesuatu yang diperoleh setelah penelitian penelitian selesai, dan sesuatu yang akan dicapai/dituju dalam sebuah penelitian. Tujuan penelitian memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Adanya tujuan penelitan adalah untuk menentukan arah dari suatu penelitian dan merinci apa saja yang ingin diketahui, sehingga jika permasalahan sudah terjawab maka tujuan penelitian sudah tercapai.
Tujuan penelitian dijabarkan, biasanya menggunakan kata-kata kerja pembuka antara lain: menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguraikan, menilai, menguji, membandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data atau pengetahuan atau keterangan tentang peneliti.
Beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga tujuan penelitian dikatakan baik yaitu: spesifik, terbatas, dapat diukur, dan dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian.
Tujuan dari penelitian ini adalah :
- Tujuan Operasional dari penelitian ini, yaitu untuk mempermudahkan operator iDuHelp! dalam memperoleh informasi, tanpa harus memakan banyak waktu dan untuk memaksimalkan pelayanan kampus khususnya terhadap pelayanan iDuHelp! dengan menggunakan ticketing online.
- Tujuan Individual dari penelitian ini, yaitu untuk meningkatkan kinerja penulis agar mampu bereksperimen dalam melakukan pola fikir yang lebih baik lagi dan dapat menambah wawasan serta pengalaman dalam sistem pelayanan yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja.
- Tujuan Fungsional dari penelitian ini, yaitu mengefesienkan waktu dalam mencari pihak terkait (link channel) agar informasi yang diinginkan lebih cepat dan tepat. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang sistem pelayanan yang ada di Perguruan Tinggi Raharja lebih baik lagi, terutama dalam menunjang sistem pelayanan iDuHelp!.
Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaiannya tujuan. Manfaat penelitian mempunyai dua hal yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan membantu mengatasi, memecahkan dan mencegah masalah yang ada pada objek yang diteliti. Manfaat atau kegunaan hasil penelitian terhubung dengan sarana-sarana yang diajukan setelah kesimpulan dan merupakan follow up pengguna informasi yang didapat dari kesimpulan.
Dalam penulisan laporan Skripsi ini dikemukakan beberapa manfaat, yaitu :
- Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan sistem pelayanan berbasis ticketing online yang dapat diakses dengan mudah
- Hasil penelitian dapat mengidentifikasi dengan baik semua kebutuhan informasi mengenai seputar 10 pilar IT Learning, mengenai REC (Raharja Enrichment Center) dan mengenai ifacility.
- Hasil penelitian dapat membantu kegiatan pelayanan iDuHelp! dalam sisi penanganan customer (mahasiswa) secara optimal.
- Dengan adanya sistem ROOSTER, diharapkan dapat memberikan informasi secara tepat dan akurat, sehingga dapat menjaga kualitas pelayanan iDuHelp!.
-
DISKUSI FORUM MNGGU 4
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
NAMA_NPM
Carilah 3 artikel dan tulis tujuan dan manfaat penelitian !!!
NO
JUDUL
PENULIS
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN 1
2
3
-
PERTEMUAN KE 5, HARI : KAMIS, TANGGAL : 18 AGUSTUS 2021, PUKUL : 13.00-16.10, TOPIK : LANDASAN TEORI
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Salam sejahtera untuk kita semua. Salam sehat. Selamat datang di perkuliahan Seminar SDM. Untuk pertemuan minggu ke 5, ini tentang Landasan teori. Saya tambahkan bahan bacaan berupa bahan bacaan dan video yang berkaitan tentang materi hari ini. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi tentang materi pertemuan hari ini. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
PERTEMUAN MINGGU KE 6, HARI : JUMAT, TANGGAL : 20 AGUSTUS 2021, PUKUL : 8.50 - 12.00, TOPIK : HIPOTESIS PENELITIAN
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Salam sejahtera untuk kita semua. Salam sehat. Selamat datang di perkuliahan Seminar SDM. Untuk pertemuan minggu ke 6, ini tentang Hipotesis Penelitian. Saya tambahkan bahan bacaan berupa bahan bacaan dan video yang berkaitan tentang materi hari ini. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi tentang materi pertemuan hari ini. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Pengertian Hipotesis Penelitian, Jenis, Manfaat, dan Cara Membuatnya
Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian (H1) adalah pernyataan yang dibuat oleh para peneliti ketika mereka berspekulasi pada hasil penelitian atau eksperimen. Setiap desain eksperimental yang benar harus memiliki pernyataan ini sebagai inti dari strukturnya, sebagai tujuan akhir dari setiap eksperimen.
Hipotesis dihasilkan melalui sejumlah cara, tetapi biasanya merupakan hasil dari proses penalaran induktif di mana pengamatan mengarah pada pembentukan teori. Para ilmuwan kemudian menggunakan sejumlah besar metode deduktif untuk sampai pada hipotesis yang dapat diuji, dapat dipalsukan, dan realistis.
Prekursor hipotesis adalah masalah penelitian, biasanya dibingkai dalam bentuk pertanyaan, yaitu pertanyaan apa, atau mengapa, sesuatu terjadi.
Hipotesis penelitian adalah mengurai masalah menjadi sesuatu yang dapat diuji dan dimanipulasi. Para ilmuwan harus menghasilkan hipotesis yang realistis dan dapat diuji di mana hipotesis tersebut dapat membangun eksperimen.
Hipotesis harus dapat diuji, dengan mempertimbangkan pengetahuan dan teknik terkini, dan realistis. Jika peneliti tidak memiliki anggaran multi-juta dolar, maka tidak ada gunanya menghasilkan hipotesis yang rumit. Hipotesis harus dapat diverifikasi dengan cara statistik dan analitis, untuk memungkinkan. verifikasi.
Faktanya, sebuah hipotesis tidak pernah terbukti, dan lebih baik menggunakan istilah ΓÇÿdidukungΓÇÖ atau ΓÇÿdiverifikasiΓÇÖ. Ini berarti bahwa penelitian menunjukkan bahwa bukti mendukung hipotesis dan penelitian lebih lanjut dibangun di atasnya
Hipotesis penelitian, yang tahan uji waktu, akhirnya menjadi teori, seperti Relativitas Umum Einstein. Bahkan saat itu, seperti halnya Hukum Newton, hukum itu masih bisa diadaptasi.
Pengertian Hipotesis Penelitian
Istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu hypo yang berarti ΓÇ£di bawahΓÇ¥ dan thesis yang berarti ΓÇ£pendirian/pendapat/kepastianΓÇ¥, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis merupakanjawaban sementara terhadap suatu masalah yang sifatnya masih praduga karena harus dibuktikan terlebih dahulu.
The American Heritage Dictionary mendefinisikan hipotesis sebagai, ΓÇ£penjelasan sementara untuk pengamatan, fenomena, atau masalah ilmiah yang dapat diuji dengan penyelidikan lebih lanjut.ΓÇ¥ Ini berarti hipotesis adalah batu loncatan menuju teori yang akan dibuktikan.
Agar suatu hipotesis dapat dianggap sebagai hipotesis ilmiah, hipotesis harus dibuktikan melalui metode ilmiah. Seperti hal lain dalam hidup, ada banyak jalan yang harus diambil untuk mencapai akhir yang sama.
Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Para Ahli
Adapun definisi hipotesis penelitian menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;
Suharsimi Arikunto
Hipotesis adalah jawaban yang masih bersifat sementara terhadap suatu permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data-data yang terkumpul
Dantes (2012)
Hipotesis merupakan praduga atau asumsi yang harus diuji melalui data atau fakta yang diperoleh dengan jalan penelitian.
Jenis Hipotesis Penelitian
Terdapat bermacam-macam jenis hipotesis, diantaranya yaitu adalah sebagai berikut;
Hipotesis Berdasarkan pada Kategori Rumusannya
Berdasarkan kategori rumusannya, hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Hipotesis nihil (Ho)
Yaitu hipotesis yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Misalnya yaitu Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP.
Hipotesis alternatif (Ha)
Yaitu hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Misalnya yaitu Ada hubungan antara lama belajar dengan prestasi belajar siswa SMP.
Hipotesis alternatif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
- Hipotesisi Terarah (Directional Hypotheses)
Hipotesis terarah yaitu hipotesis yang diajukan oleh peneliti, dimana peneliti sudah merumuskan dengan tegas yang menyatakan bahwa variabel bebas memang sudah diprediksi memiliki pengaruh terhadap variabel terikat.
Misalnya yaitu;
Siswa yang diajar dengan metode inkuiri memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode curah pendapat.- Hipotesis Tak Terarah (Non-Directional Hypotheses)
Hipotesis tak terarah yaitu hipotesis yang diajukan dan dirumuskan oleh peneliti tampak belum tegas bahwa variabel bebas akan memiliki pengaruh terhadap variabel terikat.
Fraenkel dan Wallen (1990:42) mengemukakan bahwa hipotesis tak terarah tersebut menggambarkan bahwa peneliti tidak menyusun prediksi secara spesifik tentang arah hasil penelitian yang akan dilakukan. Misalnya yaitu Terdapat perbedaan pengaruh penggunaan metode mengajar inkuiri dan ceramah terhadap prestasi belajar siswa.
