Garis besar topik

    • BUKU REFERENSI 

      https://lms.darmajaya.ac.id/pluginfile.php/436600/mod_book/intro/Buku%20Manajemen%20Karir%20fiks%20%28tanda%29.docx%20%28revisi%20kata%20pengantar%29.docx

    • Tahap Perkembangan Karir


      Tahap Perkembangan Karir

       Kematangan karir dapat diukur melalui beberapa dimensi yaitu: orientasi terhadap pekerjaan yang akan ditentukan (dimensi sikap), perencanaan mengenai karir (dimensi kompetensi), konsistensi prefensi kejuruan karir (dimensi konsistensi), dan kebijaksanaan prefensi kejuruan karir (dimensi realitas). 

      Perkembangnan karir merupakan proses peningkatan kemampuan seseorang yang mendorong adanya peningkatan prestasi kerja dalam rangka mencapai karir yang diinginkan. Prestasi kerja dan kepuasan merupakan sebuah indikator dari perkembangan karir. Super (Winkel & Sri Hastuti 2013) membagi perkembangan karir menjadi lima tahap perkembangan, yaitu sebagai berikut:

      1. Fase Pengembangan (Growth)

      Dari saat lahir sampai umur lebih kurang 15 tahun, dimana anak dimana anak mengembangkan berbagai potensi, pandangan khas, sikap, minat, dan kebutuhan-kebutuhan yang dipadukan dalam struktur gambaran diri (self-concept structure).

      2. Fase Eksplorasi (Exploration)

      Dari umur 15 sampai 24 tahun, dimana individu memikirkan berbagai alternative jabatan, tetapi belum mengambil keputusan yang mengikat.

      3. Fase Pemantapan (Establishment)

      Dari umur 25 sampai 44 tahun, yang bercirikan usaha tekun memantapkan diri melalui seluk beluk pengalaman selama menjalani karir tertentu.

      4. Fase Pembinaan (Maintenance)

      Dari umur 45 sampai 64 tahun, dimana individu sudah dewasa menyesuaikan diri dalam penghayatan jabatannya.

      5. Fase Kemunduran (Decline)

      Pada usia 65 tahun keatas dimana orang sudah memasuki masa pensiun dan menemukan pola hidup baru sesudah melepaskan jabatannya tersebut.

      Super (Zunker 2012), bahwa kematangan karir dapat diukur melalui beberapa dimensi yaitu: orientasi terhadap pekerjaan yang akan ditentukan (dimensi sikap), perencanaan mengenai karir (dimensi kompetensi), konsistensi prefensi kejuruan karir (dimensi konsistensi), dan kebijaksanaan prefensi kejuruan karir (dimensi realitas). Sharf (2010), juga menjelaskan dimensi yang dimaksud adalah: a) dimensi sikap: berkaitan dengan kekhawatiran dan kepedulian tentang pilihan dan penggunaan informasi pekerjaan, b) dimensi kompetensi: informasi spesifik yang dimiliki individu tentang pekerjaan yang dia masuki, c) dimensi konsistensi: konsistensinya dalam pekerjaan dan tingkat pekerjaan yang ditekuni, dan d) dimensi realitas: mengacu pada hubungan antara pilihan dan tingkat pekerjaan.

      Dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang sudah siap dengan fase perkembangan yang dilaluinya, kematangan karirnya juga akan mengalami kemantapan seiring perjalanan dalam fase kehidupannya. Erikson (Salkind, 2004) yang menyatakan bahwa individu yang telah sampai pada tahap kedewasaan akan lebih siap dalam hal kematangan karir, serta mampu menggambarkan hasil dari tahap kedewasaannya dengan mengalami proses seperti mampu meyelesaikan konflik, menetapkan tujuan, dan memaknai sebuah keberhasilan yang diraihnya dan itu menjadi sebuah upaya sadar yang dilakukan dalam hidupnya.

      Perkembangan karir erat kaitannya dengan minat dan bakat. Arah perkembangan karir harus disesuaikan dengan minat. Minat ditunjang oleh bakat yang dimiliki. Sehingga untuk merencanakan pengembangan karir, yang dapat diukur adalah identifikasi minat dan bakat.


