Nama  : Riska Setya Ningrum
Npm    : 1712120072
Kelas   : TPAI (7AK-P1)
Diskusi TPAI
Tugas e-learning
1.      Coba anda ceritakan sedetail mungkin mengenai model markowitz
 a.       Pengertian?
Jawaban :
Harry markowitz menerbitkan artikel di journal of finance pada tahun 1954, yang memperkenalkan model pemilihan portofolio. Model dari markowitz ini mengidentifikasi portofolio-portofolio yang berada di efficient set. Pada tahun 1990, karena hasil karyanya ini , markowitz menerima hadiah Nobel dibidang ekonomi.
Model markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
1. Waktu yang digunakan hanya satu periode.
2. Tidak ada biaya transaksi.
3. Preferensi investor Hanya didasarkan pada return ekspetasian dan risiko dari portofolio.
4. Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas risiko.
Karena model markowitz tidak mempertimbangkan aktiva bebas risiko dan hanya mempertimbangkan return ekspetasi dari risiko saja, maka model ini disebut juga dengan mean variance model ( mean artinya return ekspetasi yang banyak dihitung dengan cara rata-rata dan variance adalah pengukur risiko yang digunakan). 
Markowitz menganggap bahwa portofolio optimal yang dipilih investor berada di set efisien. Preferensi investor- investor terhadap portofolio akan berbeda karena mereka mempunyai fungsi utility yang berbeda, sehingga optimal portofolio untuk masing-masing investor juga dapat berbeda. Utility investor- investor ditentukan oleh preferensi mereka terhadap risiko. Mereka yang mempunyai preferensi risiko rendah yaitu mereka yang cenderung menghindari risiko akan mempunyai utility yang berbeda dengan mereka yang mempunyai preferensi risiko tinggi yaitu mereka yang cenderung menerima risiko.
Teori yang dikemukakan oleh Harry Markowitz negitu banyak memberikan inspirasi baik dalam kalangan akademisi, praktisi maupun birokrat (pengambil kebijakan). Teori yang dikemukakannya sangat sederhana yaitu ΓÇ£DonΓÇÖt put all your eaggs in one baketΓÇ¥(jangan meletakkan telur pada satu keranjang, tapi meletakkan pada lebih dari satu keranjang). Konsep ini dikenal dengan istilah diversifikasi investasi atau melakukan investasi yang sifatnya tidak terfusat dapa satu bidang saja, tapi lebih dari satu bidang dan tidak dilakukan searah. Keputusan investor dalam mengambil keputusan sangat dipengaruhi oleh prilaku pasar yang terjadi serta karakteristik psikologis yang dimiliki oleh investor tersebut, apakah ia seorang yang lebib menyukai risiko (risk seeker), menghindari risiko ( risk adverse), atau seorang yang netral terhadap risiko (risk indifference). Sebagian besar teori tisk management menjelaskan bahwa keputusan investasi yang terbaik adalah dengan kondisi risiko yang rendah dan keuntungan yang tinggi. Markowitz menyatakan bahwa jika risiko dianggap sebagai suatu masalah yang tidak disukai oleh investor, maka pemilihan portofolio yang hanya didasarkan pada sekuritas yang hanya dinilai rendah merupakan satu metode pemilihan portofolio yang kurang baik. Pemilihan ini dilakukan tanpa mempertimbangkan diversifikasi portofoli terhadap risiko. Dalam kasus ini Markowitz menyarankan bahwa portofolio effesien sangat perlu diterapkan. Portofolio efisien yang dimaksud adalah melihat pada tingkat imbal hasil (return) paling tinggi yang mampu untuk dikembalikan.