Hipotesis Berdasarkan Sifat Variabel Yang Akan Diuji
Berdasarka sifat variabel yang akan diuji, hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Hipotesis tentang hubungan
Yaitu hipotesis yang menyatakan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih, mengacu ke penelitian korelasional. Hubungan antara variabel tersebut bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:
- Hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik
Misalnya yaitu Hubungan antara kemampuan fisika dengan kimia.Nilai fisika memiliki hubungan yang sejajar dengan nilai kimia, tetapi ini bukan merupakan sebab akibat dan timbal balik. Nilai fisika yang tinggi tidak menyebabkan nilai kimia yang tinggi, begitu pula sebaliknya.
Keduanya memiliki hubungan yang kemungkinan disebabkan oleh faktor lain, misalnya yaitu kebiasaan berpikir logik (tentang ke IPA-an), sehingga mengakibatkan adanya hubungan antara keduanya.
- Hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik
Misalnya yaitu Hubungan antara tingkat kekayaan dengan kelancaran berusaha. Semakin tinggi tingkat kekayaan, maka tingkat kelancaran usaha juga semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.
- Hubungan yang menunjuk pada sebab-akibat, tetapi tidak timbal balik
Misalnya yaitu Hubungan antara waktu Proses Belajar Mengajar dengan tingkat kejenuhan siswa. Semakin lama waktu PBM berlangsung, maka siswa akan semakin jenuh terhadap pelajaran yang disampaikan.
Hipotesis tentang perbedaan
Yaitu hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan dalam variabel penelitian tertentu pada kelompok yang berbeda. Hipotesis tentang perbedaan mendasari berbagai penelitian komparatif dan eksperimen.
Misalnya yaitu;
Ada perbedaan antara pretasi belajar siswa SMA antara yang diajar dengan metode ceramah dan tanya jawab dan metode diskusi (penelitian eksperimen).Contoh lain misalnya;
Ada perbedaan prestasi belajar siswa SMA antara yang berada di kota dan di desa (penelitian komparatif).Hipotesis Berdasarkan Keluasan atau Lingkup Variabel Yang Diuji
Berdasarka keluasan atau lingkup variabel yang diuji, hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
- Hipotesis mayor
Yaitu hipotesis yang mencakup kaitan semua variabel dan semua objek penelitian. Misalnya yaitu ΓÇ£Terdapat hubungan antara kondisi sosial-ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa SMPΓÇ¥.
- Hipotesis minor
Yaitu hipotesis yang terdiri atas bagian-bagian atau sub-sub dari hipotesis mayor (jabaran dari hipotesis mayor). Misalnya yaitu Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA; Ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA; Ada hubungan antara kekayaan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA.
Manfaat Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan salah satu elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Pandangan yang mendukung pernyataan tersebut untuk menunjukkan manfaat atau kegunaan hipotesis, diantaranya yaitu:
- Hipotesis sebagai alat kerja teoritis. Hipotesis bisa dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh, misal penyebab dan konsekuensi dari konflik bisa dijelaskan melalui teori konflik.
- Hipotesis bisa diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidaknya suatu teori.
- Hipotesis sebagai alat untuk memajukan pengetahuan. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salah dalam cara bebas dari nilai-nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.
Cara Membuat Hipotesis Penelitian
Proses pembentukan hipotesis adalah proses penalaran, yang melalui tahap-tahap tertentu. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesis ilmiah, yang dilakukan secara sadar, hati-hati, dan diarahkan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hipotesis adalah salah satu proposisi yang dapat diuji secara langsung.
Seringkali, salah satu bagian tersulit dalam mendesain dan menulis makalah penelitian adalah menulis hipotesis. Seluruh percobaan seringkali berputar-putar di sekitar hipotesis penelitian (H1) dan hipotesis nol (H0), sehingga membuat kesalahan di sini dapat merusak seluruh desain.
Berikut ini beberapa kiat dalam menulis hipotesis penelitian yang baik, antara lain:
- Buatlah daftar pertanyaan terlebih dahulu. Sebelum membuat hipotesis, Anda harus mengidentifikasi dengan jelas pertanyaan yang ingin Anda pelajari.
- Hipotesis adalah pernyataan, bukan pertanyaan. Hipotesis Anda bukanlah pertanyaan ilmiah dalam proyek penelitian Anda. Hipotesis adalah prediksi yang berdasar pada teori.
- Jelaskan Hipotesis Anda. Hipotesis yang baik ditulis dalam bahasa yang jelas dan sederhana. Membaca hipotesis Anda harus memberi tahu seorang pembimbing dengan tepat apa yang Anda pikir akan terjadi ketika Anda memulai proyek penelitian Anda.
- Ingat variabel-variabel yang Anda gunakan. Hipotesis yang baik mendefinisikan variabel dalam istilah yang mudah diukur, seperti siapa partisipannya, perubahan apa selama pengujian, dan apa dampak perubahan itu.
- Pastikan hipotesis Anda ΓÇ£dapat diuji.ΓÇ¥ Untuk membuktikan atau menyangkal hipotesis Anda, Anda harus dapat melakukan percobaan dan melakukan pengukuran atau pengamatan untuk melihat bagaimana dua hal (variabel Anda) saling terkait. Anda juga harus dapat mengulangi percobaan berulang kali, jika perlu.
- Untuk membuat hipotesis yang ΓÇ£dapat diujiΓÇ¥, pastikan Anda telah melakukan semua hal ini.
- Pikirkan eksperimen apa yang perlu Anda lakukan untuk melakukan tes atau uji variabel.
- Mengidentifikasi variabel dalam proyek penelitian.
- Mengemukakan dengan jelas variabel independen dan dependen dalam pernyataan hipotesis. (Ini membantu memastikan bahwa pernyataan Anda cukup spesifik).
- Lakukan penelitian Anda. Anda mungkin menemukan banyak penelitian yang serupa dengan studi kasus yang telah Anda dilakukan. Apa yang Anda pelajari dari penelitian dan data yang tersedia dapat membantu Anda membentuk proyek dan hipotesis Anda.
-
PERHATIKAN INSTRUKSI TUGAS 1 INI :
1. TENTUKAN 1 TEMPAT PENELITIAN ANDA ( TEMPAT PENELITIAN TIDAK JAUH DAN TERJANGKAU )
2. TENTUKAN SUBJEK PENELITIAN (SIAPA YANG AKAN DI TELITI, BERAPA JUMLAH POPULASI DAN SAMPELNYA )
3. TENTUKAN YANG MENJADI VARIABEL DEPENDENNYA (VARIABEL Y) DAN TENTUKAN VARIABEL INDEPENDENNYA (VARIABEL X1 DAN X2)
4. APA PERMASALAHAN YANG TERJADI DI VARIABEL DEPENDEN (VARIABEL Y) TERSEBUT?
5. TENTUKAN TEORI DAN TULISKAN TEORINYA MENURUT PAKAR TENTANG VARIABEL Y DAN VARIABEL X ( TEORI DARI BUKU 10 TAHUN TERAKHIR)
6. TENTUKAN 1 JURNALNYA YANG TERKAIT DENGAN VARIABEL Y DAN VARIABEL X
7. TULISKAN RENCANA JUDUL PENELITIAN ANDA BERDASARKAN PERTANYAAN DIATAS.
8. SEMUA JAWABAN ANDA BUATKAN DALAM SATU TABEL.
NOTE : TULIS NAMA DAN NPM. JAWABAN DI KETIK DAN DI UPLOAD KE ASSIGNMENT LMS DALAM BENTUK pdf. BATAS WAKTU PENGUMPULAN SABTU TANGGAL 21 AGUSTUS 2021, PUKUL 12.00 WIB.
-
-
UJIAN TENGAH SEMESTER, MATAKULIAH : SEMINAR SDM, HARI : JUMAT , TANGGAL : 20 AGUSTUS 2021, PUKUL : 13.00 - 16.10
PERHATIKAN KETENTUAN UTS :
1. Jangan lupa menulis Nama, NPM dan kelas di lembar jawaban anda.
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
3. Baca soal baik-baik dan kerjakan seluruh pertanyaan soal UTS tersebut
4. Jawaban soal UTS DI TULIS TANGAN dan harus submit ke lms.darmajaya @ac.id dalam bentuk pdf.
5. Batas waktu pengumpulan jawaban UTS adalah hari Sabtu, ke assignment @lms darmajaya tanggal 21 Agustus 2021, Pukul 13. 00 - 20.00 wib
6. Dilarang mencontek atau memindahkan jawaban dari teman atau dari google, jawaban anda tidak adak di koreksi.
Terima kasih. Selamat Bekerja Semoga Sukses
-
PERTEMUAN MINGGU KE 8, HARI : SENIN, TANGGAL : 23 AGUSTUS 2021, PUKUL : 8.50-12.00, TOPIK : DESAIN PENELITIAN
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Selamat pagi .........Apa kabar rekan-rekan mahasiswa yang saya banggakan? Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Materi hari ini adalah Desain Penelitian. Saya sudah share bahan bacaan yang berkaitan materi hari ini. Ada video tentang desain penelitian. Materi tambahan bisa kalian simak dari video yang saya share. Ada forum diskusi untuk menentukan dan menjelaskan artikel yang kalian buat tentang apa desian penelitiannya Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Pengertian Desain Penelitian
Paragraf pertama menyebutkan definisi desain penelitian, yaitu strategi yang dipilih oleh peneliti untuk sepenuhnya mengintegrasikan komponen penelitian dengan cara yang logis dan sistematis untuk membahas dan menganalisis apa yang ada di pusat penelitian.