    • MATERI KE KEEMPAT

      Perencanaan Karir: Begini Pengertian, Langkah, dan Tipsnya 

      Perencanaan karir adalah proses untuk mengenal potensi diri sendiri untuk menentukan pilihan karir. Begini tips melakukannya agar sukses.

      Dunia kerja tampak seperti perjalanan panjang yang harus dilalui semua orang. Tak jarang mereka merubah karir dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Di mana hal tersebut dapat berjalan lancar apabila individu memiliki perencanaan karir dengan tepat.

      Perencanaan karir adalah proses untuk menjelajahi potensi dan kekuatan dalam diri seseorang untuk menentukan pilihan karirnya (Corey & Corey 2006). Perencanaan ini tentunya akan mempengaruhi goals Anda nantinya.

      Merencanakan perjalanan karir sebenarnya dapat dimulai dari umur berapapun, namun lebih cepat lebih baik. Lalu, bagaimana langkah-langkah untuk merencanakan karir tersebut? Simak informasinya di sini.

      Pengertian Perencanaan Karir

      Perencanaan karir adalah rencana yang dirancang oleh individu atau perusahaan untuk memajukan karir atau posisi seseorang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Tak jarang, pekerjaan yang mereka lakoni saat ini sebagai hasil dari rencana yang dibuat dengan cermat.

      Namun, sebagian dari mereka juga ada yang menganggap karir sekarang hanyalah hasil ΓÇ£nasibΓÇ¥, jadi memang seharusnya begitu. Memang tak ada yang bisa menjamin keberhasilan di masa depan. Namun, perencanaan terhadap karir bisa membantu individu mencapainya.

      Rencana-rencana tersebut mampu memaksimalkan semua kemungkinan dari peluang karir yang akan bermunculan.

      Manfaat Perencanaan Karir

      Setelah memahami tentang pengertiannya, ada baiknya Anda mencari tahu tentang manfaat perencanaan karir yang ada di bawah ini:

      Menurut Martono (2007), rencana pengembangan karir memiliki 6 manfaat, yakni:

      1. Mendukung karyawan yang memiliki potensi promosi sehingga mereka dapat dipromosikan
      2. Mengurangi pergantian karyawan, fokus pada karir individu dan mempertahankan karyawan di perusahaan tempat mereka berada
      3. Mengumpulkan informasi-informasi tentang karyawan sehingga perencanaan dan pengembangan karir berikut dapat membantu individu atau kelompok dalam perusahaan untuk mencapai posisi yang diminati.
      4. Memberikan semangat kerja karyawan supaya mereka bisa tumbuh dan berkembang untuk mencapai tujuan karir yang diinginkan
      5. Perencanaan ini dapat menyeleksi kembali karyawan yang memenuhi syarat pengembangan agar kebutuhan karyawan terpenuhi
      6. Perencanaan tersebut juga dapat membantu anggota tim mempersiapkan posisi yang lebih penting, karena dapat membantu pelaksana memiliki rencana bisnis yang disetujui.

      Langkah-Langkah Perencanaan Karir

      Berikut adalah langkah-langkah perencanaan karir yang perlu diperhatikan, seperti:

      Penilaian Terhadap Diri

      Kemampuan untuk mengerti diri sendiri ΓÇôbakat, kelebihan, kekuranganΓÇô merupakan aspek penting dari career planning karena memudahkan Anda untuk menemukan peluang, batasan, keputusan, dan posisi yang tepat sesuai diri sendiri.

      Menetapkan Tujuan Karir

      Pastikan Anda mengetahui apa tujuan perencanaan karir yang sedang Anda persiapkan. Merencanakan sesuatu tanpa adanya tujuan jelas hanya akan membawa Anda ke sesuatu yang tidak ada akhirnya.

      Tak hanya itu, tujuan karir juga dapat menuntun Anda menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

      Membangun Perencanaan

      Setelah memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri serta tujuan akhir Anda, maka sekarang saatnya Anda menata perencanaan tersebut. Di sini akan terlihat dari mana Anda harus memulai dan apa yang harus dilakukan sesuai kemampuan diri sendiri.

