1.Keterampilan Berdelegasi
Delegasi adalah tindakan meneruskan tugas dan wewenang yang terkait dengan pekerjaan kepada tim kerja atau karyawan lainnya.
2. Keterampilan Teknik
Seperti kata teknik, keterampilan ini tidak hanya melibatkan penggunaan komputer, membuat kode program, mesin operasi dan perangkat lunak, alat produksi, dan peralatan.  Keterampilan ini juga diperlukan untuk meningkatkan penjualan, merancang berbagai jenis produk dan layanan, dan memasarkan layanan dan produk.
3. Keterampilan Konseptual
Keterampilan konseptual yang dimiliki seorang manajer yang baik adalah memberikan visi dan misi yang jelas kepada tim kerja atau karyawan lainnya.
4. Keterampilan Kepemimpinan
Bahkan untuk memimpin orang lain pun dibutuhkan keterampilan.  Keterampilan kepemimpinan yang perlu kamu terapkan adalah bagaimana cara agar tim kerja dan karyawan lainnya mempercayakan semua tugas kepemimpinan kepada kamu. 
Dengan keberanian, tanggung jawab tinggi, ketegasan, dan perilaku yang baik, maka orang-orang akan menghargai sikap kepemimpinan.
5. Keterampilan Komunikasi
Keterampilan komunikasi yang baik ini juga dapat meningkatkan rasa kebersamaan antara manajer dan tim kerja. 
6. Keterampilan Memotivasi
Memotivasi tim kerja kamu adalah keterampilan manajer berikutnya.  Agar semua member atau karyawan bekerja dengan baik dan maksimal, berikan motivasi yang kuat untuk mereka.
7. Keterampilan Membuat Keputusan
Manajer membuat banyak keputusan, baik secara langsung atau tidak langsung.  Membuat keputusan adalah komponen kunci dalam kesuksesan seorang manajer.
Kekuasaan merupakan kapasitas yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku orang lain sesuai dengan yang diinginkannya. Kekuasaan tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber yang dibedakan menjadi kekuasaan formal dan kekuasaan personal. Kekuasaan biasanya identik dengan politik. Politik sendiri diartikan sebagai upaya untuk ikut berperan serta dalam mengurus dan mengendalikan urusan masyarakat.
Penyalahgunaan kekuasaan pada dunia politik yang kerap dilakukan oleh pelaku politik menimbulkan pandangan bahwa tujuan utama berpartisipasi politik hanyalah untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal, pada hakekatnya penggunaan kekuasaan dalam politik bertujuan untuk mengatur kepentingan semua orang yang ada dalam organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok. Untuk itu, adanya pembatasan kekuasaan sangat diperlukan agar tumbuh kepercayaan anggota organisasi terhadap pemegang kekuasaan dan terciptanya keadilan