Deskripsi pemahaman mengacu di atas semua pada integrasi semua komponen penelitian, yaitu proyek penelitian adalah bentuk lengkap dari rencana penelitian.
Kata lengkap ini jelas mencakup segala sesuatu, khususnya semua komponen penelitian yang diperlukan, mulai dari pertanyaan penelitian, jenis data, metode, analisis yang harus dilakukan.
Semua komponen ini digunakan untuk menentukan proyek penelitian yang dipilih oleh peneliti.
Beberapa proyek penelitian lebih sering digunakan dalam penelitian kuantitatif. Sementara beberapa yang lain lebih umum digunakan dalam penelitian kualitatif.
Ada juga desain umum yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Berikut adalah beberapa jenis atau jenis proyek penelitian untuk dipilih.
Jenis Desain Penelitian
EksperimentalDesain eksperimental adalah desain penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi atau memperoleh pengetahuan awal.
Eksperimen dalam penelitian sosial sering digunakan untuk menemukan aspek penyebab atau penyebab fenomena sosial.
Seringkali desain eksperimental digunakan sebagai dasar untuk mengimplementasikan suatu program atau kebijakan.
Misalnya, sebagai contoh sederhana dari penelitian eksperimental, peneliti ingin mengetahui efektivitas penggunaan sistem alarm rokok di ruang publik untuk mengurangi konsumsi rokok di tempat umum.
Beberapa ruang publik dibangun menjadi rokok, yang lain dengan fitur yang sama tidak dilengkapi dengan alarm rokok.
Eksperimen ini akan menunjukkan hasil seberapa efektif alarm rokok dapat mengurangi konsumsi rokok di tempat umum.
Dalam penelitian kualitatif, desain eksperimental dilakukan sangat jarang. Ini umumnya karena pertimbangan etis.
Untuk melakukan eksperimen, pemberitahuan dapat ditampilkan atau disembunyikan untuk orang atau kelompok yang diperiksa.
Dalam penelitian kualitatif, indikasi dapat menyebabkan data terdistorsi. Jika disembunyikan, itu dianggap tidak etis secara etis.
Dalam penelitian kuantitatif, proyek eksperimental lebih bebas. Peneliti sosial umumnya menerapkan desain eksperimental untuk melakukan penelitian kuantitatif.
Penelitian kuantitatif bisa dipergunakan guna membandingkan kelompok yang diperlakukan sebagai subjek eksperimen dan kontrol.
Misalnya, percobaan konsumsi vitamin C untuk meningkatkan daya tahan siswa. Beberapa subjek diminta untuk mengonsumsi vitamin C, yang lain tidak memiliki kelompok kontrol. Hasilnya adalah hasil percobaan.
Survei
Penelitian investigasi juga disebut sebagai transversal. Proyek penelitian survei dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi dari responden melalui sampel yang diperiksa.
Survei atau penampang juga dapat dilakukan dengan menerapkan analisis konten jika sampel yang digunakan adalah dokumen.
Misalnya, penelitian sosial tentang pengaruh merokok pada budaya konsumen seseorang. Desain survei dapat digunakan dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Dalam penelitian kualitatif, desain survei dapat diterapkan pada saat peneliti menerapkan metode analisis bahasa.
Misalnya, studi tentang diskriminasi Islam di media. Penelitian kualitatif menggunakan desain survei dapat digunakan dengan metode analisis wacana untuk mengetahui bagaimana citra Islam ditransmisikan oleh beberapa media.
Survei dalam penelitian ini dilakukan dengan memilih berbagai media yang dipilih dari total populasi media massa.
Dalam penelitian kuantitatif, desain survei paling umum digunakan. Kita sering mendengar bahwa desain survei adalah bagian dari penelitian kuantitatif.
Ini karena sebagian besar penelitian kualitatif menggunakan survei sebagai metode penelitian. Misalnya, investigasi kepercayaan publik terhadap presiden. Survei harus menanggapi masalah yang dirumuskan.
Longitudinal
Proyek penelitian biasanya digunakan dalam proyek penelitian longitudinal.
Perbedaannya adalah bahwa proyek penelitian longitudinal dengan sampel yang sama dilakukan secara berkala dalam waktu yang relatif lama.
Studi longitudinal dilakukan untuk mengidentifikasi tren atau perkembangan dalam suatu fenomena berdasarkan sampel mereka.
Misalnya, studi tentang karakteristik kekerasan pemuda di ibu kota Jakarta. Beberapa sampel diperiksa. Secara berkala, sampel yang sama diperiksa ulang untuk pengembangannya.
Dalam penelitian kualitatif, proyek penelitian longitudinal juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus, yang mirip dengan desain survei.
Oleh karena itu, dapat juga disebut penelitian kualitatif menggunakan metode longitudinal dari analisis wicara.
Padahal, tidak banyak penelitian seperti itu. Peneliti yang melakukan penelitian ini secara teratur meninjau dokumen sampel yang diterbitkan dalam periode waktu tertentu.
Dalam penelitian kuantitatif, desain longitudinal lebih umum. Penelitian kuantitatif longitudinal dilakukan selama periode yang relatif lama, yang mungkin bertahun-tahun, tergantung pada periode yang dipilih oleh para peneliti.
Misalnya, studi tentang keterlibatan orang tua dan mitra sosial dalam mengurangi korban trauma dari intimidasi anak.
Sebagai contoh, setiap tahun peneliti datang dari orang tua dan kolega dari anak yang sama dengan peserta penelitian dan memeriksa kondisi korban ketika menderita masalah trem.
Studi Kasus
Desain penelitian ini dilakukan dengan tujuan menyelidiki masalah spesifik dan kontekstual.
Ruang lingkup proyek penelitian studi kasus sangat terbatas dan hasilnya hampir selalu tidak dapat dialihkan ke konteks atau lokasi lain.
Misalnya, studi tentang model konsumen fashion oleh komunitas seniman Pacitan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan proyek penelitian studi kasus.
Studi kasus seperti proyek penelitian kualitatif sering dilakukan oleh peneliti sosial. Metode yang biasa digunakan adalah etnografi.
Desain studi kasus hampir selalu menggunakan etnografi dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif sebagai teknik pengumpulan data. Fokus penelitian studi kasus sangat terbatas.
Sebagai aturan, para peneliti hanya berkonsentrasi pada satu masalah, misalnya, pola konsumsi mode di kalangan seniman. Karena itu, hanya model konsumen fashion yang menjadi fokus penelitian.
Studi kasus seperti proyek penelitian juga dapat dilakukan oleh penelitian kuantitatif, meskipun ini jarang terjadi.
Penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus umumnya menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian.
-
-
-
PERTEMUAN KE 9, HARI : SENIN, TANGGAL : 23 AGUSTUS 2021, PUKUL : 13.00-16.10, TOPIK : POPULASI DAN SAMPEL
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Selamat siang. Alhamdulillah ketemu lagi perkuliahan Semester Pendek di pertemuan ke 9. Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Materi hari ini adalah Populasi dan Sampel. Saya sudah share bahan bacaan yang berkaitan materi hari ini. Ada video tentang populasi dan sampel penelitian. Materi tambahan bisa kalian simak dari video yang saya share. Ada forum diskusi untuk menentukan populasi dan sampel penelitiannya Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Populasi dan Sampel
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek dengan kualitas dan karakteristik tertentu. Sedangkan sampel adalah sebagian obyek untuk diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti.
Dikutip dari "Hasil Penelitian: Populasi dan Sampel Penelitian" dalam Jurnal UNISIA (1993) karya Supardi, populasi adalah semua nilai yang diperoleh dari hasil perhitungan, maupun pengukuran. Populasi dapat digunakan dalam penelitian kualitatif ataupun kuantitatif. Populasi yang dipakai memiliki karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap, dan jelas.
Teknik Pengambilan Sampel Tidak Acak/ Non- Probability Sampling / Non-Random Sample
Kebalikan dari Teknik pengambilan sampel secara acak, teknik non probability sampling peneliti memilih anggota untuk penelitian secara acak. Metode pengambilan sampel ini bukan proses seleksi tetap atau standar. Dalam teknik yang satu ini, tidak semua elemen populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan dalam sampel.
Terdapat beberapa jenis Teknik pengambilan sampel tidak acak.
1. Purposive Sampling
Dalam teknik ini, seorang peneliti bisa memberikan penilaian terhadap siapa yang sebaiknya berpartisipasi di dalam sebuah penelitian. Seorang peneliti dapat secara tersirat memilih subjek yang dianggap representatif terhadap suatu populasi.