      Eksekusi

      Rencana terbaik adalah rencana yang dijalankan. Oleh karena itu, fase terpenting dari perencanaan karir adalah tahapan eksekusi.

      Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Karir

      Ada dua faktor yang mempengaruhi perencanaan karir yaitu eksternal dan internal. Kedua faktor ini memiliki dampak yang signifikan pada bagaimana orang melihat sesuatu, termasuk karir mereka. Penjelasan masing-masing elemen adalah sebagai berikut.

      Faktor Eksternal

      Faktor sosial primer dan sekunder adalah faktor yang mempengaruhi perencanaan karir seseorang dari sisi eksternal.

      Faktor primer terdiri dari pendapatan dan pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua, tempat tinggal dan keadaan lingkungan, jenis pekerjaan yang diharapkan orang tua, dan nilai atau norma umum.

      Sementara itu, yang termasuk ke dalam kelompok sekunder adalah partai di mana seseorang menjadi anggota, pendapat para ahli, serikat pekerja dan lain-lain.

      Faktor Internal

      Faktor internal adalah hal-hal dari dalam dirinya yang mempengaruhi bagaimana ia merencanakan jalur karirnya, seperti:

      Tingkat Intelegensi

      Setiap orang pasti memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Orang dengan tingkat kecerdasan tinggi dapat lebih cepat mengidentifikasi diri dan potensinya untuk mencapai tujuan karirnya.

      Minat

      Minat merupakan hal objektif karena selera seseorang tidak bisa digeneralisasikan. Minat dapat mengarahkan seseorang pada sesuatu yang diinginkannya.

      Bakat

      Selain minat, seseorang juga wajib mengenal apa bakat mereka. Bakat dan minat merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan khususnya dalam hal merencanakan karir.

      Meskipun bukan faktor penentu utama, namun bakat dan minat bisa mengantar seseorang mencapai tujuan perencanaan karir lebih cepat.

      Kepribadian dan Sikap

      Saat merencanakan jalan karir Anda, jangan lupa untuk mempertimbankan kepribadian dan sikap diri sendiri.

      Nilai atau Prinsip

      Beberapa orang dengan tegas menerapkan nilai dan prinsip tertentu dalam kehidupan mereka. Tentu saja, prinsip pribadi mempengaruhi pilihan dan rencana karirnya.

      Hobi

      Kesenangan kita terhadap sesuatu hal atau aktivitas disebut sebagai hobi. Hobi didapatkan dari kebiasaan atau diciptakan untuk kesenangan. Hobi juga bisa diperhitungkan saat merencanakan masa depan karir Anda.

      Tidak jarang seseorang memilih posisi atau pekerjaan yang sesuai dengan hobinya.

      Tahap Kehidupan Karir

      Pengalaman-pengalaman kerja seseorang sebelumnya tentu saja akan mempengaruhi pandangannya terhadap jenis karir yang mereka anggap tepat.

      Dasar Karir

      Setiap orang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya masing-masing. Ada perbedaan motivasi atas dasar karir mereka seperti kepemimpinan, keterampilan profesional, kebutuhan keamanan, kreativitas, otonomi dan kebebasan.

      Itulah informasi seputar perencanaan karir yang tak boleh Anda lewatkan. Dapat disimpulkan jika merencanakan perjalanan karir dengan tepat dapat membantu individu mencapai tujuan hidupnya lebih cepat pula.


    • lemen Perencanaan Karir

      1. Manajemen  Karir Individual,
      2. Manajemen Karir Organisasional



    • Bahan Bacaan materi pertemuan ke 5

      Elemen-elemen Perencanaan Karir

      Meskipun programnya berbeda-beda, ada empat elemen berbeda dari program perencanaan karir. Elemen-elemen tersebut meliputi:

      (1) penilaian  ndividu terhadap kemampuan, minat, kebutuhan karir, dan tujuan;

      (2) penilaian organisasi terhadap kemampuan dan potensi karyawan;

      (3) komunikasi informasi mengenai pilihan dan peluang karir dengan organisasi; dan

      (4) konseling karier untuk menetapkan tujuan yang realistis dan merencanakan pencapaiannya. Masing-masing elemen ini dibahas se cara lebih rinci di bawah ini.