Tingkat kemampuan yang mampu dikembalikan ini yang disebut oleh Markowitz disebut sebagai imbal hasil yang diharapkan atau expected return (E(Ri)). Imbal hasil yang diharapkan tersebut dapat ditingkatkan dan difokuskan pada saat seorang investor melakukan pemilihan berdasarkan tingkat keuntungan yang diharapkan serta meilhat tisiko portofolio secara tepat. Markowitz menekankan bahwa porofolio yang paling baik adalah yang dikelola dengan cara paling optimal. Optimalitas tersebut dapat diperoleh dengan cara mempertimbangkan dalam setiap trade off  antara risiko dan imbal hasil yang akan diperloleh nantinya.
Dasar dari portofolio Markowitz adalah memberi bahan masukan kepada apra investor untuk menghindari risiko dan memberikan keutntungan yang maksimal pada setiap keputusan investasi. Investasi terbaik adalah investasi yang jauh dari risiko, dan Markowitz mengajurkan dengan melakukan diversifikasi investasi.
Teori portofolio model Markowitz mengajarkan berinvestasi dengan cara memecah dana yang diinvestasikan, kemudian meletakkannya di jalur yang berbeda-beda, bukan berfokus pada satu jalur saja. Peletakan dana secara terpisah tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang akan timbul ke depan. Keputusan untuk mendiversifikasikan investasi tersebut akan menyebabkan terbentuknya kondisi safety financial  atau lebih tepatnya terjadinya pembentukan portofolio yang optimal.
Portofolio yang memberikan pengembalian maksimum untuk risiko yang diberikan, atau risiko minimum untuk pengembalian yang diberikan adalah portofolio yang efisien. Dengan demikian, portofolio dipilih sebagai berikut:
(a) Dari portofolio yang memiliki pengembalian yang sama, investor akan lebih suka portofolio dengan risiko yang lebih rendah, dan 
(B) Dari portofolio yang memiliki tingkat risiko yang sama, seorang investor akan lebih suka portofolio dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
Sumber :  buku tpai 
              https://en.m.wikipedia.org/wiki/Markowitz_model
http://oktawiskey.blogspot.com/2013/11/manajemen-investasi.html?m=1
b.      Kenapa menggunakan nama markowitz?
Jawaban : Karena teori ini dikemukakan oleh Harry Markowitz 
Harry markowitz menerbitkan artikel di journal of finance pada tahun 1954, yang memperkenalkan model pemilihan portofolio. Model dari markowitz ini mengidentifikasi portofolio-portofolio yang berada di efficient set. Pada tahun 1990, karena hasil karyanya ini , markowitz menerima hadiah Nobel dibidang ekonomi. Teori yang dikemukakan oleh Harry Markowitz begitu banyak memberikan inspirasi baik dalam kalangan akademisi, praktisi maupun birokrat (pengambil kebijakan). Teori yang dikemukakannya sangat sederhana yaitu ΓÇ£DonΓÇÖt put all your eaggs in one baketΓÇ¥(jangan meletakkan telur pada satu keranjang, tapi meletakkan pada lebih dari satu keranjang). Konsep ini dikenal dengan istilah diversifikasi investasi atau melakukan investasi yang sifatnya tidak terfusat dapa satu bidang saja, tapi lebih dari satu bidang dan tidak dilakukan searah.
Harry Max Markowitz (lahir 24 Agustus 1927) adalah ekonom Amerika Serikat yang pada 1990, bersama dengan William F. Sharpe dan Merton H. Miller menerima Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel untuk sumbangan mereka pada ekonomi keuangan. Kenyataannya, sumbangan mereka adalah sesuatu yang memulai ekonomi keuangan sebagai bidang studi terpisah. Di awal 1950-an Markowitz mengembangkan teori portofolio, yang melihat pada bagaimana laba investasi dapat dioptimalkan. Para ekonom telah lama memahami pandangan umum atas peragaman portofolio; di mana perkataan "jangan meletakkan semua telurmu di 1 keranjang " sudah lama beredar. Namun Markowitz menunjukkan cara bagaimana mengukur risiko sejumlah keamanan dan bagaimana menggabungkannya di sebuah portofolio untuk mendapatkan laba maksimum atas risiko yang didapat. Harry markowitz  adalah salah satu pakar dalam bidang manajemen investasi. Teorinya mengenai diversifikasi investasi sangat dikenal, dan hingga saat ini turun menjadi bahan diskusi di berbagai universitas diseluruh dunia.