Teknik pengambilan sampel jenis ini umumnya digunakan oleh media ketika akan meminta pendapat dari publik mengenai suatu hal. Media tersebut akan memilih siapa subjek yang dianggap dapat mewakili publik.
Kelebihan dari purposive sampling yaitu waktu dan juga biaya yang digunakan lebih efektif. Sedangkan, kelemahannya ketika seorang peneliti salah memilih subjek yang representatif.
2. Snowball Sampling
Snowball sampling adalah metode pengambilan sampel yang peneliti terapkan ketika subjek sulit dilacak. Misalnya, akan sangat menantang untuk mensurvei orang-orang yang tidak memiliki perlindungan atau imigran ilegal. Dalam kasus seperti itu, menggunakan teori bola salju, peneliti dapat melacak beberapa kategori untuk mewawancarai dan mendapatkan hasil.
Peneliti juga menerapkan metode pengambilan sampel ini dalam situasi di mana topiknya sangat sensitif dan tidak didiskusikan secara terbuka. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.
Kelebihan dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya. Sementara kekurangan adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
3. Accidental Sampling
Teknik pengambilan sampel ini ini bergantung pada kemudahan akses ke subjek seperti survei pelanggan di mal atau orang yang lewat di jalan yang sibuk. Biasanya disebut sebagai convenience sampling, karena kemudahan peneliti dalam melakukan dan berhubungan dengan subjek. Peneliti hampir tidak memiliki kewenangan untuk memilih elemen sampel, dan ini murni dilakukan berdasarkan kedekatan dan bukan keterwakilan.
Metode pengambilan sampel non-probabilitas ini digunakan ketika ada batasan waktu dan biaya dalam mengumpulkan umpan balik. Dalam situasi dimana terdapat keterbatasan sumber daya seperti pada tahap awal penelitian, digunakan convenience sampling.
Kelebihan dari teknik sampling ini adalah karena pengambilan sesaat sehingga memudahkan pemilihan anggota sampel. Kekurangan teknik ini adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.
4. Quota Sampling
Apabila ingin menggunakan metode quota sampling, maka seorang peneliti harus menetapkan standard sebelumnya. Sehingga ia bisa memilih sampel yang akan digunakan untuk merepresentasikan populasi. Proporsi dari karakteristik yang ada dalam sampel harus sama dengan populasi yang ada.
Kelebihan dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal. Sementara kekurangan dari teknik ini adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.
5. Teknik Sampel Jenuh
Teknik sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sampling Jenuh berbeda dengan sensus karena sensus populasinya besar sedangkan sampling jenuh menggunakan populasi yang relatif kecil meskipun keduanya sama sama menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sample.
Kelebihan dari Teknik sampling jenuh adalah mudah, praktis, murah dan tidak memerlukan waktu untuk pengumpulan data sampel. Sementara kelemahan dari Teknik sampel jenuh adalah tidak cocok untuk populasi dengan anggotanya yang besar sehingga hanya cocok untuk kelompok populasi kecil.
Contoh Teknik sampel jenuh:
Misalnya akan diteliti sebuah kinerja guru di salah satu sekolah swasta di Yogtakarta. Karena jumlah guru hanya ada 35 maka seluruh guru dijadikan sample.
6. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling
Teknik sampling sistematis merupakan teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.
Contohnya dengan mengambil sampel dari populasi karyawan yang berjumlah 125. Karyawan ini diurutkan dari 1ΓÇô125 berdasarkan absensi. Peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor genap 2, 4, 6, dan seterusnya atau nomor ganjil 1, 2, 3, dan seterusnya, atau bisa juga mengambil nomor kelipatan 2, 4, 8, 16, dan seterusnya.
Pemilihan Jenis Teknik Penetapan Sampel
Dalam menentukan sampel diperlukan tahapan penetapan sampel. Tahapan yang perlu dilakukan dalam pengambilan sampel, yaitu:
- Mendefinisikan populasi yang akan diamati
- Menentukan kerangka sampel dan kumpulan semua peristiwa yang mungkin
- Menentukan teknik atau metode sampling yang tepat
- Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)
- Melakukan pemeriksaan ulang pada proses sampling
Tujuan Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampel yang digunakan akan berhubungan dengan cara-cara dari pengambilan suatu sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan beberapa tujuan, diantaranya yaitu:
- Untuk mendapatkan data yang lebih akurat, namun masih ada kaitannya dengan populasi yang menjadi sasaran suatu penelitian.
- Bertujuan untuk memberikan informasi yang berhubungan dengan populasi yang ingin diteliti.
- Dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan didalam mengambil suatu keputusan.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teknik sampling dibentuk sebagai cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data penelitian. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar nantinya bisa mendapatkan sampel yang representatif untuk penelitian lebih lanjut.
Kriteria Sampel Dikutip dari buku berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Olahraga (2020) terbitan Program Studi Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, terdapat dua kriteria sampel. Dua kriteria tersebut adalah inklusi, dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusi diartikan sebagai karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi dengan target yang terjangkau untuk diteliti. Sementara kriteria eksklusi dipahami sebagai keputusan peneliti untuk menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab. Sebab-sebab yang menjadi pertimbangan dalam menentukan kriteria eksklusi yaitu: Subjek membatalkan kesediannya untuk menjadi responden penelitian. Subjek berhalangan hadir atau tidak di tempat ketika pengumpulan data dilakukan.
Contoh Penggunaan Populasi dan Sampel dalam Penelitian Kuantitatif Populasi dan sampel biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif. Penggunaan populasi dan sampel dapat diterapkan dengan teknik Slovin, teknik data kontinyu Cochran, dan teknik Hair (et.al). Berikut ini penjelasannya: 1. Teknik Slovin Dikutip dari Research Methods, Rex Printing Company Quezon City (2007) yang disusun Consuelo G.Sevilla dan kawan-kawan, jika Populasi (N) terbatas dan diketahui, maka Rumus Slovin dapat digunakan untuk menghitung besarnya n yang dibutuhkan sebagai sampel dari populasi. 𝑛 = 𝑁 1 + 𝑁(𝑒)2 Keterangan: n = jumlah besaran sampel N = jumlah besaran populasi e = tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan N = Populasi, misalkan 10.000 dan e (taraf keyakinan) misalkan 10%, maka: 𝑛 = 10.000 1 + 10.000(0,1)2 = 10.000 101 = 99
-
-
PERTEMUAN KE 10, HARI : SELASA, TANGGAL : 24 AGUSTUS 2021, PUKUL : 8.50 - 12.00, TOPIK : PENGUMPULAN DATA
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Selamat pagi semuanya. Apa kabar kalian hari ini?. Alhamdulillah ketemu lagi perkuliahan Semester Pendek di pertemuan ke 10. Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Materi hari ini adalah Pengumpulan Data. Saya sudah share bahan bacaan yang berkaitan materi hari ini. Ada video tentang Pengumpulan Data. Materi tambahan bisa kalian simak dari video yang saya share. Ada forum diskusi untuk menentukan Pengumpulan Data. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Pengertian Metode Pengumpulan Data, Jenis, dan Cara Menulisnya
Pengumpulan data didefinisikan sebagai prosedur mengumpulkan, mengukur, dan menganalisis wawasan yang akurat untuk penelitian menggunakan teknik standar yang divalidasi. Seorang peneliti dapat mengevaluasi hipotesis penelitian mereka berdasarkan data yang dikumpulkan. Dalam kebanyakan kasus, pengumpulan data adalah langkah utama dan paling penting untuk penelitian, terlepas dari bidang penelitian. Pendekatan pengumpulan data berbeda untuk berbagai bidang studi, tergantung pada informasi yang diperlukan.
Setiap jenis penelitian tentunya membutuhkan data karena inilah yang nanti akan diolah dan dianalisis untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data tersebut dapat diperoleh dari beragam sumber, baik primer maupun sekunder dan dengan beragam cara, misalnya melalui observasi, survei, wawancara, studi pustaka, dan lain-lain. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang metode pengumpulan data, artikel ini akan mengulas tentang pengertian metode pengumpulan data, jenis, dan cara menulisnya.
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan dan mengukur informasi tentang variabel-variabel penelitian yang ditargetkan dalam suatu sistem yang mapan, yang kemudian memungkinkan seseorang untuk menjawab pertanyaan yang relevan dan mengevaluasi hasil.
Pengumpulan data adalah komponen penelitian di semua bidang studi termasuk ilmu fisik dan sosial, humaniora, dan bisnis.
Meskipun metode bervariasi berdasarkan disiplin ilmu, penekanannya adalah memastikan bahwa pengumpulan data dilakukan secara akurat dan jujur ΓÇï. Tujuan dari semua pengumpulan data adalah untuk menangkap bukti kualitas yang memungkinkan analisis mengarah pada perumusan jawaban yang meyakinkan dan kredibel untuk pertanyaan yang diajukan.
Terlepas dari bidang studi atau preferensi untuk mendefinisikan data (kuantitatif atau kualitatif), pengumpulan data yang akurat sangat penting untuk menjaga integritas penelitian. Pemilihan instrumen pengumpulan data yang sesuai (yang ada, dimodifikasi, atau yang baru dikembangkan) dan instruksi yang dijelaskan dengan jelas untuk penggunaan yang benar mengurangi kemungkinan kesalahan.