      Penilaian Individu

      Penilaian individu terhadap kemampuan, minat, kebutuhan karier, dan tujuan pada dasarnya merupakan proses eksplorasi dan analisis diri. Individu sering kali dipandu oleh latihan penilaian diri.

      Proses penilaian diri pada dasarnya dipandang sebagai tanggung jawab individu; namun, organisasi dapat membantu dalam proses ini dengan menyediakan karyawan dengan materi dan kesempatan untuk eksplorasi dan analisis diri.

      Berbagai materi penilaian diri tersedia secara komersial, tetapi sejumlah organisasi, termasuk IBM, Xerox, General Motors, dan General Electric, telah mengembangkan buku kerja yang dibuat khusus untuk tujuan perencanaan karier karyawan. Latihan perencanaan karier individu dapat dilakukan secara mandiri oleh karyawan atau dalam lokakarya yang disponsori oleh organisasi. 

      Lokakarya memiliki keuntungan karena menggabungkan sejumlah elemen perencanaan karier termasuk penilaian diri, komunikasi peluang karier dan pengembangan organisasi, dan konseling satu lawan satu untuk memastikan bahwa tujuan karier realistis. Penilaian Organisasi Isu utama dalam sesi konseling karier adalah apakah tujuan karyawan realistis dalam hal kemungkinan organisasi dan penilaian organisasi atas kemampuan dan potensi karyawan. Penilaian yang akurat atas kemampuan dan potensi karyawan penting bagi organisasi dan individu. Organisasi memiliki beberapa sumber informasi untuk membuat penilaian atas kemampuan dan potensi karyawan. Pertama adalah informasi seleksi, termasuk tes kemampuan, tes pusat penilaian, inventaris minat, dan informasi biografi seperti pendidikan dan pengalaman kerja. Kedua adalah informasi riwayat pekerjaan saat ini, termasuk informasi penilaian kinerja, catatan promosi dan rekomendasi promosi, kenaikan gaji, dan partisipasi dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan. Organisasi secara tradisional mengandalkan data penilaian kinerja sebagai dasar utama untuk menilai potensi karyawan.

      Informasi Karir dalam suatu Organisasi

      Sebelum tujuan yang realistis dapat ditetapkan, seorang karyawan memerlukan informasi tentang pilihan dan peluang karier. Ini termasuk informasi tentang kemungkinan arah karier; kemungkinan jalur kemajuan karier; dan lowongan pekerjaan tertentu. Dalam organisasi dengan program perencanaan karier informal, karyawan mempelajari tentang pilihan dan peluang karier dari atasan mereka dalam konteks wawancara penilaian kinerja pengembangan. Organisasi dengan program perencanaan karier yang lebih mapan memanfaatkan buku kerja, lokakarya, dan bahkan materi perekrutan untuk mengomunikasikan pilihan dan peluang karier. Jalur karier telah didefinisikan sebagai perkembangan logis antara pekerjaan atau dari satu pekerjaan ke posisi target. Jalur karier dapat bersifat tradisional atau perilaku.