Dia memublikasi jurnal yang berjudul “portofolio selection” pada 1952. Pemikiran yang dikemukakan oleh Markowitz mampu memberikan masukan kepada kita semua tentang pemeliharaan portofolio, dengan kata lain markowitz telah memberi sebuah wacana pemikiran kepada kita semua tentang bagaimana memahami portofolio pada berbagai instrument pendekatan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan. 
(Sumber : buku dan Wikipedia)
c.       Tujuan dan Manfaat dari Model Markowitz?
Jawaban : 
Tujuan dari Model Markowitz adalah menghasilnya Portofolio yang optimal, yaitu Portofolio yang mampu memberikan ekspektasi return maksimal dengan resiko tertentu, atau sebaliknya memiliki resiko minimal dengan ekspektasi return tertentu. Teori Portofolio dari Markowitz dalam prakteknya juga dapat diterapkan dalam investasi saham.
d.      Bermanfaatkah bagi Investor?
Jawaban : 
Bermanfaat kah bagi investor, model ini bermanfaat bagi investor karena portofolio mana yang akan dipilih oleh investor tergantung dari fungsi utility nya masing-masing. Utility investor juga mencerminkan tanggapan investor terhadap risiko.  investor dapat memilih portofolionya sesuai dengan preferensi risiko nya. Untuk investor yang kurang suka risiko dapat memilih misalnya portofolio dengan risiko 0,01 dan portofolionya akan mempunyai return ekspetasian sebesar 0,0055, sedangkan untuk investor yang menyukai risiko dapat memilih misalnya portofolio dengan risiko 0,02 dan portofolio nya akan mempunyai return ekspetasian sebesar 0,0097.
2.      Coba anda jelaskan terkait model indeks tunggal!
a.       Pengertian?
Jawaban : 
Model indeks tunggal adalah  model yang dikembangkan oleh William Sharpe (1963) yang disebut dengan model indeks tunggal (single-index model). Model ini dapat digunakan untuk menyederhankan perhitungan. disamping itu, model indeks tunggal dapat juga digunakan untuk menghitung return ekspektasi dan resiko portofolio.
Model indeks tunggal didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. Secara khusus dapat diamati bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikan harga jika indeks harga saham naik. Kebalikannya juga benar, yaitu jika indeks harga saham turun, kebanyakan saham mengalami penurunan harga. Hal ini menyarankan bahwa return-return dari sekuritas mungkin berkorelasi karena adanya reaksi umum (common response) terhadap perubahan- perubahan nilai pasar. Dengan dasar ini, return dari suatu sekuritas dan return dari indeks  pasar yang umum dapat dituliskan sebagai hubungan
b.      Tujuan dan Fungsi?
Jawaban : 
Tujuan dan fungsi dari model indeks tunggal adalah Model ini dapat digunakan untuk menyederhanakan perhitungan di model markowitz dengan menyediakan parameter-parameter input yang dibutuhkan di dalam perhitungan model markowitz, model indeks tunggal dapat juga digunakan untuk menghitung return ekspetasian dan risiko portofolio.
c.       Apa bedanya dengan model markowitz?
Jawaban : 
bedanya dengan model Markowitz adalah model indeks tunggal ini didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. Secara khusus dapat diamati bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikan harga jika indeks harga saham naik. Kebalikan nya juga benar, yaitu jika indeks harga saham turun, kebanyakan saham mengalami penurunan harga.
 “Don’t put all your eggs in one baket”(jangan meletakkan telur pada satu keranjang, tapi meletakkan pada lebih dari satu keranjang).
-Harry Markowitz-