Pengertian Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk pada suatu cara sehingga bisa diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Metode pengumpulan data juga dapat diartikan sebagai teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.
Pengertian Metode Pengumpulan Data Menurut Para Ahli
Adapun definisi metode pengumpulan data menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;
Search CIO
Pengumpulan data adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan dan mengukur informasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan akurat tentang bidang yang diminati. Pengumpulan data memungkinkan seseorang atau organisasi untuk menjawab pertanyaan yang relevan, mengevaluasi hasil dan membuat prediksi tentang probabilitas dan tren masa depan.
Research Metodology
Pengumpulan data adalah proses pengumpulan informasi dari semua sumber yang relevan untuk menemukan jawaban atas masalah penelitian, menguji hipotesis dan mengevaluasi hasilnya. Metode pengumpulan data dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu metode pengumpulan data sekunder dan metode pengumpulan data primer.
Worldbank
Pengumpulan data merupakan aspek penting dari semua jenis studi penelitian. Pengumpulan data yang tidak akurat dapat memengaruhi hasil studi dan akhirnya mengarah pada hasil yang tidak valid. Metode pengumpulan data untuk evaluasi dampak bervariasi di sepanjang rangkaian. Di satu ujung kontinum adalah metode kuantitatif dan di ujung lain kontinum adalah metode kualitatif untuk pengumpulan data.
Sugiyono (2013:224)
Metode pengumpulan data adalah langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Jenis Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder adalah jenis data yang telah diterbitkan dalam buku, surat kabar, majalah, jurnal, portal online, dan lain-lain. Ada banyak data yang tersedia dari sumber-sumber tersebut terkait bidang penelitian Anda, terlepas dari sifat bidang penelitian.
Oleh karena itu, penerapan seperangkat kriteria yang tepat untuk memilih data sekunder yang akan digunakan dalam penelitian ini memainkan peran penting dalam hal meningkatkan tingkat validitas dan reliabilitas penelitian. Kriteria ini termasuk (tetapi tidak terbatas pada) tanggal publikasi, kredensial penulis, keandalan sumber, kualitas diskusi, kedalaman analisis, tingkat kontribusi teks untuk pengembangan bidang penelitian dan lain-lain.
Pengumpulan Data Primer
Metode pengumpulan data primer dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu teknik dalam metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Metode penelitian kuantitatif menggambarkan dan mengukur tingkat kejadian berdasarkan angka dan perhitungan. Selain itu, pertanyaan ΓÇ£berapa banyak?ΓÇ¥ dan ΓÇ£seberapa sering?ΓÇ¥ sering diajukan dalam studi kuantitatif. Dengan demikian, metode pengumpulan data kuantitatif didasarkan pada angka dan perhitungan matematis.
Penelitian kuantitatif dapat digambarkan sebagai penelitian yang melibatkan pengumpulan data numerik dan menunjukkan pandangan hubungan antara teori dan penelitian yang bersifat deduktif, kecenderungan untuk pendekatan ilmu pengetahuan alam, dan memiliki konsepsi objektivis tentang realitas sosial.
Dengan kata lain, studi kuantitatif terutama meneliti hubungan antara variabel bebas dan terikat yang diukur secara numerik dengan penerapan teknik statistik. Metode pengumpulan data kuantitatif didasarkan pada pengambilan sampel acak (random sampling) dan instrumen pengumpulan data terstruktu.
Metode pengumpulan data tersebut termasuk kuesioner dengan pertanyaan tertutup, eksperimen, metode analisis korelasi dan regresi, rata-rata (mean), modus dan median dan lain-lain. Temuan studi kuantitatif biasanya mudah disajikan, dirangkum, dibandingkan, dan digeneralisasi
Metode pengumpulan data kualitatif bersifat eksploratif dan terutama berkaitan untuk mendapatkan wawasan dan pemahaman tentang alasan dan motivasi yang mendasarinya. Metode pengumpulan data kualitatif muncul setelah diketahui bahwa metode pengumpulan data kuantitatif tradisional tidak dapat mengekspresikan perasaan dan emosi manusia.
Polonsky dan Waller (2011) mengkategorikan visi, gambar, bentuk dan struktur di berbagai media, serta kata yang diucapkan dan dicetak dan rekaman suara menjadi metode pengumpulan data kualitatif.
Metode kualitatif sering dianggap sebagai menyediakan data yang kaya tentang orang-orang dan situasi kehidupan nyata dan lebih mampu memahami perilaku dalam konteks yang lebih luas. Namun, penelitian kualitatif sering dikritik karena kurang dapat digeneralisasikan, terlalu bergantung pada interpretasi subyektif dari peneliti dan tidak mampu dilakukannya replikasi oleh peneliti berikutnya.
Metode pengumpulan data kualitatif yang paling banyak digunakan dalam penelitian termasuk wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi partispatif, dan penelitian tindakan. Selain itu, grounded theory dan analisis dokumen dapat juga digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam studi kualitatif
Cara Menuliskan Metode Pengumpulan Data
Rencana pengumpulan data Anda adalah kunci penting untuk mengembangkan studi yang baik. Rencana menunjukkan bagaimana Anda akan mengakses dan mengumpulkan informasi dari partisipan Anda. Rencana pengumpulan data yang jelas pada tahap proposal dapat mengurangi stres dan memastikan bahwa para peneliti di masa depan dapat mereplikasi studi Anda.
Selain itu, rencana pengumpulan data yang jelas akan membantu memastikan Anda mendapatkan informasi yang Anda butuhkan untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda. Di bawah ini adalah beberapa saran untuk membuat rencana pengumpulan data yang solid, antara lain:
Pertama, mungkin bermanfaat untuk menguraikan langkah-langkah Anda. Ini memungkinkan Anda untuk melihat di mana prosedur pengumpulan data Anda harus dimulai dan diakhiri. Ini harus mencakup semua langkah yang akan Anda ambil sejak Anda memperoleh persetujuan hingga saat data Anda dikumpulkan dan siap untuk dianalisis.
Dari sana, referensi silang daftar ini dengan pertanyaan penelitian Anda dan variabel dalam setiap pertanyaan penelitian. Pastikan Anda memiliki instrumen untuk mengukur setiap variabel dan Anda telah memasukkan masing-masing instrumen ini dalam garis besar Anda.
Setelah Anda mengembangkan garis besar yang mencakup semua instrumen penelitian yang diperlukan, Anda dapat melanjutkan untuk menulis draf lengkap prosedur pengumpulan data Anda.
Namun, sebelum Anda melakukan itu, Anda mungkin perlu meluangkan waktu untuk meminta pembimbing atau rekan Anda untuk meninjau pekerjaan Anda. Ini harus orang yang dapat memberikan umpan balik dasar pada pekerjaan Anda.
Jelaskan tujuan penelitian Anda, pertanyaan penelitian, dan data yang Anda perlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda. Biarkan mereka meninjau garis besar penelitian Anda dan periksa untuk memastikan bahwa semua langkah pengumpulan data yang diperlukan disajikan.
Sekarang Anda siap untuk mengubah garis besar Anda menjadi konsep pengumpulan data. Amati nada dan kata-kata yang tepat saat Anda mengubah garis besar Anda menjadi narasi. Bayangkan ini sebagai resep yang dapat digunakan oleh pembimbing Anda dan peneliti masa untuk memahami dan mereplikasi studi Anda. Draf harus ringkas, jelas, dan komprehensif.
Setelah narasi selesai, Anda dapat membandingkannya dengan garis besar untuk memastikan semuanya teratasi. Anda juga harus meninjau templat atau panduan dari lembaga Anda pada bagian pengumpulan data untuk memastikan bahwa semua poin yang diperlukan telah diatasi.
Demikianlah artikel yang memberikan ulasan serta memberikan pengetahuan terkait dengan pengertian metode pengumpulan data menurut para ahli, jenis, contoh, dan cara menulisnya. Semoga materi ini bisa menambah referensi.
-
Carilah 4 artikel, baik nasional maupun internasional sebagai bahan analisis. Setelah kalian mendapatkan 4 artikel, lalu kalian analisislah mengenai tipe dan desain penelitian dalam artikel tersebut. Dimana, format jawaban sebagai berikut
A. JAWABAN
NO
JUDUL
NAMA PENULIS
Jenis Data
Metode Pengumpulan Data
1
2
3
4
Note : Kolom jenis data diisi dengan data sekunder atau primer dan disertai dengan informasi data berupa apa
Kolom metode pengumpulan data diisi dengan apa metode yang digunakan dalam pengumpulan data
-
-
PERTEMUAN KE 11, HARI : SELASA, TANGGAL : 24 AGUSTUS 2021, PUKUL : 13.00-16.10, TOPIK : KEABSAHAN ALAT UKUR
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Selamat siang. Alhamdulillah ketemu lagi perkuliahan Semester Pendek di pertemuan ke 11. Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Materi hari ini adalah Keabsahan alat ukur Penelitian. Saya sudah share bahan bacaan yang berkaitan materi hari ini. Ada video tentang keabsahan alat ukur Validitas dan Reabilitas. Ada forum diskusi untuk menganalisis dari bahan bacaan dan video. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Uji validitas dan reliabilitas ΓÇô Kunci keberhasilan dari penulisan sebuah tugas akhir terletak dari pemahaman mengenai metode penelitian, dan apa yang kalian kerjakan. Banyak yang menganggap skripsi atau tesis pasti susah, mesti ada metode analisisnya/angket/kuesioner/harus run data dan sebagainya.
