Garis besar topik
-

-

SELAMAT SIANG SALAM SEJAHTER UNTUK KITA SEMUA, SEMOGA KITA DI BERI KEMUDAHAN OLEH YANG MAHA KUASA DALAM MENJALANI AKTIVITAS SEHARI, AAMIIN
Pertama tama mari kita mengucapkan rasa syukur yang sebesar besarnya kehadirat Tuhan Yang Maha Agung, atah rahmat dan kasih sayangnyalah kita dapat bertemu kembali dalam perkuliahan PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN dalam kondisi sehat wal'afiat.
Dimasa Pandemi COVID'19 ini terasa sangat berdampak kepada kita semuanya, di mana dalam kondisi ini kita di haruskan untuk melaksankan perkulihan secara HYBRID, namun walaupun begitu jangan menjadi penghalang bagi kita untuk melangkah maju demi untuk menggapai masa depan yang gemilang.
Dalam kesempatan ini, izinkan bapak memperkenalkan diri, walaupun kemungkinan anak anakku sebagaian sudah tahu dengan Bapak.

Data Diri
No Registrasi
:
1102050100049
NIDN
:
0209117303
Nama Lengkap
:
Muhammad Sadat Husein Pulungan
NIP/NIK
:
00140100
Jenis Kelamin
:
Laki-laki
Agama
:
Islam
Tempat Lahir
:
,Gunung Barani
Tanggal Lahir
:
1973-11-09
Alamat
:
Perum BKP Blok - i No. 86 Kemiling Permai
Kemiling - Bandar Lampung
Kabupaten/Kota
:
Bandar Lampung
Kode Pos
:
35119
Telepon/HP Yang Dapat Dihubungi
:
081717439050
Status Pernikahan
:
Menikah
Email
:
mspulungan@darmajaya.ac.id
-
Deskripsi Matakuliah
Matakuliah ini bertujuan untuk memahami konsep-konsep pengelolaan keuangan suatu perusahaan. Topik-topik pada matakuliah ini adalah manajemen keuangaan perusahaan, teori risiko dan pendapatan, perencanaan keuangan, biaya modal, suku bunga dan obligasi, penilaian saham dan kebijakan dividen, penganggaran modal, struktur modal dan leverage, pendanaan jangka panjang dan leasing, kebijakan investasi dan pendanaan modal kerja, konsolidasi, merjer, dan akuisisi, serta kegagalan perusahaan dan reorganisasi.
Capaian Pembelajaran Matakuliah(CPMK)
Setelah mempelajari matakuliah ini, mahasiswa di harapkan:
- Mampu berfikir obyektif, kritis dan sistematik
- Memiliki pemahaman konsep-konsep teoritis dalam ilmu-ilmu ekonomi, akuntansi, manajemen dan organisasi.
- Kemampuan mengenali dan menganalisa permasalahan manajemen dan organisasi serta bisnis.
- Memiliki kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai konteks permasalahan bisnis.
- Mampu melakukan pengambilan keputusan individu dan kelompok/organisasi dalam pemecahan masalah manajerial
- Menguasai dan menganalisis pengetahuan dan konsep-konsep keuangan dan pengelolaan keuangan secara integratif untuk memaksimalkan nilai di suatu organisasi/unit kerja /usaha dan perusahaan/instansi pemerintah/lembaga nirlaba
- Mampu memahami dan menjelaskan konsep-konsep mengenai manajemen keuangan perusahaan
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Sikap
- Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang ekonomi, akuntansi, manajemen dan
- organisasi secara mandiri bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang ekonomi, akuntansi, manajemen dan organisasi secara mandiri
- Menjadi cendekia yang menjunjung tinggi kebenaran konsep ekonomi, akuntansi, manajemen dan organisasi secara mandiri dalam pengambilan keputusan
- Menunjukkan sikap jujur, luhur dan setia dalam menjalankan profesi dalam pekerjaannya
-
Dalam perkuliahan PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar perkuliahan secara DARING maupun secara LURING dapat berjalan dengan baik
I. TATATERTIB PERKULIAHAN
Mahasiswa harus memiliki tatakrama dan sopan santun baik dalam berbicara maupun dalam bersikap
Mahasiswa harus masuk tepat pada waktunya.
Mahasiswa tidak boleh ribut, ngobrol, sewaktu perkuliahan berlangsung
Mahasiswa harus berpakaian rapih dan sopan.
Mahasiswa tidak perkenankan masuk kelas memakai Sandal
Mahasiswa tidak di perkenankan bersifat tidak jujur dalam pelaksanaan evaluasi belajar.
II. SISTEM PENILAIAN
- SYARAT PENILAIAN
Kehadiran Mahasiswa dalam kelas minimal 70% dari total tatap muka
Mahasiswa harus mengikuti seluruh evaluasi kelas ( UTS, UAS)
Mahasiswa harus mengerjakan tugas-tugas yang di berikan dosen
- KRITERIA PENILAIAN
Kehadiran Mahasiswa
Ujian Tengan Semester
Ujian Akhir Semester
Tugas Terstruktur Dan Mandiri
Etika
- BOBOT PENILAIAN
Kriteria
Bobot Penilaian
Presensi
10 %
Tugas
25%
UTS
25%
UAS
25%
ETIKA
15%
TOTAL
100 %
- PENILAIAN
Nilai Akhir
Huruf Mutu
Angka Mutu
Status
80 ΓÇô 100
A
4
Lulus
75 ΓÇô 79,5
A-
3,75
Lulus
68 ΓÇô 74,5
B+
3,5
Lulus
65 ΓÇô 67,7
B
3
Lulus
55 ΓÇô 64,5
C
3
Lulus
31 ΓÇô 54,5
D
1
Lulus
0 ΓÇô 30
E
0
Tidak Lulus
-
I. ORGANISASI MATERI KULIAH
Organisasi materi kuliah PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN pada Semester Genap TA 2020/2021 sebagai berikut:
- Pengenalan Konsep Manajemen Keuangan Perusahaan
- Teori Risiko dan Pendapatan
- Biaya Modal, Suku Bunga dan Obligasi
- Penilaian Saham dan Kebijakan Dividen
- Struktur Modal dan Leverage
- Pendanaan Jangka Panjang dan Leasing
- Ekspansi : Konsolidasi, Merger, dan Akuisisi
- Kegagalan Perusahaan dan Reorganisasi
II. STRATEGI KULIAH
Strategi perkuliahan pada matakuliah ini adalah sebagai berikut :
- Mahasiswa di wajibkan mempunyai buku literatur PengantarManajemen Keuangan
- Mahasiawa wajib membaca bahan-bahan kuliah sebelum temu kelas.
- Kelas harus dianggap ajang konfirmasi pemahaman peserta terhadap bahan-bahan tersebut
- Mengerjakan tugas dan latihan yang ditentukan
III. LITERATUR
Literatur atau bacaan perkulihan pada semester ini adalah :
- Buku Wajib : Sudana I Made. 2015. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan Praktik. Edisi 2. Erlangga : Jakarta.
- Buku-Buku Penunjang : Brigham, Eugene F., dan Hoston Joel F. 2013. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11. Salemba Empat : Jakarta.
-
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun sebagai panduan bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan selama satu semester untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Matakuliah PENGENTAR MANAJEMEN KEUANGAN pada Semester Genap TA. 2020/2021 berikut ini:

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
INSTITUT INFORMATIKA & BISNIS DARMAJAYA
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 93 Labuhan Ratu ΓÇô Bandar Lampung 35142
No. Dokumen
4.FM-D2.04.03
FORMULIR
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
No. Revisi
01
Hal
1 dari 7
Tanggal Terbit
13 Agustus 2019
Matakuliah : Pengantar Manajemen
Keuangan
Semester: 7
sks: 2 (dua)
Kode MK:
MAN 19258
Program Studi : Akuntansi
Dosen Pengampu/Penanggungjawab : Yaumil Khoiriyah.,SE.,M.Ak
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Sikap
1. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang ekonomi, akuntansi, manajemen dan organisasi secara mandiri
2. Menjadi cendekia yang menjunjung tinggi kebenaran konsep ekonomi, akuntansi, manajemen dan organisasi secara mandiri dalam pengambilan keputusan
3. Menunjukkan sikap jujur, luhur dan setia dalam menjalankan profesi dalam pekerjaannya
Keterampilan Umum:
4. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya
5. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur.
6. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data
7. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggungjawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri
CP Keterampilan Khusus
8. Mahasiswa mampu menggunakan pengetahuan tentang manajemen keuangan yang merupakan salah satu bidang fungsional dalam suatu perusahaan atau organisasi, tidak hanya penting bagi mereka yang secara langsung bertugas mengelola keuangan suatu perusahaan atau lembaga, tetapi juga penting bagi mereka yang bertugas di bidang lainnya, seperti produksi, pemasaran dan sumber daya manusia
CP Pengetahuan
9. Menguasai konsep teoritis secara umum manajemen keuangan yang merupakan salah satu bidang fungsional dalam suatu perusahaan atau organisasi dan mengetahui karakteristik yang ada di organisasi
10. Menguasai konsep teoritis secara mendalam tentang kebutuhan informasi untuk pengambilan keputusan di organisasi
11. Memahami, mengaplikasikan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam bidang ilmunya masing-masing sesuai dengan profesi dan pekerjaannya
Capaian Pembelajaran Matakuliah
(CPMK)
1. Mampu berfikir obyektif, kritis dan sistematik
2. Memiliki pemahaman konsep-konsep teoritis dalam ilmu-ilmu ekonomi, akuntansi, manajemen dan organisasi
3. Kemampuan mengenali dan menganalisa permasalahan manajemen dan organisasi serta bisnis
4. Memiliki kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai konteks permasalahan bisnis
5. Mampu melakukan pengambilan keputusan individu dan kelompok/organisasi dalam pemecahan masalah manajerial
6. Menguasai dan menganalisis pengetahuan dan konsep-konsep keuangan dan pengelolaan keuangan secara integratif untuk memaksimalkan nilai di suatu organisasi/unit kerja /usaha dan perusahaan/instansi pemerintah/lembaga nirlaba
7. Mampu memahami dan menjelaskan konsep-konsep mengenai manajemen keuangan perusahaan
Deskripsi Matakuliah :
Matakuliah ini bertujuan untuk memahami konsep-konsep pengelolaan keuangan suatu perusahaan. Topik-topik pada matakuliah ini adalah manajemen keuangaan perusahaan, teori risiko dan pendapatan, perencanaan keuangan, biaya modal, suku bunga dan obligasi, penilaian saham dan kebijakan dividen, penganggaran modal, struktur modal dan leverage, pendanaan jangka panjang dan leasing, kebijakan investasi dan pendanaan modal kerja, konsolidasi, merjer, dan akuisisi, serta kegagalan perusahaan dan reorganisasi.
Minggu ke -
Kemampuan yang diharapkan (Sub-CPMK)
Bahan Kajian/ Materi Pembelajaran
Bentuk, Metode
Pembelajaran dan
Pengalaman
Belajar
Waktu (menit)
Penilaian
Teknik
Indikator
Bobot (%)
1
Mengelola waktu belajar sesuai ruang lingkup dan tugas-tugas dalam perkuliahan Pengantar Manajemen Keuangan
Silabus dan Kontrak perkuliahan serta ruang lingkup Pengantar Manajemen Keuangan
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi
TM: (2x50ΓÇ¥)
T:
(2x120ΓÇ¥)
- Kelengkapan silabus dan kontrak perkuliahan
- Kelengkapan materi
2-3
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep tentang manajemen keuangan perusahaan
Pengenalan Konsep Manajemen Keuangan Perusahaan :
a. Manajemen keuangan dan pentingnya dalam pengelolaan perusahaan
b. Tanggung jawab manajer keuangan
c. Bidang keuangan
d. Fungsi keuangan
e. Bentuk badan hukum
f. Tujuan perusahaan
g. Hubungan fungsi keuangan dengan tujuan perusahaan
h. Arus kas perusahaan dan pasar keuangan
i. Taggung jawab sosial perusahaan
j. Masalah keagenan
k. Prinsip-prinsip keuangan
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi
TM: (4x50ΓÇ¥)
T:
(4x120ΓÇ¥)
Dapat menjelaskan konsep manajemen keuangan perusahaan, penyusunan sesuai arus kas perusahaan dan tanggung jawab social perusahaan serta keagenan
10
4
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep risiko dan pendapatan
Teori Risiko dan Pendapatan :
a. Konsep pendapatan dan risiko investasi
b. Expected return and Risk
c. Expected return and Risk untuk portfolio
d. Himpunan portfolio yang efisien
e. Keseimbangan pasar (market equilibrium)
f. Diversifikasi investasi
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang teori risiko dan pendapatan,
TM: (2x50ΓÇ¥)
T:
(2x120ΓÇ¥)
1. Penilaian tugas terstruktur
a. Kelompok Penilaian analisis studi kasus Manajemen Keuangan dengan sector perusahaan yang berbeda
b. Individu
Penilaian terhadap keaktifan berargumen dalam forum presentasi
Latihan soal
2. Tes Tertulis
Ujian Tengah Semester
┬╖ Dapat menggambarkan pelaporan pendapatan dan resiko investasi dalam bentuk fortfolio
10
5
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan perencanaan keuangan jangka panjang
Perencanaan Keuangan:
a. Tujuan perencanaan keuangan
b. Model-model perencanaan keuangan
c. Pendekatan persentase keuangan
d. Pendanaan eksternal dan pertumbuhan
e. Faktor-faktor penentu pertumbuhan
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang Perencanaan Keuangan
TM: (2x50ΓÇ¥)
T:
(2x120ΓÇ¥)
Dapat menjelaskan perencanaan keuangan jangka panjang serta penyajian berdasarkan model
5
6
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan teori struktur modal, biaya modal, pendapatan bunga obligasi dan suku bunga yang berlaku di pasar
Biaya Modal, Suku Bunga dan Obligasi :
a. Komponen biaya modal
b. Biaya modal rata-rata tertimbang
c. Obligasi dan penilaian obligasi
d. Inflasi dan suku bunga
e. Peringkat dan macam-macam obligasi
f. Faktor-faktor yang menentukan yield obligasi
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang biaya modal, suku bunga dan obligasi
TM: (2x50ΓÇ¥)
T:
(2x120ΓÇ¥)
Dapat memaparkan teori struktur modal, biaya modal, pendapatan bunga obligasi dan suku bunga yang berlaku di pasar
15
7
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penentuan nilai suatu saham dan penentuan berapa besar bagian laba bersih perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen
Penilaian Saham dan Kebijakan Dividen :
a. Pendekatan penilaian saham biasa
b. Ciri-ciri saham biasa dan saham istimewa
c. Kebijakan dividen dan permasalahannya
d. Teori kebijakan dividen
e. Beberapa aspek kebijakan dividen
f. Dividen saham (stock dividend)
g. Pemecahan saham (stock split)
h. Pembelian saham kembali (repurchase of stock)
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang penilaian saham dan kebijakan dividen
TM: (2x50ΓÇ¥)
T:
(2x120ΓÇ¥)
┬╖ Dapat menjelaskan penentuan nilai suatu saham dan penentuan berapa besar bagian laba bersih perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen
10
8
Ujian Tengah Semester
90ΓÇ¥
9
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penganggaran modal (capital budgeting) terkait pengambilan keputusan investasi jangka panjang
Penganggaran Modal :
a. Menyusun kerangka strategik keputusan penganggaran modal
b. Macam-macam keputusan penganggaran modal
c. Estimasi arus kas (cash flow)
d. Metode penilaian usulan investasi
e. Perbandingan hasil evaluasi proyek yang bersifat mutually exclusive
f. Proyek dengan umur berbeda
g. Capital rationinguntuk proyek dengan ukuran berbeda
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang penganggaran modal
TM: (2x50ΓÇ¥)
T:
(2x120ΓÇ¥)
1. Penilaian tugas terstruktur
a. Kelompok Penilaian analisis studi kasus Manajemen Keuangan dengan sector perusahaan yang berbeda
b. Individu
Penilaian terhadap keaktifan berargumen dalam forum presentasi
2. Latihan soal Tes Tertulis
Ujian Akhir Semester
Dapat menjelaskan perancangan anggaran modal (capital budgeting) terkait pengambilan keputusan investasi jangka panjang
15
10-11
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan struktur modal dan leverage berkaitan dengan keputusan pembelanjaan
Struktur Modal dan Leverage :
a. Struktur modal
b. Pendekatan laba bersih (nett income approach)
c. Pendekatan tradisional (traditional approach)
d. Modigliani miller position
e. Pajak dan struktur modal
f. Pengaruh biaya kebangkrutan terhadap tingkat pengembalian modal sendiri
g. Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan jika ada pajak dan biaya kebangkrutan
h. Pengertian dan macam-macam leverage
i. Dampak financial leverage terhadap profitabilitas
j. Hubungan financial leverage terhadap operating leverage
k. Struktur modal dalam praktik
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang struktur modal dan leverage
TM: (4x50ΓÇ¥)
T:
(4x120ΓÇ¥)
┬╖ Dapat menjelaskan analisis struktur modal dan leverage dalam mengambil keputusan pembelanjaan serta dampak dan pengaruhnya
10
12-13
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan beberapa alternative sumber dana jangka panjang dan sewa guna (leasing)
Pendanaan Jangka Panjang dan Leasing:
b. Modal ventura
c. Pengertian dan macam leasing
d. Evaluasi leasing atau membeli
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang pendanaan jangka panjang dan leasing
TM: (4x50ΓÇ¥)
T:
(4x120ΓÇ¥)
Dapat menjelaskan penentuan sumber dana jangka panjang dan sewa guna (leasing) dengan beberapa alternative
10
14
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan perkembangan perusahaan dilakukan melalui ekspansi internal atau eksternal
Ekspansi : Konsolidasi, Merger, dan Akuisisi :
a. Pengertian dan cara melakukan ekspansi
b. Cara melakukan penggabungan dan perlakuan akuntansi
c. Alasan penggabungan perusahaan
d. Penilaian merger dan pendekatan pendapatan
e. Pendekatan merger dengan pendekatan nilai pasar
f. Pendekatan pendapatan ekonomis dan biaya
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang ekpansi
TM: (2x50ΓÇ¥)
T:
(2x120ΓÇ¥)
Dapat menjelaskan perkembangan perusahaan melalui ekspansi dengan berbagai pendekatan
10
15
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kegagalan perusahaan dan reorganisasi
Kegagalan Perusahaan dan Reorganisasi :
a. Kegagalan perusahaan
b. Penyelesaian kegagalan perusahaan
c. Reorganisasi perusahaan
Bentuk:
Tatap Muka di Kelas
Metode:
Diskusi Kelompok
Mahasiswa membuat paparan serta menganalisis contoh kasus dan menyimpulkan secara berkelompok materi tentang kegagalan perusahaan dan reorganisasi
TM: (2x50ΓÇ¥)
T:
(2x120ΓÇ¥)
Dapat memaparkan factor yang mempengaruhi kegagalan perusahaan selanjutnya dilakukan reorganisasi
5
16
Ujian Akhir Semester
90ΓÇ¥
-
ASSALAMU ALAIKUM WR. WB
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA
BERIKUT INI DAFTAR NAMA MAHASISWA YANG MENGKUTI PERKULIAHAN SECARA LURING SEMSTER GENATAP TA 2020/2021 PADA MINGGU GANJIL