      Jalur karier tradisional didasarkan pada pola pergerakan aktual karyawan di masa lalu. Jalur karier ini cenderung terbatas pada kemajuan dalam satu fungsi atau unit organisasi, seperti pembelian, penjualan, atau hubungan pelanggan. Tahun-tahun masa kerja di organisasi sangat menentukan tingkat kemajuan yang dapat terjadi. Misalnya, seorang tenaga penjualan mungkin berharap untuk naik jabatan ke posisi supervisor akun setelah lima tahun, menjadi supervisor penjualan setelah 10 tahun, menjadi manajer distrik setelah 15 tahun, dan menjadi manajer regional setelah 25 tahun masa kerja. Pola pergerakan karier karyawan yang lebih fleksibel dijelaskan oleh jalur karier perilaku, yang didasarkan pada analisis kesamaan dalam aktivitas dan persyaratan pekerjaan. Jika ada kesamaan, pekerjaan dapat dikelompokkan ke dalam keluarga pekerjaan, atau klaster. Dengan demikian, semua pekerjaan yang melibatkan aktivitas kerja dan tingkat keterampilan serta kemampuan yang dibutuhkan serupa membentuk satu klaster pekerjaan, terlepas dari jabatannya. Berfokus pada kesamaan pekerjaan di seluruh fungsi dan unit organisasi akan memunculkan pilihan karier baru bagi karyawan dan fleksibilitas yang lebih besar bagi organisasi dalam memanfaatkan sumber daya manusia yang tersedia. Misalnya, satu organisasi berhasil memindahkan sejumlah personel penjualannya ke posisi pembelian ketika penjualan menurun di satu lini produk utama dan peluang tersedia di departemen pembelian. Perpindahan ini dilakukan ketika analisis pekerjaan menunjukkan adanya kesamaan perilaku antara dua fungsi yang sebelumnya berbeda.

      Konseling Karir

      Dalam sesi konseling, biasanya dengan para supervisor dan manajer dalam wawancara penilaian kinerja pengembangan, sebagian besar karyawan mengeksplorasi tujuan dan peluang karier dalam organisasi. Para supervisor dan manajer memerlukan penilaian akurat atas kemampuan dan potensi karyawan, serta informasi tentang pilihan dan peluang karier dalam organisasi. Profesional SDM mungkin terlibat dalam beberapa kegiatan konseling karier informal, tetapi pada dasarnya peran mereka adalah untuk mendukung kegiatan konseling karier para supervisor dan manajer. Ini berarti menyediakan informasi yang dibutuhkan para supervisor dan manajer serta pelatihan yang diperlukan untuk berfungsi secara efektif sebagai konselor.

      Dalam sesi konseling karir, karyawan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut:

        1. Apa saja keterampilan saya dan apa saja kemungkinan untuk mengembangkannya atau mempelajari keterampilan baru?

        2. Apa sebenarnya yang saya inginkan bagi diri saya sendiri sejauh menyangkut pekerjaan?

        3. Apa yang mungkin bagi saya, mengingat kemampuan dan keterampilan saya saat ini?

        4. Apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk pekerjaan tertentu?

        5. "Pelatihan apa yang akan dibutuhkan jika saya memilih untuk mengejar tujuan karier tertentu?"

      Bila konselor diperlengkapi untuk membantu karyawan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, tujuan karier yang realistis dapat ditetapkan. Selanjutnya, strategi pengembangan harus dirancang.


    • Aspek Perencanaan Karir

      1. Pengertian   Perencanaan Karir,

      2. Jenis Perencanaan Karir


      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan

        Karir adalah: Definisi, Jenis, dan Cara Menemukan Karir

        article thumbnail

        Setiap orang yang ingin memulai karir, harus memikirkannya baik-baik. Walaupun ada beberapa yang sudah memiliki impian pekerjaan atau cita-cita sejak masih kecil, tidak jarang ada juga yang baru memikirkannya sebelum selesai menempuh pendidikan. Keduanya memang tidak ada yang salah, yang penting cara untuk meraih kesuksesan.

        Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih lengkap mengenai definisi, jenis-jenis, hingga cara menemukan karir yang tepat, simak artikel ini sampai selesai, ya.

        Apa Itu Karir?

        Bagi sebagian besar orang, karir adalah pekerjaan yang sudah atau sedang dilakukan. Namun, arti tersebut belum mewakili definisi karir yang sesungguhnya, lho!

        Karir adalah kombinasi dari jumlah pekerjaan yang sudah diambil, berbagai pencapaian, hingga pelatihan yang sudah dilalui agar dapat meraih tujuan profesionalitas.

        Setiap pengalaman dan pekerjaan yang kamu kerjakan akan diikuti dengan berubahnya jenjang karir yang kamu miliki. Untuk itu dikenal dengan sebutan perkembangan karir atau progres karir.

        Tentunya memilih karir harus dilakukan dengan hati-hati, karena nantinya akan berdampak pada arah hidup, profesionalitas, dan rasa kepuasan di dalam hidup.

