Garis besar topik
-
-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera untuk kita semua…
Hallo... selamat datang rekan-rekan Mahasiswa yang saya banggakan.
Selamat datang di mata kuliah ΓÇ£Akuntansi Keuangan Lanjutan". Mata kuliah ini memiliki beban sebesar 4 SKS.
Selamat mengikuti perkuliahan ini dengan baik ya rekan-rekan semua,
Ingat… Kesuksesan tidak dapat diperoleh secara instan… anda perlu memiliki persiapan yang baik, kerja keras, ketekunan, dan belajar dari kegagalan.
Selamat berproses dan tetap semangat!!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
RIEKA RAMADHANIYAH.,S.E.,M.Ec.,Dev -
Minggu ke
Bahan
Kajian/Materi
Pembelajaran
1-2
Mahasiswa mampu memahami konsep kombinasi bisnis dan akuntansi kombinasi bisnis.
3
Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan langkah-langkah dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi perusahaan induk dan anak.
5
Mahasiswa mampu membuat kertas kerja konsolidasi
6-7
Mahasiswa mampu memahami dan menghitung dengan tepat transaksi antar perusahaan- aset
9-10
Mahasiswa mampu memahami dan menghitung transaksi antar perusahaan- Obligasi
11-12
Mahasiswa memahami konsep persekutuan: Pendirian, Pengoperasian, dan Perubahan Keanggotaan.
13-14
Mahasiswa mampu memahami dan mampu menghitung, menjurnal transaksi persekutuan: Likuidasi.
15
konsep kesulitan keuangan pada perusahaan.
-
Matakuliah ini bertujuan untuk memahami konsep kombinasi bisnis, akuntansi kombinasi bisnis, menyusun laporan keuangan kombinasi bisnis dan kertas kerja, transaksi antar perusahaan terkait- aset, obligasi, pembentukan persekutuan, pembubaran dan likuidasi persekutuan, serta konsep kesulitan keuangan perusahaan.
-
-
Karyawati, Glorida. 2011. Akuntansi Keuangan Lanjutan: Edisi. IFRS. Penerbit Erlangga.
Martani, Dwi, dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Lanjutan 1. Penerbit: Salemba Empat.
Baker, E.R. Martani, Dwi. 2016. Akuntansi Keuangan Lanjutan (Advanced Financial Accounting) Perspektif Indonesia. Penerbit: Salemba Empat
-
-
Pertemuan 1 - 2 - Kontak Kuliah dan Pengantar AKL - 27 September 2023 - Jam 08.50- 10.20/10.30-12.00
-
ransaksi kombinasi bisnis diatur dalam PSAK 22 Revisi Tahun 2010. Transaksi kombinasi bisnis yang dimaksud adalah ketika suatu entitas memeroleh pengendalian atas entitas lain yang berupa bisnis.
Lalu seperti apa pengendalian yang dimaksud?
Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan maupun operasi suatu entitas demi memeroleh manfaat dari entitas tersebut.
Pada dasarnya kombinasi bisnis akan melibatkan 2 pihak yaitu adalah pihak pengakuisisi dan pihak yang diakuisisi atau disebut entitas target.
Pihak pengakusisi memiliki hak untuk mengendalikan entitas target.
Setelah kita memahami tujuan pembelajaran 1, selanjutnya kita akan memahami hak suara dan pengendalian serta bisnis dan badan usaha terkait dengan kombinasi bisnis.
Siapa yang memiliki hak suara dalam entitas?
Semua tergantung dari apakah entitas berbadan hukum atau entitas tak berbadan hukum.
Entitas berbadan hukum perseroan terbatas, hak suara ada pada kepemilikan saham biasa. Jika hak suara mendominasi (besar) maka memiliki hak mengendalikan dan pada saat itu terjadi kombinasi bisnis.
-
-
- Menurut PSAK 22, kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih suatu bisnis.
- Transaksi yang kadangkala disebut sebagai ΓÇ£penggabungan sesungguhnya (true merger)ΓÇ¥ atau ΓÇ£penggabungan setara (merger of equals)ΓÇ¥ juga merupakan kombinasi bisnis.
- IFRS 3 menyatakan: ΓÇ£a business combination is the bringing together of one or more combining entities into a reporting entity. Business combination result from one entity: 1. Purchasing the equity of another entity; 2. Purchasing the net assets of another entity; 3. Assuming the liabilities of another entity; or 4. Purchasing some of the net assets of another entity that together form one or more business.ΓÇ¥
Dengan demikian, kombinasi bisnis bisa dilakukan dengan membeli aset neto perusahaan, mengambil alih hutang, membeli sebagian aset neto perusahaan lain dan bersama-sama membentuk satu atau lebih bisnis lainnya, atau membeli saham perusahaan di atas 50%.