DALAM PERKULIAHAN TATAP MUKA INI TIDAK DI WAJIBKAN UNTUK IKUT DALAM PERTEMUAN LURING
UNTUK PRESENSI BAIK PERKULIAHAN LURING MAUPUN DARING TETAP MENGISI ABSEN DI LMS
TERIMAKSIH ATAS PERHATIANNYA, SUKSES SELALU UNTUK KITA SEMUA -
ASSALAMU ALAIKUM WR. WB
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA
BERIKUT INI DAFTAR NAMA MAHASISWA YANG MENGKUTI PERKULIAHAN SECARA LURING SEMSTER GENATAP TA 2020/2021 PADA MINGGU GENAP

DALAM PERKULIAHAN TATAP MUKA INI TIDAK DI WAJIBKAN UNTUK IKUT DALAM PERTEMUAN LURING
UNTUK PRESENSI BAIK PERKULIAHAN LURING MAUPUN DARING TETAP MENGISI ABSEN DI LMS
TERIMAKSIH ATAS PERHATIANNYA, SUKSES SELALU UNTUK KITA SEMUA
-
-


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Konsep Manajemen Keuangan Perusahaan
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep tentang manajemen keuangan perusahaan
Indikator Penilaian
Dapat menjelaskan konsep manajemen keuangan perusahaan, penyusunan sesuai arus kas perusahaan dan tanggung jawab social perusahaan serta keagenan.
-
Pengertian Manajemen Keuangan
Keuangan dalam sebuah perusahaan menjadi pondasi yang kuat terbangunnya sebuah perusahaan. Keuangan juga bersifat sangat riskan. Jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi amburadul dan tentunya akan menghentikan jalannya sebuah perusahaan. Dalam sebuah perusahaan dibutuhkan bidang sendiri yang mengurus bagian keuangan atau bisa juga disebut manajemen keuangan.
Manajemen keuangan adalah kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dan aset yang dimiliki suatu perusahaan. Pengelolaan keuangan harus direncanakan dengan matang agar tidak timbul masalah di kemudian hari.
Tujuan Adanya Management Keuangan
Manajemen keuangan ini harus memiliki tujuan yang jelas, ada beberapa tujuan manajemen keuangan:
- Menjaga Arus Kas
Dalam sebuah perusahaan, keluar masuknya uang kas harus dipantau terus agar tidak terjadi pengeluaran yang membengkak. Akibatnya bisa menyebabkan kerugian perusahaan. Uang kas biasanya dikeluarkan untuk membeli bahan baku, menggaji karyawan, dan pengeluaran yang lain.
- Memaksimalkan Keuangan Perusahaan
Tugas manajemen keuangan bukan hanya mengawasi keuangan, tetapi juga melihat aktivitas anggaran dana yang tidak menguntungkan bagi perusahaan yang dapat dihilangkan dan diganti dengan aktivitas yang lebih menguntungkan perusahaan.
- Mempersiapkan Struktur Modal
Manajer Keuangan dalam merencanakan struktur modal harus bisa menyeimbangkan anggaran yang dimiliki dengan dana yang dipinjam perusahaan.
- Memaksimalkan Keuntungan
Perencanaan keuangan yang tepat akan mampu memaksimalkan keuntungan yang di dapat dalam waktu jangka yang panjang.
- Meningkatkan Efisiensi
Dengan menganggarkan dana yang tepat pada semua aspek, maka efisiensi dana perusahaan akan terus meningkat.
- Mengoptimalkan Kekayaan Perusahaan
Manajer keuangan juga harus mampu membaca pasar saham. Dengan memberikan pembagian laba semaksimal mungkin kepada pemegang saham tentunya akan meningkatkan perusahaan dan memberikan kepercayaan pemegang saham untuk terus berinvestasi di perusahaan.
- Mengurangi Resiko Operasional
Keputusan yang tepat yang dilakukan manajer keuangan akan berpengaruh terhadap resiko bisnis yang tidak pasti di setiap waktu.
- Memastikan Kelangsungan Kehidupan Perusahaan
Manajer keuangan memegang peranan penting jalannya sebuah perusahaan. Keputusan yang tepat akan mampu membuat perusahaan bertahan di persaingan bisnis, namun sebaliknya keputusan yang tidak hati-hati akan menyebabkan sebuah perusahaan bangkrut.
- Mengurangi Biaya Modal
Manajer keuangan harus membuat perencanaan modal yang tepat, agar penggunaan modal dapat diminimalisasi sedemikian rupa.
Fungsi Manajemen Keuangan yang Harus Kamu Ketahui
Selain tujuan manajer keuangan di atas, manajer keuangan juga harus mempunyai fungsi yang jelas. Jangan sampai manajer keuangan tidak mempunyai fungsi apa-apa dan hanya berdiri sendiri saja. Ada beberpa fungsi manajer keuangan :
1. Planning
Merencanakan keuangan dalam sebuah perusahaan sangat lah penting. Perencanaan keuangan meliputi mengatur uang kas, menghitung rugi laba, merencanakan arus kas.
2. Budgeting
Budgeting merupakan kegiatan mengalokasikan dana untuk semua keperluan perusahaan. Alokasi ini harus dilakukan seminimal mungkin dan memaksimalkan anggaran yang ada.
3. Controlling
Controlling adalah melakukan pengontrolan atau evaluasi terhadap keuangan yang sedang berjalan. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki sistem keuangan perusahaan agar perusahaan dapat bertahan.
4. Auditing
Auditing adalah proses pemeriksaan keuangan. Pemeriksaan keuangan perusahaan sesuai kaidah akuntasi akan menghindari terjadinya penyelewengan dan penyimpangan dana perusahaan.
5 Reporting
Reporting adalah melaporkan keuangan. Melaporkan keuangan perusahaan harus dilaksanakan secara terbuka dan transparan di semua kalangan perusahaan. Laporan ini berguna untuk memberikan informasi keadaan keuangan perusahaan
Prinsip Manajemen Keuangan
Terdapat juga beberapa prinsip manajer keuangan yang harus diterapkan di setiap perusahaan.
- Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban moral dan hukum yang terdapat dalam sebuah perusahaan. Sehingga dapat diketahui darimana dana diperoleh, dana dipakai untuk apa saja, serta bagaimana perusahaan memakai dana tersebut. Semua pihak dan aspek di perusahaan harus tahu bagaimana dana dan wewenang itu digunakan.
- Konsistensi
Sistem keuangan perusahaan harus dilakukan secara konsisten, bukan berarti perusahaan tidak boleh mengganti sistem yang sudah berjalan. Tetapi dengan adanya pergantian tersebut menandakan adanya penggunaan dana yang tidak stabil
- Kelangsungan Hidup
Manajer keuangan harus bisa merencanakan keuangan agar perusahaan bisa terus berjalan dan hidup. Manajer keuangan juga harus memunyai strategi keuangan yang tepat.
- Transparansi
Perusahaan harus transparan dan terbuka terhadap keuangan perusahaan. Perusahaan harus menyediakan informasi tentang aktivitasnya dengan orang yang berkepentingan. Keuangan yang akurat, lengkap, dan rapi dapat diakses dnegan mudah oleh setiap manajer yang berkepentingan.
- Standar Akuntansi
Sistem akuntasi yang berlaku di setiap perusahaan haruslah sama. Yang berrarti semua akuntan di seluruh dunia dapat paham dan mengerti tentang sistem akuntasi yang sama.
- Integritas
Laporan dan catatan keuangan harus dijaga integritasnya dengan baik. Laporan keuangan harus dibuat selengkap dan seakurat mungkin.
- Pengelolaan
Perusahaan harus bisa mengelola keuangan perusahaan dengan tepat. Perusahaan harus bisa menjamin bahwa dana yang telah dianggarkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan rencana keuangan yang telah dibuat sebelumnya
Jenis Manajemen
Jenis manajemen itu luas sekali. Semua hal sesungguhnya bisa menjadi salah satu cabang manajemen. Misalnya, manajemen waktu, yaitu ketika Anda harus merencanakan dan mengeksekusi alokasi waktu untuk masing-masing kegiatan dalam periode tertentu.
Contoh lainnya lagi adalah manajemen keunganan, yaitu ketika Anda merencanakan dan mengalokasikan pendapatan untuk bisa bertahan hidup setiap bulannya serta menghidupi anggota keluarga.
Hal-hal ini tidak luput dari manajemen perusahaan pula. Namun, tidak ada jumlah pasti dari jenis manajemen yang ada dalam suatu perusahaan, semua itu bergantung pada perusahaan itu sendiri. Industri apakah perusahaan tersebut, seberapa banyak laba yang didapat setiap tahunnya, dan masih banyak hal lainnya.
Maka dari itu, beberapa jenis manajemen perusahaan yang bisa disebutkan antara lain adalah manajemen strategi, manajemen biaya, manajemen organisasi, manajemen resiko, manajemen sumber daya alam, manajemen administrasi, manajemen produksi, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan lain-lain.
Untuk mengetahui tentang ilmu manajemen secara lebih dalam Anda bisa membacanya melalui artikel ini.
-
PADA PERTEMUAN KE 2 INI, TUGAS ANDA ADALAH MENCARI LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PERIODE 31 DESMEBER 2020 YANG AKAN KITA GUNAKAN UNTUK PERTEMUAN KE 3, DENGAN TUJUAN AGAR LEBIH MEMAHAMI APA YANG SUDAH KITA PELAJARI, TERIMAKASIH
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Karena Anda hari ini masih berada di kampus dan mungkin akan ada di dalam kelas saya, maka status Anda masih mahasiswa. Beberapa semester lagi (pastikan) bahwa Anda akan menjadi sarjana."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
-