Memang benar, dan itu penting agar hasil penelitian bukan hanya sekedar berupa tulisan semata dan tetap berada pada koridor ilmiah. Artinya, jika metode tersebut diulang oleh orang lain, akan tetap mendapatkan hasil yang serupa.
Pertanyaan yang sering saya temui dalam berdiskusi dengan teman-teman yang sedang menyusun penelitian khususnya di bidang sosial, adalah uji validitas dan reliabilitas. Lalu sebenarnya apa arti serta urgensi dari kedua uji tersebut? Pada tulisan ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu uji reliabilitas dan validitas, contoh kasus, dan metode cara melakukannya.
Apakah Uji Validitas dan Reliabilitas Wajib Dilakukan?
Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah wajib jika menggunakan instrumen penelitian. Guna melihat kelayakan dan keakurasian alat instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel dari objek yang diteliti.
Pertanyaan lanjutannya adalah, apakah jika menggunakan instrumen penelitian yang sudah pernah digunakan orang lain dalam penelitiannya tetap dilakukan uji validitas dan reliabilitas? Sebelum menjawab sebaiknya kita akan mengambil sebuah contoh.
Contoh Kasus untuk Uji Validitas dan Reliabilitas
Misalkan berikut ini contoh penelitian fiktif dengan variabel fiktif sebagai contoh mengapa kita harus melakukan uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian:
Tempat tinggal Makan Aset Luas rumah Konsumsi karbohidrat Telepon seluler Jenis dinding Konsumsi protein TV dan radio Jenis lantai Rokok Kulkas, microwave, AC Jenis atap Konsumsi lainnya Lahan perkebunan Variabel dan indikator kemiskinan (fiktif) Sebuah literatur mengatakan bahwa indikator kesejahteraan rumah tangga pada tahun 2000 di kabupaten Lumajang adalah sebagaimana di atas.
Anggaplah variabel fiktif di atas merupakan variabel yang kita gunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan di Kabupaten Lumajang pada tahun 2000.
Di tahun 2015 kita akan melakukan pengujian yang sama di Kabupaten Purwokerto. Melihat variabel diatas beserta indikatornya apakah menurut anda masih relevan digunakan di tahun 2015?
Tentu saja tidak.
Coba Perhatikan dan ingat kembali bahwa di tahun 2000 rumah tangga yang menggunakan telepon seluler secara kasat mata dapat dilihat bahwa hanya rumah tangga yang tergolong menengah ke atas.
Lalu bagaimana perbedaannya dengan sekarang?
Tentu saja indikator telepon seluler sudah tidak relevan lagi untuk digunakan dalam variabel kepemilikan aset dan perabot rumah tangga. Mungkin demikian juga dengan televisi.
Namun untuk membuktikannya dengan pasti apakah valid dan fakta tersebut realibel (dapat diandalkan), disinilah uji validitas dan realibilitas dibutuhkan.Agar secara ilmiah dan beralasan bahwa instrumen yang pernah dipakai orang lain dalam penelitiannya masih bisa digunakan dalam penelitian anda.
Contoh diatas memberikan kita penjelasan yang cukup bahwa dalam melakukan pengujian variabel variabel laten atau variabel kualitatif kuncinya terletak pada layak tidaknya instrumen yang digunakan.
Sebagai gambaran singkat, bahwa kita sangat tidak seharusnya mengukur berat 1 karung beras menggunakan timbangan emas. Meskipun timbangan tersebut bisa digunakan untuk mengukur berat.
Begitu juga jika panjang Jalan Trans Papua di ukur dengan menggunakan penggaris. Meskipun sama-sama merupakan alat ukur yang bisa digunakan mengukur berat dan panjang tetapi kenyataannya tidak seharusnya. Mengapa tidak menggunakan alat ukur yang semestinya?
Jadi instrumen yang akan kita gunakan harus memenuhi kriteria lulus uji validitas dan reliabilitas. Artinya tidak semata-mata hanya mempertimbangkan aspek dapat mengukur tetapi juga aspek layak untuk digunakan mengukur.
Untuk itu perlu dipahami apa yang dimaksud dengan uji validitas dan reliabilitas agar sebuah data penelitian bisa kita gunakan sebagaimana mestinya.
Uji Validitas
Uji validitas merupakan keadaan yang menggambarkan apakah instrumen yang yang kita gunakan mampu mengukur apa yang akan kita ukur. Hasil yang diperoleh dari uji validitas adalah suatu instrumen yang valid atau sah.
Tingkat validitas yang tinggi adalah yang terbaik. Sebaliknya suatu instrumen yang memiliki validitas rendah merupakan instrumen yang kurang baik atau tidak direkomendasikan bahkan sebaiknya dikeluarkan dari kelompok indikator.
Terdapat dua macam validitas yang perlu kita ketahui sebelum melakukan uji validitas yaitu validitas eksternal (validitas kriteria) dan validitas internal (teori).
A. Validitas Eksternal
Validitas eksternal merupakan validitas yang dilihat berdasarkan hubungan dengan kategori tertentu. Tinggi-rendahnya koefisien validitas instrumen bergantung pada hasil perhitungan koefisien korelasi
Validitas kriteria dibagi menjadi dua yaitu validitas banding dan validitas ramal. Koefisien korelasi merupakan penentu yang menentukan tinggi rendahnya koefisien validitas.
Untuk itu kita harus memahami formulasi koefisien korelasi. Masih ingatkah koefisien korelasi? Bagaimana bentuk rumusnya?
Pengujian validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan/ indikator dengan skor total menggunakan korelasi Product Moment(r). Rumus korelasi Product Moment (Pearson) yang dilambangkan dengan r , dapat dituliskan sebagai berikut:
rxy=∑xy(∑x2)(∑y2)√ Dimana,
x=X−X¯¯¯¯= dany=Y−Y¯¯¯¯= , sehingga
rxy=n(∑xy)−(∑x∑y)[n∑x2−(∑x)2][n∑y2−(∑y)2]√ dimana:
rxy= koefisien korelasin= jumlah sampelx= Cari tempat pernyataany= skor total item pernyataanΓêæx= jumlah skor item pernyataanΓêæy= jumlah skor total item ternyataΓêæxy= jumlah perkalian x dan y
B. Validitas teoritik/ Internal
Keadaan dimana instrumen penelitian yang digunakan memiliki kesesuaian antara item-item atau butir-butir pertanyaan dengan instrumen secara keseluruhan.
Artinya butir-butir pertanyaan tidak menanyakan hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan tujuan instrumen penelitian. Validitas teoritik/Internal terbagi menjadi 3 jenis yaitu:
1. Validitas butir/isi (Content)
Validitas isi menunjukkan sejauhmana butir pertanyaan dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili secara keseluruhan dan proporsional terhadap perilaku sampel yang dikenai tes tersebut
1 .Artinya suatu instrumen dikatakan valid apabila item atau butir-butir pertanyaan yang membentuk instrumen tersebut tidak menyimpang dari tujuan dan fungsi instrumen. Langkah-langkah pengujian validitas isi:
- Lakukan perhitungan korelasi setiap butir (item) instrumen dengan skor total (corrected item-total correlation).
- Lakukan perbandingan nilai korelasi yang diperoleh dengan tabel r dengan tingkat signifikansi (╬▒) dan derajat bebas sebesar N-2.
- Pengambilan keputusan
ΓÇô Jika r hitung (baik manual maupun dari output SPSS) > r tabel, item tersebut valid
ΓÇô Jika r hitung (baik manual maupun dari output SPSS) < r tabel atau r bernilai negatif, maka item tersebut dikatakan tidak valid - Jika menggunakan SPSS, butir-butir (item) yang tidak valid perlu dikeluarkan dari kelompoknya (dibuang) dan pengujian diulang untuk butir-butir yang valid saja.
- Apabila seteleh mengeluarkan butir yang tidak valid dan masih ditemukan butir yang belum valid setelah dilakukan run maka proses eliminasi butir yang tidak valid terus dilakukan sampai semua butir valid. Semakin banyak pengulangan maka item yang menyusut semakin banyak
- Hipotesis yang digunakan :
H0 = butir pertanyaan berkorelasi positif dengan skor totalH1 = butir pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan skor total
2. Validitas Kriteria (Criterion-Related Validity)
Validitas kriterion ditentukan dengan membandingkan skor-skor test dengan kinerja tertentu pada sebuah ukuran luar
2 .Ukuran luar ini seharusnya memiliki hubungan teoritis dengan variabel yang mestinya diukur. Misalkan pengukuran yang dilakukan diwaktu yang sama (Concurrent validity). Concurrent validity mengacu pada pengukuran-pengukuran yang diambil pada waktu yang sama atau lebih kurang sama.