Penggabungan usaha dilakukan untuk memperoleh efisiensi operasi melalui: 1. Integrasi horizontal: penggabungan dua atau lebih dalam line-business atau pasar yang sama. 2. Integrasi vertikal: penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda secara berturut-turut, tahapan produksi dan/atau distribusi, misalnya penggabungan usaha antara perusahaan kain dengan perusahaan pakaian jadi. 3. Konglomerasi: penggabungan dua atau lebih dengan produk dan/atau jasa yang tidak saling berhubungan, misalnya penggabungan usaha antara perusahaan minyak dengan perusahaan komputer.
-
-
-
PSAK 22 Revisi tahun 2010 mensyaratkan metode pembelian (purchase) atau metode akuisis untuk perolehan ekuitas entitas yang dimaksud
-
-
Pertemuan 7-8, Metode Kombinasi Bisnis (Pembukuan Pihak Pengakuisisi) - Tanggal 17 Oktober 2022 - Jam 10.30-14.30
-
Akuisisi Entitas dalam kombinasi bisnis membuat pihak pengakuisisi menjadi induk dan pihak yang diakuisisi menjadi anak.
Prosedur akuntansi investasi pihak pengakuisisi dalam ekuitas entitas yang diakuisisi sesuai dengan PSAK 15 Revisi 2009, dalam standar ini mensyaratkan menerapkan METODE EKUITAS sebagai pembukuan entitas pengakuisi.
-
-
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah laporan asumsi yang memandang makna ekonomi suatu entitas. Laporan keuangan konsolidasi menggambarkan aspek ekonomi entitas yang beroperasi secara individu tetapi berada dalam satu pengendalian. Penyusunan laporan keuangan konsolidasi di Indonesia mengacu pada pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 4 revisi 2009, tentang Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri.

-
-
Penjualan yang dilakukan entitas induk kepada entitas anak disebut Downstream, sedangkan jika entitas anak sebagai pihak penjual disebut Upstream. Penjualan downstream dan penjualan upstream akan berdampak pada pembayaran pajak penghasilan badan yang terutang. Perusahaan mana yang memiliki laba belum terealisasi dalam penjualan konsinyasi dan angsuran berdampak pada analisis daftar umur piutang tak tertagih dan biaya kerugian piutang dagang.
Penjualan downstream menurut para ahli adalah transaksi jual beli dimana induk perusahaan melakukan penjualan barang dagang kepada anak perusahaan diatas harga pokok. Penjualan downstream sering disebut penjualan hulu karena alihrannya mengalir entitas yang memiliki hak kontrol ke entitas yang memiliki hak minoritas.
Penjualan upstream menurut para ahli adalah transaksi penjualan barang dagang oleh anak perusahaan kepada induk perusahaan untuk diversifikasi usaha. Tujuan penggabungan usaha dengan konsolidasi dan merger adalah menyatukan kepentingan antar pemegang saham dan meminimalisir monopoli perdagangan.
Perbedaan penjualan downstream dan upstream terletak pada pengakuan laba ditahan antar perusahaan. Laba anak perusahaan harus dilaporkan kepada induk perusahaan untuk menjalankan kewajiban perpajakan secara bersama-sama. Kewajiban pembukuan badan usaha telah diatur dalam ketentuan umum perpajakan.
-
Pada dasarnya, aset tetap dibeli untuk dipakai dalam operasi normal dan tidak untuk dijual kembali, walaupun dalam prakteknya entitas suka menjual aset tetapnya. Terdapat dua aset tetap berdasarkan masa pemakaiannya, yaitu:
Aset tetap yang mempunyai masa pakai tidak terbatas (tidak memiliki umur ekonomis)
- Dimana laba antarperusahaan hanya akan terealisasi melalui proses penjualan aset tetap yang berpindah tangan ke pihak ketiga.
- Aset yang mempunyai masa pakai terbatas (aset yang memiliki umur ekonomis).
Laba antarperusahaan dapat terealisasi dengan dua cara yaitu:
- Pindah tangan ke pihak eksternal melalui proses penjualan.
- Selama adanya aset entitas induk atau anak yang berasal dari transaksi antarperusahaan walaupun umur ekonomis aset tetap telah habis.
-
-
-
TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN - OBLIGASI
Perusahaan afiliasi biasanya saling pinjam meminjam uang. Hal tersebut tidakmenimbulkan masalah, induk perusahaan hanya akan mengeliminasi utang piutangtersebut berikut pendapatan dan beban bunganya di dalam proses penyusunan laporan konsolidasi.