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Konsep Manajemen Keuangan Perusahaan
Capaian Matakuliah:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep tentang manajemen keuangan perusahaan
Indikator Penilaian
Dapat menjelaskan konsep manajemen keuangan perusahaan, penyusunan sesuai arus kas perusahaan dan tanggung jawab social perusahaan serta keagenan.
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
- Bentuk badan hukum
- Tujuan perusahaan
- Hubungan fungsi keuangan dengan tujuan perusahaan
- Arus kas perusahaan dan pasar keuangan
- Taggung jawab sosial perusahaan
- Masalah keagenan
- Prinsip-prinsip keuangan
-
BENTUK BADAN HUKUM PERUSAHAAN
Secara definisi sebuah Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.
Bentuk Badan Hukum Perusahaan terdiri dari:
- Perusahaan Perseorangan (PO)
- Firma (Fa
- Perserikatan Komanditer (CV)
- Perseroan Terbatas (PT)
Tujuan perusahaan
- Memaksimalkan laba tidak memerhatikan dimensi waktu atau berorientasi jangka pendek
- Laba mempunyai pengertian ganda (laba operasi, laba kotor, laba bersih, dll)
- Memaksimalkan laba tidak/kurang memperhatikan tanggungjawab social
- Memaksimalkan laba tidak memperhatikan factor resiko
- Memaksimumkan nilai perusahaan atau kekayaan pemegang saham, dan bagi perusahaan yang telah go public tercermin pada harga pasar saham.
- Mempertimbangkan risiko.
- Berorientasi jangka panjang
- Berorientasi pada arus kas daripada laba

Materi selengkapnya dapat di download disini
- Perusahaan Perseorangan (PO)
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Mulai saat ini kuatkan keyakinan pada diri anda bahwa saat ini anda berada di kampus terfavorit dan berada pada jurusan yang paling unggul di antara jurusan-jurusan lainnya. Dan anda yakin akan sukses di kampus ini dengan segala perangkat pembelajaran dan instrumen pendukung lain yang ada di kampus ini. Yakinlah anda termasuk orang ΓÇÿterpilihΓÇÖ yang bernasib baik. Lihatlah di luar sana betapa banyak orang-orang pintar, tetapi tidak bernasib baik seperti Anda. Ingatlah Nasib baik tidak pernah kembali, kepada orang yang berniat jelek dan tidak cerdas dalam bersyukur."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
- Bentuk badan hukum
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
TEORI RISIKO DAN PENDAPATAN
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep risiko dan pendapatan
Indikator Penilaian
┬╖ Dapat menggambarkan pelaporan pendapatan dan resiko investasi dalam bentuk fortfolio
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
Konsep pendapatan dan risiko investasi
Expected return and Risk
Expected return and Risk untuk portfolio
Himpunan portfolio yang efisien
Keseimbangan pasar (market equilibrium)
Diversifikasi investasi
-
- Konsep pendapatan dan risiko investasi
Risiko dan Pendapatan
Konsep risiko dan pendapatan penting dipertimbangkan dalam setiap keputusan keuangan karena besar kecilnya risiko dan pendapatan akan mempengaruhi nilai perusahaan.Apabila pengambilan keputusan dilakukan dalam kondisi yang pasti, faktor yang relevan dipertimbangkan adalah pendapatan yang sesungguhnya, karena tidak ada risiko.Apabila pengambilan keputusan dilakukan dalam kondisi tidak pasti, faktor yang relevan dipertimbangkan adalah risiko dan pendapatan yang diharapkan, karena pendapatan yang sesungguhnya tidak diketahui
Pendapatan (Return)
Dollar return, merupakan pendapatan investasi yang besarnya dinyatakan dalam satuan dollar atau rupiah, seperti dividend per share.Percentage returns, merupakan pendapatan investasi yang besarnya dinyatakan secara relatif atau persentase.Holding period returns, merupakan pendapatan yang diperoleh atau diharapkan diperoleh investor yang melakukan investasi dalam jangka waktu tertentu, (harian, mingguan, bulanan, triwulanan, semesteran atau tahunan)
Dalam kondisi tidak pasti yang dapat dilakukan investor dalam mengambil keputusan investasi adalah memperkirakan hasil yang diharapkan (expected return) dan memperkirakan seberapa besar penyimpangan hasil sesungguhnya terhadap hasil yang diharapkan atau risiko (risk)

HASIL YANG DIHARAPKAN (EXPECTED RETURN)
Besarnya hasil yang diharapkan diperoleh dari suatu investasi pada berbagai kemungkinan kondisi yang terjadi selama investasi dilakukan. Mengukur besarnya hasil yang diharapkan dari suatu investasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Contoh : Investasi pada saham perusahaan Baja (S) atau saham perusahaan Konstruksi (C) pada berbagai kemungkinan kondisi ekonomi, diperoleh hasil sebagai berikut

Expected Return, E(R): Besarnya expected return dapat diukur dengan rumus sebagai berikut :

RISIKO (RISK)
Risiko suatu investasi diartikan sebagai variabilitas hasil investasi yang sesungguhnya terhadap hasil investasi yang diharapkan. Besar kecilnya risiko dapat diukur dengan varians atau standar deviasi.
Materi selengkapnya dapat di download pada halaman ini
-
Untuk lebih memahami materi kota hari ini, silahkan kerjakan latihan nomor 6 di bawah ini:

-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Fokuskan pikiranmu untuk menjadi orang yang produktif, dan jangan hanya membuat dirimu sibuk saja."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
PERENCANAAN KEUANGAN
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan perencanaan keuangan jangka panjang
Indikator Penilaian
Dapat menjelaskan perencanaan keuangan jangka panjang serta penyajian berdasarkan model
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
- Tujuan perencanaan keuangan
- Model-model perencanaan keuangan
- Pendekatan persentase keuangan
- Pendanaan eksternal dan pertumbuhan
- Faktor-faktor penentu pertumbuhan
NASEHAT
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
PERENCANAAN KEUANGAN
Perencanaan keuangan adalah suatu ilmu yang menempatkan kajian tentang keuangan dengan menempatkan berbagai atribut keuangan secara terkonsep dan sistematis baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam konsep jangka pendek biasanya 1 tahun atau dua 12 saja. Sedangkan jangka panjang beberapa pakar menyatakan jangka waktunya 2 hingga 5 tahun ke depan, bahkan beberapa pakar juga menyebutkan bahwa jangka waktunya bisa lebih dari 5 tahun. Periode jangka panjang menurus Ross dkk., disebut sebagai cakrawala perencanaan (planning horizon). Cakrawala perencanaan (planning horizon) adalah periode waktu jangka panjang yang menjadi focus perencanaan keuangan.
Perencanaan keuangan memberikan panduan bagi perubahan dan pertumbuhan yang terjadi di dalam perusahaan. Memang salah satu tujuan perencanaan keuangan untuk memberikan arah perubahan dan perkembangan perusahaan secara berkelanjutan. Jika suatu perusahaan berkeinginan untuk menciptakan perubahan yang bersifat berkelanjutan maka artinya perencanaan keuangan bersifat jangka panjang. Namun jika ingin mengejar profit jangka pendek maka perencanaan perusahaan bersifat jangka pendek. Namun harus diingat perencanaan yang baik adalah perencanaan yang bersifat jangka panjang.
Pada dasarnya sebuah perencanaan tentang masa depan merupakan perencanaan jangka panjang, itulah sebabnya dibutuhkan sebuah koordinasi yang padu tentang perencanaan jangka panjang dari berbagai fungsi dalam perusahaan. Dalam hal perencanaan keuangan jangka panjang perusahaan dibutuhkan unsur-unsur dasar dari kebijakan keuangan perusahaan, membaginya menjadi 4 (empat) unsur yakni :
- Perusahaan membutuhkan investasi pada asset-aset baru : Unsur ini akan timbul dari peluang-peluang investasi yang dipilih untuk dilaksanakan perusahaan dan merupakan hasil dari keputusan penganggaran modal perusahaan.
- Tingkat Leverage keuangan yang dipilih untuk dipergunakan : Hal ini akan menentukan jumlah pinjaman yang akan digunakan oleh perusahaan untuk mendanai investasinya pada asset riil. Hal ini adalah kebijakan struktur modal perusahaan.
- Jumlah kas yang dirasakan perusahaan perlu dan layak untuk dibayarkan kepada pemegang saham: hal ini ada kebijakan dividen perusahaan.
- Jumlah likuiditas dan modal kerja yang dibutuhkan perusahaan dalam operasi sehari-hari: Ini adalah keputusan modal kerja bersih perusahaan.
Jadi keputusan tentang perencanaan keuangan perusahaan tentang masa depan perusahaan tersebut akan mencakup ke-empat area ini yang pada gilirannya akan mencakup peluang pertumbuhan perusahaan yang berimbas pada pemenuhan kebutuhan pendanaan baik melalui internal maupun eksternal yang akan menentukan profitabilitas perusahaan tersebut.
Adapun proses perencanaan keuangan adalah merupakan kegiatan perencanaan keuangan yang memperkirakan posisi dan kondisi keuangan di masa depan, sehingga dalam menyusun rencana keuangan tersebut dipergunakan serangkaian skenario yang merupakan asumsi terhadap kemungkinan terjadinya kondisi di masa depan. Adapun serangkaian skenario masa depan tersebut biasanya dibagi dalam 3 (tiga) kondisi:
- Kondisi Terburuk ( Worst Condition) : Kondisi ini merupakan kondisi yang diperkirakan terjadi ketika situasi perusahaan dan perekonomian sedang berada dalam situasi yang sulit sehingga angka-angka yang dipakai dalam perencanaan adalah angka-angka yang pesimistis.
- Kondisi Normal (Normal Condition): Kondisi ini merupakan kondisi dimana dianggap situasi perusahaan dan perekonomian yang biasa terjadi dan berjalan seperti sebelumnya.
- Kondisi Terbaik ( Best Condition): Kondisi ini merupakan kondisi ketika situasi perusahaan atau perekonomian sedang berada dalam situasi terbaiknya sehingga angka ΓÇôangka yang dipakai dalam perencanaan adalah angka ΓÇôangka yang optimistik.
MODEL-MODEL PERENCANAAN KEUANGAN
Adapun sebuah contoh dari model perencanaan keuangan sederhana sebagai berikut : ( MATERI SELENGKAPNYA DOWNLOAD PADA HALAMAN INI )
-
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH :
KELOMPOK 1
NO NPM NAMA POKOK BAHASAN 1 1812120011 ALDO VALERIO SANJAYA KELOMPOK - 1
TEORI RISIKO DAN PENDAPATAN2 1812120115 ALFINNISA KAMILA 3 1812120049 ALIFA MAULIDIYA 4 1812120095 APTA ULIMA WAFI KELOMPOK 2
NO NPM NAMA POKOK BAHASAN 1 1812120133 CALVIN GUNAWAN KELOMPOK 2
PERENCANAAN KEUANGAN2 1912120054 CHABELITA S 3 1912120099 DEVINA RISMAYATI 4 1812120068 DEWI AYU WULANDARI MAKALAH DAN PPTNYA DI KUMPULKAN DI HALAMAN INI
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" "Pembelajaran tidak didapat dengan kebetulan. Ia harus dicari dengan semangat dan disimak dengan tekun." - Abigail Adams"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
BIAYA MODAL, SUKU BUNGA DAN OBLIGASI
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan teori struktur modal, biaya modal, pendapatan bunga obligasi dan suku bunga yang berlaku di pasar
Indikator Penilaian
Mahsiswa mampu memaparkan teori struktur modal, biaya modal, pendapatan bunga obligasi dan suku bunga yang berlaku di pasar
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
- Komponen biaya modal
- Biaya modal rata-rata tertimbang
- Obligasi dan penilaian obligasi
- Inflasi dan suku bunga
- Peringkat dan macam-macam obligasi
- Faktor-faktor yang menentukan yield obligasi
NASEHAT
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
BIAYA MODAL (COST OF CAPITAL)
1. Pengertian Biaya Modal
A. Biaya Hutang Jangka Panjang (Cost of Debt)Biaya modal adalah dimaksudkan untuk dapat menentukan besarnya biaya yang secara riil harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh dana (modal) dari suatu sumber. Seperti diketahui bahwa modal yang digunakan perusahaan berasal dari modal asing (bentuknya hutang/debt) dan modal sendiri atau equity (bentuknya saham preferen, saham biasa dan laba ditahan). Untuk memperoleh modal tersebut tentu memerlukan biaya yang harus diperhitungkan oleh perusahaan.
Biaya modal dihitung berdasarkan biaya modal dari masing-masing komponen dan keseluruhan biaya modal tersebut akan membentuk biaya penggunaan modal secara keseluruhan (overall cost of capital, average cost of capital, weighted cost of capital). Biaya modal sangat penting untuk menentukan layak tidaknya suatu investasi pada capital budgeting.
Pada umumnya komponen Biaya Modal (Cost of Capital) terdiri dari Cost of Debt (biaya hutang) dan Cost of Equity (biaya modal sendiri).
Untuk menghitung biaya modal dapat di gunakan rumus berikut:
Dimana :
- Kd = Biaya hutang jangka panjang sebelum pajak
- Ki = Kd (1-t) Biaya hutang jangka panjang sesudah pajak
- i = Besarnya bunga obligasi yang dibayar
- N = Nilai hutang jangka panjang (obligasi ) yan diterima pada akhir umurnya.
- Nb = Penerimaan bersih obligasi dari penjualan.
- N = Usia obligasi.
- t = Tingkat pajak
Contoh soal : PT X menjual obligasi dengan nilai Rp 1.000 perlembar. Bunga pertahun 6% dengan jangka waktu 20 tahun. Penerimaan bersih atas penjualan hanya sebesar Rp 960 perlembar. Tingkat pajak 50%. Berapa Cost of debt ?.
Jawab :
materi selengkapnya dapat di download pada halaman ini -
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH :
KELOMPOK 1 LIHAT PADA PETERMUAN 5
KELOMPOK 2 LIHAT PADA PETERMUAN 5
KELOMPOK 3 SEBAGAI BEIKUT
NO NPM NAMA POKOK BAHASAN 1 1912120006 DWI NURBAITI 3 Biaya Modal, Suku Bunga dan Obligasi 2 1912120060 ENGELINA 3 1812120146 FEBRI RIYANTO 4 1812120069 FEBY FARAMITA 5 1912120138 WIYANDANIS ESTRI 6 1812120139 IVAN REYNALDI -
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Impian bisa kamu wujudkan dengan jalan pikirmu, karena ketika kamu bisa membayangkan impianmu, maka itu akan semakin dekat denganmu dan bisa tercapai."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
PENILAIAN SAHAM DAN KEBIJAKAN DIVIDEN
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penentuan nilai suatu saham dan penentuan berapa besar bagian laba bersih perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen
Indikator Penilaian
Dapat menjelaskan penentuan nilai suatu saham dan penentuan berapa besar bagian laba bersih perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
- Pendekatan penilaian saham biasa
- Ciri-ciri saham biasa dan saham istimewa
- Kebijakan dividen dan permasalahannya
- Teori kebijakan dividen
- Beberapa aspek kebijakan dividen
- Dividen saham (stock dividend)
- Pemecahan saham (stock split)
- Pembelian saham kembali (repurchase of stock)
Nasehat
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
PENILAIAN SAHAM
KARATERISTIS SAHAM BIASA
Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas. Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya.
Secara sederhana, saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan..
Diantara surat-surat berharga yang diperdagankan di pasar modal, saham biasa (common stock) adalah yang paling dikenal masyarakat. Diantara emiten (perusahaan yang menerbitkan surat berharga), saham biasa juga merupakan yang paling banyak digunakan untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi saham biasa paling menarik, baik bagi pemodal maupun bagi emiten.
Jenis SahamSaham yang umum dikenal adalah saham biasa, tetapi jenis saham ada 2 yaitu :
1. Saham biasa
Saham biasa adalah saham yang menempatkan pemiliknya paling terakhir terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi karena pemilik saham biasa ini tidak memiliki hak-hak istimewa. Pemilik saham biasa juga tidak akan memperoleh pembayaran dividen selama perusahaan tidak memperoleh laba.
Setiap pemilik saham memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham /RUPS dengan ketentuan one share one vote. Pemegang saham biasa memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya dan memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang lain.
Karakteristik Saham biasa (Common Stock)
- Umumnya jika orang berbicara mengenai saham perusahaan berarti yang dimaksudkannya adalah saham biasa.
- Harapan investor memiliki saham biasa adalah pembagian deviden atau memperoleh capital gain jika terjadi kenaikan harga.
- Merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling akhir atas pembagian deviden dan hak paling akhir atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut jatuh/rugi.
- Deviden dibayarkan selama perusahaan memperoleh keuntungan.
- Setiap pemegang saham memiliki hak suara dalam RUPS.
- Setiap pemegang saham berhak mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang lain.
Jenis-jenis saham biasa:
- Saham terklasifikasi, yakni saham biasa yang diberikan penamaan khusus seperti saham kelas A (biasanya dijual untuk public), saham kelas B (biasanya untuk pendiri perusahaan) dan seterusnya , untuk memenuhi berbagai kebutuhan perusahaan.
- Saham Pendiri, yakni saham yang dimiliki oleh pendiri perusahaan yang memiliki hak suara tunggal tetapi tidak menerima dividen selama beberapa tahun yang telah ditentukan.
2. Saham Preferen
Saham preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Persamaan saham preferen dengan obligasi terletak pada 3 (tiga) hal yaitu ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku dari saham dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan dengan saham biasa.
Saham preferen lebih aman dibandingkan dengan saham biasa karena memiliki hak klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen terlebih dahulu Akan tetapi saham preferen mempunyai kelemahan yaitu sulit untuk diperjualbelikan seperti saham biasa, karena jumlahnya yang sedikit.
Keuntungan Berinvestasi di saham
Keuntungan yang menjadi daya tarik dari investasi saham adalah menerima dividen dan mendapatkan capital gain.- Dividen
Dividen adalah keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Biasanya dividen dibagikan setelah adanya persetujuan pemegang saham dan dilakukan setahun sekali. Agar investor berhak mendapatkan dividen, pemodal tersebut harus memegang saham tersebut untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen. Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa dividen tunai yaitu uang atau dividen saham dimana pemegang saham mendapatkan jumlah saham tambahan sesuai porsi saham yang dimiliki.
- Capital gain
Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual saham pada saat transaksi. Capital gain terbentuk karena aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Di pasar sekunder tersebut, harga saham sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Faktor nilai saham yang dihitung berdasarkan asset perusahaan belum tentu berpengaruh banyak pada harga riil saham di pasar modal karena ada faktor lain yang mempengaruhi seperti spekulasi, sentimen pasar, ekspektasi dan potensi perusahaan di masa depan, peraturan pemerintah dan pemegang kendali manajemen perusahaan. Contoh capital gain adalah sebagai berikut : Anda membeli saham PT ΓÇ£MMMΓÇ¥ dengan harga per sahamnya Rp 2.000 dan menjual dengan harga Rp 2.200 berarti Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 200 per lembar sahamnya. Umumnya investor jangka pendek (termasuk spekulan) mengharapkan keuntungan dari capital gain.
Saham dikenal memiliki karakteristik high risk-high return. Artinya mempunyai peluang keuntungan yang tinggi namun juga memiliki potensi risiko yang tinggi. Saham memungkinkan pemodal mendapatkan keuntungan (capital gain) dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan berfluktuasinya harga saham, saham juga dapat membuat investor mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.Jadi bila Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham, yang perlu ditelaah ulang adalah tingkat risiko yang terkandung (high risk) sesuai dengan tingkat risiko yang bisa Anda tanggung. Dan niat yang benar adalah kunci utama kesediaan anda untuk berinvestasi di saham.
Sebagai investor, terdapat 3 alasan mengapa Anda memilih untuk membeli saham tertentu, yaitu :
- Penghasilan / Income.
Niat Anda dalam berinvestasi dalam saham adalah mendapatkan pendapatan yang tetap dari hasil investasi pertahunnya. Apabila niat ini yang Anda miliki, maka anda bisa membeli saham pada perusahaan yang sudah mapan dan memberikan dividen secara regular dan prospek masa depan yang cerah
- Pertumbuhan / Growth.
Apabila niat Anda adalah investor untuk jangka panjang dan memberikan hasil yang besar di masa datang, berinvestasi pada saham perusahaan yang sedang berkembang memberikan keuntungan yang besar, karena kebijakan dari perusahaan yang sedang berkembang biasanya keuntungan perusahaan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan tersebut maka perusahaan tidak memberikan dividen bagi investor. Keuntungan bagi investor hanya dari kenaikan harga saham apabila anda menjual saham tersebut di masa datang (kenaikan harga saham yang besar).
- Diversifikasi.
Apabila Anda membeli saham untuk kepentingan portofolio anda maka harus hati-hati dalam melengkapinya. Apakah Anda memerlukan saham untuk pendapatan tetap atau membeli obligasi dengan bunga yang diberikan sebagai pendapatan.
Sebelum melakukan investasi saham dalam suatu perusahaan, Anda sangat memerlukan pengetahuan yang luas tentang perusahaan itu. Pertanyaan mengenai perusahaan apa, bidang usaha apa yang digeluti, siapa pemegang manajemen, berapa hutang yang dimiliki oleh perusahaan (debt to equity ratio), bagaimana perkembangan industri di mana perusahaan itu berada, perkembangan perusahaan itu sendiri, dan lain-lain.
Materi selengkapnya anda bisa download di halaman ini
KEBIJAKAN DIVIDEN
Dividen merupakan proporsi laba atau keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah yang diperoleh sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliki pemegang saham dan disesuaikan dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Nilai dan waktu pembayaran dividen ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan nilai yang dibagikan berkisar antara nol hingga berkisar sebesar laba bersih tahun berjalan atau tahun lalu (Aribowo, 2007).
Sedangkan, Kebijakan dividen (dividend policy) adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi dimasa datang.
Kebijakan dividen merupakan bagian dari keputusan pembelanjaan perusahaan, khususnya berkaitan dengan pembelanjaan internal perusahaan. Hal ini karena besar kecilnya dividen yang dibagikan akan mempengaruhi besar kecilnya laba yang ditahan. (I Made Sudana (2011:167))
Laba ditahan (retained earning) merupakan salah satu sumber dana yang paling penting untuk membiayai pertumbuhan perusahaan, sedangkan dividen merupakan aliran kas keluar yang dibayar kepada pemegang saham (equity inventors). Dividen merupakan nilai pendapatan bersih perusahaan setelah pajak dikurangi dengan laba ditahan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai keuntungan dari laba perusahaan (Setiawati, 2012). Rasio pembayaran dividen (dividen payout ratio) yaitu perbandingan antara dividend per share (DPS) dengan Earning Per Share (EPS).
Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya akan mengurangi total sumber dana intern atau internal financing Sebaliknya jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh, maka kemampuan pembentukan dana intern akan semakin besar. (Sartono, 2001 dalam Setiawati, 2012).
MACAM ΓÇô MACAM DIVIDEN
Bentuk-bentuk dividen yang dibagikan perusahaan yaitu :
1) Dividen Tunai
Dividen yang paling umum sering dibagikan dalam bentuk kas. Bagi pimpinan perusahaan yang akan membagikan dividen dalam bentuk ini harus mempertimbangkan ketersediaan kas sebelum membuat pengumuman adanya dividen tunai, apakah jumlah kas yang ada mencukupi untuk pembagian dividen tersebut.
2) Dividen Asset Selain Kas (property dividend)
Kadang-kadang dividen dibagikan dalam bentuk asset selain kas, dividen dalam bentuk ini disebut property dividend. Asset yang dibagikan bisa berbentuk surat- surat berharga perusahaan lain yang dimiliki oleh perusahaan, barang dagangan atau asset lain. Pemegang saham akan mencatat dividen yang diterimanya ini sebesar harga pasar aset tersebut. Akan tetapi perusahaan yang membagikan property dividend akan mencatat dividen ini sebesar nilai buku aset yang dibagikan.
3) Dividen Utang (Scrip Dividend)
Dividen utang (Scrip Dividend) timbul apabila laba tidak dibagi itu saldonya tidak mencukupi untuk pembagian dividen, tetapi saldo kas yang ada tidak cukup. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan akan mengeluarkan Scrip Dividend yaitu janji tertulis untuk membayar jumlah tertentu diwaktu yang akan datang.
4) Dividen Likuidasi
Dividen likuidasi adalah dividen yang sebagian merupakan pengembalian modal. Dividen likuidasi ini dicatat dengan mendebit rekening pengembalian modal yang dalam neraca laporkan sebagai pengurang modal saham. Apabila perusahaan membagikan dividen likuidasi, pemegang saham harus diberitahu mengenai berapa jumlah pembagian laba dan berapa yang merupakan pengembalian modal.
5) Dividen Saham (Stock Dividend)
Dividen saham adalah pembagian tambahan saham tanpa dipungut pembayaran kepada pemegang saham, sebanding dengan saham-saham yang dimilikinya.
MACAM ΓÇô MACAM KEBIJAKAN DIVIDEN
Kebijakan dividen yang dilakukan perusahaan bentuknya bisa bermacam-macam. Menurut Bambang Riyanto (2008:269) menyatakan bahwa ada macam-macam kebijakan dividen yang dilakukan oleh perusahaan antara lain sebagai berikut:
1) Kebijakan dividen yang stabil
Banyak perusahaan yang menjalankan kebijakan dividen yang stabil, artinya jumlah dividen perlembar yang dibayarkan setiap tahunnya relatif tetap selama jangka waktu tertentu meskipun pendapatan per lembar saham setiap tahunnya berfluktuasi.
2) Kebijakan dividen dengan penetapan jumlah dividen minimal plus jumlah ekstra tertentu
Kebijakan ini menetapkan jumlah rupiah minimal dividen per lembar saham tiap tahunnya. Dalam keadaan keuangan yang lebih baik perusahaan akan membayarkan dividen ekstra diatas jumlah minimal tersebut.
3) Kebijakan dividen dengan penetapan dividen payout ratio yang konstan
Jenis kebijakan dividen yang ketiga adalah penetapan dividen payout ratio yang konstan. Perusahaan yang menjalankan kebijakan ini menetapkan dividen payout ratio yang konstan misalnya 50%. Ini berarti bahwa jumlah dividen per lembar saham yang dibayarkan setiap tahunnya akan berfluktuasi sesuai dengan perkembangan keuntungan netto yang diperoleh setiap tahunnya.
4) Kebijakan dividen yang fleksibel
Kebijakan dividen yang terakhir adalah penetapan dividen payout ratio yang fleksibel, yang besarnya setiap tahun disesuaikan dengan posisi financial dan kebijakan financial dari perusahaan yang bersangkutan.
4. TEORI KEBIJAKAN DIVIDEN
Berbagai pendapat atau teori tentang kebijakan dividen antara lain :
1) Teori Dividen Tidak Relevan dari Modigliani dan Miller
Modigliani dan Miller (MM) berpendapat , nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak (EBIT) dan kelas risiko perusahaan. Jadi menurut MM, dividen adalah tidak relevan untuk diperhitungkan karena tidak akan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Menurut MM kenaikan nilai perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan atau earning power dari asset perusahaan.
Pernyataan MM ini didasarkan pada beberapa asumsi penting yang lemah seperti :
- Pasar modal sempurna dimana para investor rasional.
- Tidak ada biaya emisi saham baru jika perusahaan menerbitkan saham baru.
- Tidak ada pajak baik perorangan maupun pajak penghasilan perusahaan.
- Informasi tentang investasi tersedia untuk setiap individu
Beberapa ahli menentang pendapatan MM tentang dividen tidak relevan dengan menunjukkan adanya biaya emisi saham baru yang akan mempengaruhi nilai perusahaan. Modal sendiri dapat berasal dari laba ditahan dan menerbitkan saham biasa baru. Jika modal sendiri berasal dari laba ditahan, biaya modal sendiri sebesar Ks (Biaya modal sendiri dari laba ditahan). Tapi bila berasal dari saham biasa baru, biaya modal sendiri adalah Ke (biaya modal sendiri dari saham biasa baru).
Jika ada pajak maka penghasilan investor dari dividen dan dari capital gains (kenaikan harga saham) akan dikenai pajak. Seandainya tingkat pajak untuk dividen dan capital gains adalah sama, investor cenderung lebih suka menerima capital gains dari pada dividen karena pajak pada capital gains baru dibayar saat saham dijual dan keuntungan diakui.
Teori The Bird in The Hand
Bird in The Hand Gordon dan Lintner menyatakan bahwa biaya modal sendiri perusahaan akan naik jika Dividend Payout
Payout rendah karena investor lebih suka menerima dividen dari pada capital gains. Menurut mereka, investor memandang dividend yield lebih pasti dari pada capital gains yield. Perlu diingat bahwa dilihat dari sisi investor, biaya modal sendiri dari laba ditahan
(Ks) adalah tingkat keuntungan yang disyaratkan investor pada saham. Ks adalah keuntungan dari dividen (dividend yield)
ditambah keuntungan dari capital gainsTeori Perbedaan Pajak
Perbedaan Pajak
Teori ini diajukan oleh Litzenberger dan Ramaswamy. Menyatakan bahwa karena adanya pajak terhadap keuntungan dividen dan capital gains, para investor lebih menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran pajak. Oleh karena itu investor mensyaratkan
suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang memberikan dividend yield tinggi, capital gains yield yield rendah dari
pada saham dengan dividend yield rendah, capital gains yield tinggi. Jika pajak atas dividend lebih besar dari pajak atas capital gains, perbedaan ini akan makin terasa.Teori Signaling Hypothesis
Signaling Hypothesis Terdapat bukti empiris bahwa jika ada kenaikan dividen, sering diikuti dengan kenaikan harga saham. Sebaliknya pernurunan deviden pada umumnya menyebabkan harga saham turun. Fenomena ini dapat dianggap sebagai bukti bahwa para investor
Materi selengkapnya anda bisa download pada halaman ini -
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH : KELOMPOK 4 4. Penilaian Saham dan Kebijakan Dividen TERDIRI DARI:
1812120073 FERNANDA ABI YOGA 4. Penilaian Saham dan Kebijakan Dividen 1912120086 HILEN JULIANTI 1912128025P I KADEK AGUS HADI
SUARCANA1912120014 ILHAM WILLY DARMAWAN
MAKALAH DAN PPTNYA DI ULOAD PADA LAMAN INI -
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Impian bisa kamu wujudkan dengan jalan pikirmu, karena ketika kamu bisa membayangkan impianmu, maka itu akan semakin dekat denganmu dan bisa tercapai."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-

SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menjawab SOAL UTS pada hari ini , aamiin
-
-
-
-
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini." - Malcolm X"
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Penganggaran Modal
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penganggaran modal (capital budgeting) terkait pengambilan keputusan investasi jangka panjang
Indikator Penilaian
Dapat menjelaskan perancangan anggaran modal (capital budgeting) terkait pengambilan keputusan investasi jangka panjang
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
a. Menyusun kerangka strategik keputusan penganggaran modal
b. Macam-macam keputusan penganggaran modal
c. Estimasi arus kas (cash flow)
d. Metode penilaian usulan investasi
e. Perbandingan hasil evaluasi proyek yang bersifat mutually exclusive
f. Proyek dengan umur berbeda
g. Capital rationinguntuk proyek dengan ukuran berbedaNasehat
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
Perusahaan mengadakan investasi dalam aktiva tetap dengan harapan memperoleh kembali dana yang diinvestasikan tersebut seperti halnya pada aktiva lancar. Perbedaannya adalah pada jangka waktu. Cara kembalinya dana yang diinvestasikan dalam kedua golongan aktiva tersebut. Keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai dana dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu satu tahun disebut penganggaran modal atau Capital.
Capital assets adalah aset yang dimiliki perusahaan dengan usia atau masa pemanfaatan lebih dari setahun. Biasanya dana atau biaya yang dikelola untuk menangani aset ini sangat besar. Sehingga teknik penganggaran modal ini sifatnya sangat penting.
Contoh Capital Budgeting adalah pengeluaran dana untuk aktiva tetap yaitu tanah, bangunan, mesin-mesin dan peralatan. Penganggaran modal menjelaskan tentang perencanaan jangka panjang untuk merencanakan dan mendanai proyek besar jangka panjang. Dalam konteks sebuah negara atau pemerintahan, penganggaran modal memiliki implikasi dua hal yaitu sebagai instrumen kebijakan fiskal dan untuk meningkatkan kekayaan bersih dari pemerintah. Dan untuk hal-hal terlentu merupakan alat pembangunan daerah. Fungsi dari melakukan Capital Budgeting, antara lain untuk mengidentifikasi investasi yang potensial. Apabila telah ditemukan, teknik ini dapat pula digunakan untuk memilih alternative investasi. Setelah dipilih, kemudian dapat dilakukan audit dalam pelaksanaannya.
ARTI PENTING CAPITAL BUDGETING
Secara Umum, Arti penting dari Capital Budgeting adalah
- Jangka waktu tertanamnya aset yang lama membuat perusahaan perlu memikirkan sumber dana lain bagi kebutuhan yang lain.
- Investasi dalam aktiva tetap menyangkut dua hal:
- BiIa investasi yang terlampau besar akibatnya adalah banyak peralatan yang tidak beroperasi.
- Bila investasi yang terlampau kecil sehingga kekurangan peralatan akibatnya adalah perusahaan bekerja dengan harga pokok yang terlalu tinggi sehingga mengurangi daya saing.
- Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar yang tidak bisa diperoleh dalam jangka waktu yang pendek atau sekaligus, sehingga perlu adanya ketelitian dalam melakukan perhitungan.
- Kesalahan dalam melakukan penghitungan berarti berakibat panjang sehingga kerugian besar pasti terjadi.
Materi selengkapnya dapat di download pada lamat ini
(MATERI TAMBAHAN)
-
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH : KELOMPOK 5 TERDIRI DARI
1812120127 INTAN SARI ARUM KUSUMA 5. Penganggaran Modal 1912120020 IVY ALLEN 1912120010 JONATHAN SYARIEF 1812120001 KEVIN -
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Impian bisa kamu wujudkan dengan jalan pikirmu, karena ketika kamu bisa membayangkan impianmu, maka itu akan semakin dekat denganmu dan bisa tercapai."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Struktur Modal dan Leverage :
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penganggaran modal (capital budgeting) terkait pengambilan keputusan investasi jangka panjang
Indikator Penilaian
┬╖ Dapat menjelaskan analisis struktur modal dan leverage dalam mengambil keputusan pembelanjaan serta dampak dan pengaruhnya
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
a. Struktur modal
b. Pendekatan laba bersih (nett income approach)
c. Pendekatan tradisional (traditional approach)
d. Modigliani miller positifNasehat
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
STRUKTUR MODAL DAN LEVERAGE
STRUKTUR MODAL
Pengertian Struktur Modal
Struktur modal merupakan bauran atau perpaduan dari utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa (saham biasa dan laba ditahan) yang dikehendaki perusahaan dalam struktur modalnya.Struktur modal adalah keputusan dalam mengambil keputusan pembiayaan perusahaan karena secara langsung berakibat terhadap biaya modal, keputusan investasi dan meningkatkan nilai perusahaanStruktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek.Sedangkan modal sendiri terbagi atas modal saham dan laba ditahan.
Sasaran Struktur Modal
Yaitu suatu struktur yang akan memaksimalkan harga saham perusahaan atau nilai perusahaanTingkat sasaran bisa dalam rentang nilai, misal Utang 40% – 50%Atau bisa berupa angka tetap, misal Utang 45%Jika rasio utang aktual di bawah tingkat sasaran, maka perusahaan akan menghimpun modal dengan menerbitkan utang, dan sebaliknya, jika ternyata rasio utang aktual di atas tingkat sasaran maka perusahaan akan menggunakan ekuitas (modal sendiri)Contoh Struktur ModalStruktur Modal tersebut mencerminkan bahwa perusahaan menggunakan pembiayaan atau pendanaan perusahaannya dari:Equity (Ekuitas/Modal Sendiri) sebesar 74,23%Debt (Hutang) sebesar 25,76%  Hutang merupakan Modal Asing/Modal Pinjaman
Contoh Struktur ModalStruktur Modal tersebut mencerminkan bahwa perusahaan menggunakan pembiayaan atau pendanaan perusahaannya terdiri dari:Equity Capital (Modal Ekuitas  Saham Biasa)Prefered Stock (Saham Preferen)Hutang (Debt)Sumber Lainnya (Other sources)
Penentuan Struktur Modal
Penentuan struktur modal akan melibatkan pertukaran antara risiko dan pengembalian (return):Menggunakan utang dalam jumlah yang lebih besar akan meningkatkan risiko yang ditanggung pemegang sahamNamun di sisi lain, Menggunakan lebih banyak utang pada umumnya akan meningkatkan perkiraan pengembalian (return) atas ekuitasJENIS-JENIS MODALDapat dilihat dari NERACA di sebelah PASSIVA (di sisi kanan)AktivaHutang lancarHutang jangka panjangModal Pemegang saham1. Saham preferen2. Saham biasa3. Laba ditahanModalPinjamanSendiriTotal
Resiko Bisnis dan Risiko Keuangan
Risiko BisnisAdalah risiko yang berkaitan dengan proyeksi pengembalian atas ekuitas (ROE) suatu perusahaan di masa yang akan datang, dengan asumsi bahwa perusahaan tidak menggunakan hutangRisiko KeuanganAdalah Riisiko yang ditanggung pemegang saham yang melebihi risiko bisnis yang mendasar, sebagai akibat dari penggunaan leverage keuangan
Slide Materi dapat di Download Pada Laman ini -
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH : KELOMPOK 6 TERDIRI DAR:
1812120006 MEGA PURNAMA SARI 6 Struktur Modal dan Leverage 1812120132 MEY AYU LESTARI 1812120017 NI MADE PADMA JURITA 1812120118 NIKEN SALSABILLAH 1912120101 SURYA FEBRIANA 1912129013P TAMI ASMALA -
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Impian bisa kamu wujudkan dengan jalan pikirmu, karena ketika kamu bisa membayangkan impianmu, maka itu akan semakin dekat denganmu dan bisa tercapai."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Struktur Modal dan Leverage :
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penganggaran modal (capital budgeting) terkait pengambilan keputusan investasi jangka panjang
Indikator Penilaian
┬╖ Dapat menjelaskan analisis struktur modal dan leverage dalam mengambil keputusan pembelanjaan serta dampak dan pengaruhnya
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
- Pajak dan struktur modal
- Pengaruh biaya kebangkrutan terhadap tingkat pengembalian modal sendiri
- Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan jika ada pajak dan biaya kebangkrutan
- Pengertian dan macam-macam leverage
- Dampak financial leverage terhadap profitabilitas
- Hubungan financial leverage terhadap operating leverage
- Struktur modal dalam praktik
Nasehat
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
Leverage Keuangan (Finansial Leverage)
- Adalah prosentase perubahan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa sebagai akibat adanya perubahan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dalam prosentase tertentu
- Pembiayaan sebagian dari aset perusahan dengan surat berharga yang mempunyai tingkat bunga yang tetap (terbatas) dengan mengharapkan peningkatan yang luar biasa pada pendanaan bagi pemegang saham
- Besar kecilnya leverage finansial dihitung dengan DFL (Degree of Financial Leverage).
- DFL menunjukkan seberapa jauh perubahan EPS karena perubahan tertentu dari EBIT.
- Makin besar DFL nya, maka makin besar risiko finansial perusahaan tersebut.
- Dan perusahaan yang mempunyai DFL yang tinggi adalah perusahaan yang mempunyai utang dalam proporsi yang lebih besar
•DFL= (prosentase perubahan EPS)/(prosentase perubahan EBIT) = (% Δ EPS)/(% Δ EBIT)
•DFL= ((Δ EPS)/EPS )/((Δ EBIT)/EBIT)= EBIT/(EBIT-1)= (S-VC-FC)/(S-VC-FC - I)
ΓÇóDFL pada level EBIT = EBIT/( EBIT - I - D/( 1-T ))
ΓÇóKeterangan:
ΓÇóI = Interest per tahun
ΓÇóD = DividenMateri selengkapnya bisa di downloan pada laman ini https://lms.darmajaya.ac.id/mod/glossary/view.php?id=143623
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
PENDANAAN JANGKA PANJANG
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan beberapa alternative sumber dana jangka panjang dan sewa guna (leasing)
Indikator Penilaian
menjelaskan penentuan sumber dana jangka panjang dan sewa guna (leasing) dengan beberapa alternative
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
a. Pendanaan jangka panjang
b. Modal venturaNASEHAT
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
Sumber dana jangka panjang adalah pendanaan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang pengembaliannya dalam jangka waktu yang lama dan manfaat yang akan dirasakan dalam waktu yang lama juga.
Umumnya sekitar 5 hingga 10 tahun periode.
Alasan manajemen keuangan perusahaan memerlukan pendanaan jangka panjang adalah:- Kebutuhan dana dalam jumlah besar yang dibutuhkan untuk investasi perusahaan
- Laba ditahan peruahaan tidak mencukupi atau tidak ada untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perusahaan.
Misalnya sebuah perusahaan yang ingin melakukan pengembangan usaha seperti ingin membeli aset tetap berupa tanah, mesin atau pembangunan pabrik baru akan memerlukan tambahan dana segar dalam jumlah yang besar
Pendanaan jangka pendek tentu tidak akan sanggup mengatasinya karena jumlahnya yang relatif kecil. Maka dibutuhkan sumber dana jangka panjang untuk memenuhinya.
Jenis Pendanaan Jangka PanjangSumber dana jangka panjang bisa dikelompokkan menjadi dua jenis. Pertama, pendanaan jangka panjang yang diperoleh dari UTANG. dan yang kedua pendanaan diperoleh dari MODAL.- Sumber Dana dari Utang
Utang disini adalah utang jangka panjang (loan), perusahaan meminjam dana kepada pihak lain (kreditur) dan melunasi kembali pinjaman pokok beserta biayanya (bunga) dalam tempo waktu yang lama.Pendanaan jangka panjang dari utang contohnya:- Kredit Investasi
- Hipotik
- Obligasi
- Kredit Investasi
Kredit investasi merupakan salah satu alternatif sumber dana jangka panjang yang difasilitasi oleh lembaga perbankan. Ada beberapa hal yang akan diperhatikan oleh perbankan sebagai kreditur dalam memutuskan pengajuan kredit investasi diterima atau tidak.- Kelayakan investasi yang akan dijalankan
- Arus kas investasi yang akan dijalankan
- Jangka waktu peminjaman
- Nominal pembayaran pinjaman disetiap periode
- Tingkat bunga
- Biaya tambahan atau denda jika telat bayar atau bayar lebih awal
- Hipotik
Hipotik adalah salah satu jenis pendanaan jangka panjang berbentuk utang yang mewajibkan adanya jaminan atau agunan berupa aktiva tetap perusahaan. Aktiva tetap yang dijaminkan contohnya tanah, gedung, pabrik bahkan kapal. Dana yang dipinjam dalam jumlah yang besar, umumnya senilai 70 hingga 90 % dari nilai pasar aktiva tetap yang dijaminkan perusahaan.Ada beberapa hal menarik yang membuat perusahaan memilih opsi pendanaan jangka panjang dari hipotik:
- Perusahaan masih bisa menggunakan aktiva tetap yang dijaminkan. Tapi tidak boleh mengubah dan menjualnya.
- Umumnya bunga hipotik lebih rendah dari instrumen pendanaan jangka panjang yang lain (karena ada jaminan)
- Perusahaan bisa memilih skema suku bunga hipotik. Bunga tetap atau bunga mengambang. Masing masing memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.
- Tempo pembayaran yang relatif lama. Dan bisa mengajukan perpanjangan waktu pembayaran.
Walaupun begitu, ada beberapa hal yang dipertimbangkan yang menjadi kelemahan dari hipotik seperti:- Adanya biaya yang cukup besar dalam perjanjian utang hipotik. Selain biaya bunga hipotik, ada lagi biaya yang harus ditanggung seperti biaya asuransi aktiva tetap yang dijaminkan, biaya appraisal untuk menilai aktiva tetap yang dijaminkan, biaya administrasi, dan biaya notaris yang jika digabungkan akan menjadi nominal yang bahkan lebih besar dari aktiva yang dijaminkan.
- Aktiva yang dijaminkan memang bisa digunakan, tapi ada batasan batasan seperti tidak boleh mengubah, menyewakan dan menjual aktiva tetap.
- Obligasi
Obligasi (bond) adalah alternatif pendanaan jangka panjang berupa sertifikat surat berharga yang berisikan kontrak pengakuan utang oleh penerbit obligasi kepada kreditur (pemberi pinjaman)Perusahaan bisa memilih obligasi sebagai sumber dana jangka panjang dan berkewajiban untuk membayar pokok pinjaman saat jatuh tempo dan membayar bunganya secara berkala pada tanggal yang telah ditetapkan.Obligasi bukan produk perbankan, melainkan produk pasar modal yang berbentuk sekuritas, jadi kreditur selaku pemegang obligasi bisa menjual obligasinya kepada pihak lain dipasar sekunder.Dalam sertifikat obligasi tertulis hal hal mengenai:- Jumlah nominal obligasi
- Tingkat suku bunga (kupon)
- Tanggal jatuh tempo
- Tanggal pembayaran bunga
- Harga penebusan (bila penerbit obligasi ingin membeli kembali)
Pada umumnya utang obligasi tidak disertai jaminan. Walaupun ada yang obligasi yang menyertai jaminan (Obligasi hipotik) tetapi jarang ada.Jatuh tempo obligasi yang lama bisa 10 hingga 30 tahun dan pembayaran bunga biasanya 2 kali dalam satu tahun. Kupon atau bunga obligasi ada berbagai macam, ada bunga mengambang, bunga tetap, dan bahkan obligas tanpa bunga (zero coupon bond).Pendanaan jangka panjang dari modal adalah alternatif selain pendanaan yang dibiayai dari utang. Jadi tidak akan ada bunga dalam skema pendanaan ini. Sumber dana dari modal bisa berpengaruh pada strutur modal perusahaan.- Sumber Dana dari Modal
Contoh sumber dana dari modal adalah penerbitan saham.- Penerbitan Saham
Saham adalah surat berharga atau sekuritas yang merupakan penyertaan modal pada sebuah perusahaan. Perusahaan bisa menerbitkan saham, kemudian saham tersebut dibeli oleh investor, pembeli tersebut otomatis akan menjadi bagian dari pemilik perusahaan.Dana hasil penjualan saham itulah yang nanti akan menjadi sumber keuangan perusahaan.Bertambahnya pemilik perusahaan berarti struktur modal perusahaan juga akan berubah. Struktur modal perusahaan akan berubah sesuai dengan persentase kepemilikan saham baik pemilik baru atau pemilik lama.Penerbitan saham berarti mengajak orang lain "join" berbisnis dengan perusahaan. Tidak utang. Jadi tidak ada kewajiban perusahaan untuk melunasi dan membayar bunga seperti pendanaan dari utang.Karena join usaha ini, maka laba yang dihasilkan akan dibagikan kepada pemegang saham secara adil melalui pembagian dividen (jika dibagikan). Pemegang saham berhak mendapatkan bagian laba perusahaan.
Selain itu, pemegang saham bisa menjual saham tersebut kembali ke pasar modal dan berharap bisa mendapatkan capital gain atau selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli saham.Materi selengkapnya dapat di baca pada laman ini : -
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH :
1812120137 NURUL AINI 7 Pendanaan Jangka Panjang dan Leasing 1912120029 NYOMAN YELLY
DESTAVIANUS1812120099 OKTA DAYU ANNISA 1812120019 OLIVIA OCHA NAFTALI 1812120152 VALENSIA MAHDALENA Pendanaan Jangka Panjang dan Leasing 1812120142 VINDI MILENA PUTRI -
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Impian bisa kamu wujudkan dengan jalan pikirmu, karena ketika kamu bisa membayangkan impianmu, maka itu akan semakin dekat denganmu dan bisa tercapai."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Leasing
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan beberapa alternative sumber dana jangka panjang dan sewa guna (leasing)
Indikator Penilaian
menjelaskan penentuan sumber dana jangka panjang dan sewa guna (leasing) dengan beberapa alternative
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
- Pengertian dan macam leasing
- Evaluasi leasing atau membeli
NASEHAT
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
SEWA GUNA USAHA (LEASING)
PENGERTIAN LEASING : FASB-13: (Financial Accounting Standard Board)
Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian penyediaan barang-barang modal yang digunakan untuk suatu jangka waktu tertentu.IAS-17 : (International Accounting Standard)Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian dimana lessor menyediakan barang (asset) dengan hak penggunaan oleh lessee dengan imbalan pembayaran sewa untuk suatu jangka waktu tertentu.Keputusan Menteri Keuangan no 1169/KMK.01/1991, 21 Nov 1991 :
Sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkalaSejarah Leasing di Indonesia
Lembaga pembiayaan yang pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Indonesia adalah kegiatan sewa guna usaha leasing pada tahun 1974 ,dengan dikeluarkannya Surat Keputusan bersama Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan dengan nomor masing-masing 122/1974,32/1974 dan 30/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang Perijinan usaha leasing.Dasar Hukum Leasing di Indonesia
SKB Menkeu dan Menperin dan Mendag No. 122/MK/2/1974, No. 32/M/SK/1974, DAN NO.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari tentang Perijinan Usaha Leasing.SK MenKeu No. 650/MK/IV/5/1974 tentang Penegasan Ketentuan Pajak Leasing dan Besarnya Bea Materai terhadap Usaha Leasing.Kep Men Keu No. 1251/KMK.013/1988 tentang Ketentuan Modal Leasing : Perusahaan swasta nasional Rp. 3 milyar, Perusahaan Patungan Indonesia ΓÇô Asing sebesar Rp. 10 milyar, Koperasi sebesar Rp. 3 milyarKeputusan Menteri Keuangan no 1169/KMK.01/1991, 21 Nov 1991 tentang Kegiatan Sewa Guna UsahaCIRI KEGIATAN SEWA GUNA USAHA :
PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM LEASING
Perjanjian antara Lessor dengan LesseeBerdasarkan perjanjian sewa guna usaha, lessor mengalihkan hak penggunaan barang kepada pihak lesseeLessee membayar kepada lessor uang sewa atas penggunaan barang (asset) Lessee mengembalikan barang tersebut kepada lessor pada akhir periode yang ditetapkan lebih dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur ekonomis barang tersebutSetiap transaksi leasing sekurang-kurangnya melibatkan 4 (empat) pihak yang berkepentingan, yaitu : lessor, lessee, supplier, dan bank atau kreditor.
Lessor adalah perusahaan leasing atau pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lessee dalam bentuk barang modal. Lessor dalam financial lease bertujuan untuk mendapatkan kembali biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai penyediaan barang modal dengan mendapatkan keuntungan. Sedangkan dalam operating lease, lessor bertujuan mendapatkan keuntungan dari penyediaan barang serta pemberian jasa-jasa yang berkenaan dengan pemeliharaan serta pengoperasian barang modal tersebut.
Lessee adalah perusahaan atau pihak yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor. Lessee dalam financial lease bertujuan mendapatkan pembiayaan berupa barang atau peralatan dengan cara pembayaran angsuran atau secara berkala. Pada akhir kontrak, lessee memiliki hak opsi atas barang tersebut. Maksudnya, pihak lessee memiliki hak untuk membeli barang yang di-lease dengan harga berdasarkan nilai sisa. Dalam operating lease, lessee dapat memenuhi kebutuhan peralatannya di samping tenaga operator dan perawatan alat tersebut tanpa risiko bagi lessee terhadap kerusakan.
Supplier adalah perusahaan atau pihak yang mengadakan atau menyediakan barang untuk dijual kepada lessee dengan pembayaran secara tunai oleh lessor. Dalam mekanisme financial lease, supplier langsung menyerahkan barang kepada lessee tanpa melalui pihak lessor sebagai pihak yang memberikan pembiayaan. Sebaliknya, dalam operating lease, supplier menjual barangnya langsung kepada lessor dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu secara tunai atau berkala.
Bank. Dalam suatu perjanjian atau kontrak leasing, pihak bank atau kreditor tidak terlibat secara langsung dalam kontrak tersebut, namun pihak bank memegang peranan dalam hal penyediaan dana kepada lessor, terutama dalam mekanisme leverage lease di mana sumber dana pembiayaan lessor diperoleh melalui kredit bank. Pihak supplier dalam hal ini tidak tertutup kemungkinan menerima kredit dari bank, untuk memperoleh barang-barang yang nantinya akan dijual sebagai objek leasing kepada lessee atau lessor.
Materi selengkapnya dapat do download pada laman ini
-
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH
NURUL AINI 7 Pendanaan Jangka Panjang dan Leasing NYOMAN YELLY
DESTAVIANUSOKTA DAYU ANNISA OLIVIA OCHA NAFTALI VALENSIA MAHDALENA Pendanaan Jangka Panjang dan Leasing VINDI MILENA PUTRI -
DEMIKIAN PERTEMUAN KITA PADA HARI INI, SEMOGA APA YANG BAPAK SAMPAIKAN HARINI DAPAT KITA PAHAMI DAN BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA, PESAN BAPAK JANGAN BOSAN UNTUK BELAJAR.
" Karena Anda hari ini masih berada di kampus dan mungkin akan ada di dalam kelas saya, maka status Anda masih mahasiswa. Beberapa semester lagi (pastikan) bahwa Anda akan menjadi sarjana."
Untuk meyempurnakan pertemuan kita hari ini, mari kita tutup dengan