        Ketika kamu memilih karir harus memiliki pendidikan dan skill yang tepat untuk mendukung karir yang kamu jalani. Buatlah tujuan karir agar kamu dapat mengambil keputusan dengan hati-hati dan matang sehingga kamu dapat meraih kesuksesan.

        Berikut ini terdapat beberapa contoh karir pada engineer, business analyst, web developer, desain grafis, public relation, social media specialist, dan lain sebagainya.

        Jenis-Jenis Karir

        Setidaknya terdapat tiga jenis karir yang harus kamu ketahui, antara lain:

        1. Karier dari pekerjaan yang tidak terkait

        Karir yang kamu jalani bisa terdiri dari berbagai jenis pekerjaan yang tidak berkaitan antara satu dengan yang lain, baik itu dari sisi posisi sampai dengan industrinya.

        Contohnya, kamu menjadi seorang sales associate di dalam industri retail, lalu menjadi seorang customer service pada perusahaan IT, lalu menjadi seorang community manager di perusahaan startup keuangan.

        Dengan jenis ini, kamu bisa mempunyai banyak sekali pengalaman dalam berbagai jenis bidang. Namun, karena setiap posisi memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda, kamu akan sulit untuk memperkirakan posisi apa yang selanjutnya akan kamu jalani.

        Selain itu, kamu juga akan kesulitan untuk memperoleh peningkatan gaji dan tanggung jawab yang signifikan pada pekerjaan selanjutnya.

        2. Karier yang berkembang dari satu pekerjaan

        Jenis karir yang satu ini umumnya dikenal dengan jalur karir linear. Kamu akan lebih fokus pada satu bidang ataupun satu industri saja di sepanjang perjalanan karir linearmu, terlepas dari perusahaan yang sama atau berbeda.

        Sebagai contoh, kamu memulai karir di bidang penulisan sebagai seorang asisten editor di perusahaan XY. Mungkin saja kamu akan menjadi seorang editor ketika pindah ke perusahaan ZX, dan kemudian diangkat sebagai editor senior setelah setahun bekerja.

        Jenjang karir seperti contoh di atas banyak dilakukan banyak orang karena perkembangan karirnya jelas.

        3. Karir dari pekerjaan yang berbeda di satu industri

        Bentuk dari alur karir ini adalah kamu bekerja di satu industri, tapi menjalani berbagai jenis pekerjaan.

        Sebagai contoh, kamu memiliki tujuan untuk menjadi seorang creative director di bidang industri kreatif. Kamu bisa saja memulai karirmu dengan bekerja sebagai seorang copywriter di agency lalu pindah ke agency lain sebagai videographer.

        Seiring berjalannya waktu, kamu mungkin memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda di setiap pekerjaan, tapi tetap berada di industri kreatif. Dengan alur karir seperti itu, kamu masih punya kesempatan untuk meraih impianmu menjadi creative director.

        Salah satu manfaat karir bagi perusahaan yakni menjaga loyalitas karyawannya.

        Manfaat Perencanaan Karir

        Di dalam dunia kerja, manfaat perencanaan karir dapat diperoleh jika kamu maksimal dalam melakukannya.

        Tentunya perencanaan karir memiliki banyak manfaat. Berikut ini beberapa manfaat perencanaan karir bagi karyawan dan perusahaan.

        Manfaat Perencanaan Karir bagi Karyawan

        Individual career planning adalah perencanaan karir yang lebih fokus pada karir individu daripada kebutuhan organisasi. Berikut ini manfaat perencanaan karir bagi karyawan, yaitu:

        1. Mencapai kepuasan pribadi

        Dalam membangun perencanaan karir, kepuasan karir adalah tujuan yang harus dimasukkan secara pribadi. Kamu akan menghabiskan waktumu untuk bekerja, jadi kamu harus memilih karir yang tepat agar kamu mendapatkan keuntungan serta kepuasan pribadi.

