Garis besar topik

  • S

    Muhammad Rafiq, SE., MSi

    WA :+62 822-8097-4141

    IG: @m.rafiq_nh

    FB: M Rafiq



    MANAJEMEN MEREK
    Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

    Sikap

    1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius

    2. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri

    CP Pengetahuan

    2. Menguasai konsep teoritis, metoda dan perangkat analisis fungsi manajemen dan fungsi organisasi pada berbagai jenis organisasi

    Keterampilan Umum:

    3. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur

    CP Keterampilan Khusus

    4. Mampu merumuskan fungsi manajeman pada level operasional di berbagai tipe organisasi;

    5. Mampu melaksanakan fungsi organisasi pada level operasional di berbagai tipe organisasi

    Capaian Pembelajaran Matakuliah

    (CPMK)

    Mahasiswa mampu menjelaskan konsep merek yang tepat didalam organisasi atau perusahaan

    • PERKULIAHAN HYBRID
      Pada Semster Genap 2020/2021, Perkuliahan dilaksanakan secara Hybrid.
      Hybrid yang dimaksud adalah pembelajaran tatap muka dilakukan secara rotasi dengan jumlah siswa 50 persen jumlah anggota kelas.

      Penjelasan Ringkas:
      1. Mahasiswa berhak dan diperbolehkan memilih tidak hadir tatap muka dikelas, tetapi tetap wajib online sesuai jadwal.
      2. Bagi mahasiswa yang memilih hadir tatap muka di kelas diatur berdasarkan ganjil-genap nomor urut daftar hadir (Absensi):
      • Mahasiswa dengan nomor urut ganjil, hadir dikelas pada minggu ganjil (minggu 1 dan 3), dan nomor urut genap kuliah online.
      • Mahasiswa dengan nomor urut genap, hadir dikelas pada minggu genap (minggu 2 dan 4), dan nomor urut ganjil kuliah online.
      3. Mahasiswa yang offline maupun online wajib mengisi tanda hadir (absensi) melalui aplikasi yang tersedia di LMS
      4. Seluruh civitas akademika wajib menjaga kesehatan bersama dengan mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan seperti wajib pakai masker, hand sanitizer, cuci tangan, jaga jarak, tidak berkerumun dan kontak fisik.
      5. Siapapun yang melanggar protokol kesehaan yang telah ditetapkan maka akan ada sanksi.

  • Senin | 23 Agustus 2021 | 08.50-10.20 WIB

    Ruang Lingkup Merek

    Tujuan: Mahasiswa mampu menjelaskan dasar-dasar manamenen merek meliputi definisi dan perspektif merek

    1. Pemahaman materi mengenai definisi dan perspektif merek

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi

    • Siakan di unduh dan dipelajari lebih lanjut

  • Senin | 23 Agustus 2021 | 10.30-12.00 WIB



    Branding

    Tujuan : Mampu menjelaskan Perspektif keputusan branding

    Pokok bahasan: Keputusan branding, Hirarki merek, Manfaat merek

    Indikator:

    1. Pemahaman materi Perspektif keputusan branding

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi Kelompok

  • Selasa | 24 Agustus 2021 | 08.50-10.20 WIB


    Brand Equity 

    Faktor utama dalam membangun dan membeli merek, Brand Valuation

    Tujuan Mahasiswa Mampu menjelaskan brand equity secara umum

    Indikator:

    1. Pemahaman materi mengenai Brand Equity

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi Kelompok

    4. Kualitas Makalah

  • Selasa | 24 Agustus 2021 | 10.30-12.00 WIB


    Konseptualisasi Brand Equity 

    Tujuan: Mampu menjelaskan konseptualisasi

    Tiga aliran utama dalam studi brand equity

    Indikator:
    1. emahaman materi mengenai Konseptualisasi Brand Equity

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi Kelompok

    4. Kualitas Makalah

    • KONSEPTUALISASI BRAND EQUITY 

      Keller (Tjiptono, 2005, p40) mengidentifikasi tiga aliran utama dalam studi brand equity : Psikologi Konsumen (psikologi kognitif), ekonomika (Signalling theory), serta biologi dan sosiologi.