TERIMAKASIH SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
Leasing
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan perkembangan perusahaan dilakukan melalui ekspansi internal atau eksternal
Indikator Penilaian
Dapat menjelaskan perkembangan perusahaan melalui ekspansi dengan berbagai pendekatan
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
EKSPANSI : KONSOLIDASI, MERGER, DAN AKUISISI :
a. Pengertian dan cara melakukan ekspansi
b. Cara melakukan penggabungan dan perlakuan akuntansi
c. Alasan penggabungan perusahaan
d. Penilaian merger dan pendekatan pendapatan
e. Pendekatan merger dengan pendekatan nilai pasar
f. Pendekatan pendapatan ekonomis dan biayaNASEHAT
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
EKSPANSI
Ekspansi perusahaan disebut juga dengan Perluasan Perusahaan. Hal ini diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. Ekspansi bisnis dapat dilakukan dalam beberapa metode, yakni :
KONSOLIDASI
Konsolidasi adalah situasi di mana perusahaan yang terpisah menjadi satu. Kadang-kadang digambarkan sebagai merger, meskipun secara teknis ini adalah dua situasi yang berbeda. Dalam merger, baru bisnis terbentuk ketika satu perusahaan menyerap yang lain, dalam konsolidasi, perusahaan bergabung pada istilah yang relatif sama untuk membentuk satu perusahaan baru. Namun, kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. Konsolidasi dapat juga dikatakan menyatukan seluruh sumber daya, peluang dan kekuatan untuk memenangkan persaingan jangka panjang, Memenangkan persaingan berarti menjadi yang terbaik dalam melayani kebutuhan konsumen/klien saat ini dan dimasa datang.
Konsolidasi dilakukan dengan mengevaluasi kondisi usaha saat ini, diteruskan dengan pengembangan strategi usaha jangka panjang, strategi tersebut dibuat lebih terperinci dalam bentuk perencanaan dengan sasaran bergerak ke jangka menengah dan panjang yang meliputi pengembangan sistem manajemen agar perencanaan dan implementasi bisa sejalan, memberikan perioritas pada pengembangan yang dilakukan secara terus menerus, pengembangan pasar dilakukan sistimatis dan efisiensi menjadi acuan prestasi.
Tujuan Konsolidasi
Secara alamiah usaha yang dimulai dengan skala kecil perorangan mengalami fase-fase perkembangan mulai dari start up, bertahan hidup dan tumbuh. Pada saat perusahaan mencapai periode tumbuh maka perlu dilakukan konsolidasi dengan serius, jika konsolidasi dilakukan setengah hati maka perusahaan akan mengalami stagnasi atau malah mundur. Fase perkembangan usaha ditandai mulai tahap perusahaan yang baru MULAI USAHA dimana perusahaan masih rugi, selanjutnya akan beranjak memasuki PERIODE BERTAHAN HIDUP. Periode ini adalah lanjutan masa belajar bagi perusahaan, kekurangan pengalaman dan jaringan bisnis yang belum tumbuh membuat manajemen sering membuat kesalahan, Periode ini ditandai oleh penjualan belum stabil, naik turun dengan cepat, pasar belum kuat, sales kecil, belum terarah jelas, motivasi mulai labil, sering kali kurang kreatif dan inovatif (produk/pasar), biasanya pengusaha cenderung tertutup, strategi pemasaran lemah atau bahkan tidak ada dan belum ada manajemen usaha (tidak merasa perlu) serta sumber modal yang terbatas mulai menipis.
Setelah perusahaan cukup mengenal lingkungan bisnisnya, jaringan mulai terbentuk, kesalahan operasional mulai berkurang maka perusahaan akan memasuki PERIODE TUMBUH, dengan ciri-ciri penjualan meningkat tajam dengan cepat, sering menolak permintaan, pasar tidak mampu dipenuhi seluruhnya, kapasitas tidak memadai, umumnya ΓÇ£over confidenceΓÇ¥ (investasi tidak tepat), hanya sedikit yang peningkatan penjualannya disebabkan strategi pemasaran yang baik, manajemen produksi tidak mendukung (produk gagal/reject meningkat), manajemen usaha belum teratur, modal kerja tidak pernah cukup, muncul pesaing baru (biasanya harga lebih rendah). Sampai pada satu titik tertentu perusahaan harus melakukan konsolidasi karena kondisi usahanya mulai mengalami kesulitan mempertahankan pertumbuhan penjualan, tingkat pertumbuhan pasar mulai lambat, persaingan yang makin ketat harga, kualitas, pesaing terus bertambah, marjin laba statis. Kondisi ini akan dialami jika strategi pengembangan usaha tidak ada, sasaran masih jangka pendek, umumnya hanya administrasi keuangan yang baik, pengembangan pasar dan produk dilakukan sporadis tidak sistimatis, penjualan tidak naik cenderung statis, produksi dibawah kapasitas bahkan akan cenderung surut jika konsolidasi tidak dilakukan sama sekali, penjualan menurun drastis, tidak mampu lagi bersaing dipasar, likuiditas makin sulit, kapasitas produksi akan terus menurun. Kondisi ini sering terjadi pada usaha kecil yang beranjak menjadi perusahaan menengah.
Permasalahan yang harus dipecahkan pada tahap awal konsolidasi adalah tujuan dan sasaran bisnis yang ingin anda capai dimasa datang atau posisi seperti apa bisnis anda lima atau sepuluh tahun mendatang. Permasalahan dalam menetapkan sasaran bisnis adalah :
- Menarik garis antara sasaran yang ingin dicapai dimasa datang dengan kondisi usaha dan lingkungan usaha saat ini, garis tersebut adalah sasaran antara atau tahap-tahap pengerjaannya.
- Memperkirakan kondisi lingkungan atau peluang dan tantangan dimasa datang sehingga sasaran yang ingin anda capai lebih realistis.
Kelebihan Konsolidasi
- Perusahaan-perusahaan yang melakukan konsolidasi akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk bersaing dengan perusahaan yang lain karena biasanya proses konsolidasi dilakukan oleh lebih dari dua perusahaan yang melebur menjadi satu.
- Dengan melakukan konsolidasi perusahaan yang mengalami kesulitan modal tidak harus dilikuidasi, akan tetapi masih tetap bisa bertahan meski dengan perusahaan yang baru.
Kekurangan Konsolidasi
- Dengan melakukan konsolidasi perusahaan yang lama akan hilang karena melebur menjadi satu; dan
- Untuk mengenalkan perusahaan yang baru (hasil konsolidasi) kepada masyarakat butuh waktu yang relatif lama.
Contoh Konsilidasi :
Keempat Bank tersebut mengalami kesulitan dalam mengentaskan permasalahan financialperusahaanya saat krisis ekonomi melanda Indonesia. Untuk menghentikan usahanya yang selama ini mereka bangun pun merupakan hal yang sayang untuk dilakukan. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk dapat melakukan protect terhadap kemungkinan yang terjadi akibat krisis adalah bersatu padu dengan bank yang lain dengan melakukan kerjama dalam bentuk konsolidasi. Kerjasama dalam bentuk konsolidasi ini bisa terjadi ketika sekelompok perusahaan yang mempunyai motif yang sama dalam meraih kehidupan baru bersama di masa akan datang. Sehingga keempat Bank tersebut melebur menjadi satu dengan nama menjadi Bank Mandiri.
Alasan Perusahaan Melakukan Konsolidasi
Untuk memutuskan bergabung dengan perusahaan lain bukan¬lah perkara yang mudah. Keputusan bergabung diambil karena suatu alasan yang sangat kuat. Jadi sebelum melakukan penggabungan badan usahanya, setiap perusahaan tentu mempunyai maksud ter¬tentu yang ingin dicapainva. Demikian pula jenis penggabungan yang akan dipilih juga dilakukan dengan berbagai macam pertimbangan. Terdapat beberapa alasan suatu bank atau suatu perusahaan untuk melakukan penggabungan secara Konsolidasi. Alasan yang biasa dipakai yaitu antara lain :
- Masalah Kesehatan
Apabila bank sudah dinyatakan tidak sehat oleh Bank Indonesia setelah melalui beberapa perbaikan sebelumnya, maka sebaik¬nya bank tersebut melakukan penggabungan. Pilihan pengga¬bungan tentunya dengan bank yang sehat. Jika bank yang diga¬bungkan sama-sama dalam kondisi tidak sehat maka sebaiknya pilihan penggabungan adalah konsolidasi atau dapat pula diakuisisi oleh bank lain yang sehat.
- Masalah Permodalan
Apabila modal suatu bank dirasakan kecil sehingga sulit untuk melakukan perluasan usaha, maka bank dapat bergabung dengan satu atau beberapa bank sehingga modal dimiliki menjadi be¬sar. Sebagai contoh Bank Maras hanva memiliki modal 5 milyar dengan 12 buah cabang bergabung dengan Bank Mangkol yang memiliki modal 10 milyar clan memiliki 20 cabang. Gabungan kedua bank tersebut sekarang memiliki modal 15 milyar dan 32 cabang. Dengan adanya penggabungan atau usaha peleburan otomatis lebih mudah untuk mengembangkan usahanya. Yang jelas setelah melakukan penggabungan modal dan cabang dari beberapa bank yang ikut bergabung akan bertambah besar.
- Masalah Manajemen
Manajemen bank yang sembrawut atau kurang profesional se¬hingga, perusahaan terus merugi dan sulit untuk berkembang. Jenis bank inipun sebaiknya melakukan penggabungan usaha atau peleburan usaha dengan bank yang lebih profesional yang terkenal dengan kualitas manajemennya.
- Teknologi Administrasi
Bank yang menggunakan teknologi yang masih tradisional sa¬ngat menjadi masalah. Dalam perkembangan yang sedemikian cepat diperlukan teknologi yang canggih. Untuk memperoleh teknologi yang canggih diperlukan modal yang tidak sedikit. Ja¬Ian keluar yang dipilih adalah melakukan penggabungan dengan bank yang sudah memiliki teknologi yang canggih. Demikian pula bagi bank yang kurang teratur dan masih tradisional dalam hal administrasinya, sebaiknya bank melakukan penggabungan atau peleburan sehingga diharapkan administrasinya menjadi lebih baik.
- Ingin Menguasai Pasar
Tujuan ingin menguasai pasar tidak diumumkan secara jelas kepada pihak luar dan biasanya hanya diketahui oleh mereka yang hendak ikut bergabung. Dengan adanya penggabungan dari beberapa bank, maka jumlah cabang dan jumlah nasabah yang dimiliki bertambah. Tujuan ini juga dilakukan untuk meng¬hilangkan atau melawan pesaing yang ada.
MERGER
Merger adalah salah satu strategi ekspansi perusahaan atau restrukturisasi perusahaan dengan cara menggabungkan dua perusahaan atau lebih. Dalam merger hanya ada satu perusahaan yang dibiarkan hidup, sementara perusahaan lainnya dibubarkan tanpa likuidasi.
Contoh : penggabungan tiga perusahaan farmasi pada tahun 2005 yaitu PT Kalbe Farma Tbk, PT Dankos Laboratories Tbk, dan PT Enseval. Dalam penggabungan ini, badan hukum yang dipertahankan adalah PT Kalbe Farma Tbk, sedangkan kedua perusahaan lainnya dibubarkan. Semua aset dan kewajiban perusahaan yang menggabungkan diri (PT Dankos dan PT Enseval) selanjutnya akan beralih ke dalam PT Kalbe Farma. Karena PT Kalbe Farma dan PT Dankos sudah menjadi perusahaan terbuka yang menjual sahamnya di Pasar Modal Indonesia, proses mergernya juga wajib dilakukan menurut aturan Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam).
Merger terbagi menjadi 3, yaitu:
- Merger Horizontal adalah merger yang dilakukan oleh usaha sejenis (usahanya sama), misalnya merger antara dua perusahaan roti, perusahaan sepatu.
- Merger Vertikal adalah merger yang terjadi antara perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi yang berurutan. Contohnya: perusahaan pemintalan benang merger dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger dengan perusahaan mobil.
- Merger Konglomerat adalah merger antara berbagai perusahaan yang menghasilkan berbagai produk yang berbeda-beda dan tidak ada kaitannya, misalnya perusahaan sepatu merger dengan perusahaan elektronik atau perusahaan mobil merger dengan perusahaan makanan. Tujuan utama konglomerat ialah untuk mencapai pertumbuhan Badan Usaha dengan cepat dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Caranya ialah dengan saling bertukar saham antara kedua perusahaan yang disatukan.
Tujuan Merger antara lain:
- Diversifikasi untuk pertumbuhan.
- Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
- Perluasan,penyempurnaan,atau komplementasi lini produk.
- Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
- Penciptaan atau perolehan lini produk baru.
- Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
- Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
- Memperbaiki manajemen.
- Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.
Syarat Merger:
Hazel J.Johnson (1995) menyatakan, prasyarat yang harus dianalisis terlebih dahulu dari kedua Bank yang akan melakukan merger adalah:
- Kondisi keuangan masing-masing Bank, merger sesama bank sehat atau karena collapse.
- Kecukupan modal
- Manajemen, baik sebelum atau sesudah merger
- Apakah merger dapat memberi manfaat bagi pengguna jasa Bank tersebut.
Kelebihan Konsolidasi
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding pengambilalihan yang lain (Harianto dan Sudomo, 2001, p.641)
Kekurangan Konsolidasi
Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)
Alasan Mengapa Perusahaan Melakukan Merger
Pada umumnya tujuan dilakukannya merger adalah mendapatkan sinergi atau nilai tambah. Keputusan untuk merger harus menjadikan dua tambah dua sama dengan lima. Nilai tambah yang dimaksud adalah lebih bersifat jangka panjang dibanding nilai tambah yang bersifat sementara saja. Oleh karena itu, ada tidaknya sinergi suatu merger tidak bisa dilihat sesaat setelah merger itu terjadi, tetapi diperlukan waktu yang cukup panjang. Sinergi yang terjadi sebagai akibat dari penggabungan usaha bisa berupa turun naiknya skala ekonomis, maupun sinergi keuangan yang berupa kenaikan modal. Adapun beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan melalui merger, yaitu:
- Pertumbuhan atau diversifikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki resiko adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan.
- Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan.
- Meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.
- Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli.
- Pertimbangan pajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi. Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimalisasi kesejahteraan pemilik.
- Meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.
- Melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. Usaha suatu perusahaan dalam mengambil alih perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang. Oleh karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh perusahaan yang berminat (Gitman, 2003, p.714-716).
AKUISISI
Akuisisi perusahaan secara sederhana dapat diartikan sebagai pengambilalihan perusahaan dengan cara membeli saham mayoritas perusahaan sehingga menjadi pemegang saham pengendali. Dalam peristiwa akuisisi, baik perusahaan yang mengambil alih (pengakuisisi) maupun perusahaan yang diambil alih (diakuisisi) tetap hidup sebagai badan hukum yang terpisah. Istilah akuisisi sendiri berasal dari bahasa Inggris ΓÇ¥acquisitionΓÇ¥ yang dalam sering disebut juga dengan ΓÇ£take overΓÇ¥ . Yang dimaksud dengan ΓÇ¥acquisitionΓÇ¥ atau ΓÇ¥take overΓÇ¥ tersebut ialah pengambilalihan suatu kepentingan pengendalian perusahaan oleh suatu perusahaan lain (one company taking over controlling interest in another company) . Ungkapan take over sendiri terdiri dari ΓÇ¥friendly take overΓÇ¥ (akuisisi bersahabat) atau akuisisi biasa, serta ΓÇ£hostile take overΓÇ¥ (akuisisi tidak bersahabat) atau sering diistilahkan sebagai pencaplokan perusahaan . Pengambilalihan tersebut ditempuh dengan cara membeli hak suara dari perusahaan (the firm voting stock) atau dengan kata lain membeli saham dari perusahaan tersebut. Pengambilalihan perusahaan (akuisisi), sesuai Pasal 1 angka 11 UURI Nomor 40 Tahun 2007 tentang Persoroan Terbatas, adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut. Sementara itu, pengambilalihan (akuisisi), sesuai pasal 1 angka 3 PP Nomor 27 Tahun 1998, adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambilalih perusahaan baik seluruh ataupun sebagian besar saham perseroan yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseroan tersebut.
Pengambilalihan (akuisisi), sesuai pasal 1 angka 3 PP Nomor 57 Tahun 2010, adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk mengambilalih saham badan usaha yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas badan usaha tersebut. Pelaku usaha, sesuai dengan pasal 1 angka 8 PP Nomor 57 Tahun 2010, adalah setiap orang perorangan atau badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan berbagai kegiatan usaha dalam bidang ekonomi.
Contoh : pengambilalihan saham mayoritas pabrik rokok asal Indonesia (PT HM Sampoerna) oleh perusahaan rokok asal Amerika (Philip Morris Ltd). Akibat akuisisi tersebut, kendali perusahaan PT HM Sampoerna tidak lagi berada di tangan keluarga besar Sampoerna tetapi sudah beralih tangan Philip Morris Ltd.
- Layaknya peraturan hukum yang lain, maka dalam peraturan mengenai akuisisi terdapat pula beberapa larangan terkait dengan akuisisi. Karena tidak mungkin aksi korporasi tersebut menimbulkan kerugian bagi pihak-pihak tertentu, dan sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk melindungi kepentingan semua pihak. Dalam UU. No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas terdapat larangan dalam akuisisi yang menyebutkan bahwa perbuatan hukum penggabungan, peleburan, pengambilalihan, atau pemisahan wajib memperhatikan kepentingan pihak-pihak sebagai berikut :
- Perseroan, pemegang saham minoritas, karyawan Perseroan;
- Kreditor dan mitra usaha lainnya dari Perseroan; dan
- Masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha
Tujuan Akuisisi antara lain:
- Membeli product lines untuk melengkapi product lines dari perusahaan yang akan mengambil alih.
- Untuk memperoleh akses pada teknologi baru atau lebih baik pada perusahaan yang menjadi objek pengambilalihan.
- Memperoleh pasar atau pelanggan baru.
- Memperoleh hak pemasaran atau hak produksi yang belum dimiliki.
- Memperoleh kepastian atas pemasokan bahan baku yang kualitasnya baik yang dipasok perusahaan objek akuisisi.
- Melakukan investasi atas keuangan perusahaan yang berlebih dan tidak terpakai.
- Mengurangi atau menghambat persaingan
- Mempertahankan kontinuitas bisnis.
Manfaat Akuisisi
Menurut Shapiro (1991 : 933) dalam Christina (2003 : 12), keuntungan atau manfaat akuisisi adalah sebagai berikut :
- Peningkatan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat dalam bisnis sekarang daripada melakukan pertumbuhan secara internal.
- Mengurangi tingkat persaingan dengan membeli beberapa badan usaha guna menggabungkan kekuatan pasar dan pembatasan persaingan.
- Memasuki pasar baru penjualan dan pemasaran sekarang yang tidak dapat ditembu
- Menyediakan managerial skill, yaitu adanya bantuan manajerial mengelola aset-aset badan usaha.
Kelebihan Akuisisi
Kelebihan ΓÇô kelebihan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut:
- Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm.
- Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.
- Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover).
- Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644).
Kekurangan Akuisisi
Kekurangan ΓÇô kekurangan akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut :
- Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
- Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger.
- Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643).
Alasan Mengapa Perusahaan Melakukan Akuisisi
Penggabungan usaha dapat dilakukan dengan berbagai cara yang didasarkan pada pertimbangan hukum, perpajakan atau alasan lainnya. Di Indonesia didorong oleh semakin besarnya pasar modal, transaksi akuisisi semakin banyak dilakukan dan isu mengenai hal tersebut memang sudah hangat dibicarakan baik oleh para pengamat ekonomi, ilmuwan, maupun praktisi bisnis sejak tahun 1990 (Payamta dan Setiawan,2004). Bostman (1997:3) dalam Dewi (2004) mengungkapkan beberapa alasan mengapa penggabungan usaha dapat menghasilkan nilai :
- Hilangnya biaya tetap yang merupakan duplikasi.
- Kondisi kesinambungan dalam proses produksi.
- Manajemen aktiva lebih efisien.
- Nilai dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan keringanan pajak yang belum digunakan.
Suta (2000) juga mengemukakan alasan-alasan perusahaan melakukan akuisisi yakni:
- Keuntungan dari segi operasi (operating advantage), melalui kemungkinan pencapaian skala ekonomis.
- Keuntungan dari segi finansial (financial advantage), yang didapat melalui manfaat di pasar uang ataupun pasar modal.
- Kemungkinan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha, yakni dengan mengakselerasi tingkat pertumbuhan dibandingkan dengan melalui ekspansi internal.
- Diversifikasi atas usaha perusahaan, sehingga dengan demikian dapat menjaga agar perolehan tingkat keuntungan tidak mengalami fluktuasi.
Gurendrawati dan Sudibyo (1999) menjelaskan, bergabungnya perusahaan lebih dimungkinkan akan saling menunjang kegiatan usaha, sehingga keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan jika melakukan sendiri-sendiri.
Ada lima alasan dilakukannya akuisisi, yaitu:
- Keinginan untuk mengurangi kompetisi antar perusahaan atau ingin memonopoli salah satu bidang usaha.
- Untuk memanfaatkan kekuatan pasar yang belum sepenuhnya terbentuk.
- Untuk mencapai skala ekonomi tertentu sehingga dapat menjadi lower cost producer.
- Untuk memperoleh sumber baku yang lebih murah.
- Untuk mendapatkan akses pasar/dana yang relatif murah karena kapasitas hutang yang semakin besar serta kemampuan baik dalam hal teknologi
-
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH
NO NPM NAMA POKOK BAHASAN 1 1812120016 PRISKA IMANUELA Ekspansi : Konsolidasi, Merger, dan Akuisisi 2 1812120126 PUTRI ADELIA 3 1812120002 RAGIL SEPTIANA 4 1812120125 SALMA NURUL AINI HAQ
-
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menerima materi perkuliahan pada hari ini dengan tema:
KEGAGALAN PERUSAHAAN DAN REORGANISASI
Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kegagalan perusahaan dan reorganisasi
Indikator Penilaian
Dapat memaparkan factor yang mempengaruhi kegagalan perusahaan selanjutnya dilakukan reorganisasi
Adapun topik perkulihan kita pada hari ini adalah sebagai berikut:
Kegagalan Perusahaan dan Reorganisasi :
a. Kegagalan perusahaan
b. Penyelesaian kegagalan perusahaan
c. Reorganisasi perusahaan
NASEHAT
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-
Tidak semua perusahaan dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana yang diharapkan.Banyak perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan melakukan penciutan atau bahkan dilikuidasi.Apabila perusahaan menghadapi kesulitan keuangan dan prospek perusahaan kurang baik, maka perusahaan dapat dilikuidasi.Jika prospek perusahaan masih bagus, maka perusahaan dapat direorganisasi.
Prediksi Kesulitan Keuangan Perusahaan
Banyak penelitian yang mencoba untuk memprediksi kesulitan keuangan perusahaan, di antaranya:William H Beaver, menggunakan rasio- rasio keuangan untuk meramalkan kegagalan perusahaan.Edward I Alatman, menggunakan multiple discrimnant analysis untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan.Penyelesaian Kesulitan Keuangan
Penyelesaian secara sukarela (voluntary settlements)a. Extensions, menunda saat jatuh tempokredit yang diberikan kepada perusahaanyang bersangkutan.b. Composition, para kreditur atau investorbersedia menerima pembayaran sebagiantagihannya dan merelakan sebagian tidakterbayar.c. Liquidation by voluntary aggreement, para kreditursecara bersama memutuskan meminta perusahaandilikuidasi secara sukarelaPenyelesaian Lewat Pengadilan (settlements involving litigation)
Likuidasia. Pihak yang bisa mengajukan likuidasi terhadapsuatu perusahaan: debitur, seorang atau lebihkreditur, jaksa.b. Keputusan likuidasi ditetapkan oleh pengadilanniaga.c. Penjualan asets perusahaan yang dilikuidasidilakukan melalui lelang dan hasilnya dibagikankepada para kreditur setelah dikurangi denganbiaya-biaya kepailitan, berdasarkan persentasetertentu secara prorataContoh: Neraca PT ABC (Rp 000.000)
AKTIVA PASIVAAktiva lancar Rp 25 Utang dagang Rp 10Utang gajiUtang bankTotal utang lancar Rp 45Aktiva tetap (neto) Rp 70 Utang hipotik Rp 20Utang obligasiSaham biasaLaba (rugi) ( )Total aktiva Rp 95 Total pasiva Rp 95Hasil penjualan aktiva lancar Rp 20 juta dan aktiva tetap Rp 50 juta
Hasil penjualan aktiva lancar Rp 20 juta dan aktiva tetap Rp 50 juta. Biaya administrasi Rp 5 juta. Hipotik dijamin dengan aktiva tetap yang hasil penjualannya Rp 15 juta. Sisa hasil likuidasi yang tersedia bagi para kreditur adalah:Hasil penjualan aktiva Rp 70 jutaDikurangi:- Biaya likuidasi Rp 5 juta- Utang gaji juta- Utang hipotik jutaRp 25 jutaJumlah yang tersedia untuk kreditur Rp 45 juta========Jumlah utang yang belum dibayar :
Utang dagang Rp 10 jutaUtang bank jutaUtang hipotik jutaObligasi jutaJumlah Rp 65 jutaPembayaran sisa utang tersebut dilakukan secara prorata, artinya setiap utang 100% hanya dibayar sebesar 45/65 x100% atau 69,23%Dengan demikian pelunasan masing-masing utang adalah:- Utang dagang (0,6923 x Rp 10 juta) = Rp- Utang bank (0,6923 x Rp 30 juta) =- Utang hipotik ( x Rp 5 juta =- Utang obligasi (0,6923xRp 20 juta =
ReorganisasiReorganisasi merupakan penyusunan kembali struktur modal perusahaan, sehingga struktur modal yang baru dianggap cukup layak bagi operasi perusahaan di masa yang akan datangProsedur reorganisasi:- Menentukan nilai perusahaan setelahdireorganisir- Menentukan struktur modal yang baru- Menentukan nilai surat berharga lama untukdiganti dengan surat berharga baru
Menentukan Nilai Perusahaan
Salah satu cara untuk menentukan nilai perusahaan adalah dengan jalan mengkapitalisasikan keuantungan di masa yang akan datang dengan tingkat kapitalisasi tertentuMisalkan, tingkat keuntungan perusahaan tiap tahun diperkirakan sebesar Rp 6 juta, jika tingkat keuntungan yang layak disyaratkan bagi perusahaan adalah 20%, maka nilia perusahaan adalah Rp 6 juta / 0,20 = Rp 30 juta.Menyusun Kembali Struktur Modal
Penyusunan kembali struktur modal dilakukan dengan mengurangi beban tetap perusahaan dengan jalan :- Merubah utang menjadi income bond, sahamistimewa atau saham biasa- Memperpanjang jangka waktu jatuh tempoutangContohStruktur modal perusahaan ALFA sebelum reorganisasi sebagai berikut:- Obligasi Rp 12 juta- Subordinate debinture juta- Saham istimewa juta- Saham biasa jutaRp 40 jutaApabila setelah reorganisasi nilai perusahaan adalah Rp 30 juta, maka struktur modal baru yang mungkin disusun adalah:
Struktur Modal Setelah Reorganisasi
Obligasi Rp 4 jutaIncome bond jutaSaham istimewa jutaSaham biasa jutaRp 30 jutaPenyusunan struktur modal tersebut dengan pertimbangan mengurangi beban tetap dengan jalan:
Sebagian obligasi dirubah menjadi income bond (sebesar Rp 8 juta dan sisanya Rp 4 juta tetap sebagai obligasi)Subordinate debinture dirubah menjadi saham istimewa (sebesar Rp 5 juta)Saham istimewa dirubah menjadi saham biasa (sebesar Rp 10 juta)Saham biasa dinilai sebesar Rp 3 jutaPenyusunan Struktur Modal Berdasarkan ΓÇ£judgementΓÇ¥
Untuk penyusunan struktur modal yang baru tidak ada pedoman tertentu yang pasti.Penyusunan struktur modal hanya berpedoman, bahwa suatu perusahaan seharusnya beoperasi dengan beban tetap keuangan yang tidak terlalu besar -
Bahan UAS kita pada Semester Genap TA. 2020/2021 adalah :
- Struktur Modal dan Leverage
- Pendanaan Jangka Panjang dan Leasing
- Ekspansi : Konsolidasi,
Merger, dan Akuisisi
- Kegagalan Perusahaan dan
Reorganisasi
terimaksih, sukses selalu untuk anda, aamiin ya robbal a'lamiin
-
PADA PERTEMUAN HARI INI KELOMPOK YANG AKAN PRESENTASI ADALAH :
1812120078 SALSA BILLA FULIANTIRA 9 Kegagalan Perusahaan dan Reorganisasi 1712120082 Satrio Wicaksono 1912120030 SHERLY DARMA YANTI 1812120082 SHYFA ANDINI
-
-
SALAM PEMBUKA