3. Validitas Konstruk
Validitas konstruk adalah validitas yang mempermasalahkan seberapa jauh item-item tes mampu mengukur apa-apa yang benar-benar hendak diukur sesuai dengan konsep khusus atau definisi konseptual yang telah ditetapkan
3 .Validitas konstruk biasa digunakan untuk instrumen-instrumen yang dimaksudkan mengukur variabel-variabel konsep. Variabel konsep baik yang sifatnya performansi tipikal seperti instrumen untuk mengukur sikap, minat, konsep diri, lokus control, gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi, dan lain-lain.
Variabel konsep juga dapat digunakan untuk mengukur yang sifatnya performansi maksimum seperti instrumen untuk mengukur bakat (tes bakat), intelegensi (kecerdasan intelekual), kecerdasan emosional dan lain-lain.
Prosedurnya tes validitas konstruk dipengaruhi oleh faktor tertentu yang memiliki muatan faktor (factor loading) yang tinggi.
Butir (item) pernyataan atau pertanyaan dikatakan valid jika r hitung > r tabel.
Hipotesis:
H0 : Pernyataan tidak mengukur aspek yang samaH1 : Pernyataan mengukur aspek yang sama
Perlu diperhatikan bahwa item item atau indikator-indikator di dalam suatu variabel tidak boleh terlalu sedikit. Banyak literatur yang menyebutkan bahwa minimal ada 3 indikator atau item yang menyusun suatu variabel atau dimensi.
Apabila koefisien korelasi item total atau koefisien korelasi dari keseluruhan indikator-indikator itu dihitung pada item-item yang terlalu sedikit maka sangat mungkin diperoleh koefisien korelasi item-total yang overestimate.
Overestimate artinya hasil yang diperoleh lebih tinggi daripada yang sebenarnya.
Kategori Validitas
Secara keseluruhan suatu instrumen akan dikatakan valid apabila memenuhi nilai sebagai berikut:
Parameter Kategori Validitas 0,8 ΓÇô 1,0 Validitas sangat tinggi (paling baik) 0,6 ΓÇô 0,8 Validitas tinggi (baik) 04, ΓÇô 0,6 Validitas sedang (cukup) 0,2 ΓÇô 0,4 Validitas rendah (kurang) 0 ΓÇô 0,2 Validitas sangat rendah (jelek) Kategori instrumen dikatakan valid (Guilford, 1956 h.145) Uji Realibilitas
Untuk mengukur sesuatu seharusnya dibutuhkan alat ukur yang paling tidak memiliki tingkat perubahan yang kecil dari waktu ke waktu. Reliabilitas diartikan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Singarimbun, 1989).
Misalkan seperti contoh kasus kemiskinan diatas, salah satu indikator yang memiliki perubahan yang sedikit, kemungkinan besar adalah ΓÇ£konsumsi karbohidratΓÇ¥. Indikator ini masih mungkin tetap dapat digunakan hingga saat ini.
Sedangkan indikator ΓÇ£kepemilikan telepon selulerΓÇ¥ mungkin sudah tidak relevan lagi jika dijadikan indikator. Alasannya adalah alat komunikasi sudah menjadi kebutuhan primer, dan termasuk murah saat ini.
Jenis Reliabilitas
Secara garis besar, kita mengenal ada dua jenis reliabilitas, yaitu reliabilitas eksternal dan reliabilitas internal. Pada tulisan ini kita hanya membatasi membahas mengenai reliabilitas internal. Pada dasarnya, reliabilitas ini diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali hasil pengetesan.
Jenis Uji Reliabilitas
Terdapat bermacam-macam cara yang dapat kita gunakan untuk mengetahui dan menghitung reliabilitas internal. Pemilihan teknik mana yang digunakan biasanya didasarkan atas bentuk instrumen maupun selera kita sebagai peneliti. Penggunaan teknik yang berbeda tentunya akan menghasilkan indeks reliabilitas yang berbeda pula. Hal ini secara sederhana dapat kita pahami karena wajar saja pengaruh sifat atau karakteristik data menyebabkan perhitungan menghasilkan angka yang berbeda, salah satunya akibat pembulatan angka.
Secara khusus, beberapa teknik memerlukan persyaratan tertentu sehingga peneliti tidak dapat begitu saja memilih teknik tersebut. Beberapa teknik mencari reliabilitas yang akan digunakan adalah:
- Spearman-Brown
- Flanagan
- Rulon
- Kuder-Richardson (K-R) 20
- K-R 21
- Hoyt
- Alpha.
Pentingnya Uji Reliabilitas
Dalam penelitian yang menggunakan metoda kuantitatif, kualitas pengumpulan data sangat ditentukan oleh kualitas instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan. Suatu instrumen penelitian dikatakan berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan jika sudah terbukti validitas dan reliabilitasnya. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen, tentunya harus disesuaikan dengan bentuk instrumen yang akan digunakan dalam penelitian.
Reliabilitas adalah tingkat ketetapan suatu instrumen mengukur apa yang harus diukur. Ada tiga cara pelaksanaan untuk menguji reliabilitas suatu tes, yaitu: (1) tes tunggal (single test), (2) tes ulang (test retest), dan (3) tes ekuivalen (alternate test)
Rumus Uji Reliabilitas Dengan EXCEL
Reliabilitas Tes Tunggal
Pada bahasan kali ini, kita hanya akan membahas tentang Reliabilitas Tes Tunggal (Internal Consistency Reliability)
Tes tunggal adalah tes yang terdiri dari satu set yang diberikan terhadap sekelompok subjek dalam satu kali pengetesan, sehingga dari hasil pengetesan hanya diperoleh satu kelompok data. Ada dua teknik untuk perhitungan reliabilitas tes, yaitu:
Rumus Uji Reliabilitas Teknik Belah Dua (Split-Half Technique)
Rumus Uji Reliabilitas Teknik Belah Dua dilakukan dengan cara membagi tes menjadi dua bagian yang relatif sama (banyaknya soal sama), sehingga masing-masing test mempunyai dua macam skor, yaitu skor belahan pertama (awal / soal nomor ganjil) dan skor belahan kedua (akhir / soal nomor genap). Koefisien reliabilitas belahan tes dinotasikan dengan r1/2 1/2 dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus yaitu korelasi angka kasar Pearson. Selanjutnya koefisien reliabilitas keseluruhan tes dihitung menggunakan formula Spearman-Brown, yaitu:
Kategori koefisien reliabilitas (Guilford, 1956: 145) adalah sebagai berikut:
- 0,80 < r11 1,00 reliabilitas sangat tinggi
- 0,60 < r11 0,80 reliabilitas tinggi
- 0,40 < r11 0,60 reliabilitas sedang
- 0,20 < r11 0,40 reliabilitas rendah.
- -1,00 r11 0,20 reliabilitas sangat rendah (tidak reliable).
Berikut Contoh Uji Reliabilitas Belah Dua dengan menggunakan Software MS Excel:
Rumus Uji Reliabilitas Teknik Non Belah Dua (Non Split-Half Technique).
Rumus uji Reliabilitas teknik non belah dua: Salah satu kelemahan perhitungan koefisien reliabilitas dengan menggunakan teknik belah dua adalah (1) banyaknya butir soal harus genap, dan (2) dapat dilakukan dengan cara yang berbeda sehingga menghasilkan nilai yang berbeda pula seperti terlihat pada contoh c.1 dan contoh c.2. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknik non belah dua. Untuk perhitungan koefisien reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan rumus Kuder-Richardson (KR-20) dan Kuder-Richardson (KR-21). Pada Bahasan kali ini kita tidak membahas lebih lanjut tentang Rumus KR ini, karena akan dijelaskan pada postingan artikel berikutnya: KR 20.
Uji Reliabilitas Tes Uraian
Untuk menghitung uji reliabilitas tes bentuk uraian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus Cronbach-Alpha, yaitu:

Rumus Cronbach Alpha Berikut Contoh Uji Reliabilitas Alfa dengan Menggunakan MS Excel:
Untuk Rumus KR 20 dan KR 21 Baca artikel kami yang berjudul:
KR 20 dengan Excel.
-
-
PERTEMUAN KE 12, HARI : RABU, TANGGAL : 25 AGUSTUS 2021, PUKUL : 8.50 -12.00, TOPIK ANALISIS DATA (Regresi Linear Berganda)
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Selamat pagi semuanya. Apa kabar kalian hari ini?. Alhamdulillah ketemu lagi perkuliahan Semester Pendek di pertemuan ke 12. Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamin.. Materi hari ini adalah Analisis Data terutama tentang Regresi Linear Berganda. Saya sudah share bahan bacaan yang berkaitan materi hari ini. Materi tambahan bisa kalian simak dari video tentang Analisis Data khusus membahas Regresi Linear Berganda Ada forum diskusi untuk menentukan Analisis Data yang kalian gunakan dalam proposal kalian. Tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Penjelasan dan Tutorial Regresi Linear Berganda
Dalam kesempatan ini, saya akan coba menjelaskan tentang Regresi Linear Berganda serta tutorial regresi linear berganda dengan SPSS. Mungkin bisa dibilang artikel ini terlambat saya buat, sebab pada kesempatan lainnya sudah banyak sekali artikel tentang regresi linear berganda dengan berbagai software, seperti minitab, stata dan excel.