  • Rabu | 25 Agustus 2021 | 08.50-10.20 WIB


    Pengukuran Brand Equity

    Tiga kategori pengukuran brand equity, Skala pengukuran spesifik CBBE berbasis survei

    Indikator: 

    1. Pemahaman materi mengenai pengukuran brand equity

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi Kelompok

    4. Kualitas Makalah

    • Mengukur Ekuitas Merek

      Ekuitas merek (brand equity) adalah kapitalisasi pasar perusahaan yang tidak ditentukan oleh jumlah aset, kewajiban, pendapatan atau hak paten. Pada perhitungan sederhananya, brand equity adalah jumlah total nilai pasar perusahaan dikurangi setiap faktor yang dapat diukur.

      Brand equity mungkin relatif tidak elastis. Penjualan anda dapat dipengaruhi oleh faktor kompleks yang tidak terkait dengan kualitas merek atau kepuasan pelanggan, termasuk faktor ekonomi yang kompleks seperti indeks kepercayaan konsumen. Brand equity didorong oleh kualitas pengalaman pelanggan, termasuk branding dan pemasaran. Yang dibangun oleh faktor emosi dan dampak perilaku konsumen.


  • Rabu | 25 Agustus 2021 | 10.30-12.00 WIB


    Pengukuran Brand Equity 2

    Mampu menjelaskan pengukuran brand equity

    Skala pengukuran spesifik CBBE berbasis survei

    1. Pemahaman materi mengenai pengukuran brand equity

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi Kelompok

    4. Kualitas Makalah

    • Ekuitas Merek Berbasis Pelanggan

      Ekuitas merek berbasis pelanggan (CBBE) digunakan untuk menunjukkan bagaimana kesuksesan merek dapat langsung dikaitkan dengan sikap pelanggan terhadap merek tersebut.

      Model CBBE yang paling terkenal adalah Model Keller, yang dirancang oleh Profesor Pemasaran Kevin Lane Keller dan diterbitkan dalam Manajemen Merek Strategisnya yang perkasa.

      Model Keller adalah bentuk piramida dan menunjukkan kepada bisnis bagaimana membangun dari fondasi yang kuat dari identitas merek ke atas menuju cawan suci 'resonansi' ekuitas merek: di mana pelanggan berada dalam hubungan yang cukup positif dengan merek untuk menjadi pendukungnya.

      Jalan ke tingkat resonansi memberi peluang merek untuk mengenali dan memanfaatkan loyalitas dan sikap pelanggannya - baik positif maupun negatif. Dengan membagi CBBE ke dalam empat tingkat Keller, pemasar dapat memahami apa yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan mereka bahkan sebelum mereka membeli produk, atau mungkin bahkan sebelum mereka tahu bahwa mereka menginginkannya.

  • Kamis | 26 Agustus 2021 | 15.00-16.30 WIB


    Kepada seluruh mahasiswa yang baik hati.

    Ujian tengah semster ini dilaksanakan secara daring, dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. Silakan download soal dibawah ini.

    2. Kemudian jawablah soal-soal ujian tersebut dengan baik dan benar. 

    3. Jawaban diketik menggunakan komputer. 

    4. Pengumpulan jawaban melalui LMS dalam bentuk file PDF untuk menjaga keontetikan jawaban. 

    5. Selain PDF tidak akan dikoreksi. 

    6. Perhatikan batas pengumpulan.

    Demikian, semoga selalu mendapat kemudahan dalam segala mengejakan ujian ini.


  • Jumat | 27 Agustus 2021 | 13.00-14.30 WIB


    Pieoneer Brand

    • Definisi Pioneer brand
    • Pioneer brand advantage,
    • Risk pioneer brand.

    Indikator:

    1. Pemahaman materi mengenai pioneer brand

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi

    4. Kualitas makalah

    • Pioneer Brand dan Imitator Brand

      Pioneer Brand

       Definisi merek pionir menurut Buzzell dan Gale (1987) seperti yang dikutp oleh Tjiptono (2008:61) adalah ΓÇ£perusahaan yang pertama kali mengembangkan suatu produk atau jasaΓÇ¥. Definisi merek pionir menurut Schnaars (1994) seperti yang dikutip oleh Tjiptono (2008:61) adalah sebagai ΓÇ£perusahaan yang memperkenalkan suatu produk ke pasar dan pertama kali menjualnya dengan suksesΓÇ¥. Berdasarkan kedua definisi ini, dimungkinkan ada beberapa inventor atau penemu sebuah kategori produk, karena sebuah produk yang benar-benar baru bisa saja direalisasikan menggunakan berbagai gagasan dan proses. Padahal belum tentu semua inventor tersebut memasarkan produknya pertama kali. Kriteria pionir lebih ditekankan pada keberhasilan suatu perusahaan dalam memasarkan suatu produk pertama kali ke pasar yang baru.