Selamat Siang, salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita di berikan kemudahan dalam menjawab Soal Ujian Akhir Semester Genap TA. 2020/2021 oleh Allah Swt - Tuhan yang maha Kuasa, aamiin
NASEHAT
العلم في الصدور لا في السطور
(ΓÇ£AL-Ilmu fiisshudur laafissuthurΓÇ¥)
ΓÇ£Ilmu itu apa yang ada di dada, bukan di tulisanΓÇ¥
-

Soal Ujian Matakuliah Pengantar Manajemen Keuangan dapat anda download pada laman ini, Jawablah soal tersebut di kertas bertulis dengan ketentuan:
- Tulislah jawaban anda dengan di tulis tangan pada lembar jawaban anda.
- Di dalam lembar jawaban paling atas, tulislah Nama, NPM, dan Kelas, serta Matakuliah.
- Setelah selesai anda menjawabnya, Scanlah jawaban anda dalam bentuk PDF atau JPG
- Upload Jawaban Anda pada laman Upload Jawaban UAS di LMS ini
Semoga sukses dalam mengerjakannya, terimakasih
-
UPLOAD JAWABAN UAS ANDA DI SINI PenugasanSilahkan Upload Jawaban UAS Anda di laman ini palaing lambat tanggal 28 Juli 2021 Pukul 23:59 WIB
-