        2. Memperoleh kesadaran dan pemahaman diri

        Manfaat perencanaan karir dari sisi pengembangan diri adalah untuk mendapatkan pemahaman terhadap diri sendiri secara sadar. Pemahaman seseorang terhadap dirinya untuk mendapatkan pengetahuan dalam mengelola kesulitan-kesulitan yang terjadi di dalam hidupnya.

        Akhirnya, dengan cara tersebut dapat memahami dan menerima diri sendiri dan membuat individu lebih memahami dan menerima orang lain.

        3. Membangun efisiensi usaha dan penggunaan waktu

        Manfaat perencanaan karir lainnya adalah untuk membangun efisiensi dalam memanfaatkan waktu dan usaha. Di sini kamu dapat memilih tahapan karir secara lebih sistematis. Dengan perancangan karir yang baik, harapannya bahwa kamu dapat meminimalisasi proses trial-and-error serta membuat lebih dekat dengan arah tujuan yang kamu inginkan.

        4. Mempersiapkan diri dalam memperoleh tempat dan penghasilan yang sesuai

        Manfaat perencanaan karir bagi seorang individu adalah mempersiapkan diri untuk mendapatkan tempat atau posisi yang cocok dalam pekerjaannya. Dengan perencanaan karir ini, kamu dapat fokus bekerja pada karir yang tepat sesuai dengan kemampuan dan skill-mu.

        Sebagai pekerja, kamu juga perlu membandingkan aset dan kewajiban dengan syarat dan permintaan dari berbagai jenis karir. Pendekatan tersebut akan membantumu dalam menemukan karir serta siap untuk menerima kesempatan karir yang akan datang.

        Manfaat Perencanaan Karir bagi Perusahaan

        Perusahaan juga cukup diuntungkan dengan mengarahkan karyawannya dalam perancangan karir. Berikut beberapa manfaat perencanaan karir dari sisi perusahaan, yakni:

        1. Mendorong pertumbuhan karyawan

        Perencanaan karir yang baik akan mendorong para karyawan untuk memiliki semangat kerja serta tumbuh dan berkembang bersama perusahaan. Dengan adanya acuan yang jelas, hal ini tentu akan berdampak baik untuk perusahaan.

        2. Menjaga loyalitas karyawan yang menurunkan perputaran karyawan

        Menaruh perhatian terhadap jenjang karir pada setiap karyawan dapat memberikan mereka tujuan yang jelas untuk terus bertahan di perusahaan yang sama. Tentunya cara ini membuat perusahaan akan memiliki karyawan yang loyal serta terus meningkat secara kualitas. Dengan loyalitas karyawan yang terjaga, turn over pegawai di perusahaan juga dapat ditekan.

        3. Siap akan regenerasi

        Perusahaan menjadi lebih siap dalam menghadapi regenerasi. Ketika setiap karyawan sudah memiliki mapping yang baik, mereka dapat mengisi posisi-posisi kosong di dalam perusahaan tersebut di masa depan.

        4. Mempersiapkan penempatan di luar negeri

        Bagi perusahaan yang sudah taraf global, membuat perancangan karir yang baik dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi serta mempersiapkan penempatan karyawan potensial di luar negeri.

        5. Mengembangkan promosi pegawai

        Perencanaan karir juga dapat mengembangkan para pegawai untuk promosi jabatan. Dalam hal ini penawaran internal atas pegawai yang bisa dipromosikan akan terbangun.

        Perusahaan juga dengan mudah dapat mencari pengganti kekosongan jabatan yang disebabkan oleh masa pensiun, karyawan resign, atau lain sebagainya.

        6. Memuaskan kebutuhan karyawan sehingga dapat mendukung karyawan potensial

        Perencanaan karir juga bisa memberikan jalan untuk karyawan potensial. Mereka menjadi lebih berani untuk melangkah maju dan meningkatkan kemampuan potensial mereka karena adanya tujuan karir yang lebih spesifik.

        Cara Menemukan Karir

        Dengan menemukan karir yang tepat, kamu bisa menikmati pekerjaan dan mengetahui jenjang karir kamu di masa yang akan datang. Nah, cara yang bisa kamu lakukan untuk menemukan karir tersebut adalah sebagai berikut.