      Bagaimana Strategy Follower Bisa Jadi Pemimpin Pasar?

      Tak semua produk follower (me-too atau ikut-ikutan) gagal. Mereka juga bisa merajai pasar dengan menggeser pioner mereka. Bagaimana bisa? Ingin menjadi raja pasar? Bisa! Syaratnya, Anda mengikuti dua nasehat ini. Pertama, jadilah pemain yang masuk pertama (pioneer). Kedua, jangan memberi kesempatan bernafas kepada yang lain.

  • Jumat | 27 Agustus 2021 | 14.40-16.10 WIB

    • Merek Lokal vs Merek Global

      Istilah foreign branding baru-baru jadi pembahasan viral di Twitter dengan tagar #ikutandukunglokal. Warganet dikejutkan oleh sejumlah merek lokal yang sukses menerapkan strategi ini dan disangka sebagai produk asing. Terry Palmer, Eiger, J.co, Silver Queen, dan Le Minerale merupakan beberapa produk yang sempat disebutkan oleh netizen. Beberapa orang menyangka produk tersebut adalah perusahaan asing yang ada di Indonesia atau diimpor dari luar negeri. Alasannya karena nama produk yang terdengar asing di telinga. Padahal, siapa sangka bahwa produk yang populer itu merupakan karya anak bangsa. Bukannya bahasa asing, beberapa nama merek itu mengadaptasi sejarah pendiriannya sehingga menghasilkan kombinasi kata yang unik. Misalnya saja merek Krisbow yang merupakan gabungan nama pendirinya, yakni Krisnandi Wibowo.

      Beberapa merek lainnya juga punya sejarah penamaan yang unik demi menghasilkan nama yang tidak biasa sekaligus catchy. Hal ini sebagai bagian perusahaan ini menerapkan strategi marketing bernama foreign branding. Tujuannya untuk memasarkan produk dan meningkatkan imej perusahaannya.

      SImak video berikut untuk Tambahan:




  • Senin | 30 Agustus 2021 | 13.00-14.30 WIB


    Brand Religion dan Brand Attachment

    1. Pemahaman materi mengenai Brand Religion dan Brand Attachment

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi Kelompok

    4. Kualitas Makalah

    Mampu menjelaskan Brand Religion dan Brand Attachment

  • Senin | 30 Agustus 2021 | 14.40-16.10 WIB


    Brand Love :

    Dimensions in love with the brand and the impact on other variables

    1. Pemahaman materi mengenai Brand Love

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi Kelompok

    4. Kualitas Makalah

    • BRAND LOVE

      Pendahuluan

      Studi mengenai kecintaan konsumen terhadap merek relatif baru dan hanya ada beberapa artikel mengenai brand love dibanding studi mengenai hubungan konsumen-brand secara umum (Bergkvist & Bech-Larsen, 2010). Studi awal mengenai hubungan merek dengan konsumen diawali oleh Belk (1988) mengenai kepemilikan dan extended self. Sedangkan salah satu studi paling terkenal dari brand love adalah Carroll & Ahuvia (2006) yang merumuskan brand love sebagai tingkatan keterikatan emosional yang passionate yang dimiliki konsumen yang puas terhadap salah satu merk. Brand love menjadi penting, karena ikatan emosional target konsumen dengan brand memiliki dampak positif untuk pertumbuhan merek dari segi emosional maupun pembelian (Carroll dan Ahuvia, 2006; Batra, Ahuvia, Bagozzi, 2012) Brand love bisa terjadi jika ada beberapa variabel anteseden yang mendukung. Hasil riset Carroll & Ahuvia (2006) menyimpulkan bahwa merek dengan manfaat hedonistic menimbulkan brand love yang lebih kuat, dan merek yang bisa menambah atau merefleksikan sosial dan individual self dari konsumen juga bisa menimbulkan brand love yang lebih tinggi. Identitas dan identifikasimenjadi sebuah syarat penting bagi terciptanya hubungan emosional antara brand dengan konsumen. Bhattacarya & Sen (2003) menyatakan bahwa identifikasi berkaitan dengan kepuasan dari kebutuhan konsumen akan pendefinisian diri mereka. Sementara studi dari Bergkvist & Bech-Larsen (2010) membuktikan bahwa identifikasi identitas konsumen dengan identitas brand menjadi variabel anteseden untuk brand love. Pemasaran kemudian menjadi cara bagi sebuah merek untuk menciptakan identifikasi tersebut dengan konsumen. Dengan adanya perkembangan teknologi munculah media-media baru (new media). Lievrouw & Livingstone (2002) memilih untuk mendefinisikan media baru terkait dengan keknologi komunikasi informasi dan asosiasinya terhadap konteks sosial, termasuk tiga elemen: artefak dan alat teknologi, aktivitas dan penggunaan, dan pengaturan sosial dan organisasi yang terbentuk di seputar alat dan penggunaannya.