Masalah khusus akuntansi dalam hutang piutang antar perusahaan timbul ketikasatu perusahaan afiliasi membeli instrument liabilitas perusahaan afiliasi lainnya dariluar perusahaan. Misal induk perusahaan (P) membeli obligasi anak perusahaan (S) dari bursa. Dari sudut pandang konsolidasi, hutang tersebut sudah lunas retired,sedangkan dari sudut pandang S hutang tersebut masih beredar.Retirementseperti ini disebutconstructive retirement, yang berarti obligasi retired dari sudut pandang konsolidasi karena akun Investment in bond akan dieliminasi dengan akun Bonds Payable dalam proses penyusunan laporan konsolidasi. Selisih antara nilai tercatat Bond Payable dengan harga beli Investment in Bond adalah laba atau rugi bagi konsolidasi.
-
-
-
persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu gabungan atau asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan suatu usaha secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba. Masing-masing individu tersebut lazim disebut anggota sekutu atau sekutu atau partner. Individu tersebut dapat berupa orang, perusahaan perseorangan, persekutuan, koperasi, perseroan terbatas atau bentuk-bentuk gabungan yang lain.
-
-
-
Pada umumnya laba-rugi dibagi berdasarkan cara-cara di bawah ini:
a. Dibagi sama
b. Dibagi berdasarkan rasio
c. Dibagi berdasarkan rasio modal
d. Bunga diberikan atas modal sekutu, sedangkan sisanya dibagi berdasarkan perjanjian
e. Gaji atau bonus diberikan pada jasa sekutu, sedangkan sisanya dibagi berdasarkan perjanjian
f. Bunga atas modal sekutu, gaji atau bonus diberikan pada jasa sekutu, sedangkan sisanya dibagi berdasarkan perjanjian.
-
-
-
Dalam pembahasan pada bab sebelumnya, telah diuraikan bahwa salah satu karakter utama persekutuan adalah umur yang terbatas (limited life). Masuknya sekutu baru dan keluarnya sekutu lama pada persekutuan akan mengakibatkan bubarnya persekutuan. Sesuai dengan karakter tersebut maka sewaktu-wktu umur persekutuan dapat berakhir. Apabila hal ini terjadi berarti persekutuan bubar. Perlu diperhatikan bahwa bubarnya persekutuan tidak selalu diikuti dengan bubarnya perusahaan. Bubarnya persekutuan yang diikuti dengan bubarnya perusahaan disebut likuidasi sedangkan bubarnya persekutuan yng tidak diikuti dengan bubarnya perusahaan disebut disolusi (disolution). Sesuai dengan penyebabnya, bubarnya persekutuan dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
- Bubar karena sesuai dengan perjanjian persekutuan.
Termasuk dalam kelompok ini antara lain:
a. Bubar karena tujuan persekutuan telah tercapai.
b. Bubar karena jangka waktu persekutuan telah habis.
c. Bubar karena dengan masuknya sekutu baru.
d. Bubar dengan pengunduran sekutu.
e. Bubar karena persekutuan diubah menjadi PT (perseroan terbatas).
f. Bubar karena persekutuan dilikuidasi sesuai dengan kesepakatan para sekutu.
- Bubar karena berdasakan undang-undang yang berlaku.
Termasuk dalam kelompok ini antara lain:
a. Sekutu meninggal dunia
b. Persekutuan dilikuidasi karena dengan sesuai dengan undang-undang (misalnya KUHD pasal 47)
- Bubar karena putusan pengadilan
Apabila bubarnya persekutuan yang diikuti bubarnya perusahaan maka
seluruh aktiva persekutuan akan diuangkan dan hasilnya akan dipakai untuk melunasi uang. Apabila setelah semua utang dilunasi masih terdapat sisa kas,maka sisa kas tersebut akan dibagi kepada para sekutu.
Bubarnya persekutuan yang tidak diikuti dengan bubarnya perusahaan adalah bubarnya persekutuan yang diikuti dengan berdirinya persekutuan baru atau persekutuan diubah menjadi PT (perseroan terbatas). Bubarnya persekutuan yang dikuti dengan berdirinya persekutuan baru akan tejadi pabila ada sekutu baru yang masuk atau pengunduran sekutu.
Dengan masuknya sekutu berarti persekutuan lama bubar dan berdiri persekutuan baru.
Misalnya, Persekutuan ΓÇÖEgaliterΓÇÖ yang didirikan oleh sekutu Ani, Beny dan Cinta diawal tahun 2007. Setelah satu tahun berjalan, diawal tahun 2008, Latif diterima sebagai sekutu baru pada persekutuan ΓÇÖEgaliter. Dengan masuknya Latif tersebut berarti persekutuan lama dengan sekutu Ani, Beny dan Cinta dibubarkan dan berdiri persekutuan ΓÇ¥Egaliter yang baru dengan sekutu Ani, Benny, Cinta dan Latif.