Dalam kesempatan ini, saya akan fokus dalam menjelaskan pengertian atau apa itu sebenarnya regresi linear berganda. Serta apa saja asumsi atau syaratnya serta bagaimana cara melakukan regresi linear berganda dengan SPSS
Pengertian Regresi Linear Berganda
Regresi Linear Berganda adalah model regresi linear dengan melibatkan lebih dari satu variable bebas atau predictor. Dalam bahasa inggris, istilah ini disebut dengan multiple linear regression.
Pada artikel yang lain, yaitu pada artikel penjelasan berbagai jenis regresi berganda, saya sudah jelaskan perbedaan antara regresi berganda dengan regresi sederhana. Pada dasarnya regresi linear berganda adalah model prediksi atau peramalan dengan menggunakan data berskala interval atau rasio serta terdapat lebih dari satu predictor.
Skala data yang dimaksud diatas adalah pada semua variabel terutama variable terikat. Pada regresi linear, tidak menutup kemungkinan digunakannya data dummy pada variable bebas. Yaitu pada regresi linear dengan dummy.
Model regresi linear berganda dilukiskan dengan persamaan sebagai berikut:Y = ╬▒ + ╬▓1 X2 + ╬▓2 X2 + ╬▓n Xn + e
Keterangan:
Y = Variabel terikat atau response.
X = Variabel bebas atau predictor.
╬▒ = Konstanta.
╬▓ = Slope atau Koefisien estimate.
Regresi Linear Berganda Contoh Regresi Linear Berganda
Salah satu contoh penelitian yang menggunakan analisis regresi linear berganda adalah penelitian dengan judul: ΓÇ£pengaruh ROA, NPM dan Size Terhadap Return Saham.ΓÇ¥ Untuk contoh penelitian ini sudah saya jelaskan secara rinci dalam artikel tentang contoh penelitian bisnis dengan regresi linear.
Berdasarkan contoh penelitian diatas, sudah jelas bahwasanya semua variable berskala data interval atau rasio. Dengan kata lain data yang digunakan adalah data kuantitatif atau numeric. Dalam contoh tersebut juga dijelaskan bahwasanya variable bebas lebih dari satu, yaitu ROA, NPM dan Size.
Asumsi Klasik regresi Linear Berganda
Seperti halnya uji parametris lainnya, maka regresi linear juga mempunyai syarat atau asumsi klasik yang harus terpenuhi. Agar model prediksi yang dihasilkan nantinya bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimation).
Asumsi klasik pada regresi linear berganda antara lain: Data interval atau rasio, linearitas, normalitas, non outlier, homoskedastisitas, non multikolinearitas dan non autokorelasi.
Data Interval atau rasio.
Skala data semua variable terutama variable terikat adalah interval atau rasio. Asumsi ini tidak perlu diuji, cukup anda pastikan bahwa data yang digunakan adalah data interval atau rasio (numeric atau kuantitatif).
-
Jelaskan tentang Analisis Data untuk proposal kalian, terutama untuk Regresi Linear Berganda Kalian. Share di laman ini.
-
-
PERTEMUAN KE 13, HARI : RABU, TANGGAL : 25 AGUSTUS 2021, PUKUL : 13.00-16.10, TOPIK : UJI HIPOTESA (UJI t DAN UJI F)
Assalamualaikum wr. wb
Tabik pun
Salam sejahtera untuk kita semua. Salam sehat. Selamat datang di perkuliahan Seminar SDM. Untuk pertemuan terakhir sebelum UAS. Materi tentang Uji Hipotesa yaitu tentamg Uji t dan Uji F. Saya sajikan bahan bacaan mengenai uji t dan uji F. Video yang berkaitan tentang tutorial penghitungan uji t dan Uji F. Ada forum diskusi tempat kalian bertanya atau menanggapi tentang materi pertemuan hari ini. Tetap semangat ya dan selalu aktif. Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
-
Uji F dikenal dengan Uji serentak atau uji Model/Uji Anova, yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. Atau untuk menguji apakah model regresi yang kita buat baik/signifikan atau tidak baik/non signifikan. Dalam artikel ini dijelaskan tentang Uji F dan Uji T dalam penelitian.
Jika model signifikan maka model bisa digunakan untuk prediksi/peramalan, sebaliknya jika non/tidak signifikan maka model regresi tidak bisa digunakan untuk peramalan.
Cara Melakukan Uji F
Uji F dapat dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan Tabel F: F Tabel dalam Excel, jika F hitung > dari F tabel, (Ho di tolak Ha diterima) maka model signifikan atau bisa dilihat dalam kolom signifikansi pada Anova (Olahan dengan SPSS, Gunakan Uji Regresi dengan Metode Enter/Full Model). Model signifikan selama kolom signifikansi (%) < Alpha (kesiapan berbuat salah tipe 1, yang menentukan peneliti sendiri, ilmu sosial biasanya paling besar alpha 10%, atau 5% atau 1%). Dan sebaliknya jika F hitung < F tabel, maka model tidak signifikan, hal ini juga ditandai nilai kolom signifikansi (%) akan lebih besar dari alpha.
Uji T
Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan mambandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung, proses uji t identik dengan Uji F (lihat perhitungan SPSS pada Coefficient Regression Full Model/Enter). Atau bisa diganti dengan Uji metode Stepwise.
Seperti kita telah pelajari pada berbagai artikel dalam website statistikian, bahwa ada banyak sekali yang membahas tentang Uji F dan Uji T. Pertanyaannya, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Uji F dan Uji T tersebut? Di atas kita telah pelajari sebagian dari yang dimaksud untuk menjawab pertanyaan ini. Namun perlu statistikian jelaskan lagi bahwa sebenarnya Uji F dan Uji T itu tidak hanya sebatas dari apa yang telah dibahas di atas, dimana di atas membahas tentang Uji F dan Uji T dalam konteks analisis regresi linear. Namun dalam konteks yang lain, bisa jadi ada dalam berbagai jenis analisis, misalnya Uji ANOVA, ANCOVA, MANOVA juga terdapat nilai F. Dan pada uji beda 2 sampel berpasangan, yaitu paired t test dan uji beda 2 sampel bebas, yaitu independen t test, juga ada nilai T.
Perbedaan Uji F dan Uji T
Jadi kesimpulannya: bahwa uji F adalah uji yang mengukur besarnya perbedaan variance antara kedua atau beberapa kelompok. Sedangkan Uji T adalah uji yang mengukur perbedaan dua atau beberapa Mean antar kelompok.
Dalam uji F dikenal istilah F Hitung dan Tabel F: F Tabel dalam Excel seperti yang telah dibahas di atas. F Hitung adalah nilai F hasil perhitungan analisis, yang kemudian nilainya akan dibandingkan dengan F Tabel pada Numerator dan Denumerator tertentu. Numerator disebut juga dengan Degree of Freedom 1, sedangkan Denumerator adalah Degree of Freedom 2. Misalnya pada Regresi Linear, Nilai Denumerator adalah jumlah sampel dikurangi jumlah variabel bebas dikurangi 1. Sedangkan nilai Numerator adalah jumlah variabel bebas. Untuk lebih jelasnya, silahkan pelajari tentang Tabel F: F Tabel dalam Excel.
Sama halnya dengan F Hitung, T Tabel juga digunakan untuk mengukur tingkat signifikansi sebuah analisis. Namun bedanya, T Tabel tidak mengenal istilah Numerator dan Denumerator, yang ada hanyalah nilai T pada Degree Of Freedom tertentu. Misalnya pada Uji Paired T Test, Degree of Freedom sebesar jumlah observasi pada kedua kelompok. Sedangkan pada Independen T Test, degree of freedom adalah sebesar jumlah sampel.
-
-
UJIAN AKHIR SEMESTER PENDEK, HARI : KAMIS, TANGGAL 26 AGUSTUS 2021, KELAS : 7MA-P1, MATA KULIAH : SEMINAR SDM
PERHATIKAN KETENTUAN UAS :
1. Jangan lupa menulis Nama, NPM dan kelas di lembar jawaban anda.
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
3. Baca soal baik-baik dan kerjakan seluruh pertanyaan soal UAS tersebut
4. Jawaban soal UAS DI TULIS TANGAN dan harus submit ke lms.darmajaya @ac.id dalam bentuk pdf.
5. Batas waktu pengumpulan jawaban UAS adalah hari Kamis, ke assignment @lms darmajaya tanggal 26 Agustus 2021, Pukul 8. 50 - 16.10 wib
6. Dilarang mencontek atau memindahkan jawaban dari teman atau dari google, jawaban anda tidak adak di koreksi.
Terima kasih. Selamat Bekerja Semoga Sukses
-
INSTRUKSI
1. Tuliskan nama, NPM, dan Kelas pada lembar jawaban anda
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal
3. Jawaban di TULIS TANGAN di foto bentuk pdf dan wajib upload di lms.darmajaya.ac.id
4. Dilarang untuk menyalin / copy paste dari teman.
-