  • Selasa | 31 Agustus 2021 | 13.00-14.30 WIB



    Brand Trust

    Mampu menjelaskan Brand Trust dan Dimensions of trust in the brand and the impact on other

    Indikator :
    1. Pemahaman materi mengenai Brand Trust

    2. Akurasi analisa melalui diskusi

    3. Keaktifan Diskusi Kelompok

    4. Kualitas Makalah

    • Brand Trust

      Brand trust adalah pengkuran kepercayaan pelanggan terhadap bisnismu. Seberapa jauh kamu memenuhi janji mereka? Selain itu, seberapa setia merekmu pada nilai-nilai yang sudah kamu pegang? Semua ini menggambarkan kepercayaan pelanggan terhadap merek. pa tujuan utamamu menaikkan kepercayaan brand? Apakah untuk menguasai situs review? Jangan-jangan, semuanya demi membuat produkmu direkomendasikan dari mulut ke mulut.

      Lakukan brand storytelling. Maksud storytelling di sini adalah menciptakan brand narrative. Kamu bisa membuat cerita yang berkaitan dengan merekmu. Misalnya, berupa video berisi kisah pelanggan dan brand-mu. Lewat cerita, kamu bisa membagikan unsur penting perusahaan. Unsur-unsur itu misalnya nilai, tujuan selain keuntungan, budaya, dan lain-lain. Semua itu bisa meningkatkan brand trust. Sebab, merekmu terasa lebih hidup dan jujur.

      Kepercayaan terbangun karena adanya harapan bahwa pihak lain akan bertindak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Ketika seseorang telah mempercayai pihak lain, maka mereka yakin bahwa harapan akan terpenuhi dan tidak akan kecewa. Kepercayaan seseorang tidak hanya selalu ditujukan untuk sesama manusia saja, namun dapat juga ditujukan untuk obyek tidak nyata seperti merek.

      Menurut pendapat para ahli, bahwa merek memiliki respon yang potensial untuk menciptakan pengaruh dan kepercayaan dari konsumen. Oleh karena itu perlu diketahui secara jelas apakah yang dimaksud dengan brand trust. Bagi perusahaan, kepercayaan konsumen terhadap suatu merek merupakan suatu target yang penting untuk dicapai.


  • Selasa | 31 Agustus 2021 | 14.40-16.10 WIB

    • Brand Value

      Brand value adalah nilai total dari berapa banyak orang rela membayar lebih, atau seberapa sering mereka memilih, harapan, ingatan, cerita dan hubungan terhadap satu merek dibandingkan merek yang lainnya.

      Branding biasanya erat kaitannya dengan marketing dan tujuan akhirnya mengacu pada pemerataan distribusi dan peningkatan penjualan produk dari brand. Branding itu sendiri juga bermacam-macam antara lain cultural branding, product branding, geographic branding, personal branding dan corporate branding. Pada kenyataannya, sebuah brand bukan hanya soal logo, nama dan slogan saja, tetapi lebih daripada itu. Brand itu sendiri harus mampu memberikan kualitas, janji, perasaan, harapan dan juga pengalaman bagi konsumennya. Untuk mencapai hal itu, sebuah perusahaan membutuhkan brand equity atau kekuatan brand yang tinggi sehingga mendapatkan pelanggan yang setia/loyal.

      Untuk memahami lebih dalam tentang brand equity dan nilai merek, di bawah ini beberapa perbedaan dari keduanya, antara lain (silakan download materinya)

  • Rabu | 1  September 2021 | 13.00-14.30 WIB


    Kepada mahasiswa

    1. Wajib mengikuti serta memenuhi tugas dan ujian tepat waktu sesuai jadwal.

    2. Wajib mengisi presensi online yang tersedia di LMS. 

    3. Menyerahkan tugas dan jawaban ujian yang sudah diketik dan mengunggah di LMS dalam format PDF.

    4. Tugas dan jawaban ujian yang diserahkan melalui aplikasi selain LMS dianggap belum menyerahkan.

    Demikian, semoga sukses.