Masuknya sekutu baru dapat dilakukan dengan 2 cara,yaitu :
1. Membeli hak sekutu lama
2. Menyetor modal
-
-
-
Likuidasi adalah berhentinya kegiatan operasi perusahaan secara keseluruhan dengan menjual sebagian atau seluruh aktiva perusahaan, membayar semua hutang pajak, kewajiban pada pihak ketiga dan sisanya dibagikan kepada sekutu sesuai dengan rasio laba/rugi.
Terjadinya pembubaran persekutuan disebabkan oleh:
- Salah seorang sekutu menghendaki pembubaran.
- Salah seorang sekutu meninggal dunia, dan ahli waris tidak menyetujui untuk melanjutkan persekutuan.
- Perselisihan intern di antara sekutu.
- Salah seorang sekutu dinyatakan pailit, dan lain-lain.
Tahapan proses likuidasi persekutuan dapat digambarkan sebagai berikut:
- Semua buku besar persekutuan disesuaikan dan ditutup, kemudian laba hasil penyesuaian dipindahkan ke modal para sekutu berdasarkan rasio laba/rugi.
- Menjual semua atau sebagian aktiva nonkas, laba/rugi akibat penjualan tersebut dibagikan kepada para sekutu berdasarkan rasio laba/rugi.
Saat aktiva dicairkan menjadi uang kas, selisih antara nilai buku dan jumlah yang terealisasi akan menyatakan sebagai laba atau rugi yang diperuntukkan atau dibebankan kepada para sekutu dalam rasio laba - rugi. Laba dan rugi seperti itu dipindahkan ke perkiraan modal. Kemudian saldo modal akan menjadi dasar penyelesaian
- Melunasi semua kewajiban kepada kreditur / pihak ketiga.
- Menyelesaikan hutang piutang dengan para sekutu.
Dalam praktiknyasering kali pembayaran hutang kepada sekutu dilakukan bersama-sama dengan pengembalian modal. Hal ini dilakukan karena sesuai dengan sifat persekutuan, yaitu tanggung jawab tidak terbatas maka apabila kemudian terbukti bahwa modalnya tidak cukup untuk menanggung rugi maka sekutu yang bersangkutan harus membayar dengan harta pribadi.
- Membagi sisa uang kas yang masih ada kepada sekutu.
-
-
-
Salah satu aspek pentingnya analisis terhadap laporan keuangan dari sebuah perusahaan adalah kegunaannya untuk meramal kontinuitas atau kelangsungan hidup perusahaan. Prediksi kelangsungan hidup perusahaan sangat penting bagi manajemen dan pemilik perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan mengantisipasi kondisi yang menyebabkan kemungkinan adanya potensi kebangkrutan.
Platt dan Platt (2002) mendefinisikan financial distress merupakan suatu kondisi dimana keuangan perusahaan dalam keadaan tidak sehat atau sedang krisis. Dengan kata lain financial distress merupakan suatu kondisi dimana perusahaan mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya. Sedangkan kesulitan keuangan merupakan kesulitan likuiditas sehingga perusahaan tidak mampu menjalankan kegiatan operasinya dengan baik (Trijadi, 1999).
Kesulitan keuangan dapat diartikan dalam beberapa kategori yaitu sebagai berikut :
1. Economic Failure, yaitu kegagalan ekonomi yang berarti bahwa pendapatan perusahaan tidak dapat menutup biayanya sendiri. Ini berarti tingkat labanya lebih kecil dari biaya modal.
2. Bussines Failure, didefenisikan sebagai usaha yang menghentikan operasinya dengan akibat kerugian bagi kreditur, dan kemudian dikatakan dengan akibat kerugian bagi kreditur, dan kemudian dikatakan gagal meskipun tidak melalui kebangkrutan secara normal.
3. Technical insolvency, sebuah perusahaan dapat dinilai mengalami kesulitan keuangan apabila tidak memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo. Technical insolvency ini menunjukkan kekurangan likuiditas yang sifatnya sementara dimana pada suatu waktu perusahaan dapat mengumpulkan uang untuk memenuhi kewajibannya dan tetap beroperasi.
4. Insolvency in bankcrupy, sebuah perusahaan dapat dikatakan mengalami kesulitan keuangan bilamana nilai buku dari total kewajiban melebihi nilai pasar dari asset perusahaan.
5. Legal Bankcrupy, sebuah perusahaan dikatakan sebagai bangkrut secara hukum, kecuali diajukan tuntutan secara resmi dengan undang-undang.
-