        1. Melakukan networking

        Dengan melakukan networking, kamu bisa membangun dan menjaga hubungan profesional dengan orang lain. Hal tersebut akan membantumu untuk melihat dan memilih karir yang sesuai dengan kemampuan serta skill-mu.

        2. Membuat planning

        Awalilah meniti karir dengan membuat planning. Walaupun kamu sudah membuat rencana, kamu harus tetap terbuka dan fleksibel saat ada kesempatan lain yang hadir. Ketahuilah hal penting yang berguna untukmu, tujuan profesional, dan hal yang kamu sukai dari pekerjaanmu saat ini.

        3. Terus belajar

        Tentunnya belajar adalah suatu kewajiban, terlebih lagi dengan adanya perkembangan teknologi yang mewajibkan kamu untuk terus berinovasi dan juga beradaptasi.

        Kamu bisa belajar dari senior atau sesama pekerja di dalam industri yang saat ini kamu tekuni. Cari tahu skill yang diperlukan untuk bisa mengembangkan karir, baik itu soft skill maupun hard skill.

        4. Memperhatikan dunia industri yang sedang dijalani

        Sebisa mungkin, cobalah untuk membaca beragam berita terkait industri yang ingin atau sedang kamu jalani saat ini. Pasalnya, cara ini akan membuatmu untuk terus mengikuti tren dan memperoleh gambaran pekerjaan yang sesuai untuk karirmu.

        5. Bersiap untuk mengubah karir

        Apabila kamu berada di dalam industri yang trennya sedang mengalami penurunan, pertimbangkanlah untuk beralih ke karir yang berbeda.

        Faktor yang Mempengaruhi Karir

        Kamu bisa menemukan banyak faktor yang memengaruhi karirmu. Berikut ini beberapa faktornya, antara lain:

        1. Kepribadian karyawan

        Kepribadian dan motivasi karyawan adalah syarat yang diperlukan untuk bekerja pada posisi pekerjaan tertentu. Kepribadian karyawan merupakan salah satu kunci yang berpengaruh langsung terhadap pengembangan karir.

        2. Pendidikan, pelatihan, dan kursus yang diikuti

        Pendidikan yang memadai, kursus yang diselesaikan, dan program pelatihan adalah salah satu faktor dasar yang memengaruhi perkembangan karir serta promosi jabatan dalam struktur organisasi perusahaan.

        3. Prestasi kerja dan faktor atasan

        Salah satu faktor yang mempengaruhi karir yakni hasil kerja yang dicapai. Akan tetapi, jika kamu bekerja dalam suatu perusahaan, yang dilihat tidak hanya itu saja. Terdapat faktor penting yang mempengaruhi karirmu yaitu penilaian dari atasan secara langsung.

        4. Posisi pekerjaan yang dilakukan

        Posisi pekerjaan yang dilakukan harus sesuai dengan tujuan karirmu. Jika ingin membangun karir di bidang penelitian, kamu harus menemukan tempat kerja yang memadai untuk pengembangan karirmu.

        5. Situasi perusahaan

        Situasi perusahaan juga berpengaruh signifikan terhadap karir setiap karyawannya. Misalnya, karyawan memiliki semua syarat untuk promosi jabatan, tapi situasi di perusahaan tidak memungkinkan sehingga pengembangan karir bisa saja terhambat. 


      • Metode atau Bentuk Perencanaan Karir

        1. Pendidikan dan  pelatihan

        2. Promosi

        3. Mutasi

        Bahan Bacaan

        Pengertian Perencanaan Karier: Tahapan, Manfaat, dan Metodenya

        Karier digunakan untuk menjelaskan orang-orang pada masing-masing peran atau status. Karier adalah semua jabatan (pekerjaan) yang mempunyai tanggung jawab individu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karier adalah suatu rangkaian atau pekerjaan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu yang berkaitan dengan sikap, nilai, perilaku dan motivasi dalam individu.

        Bagaimana Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan 01 - Finansialku

        John Soeprihanto (2000:115) dalam bukunya ΓÇ£Manajemen PersonaliaΓÇ¥ menyebutkan bahwa perencanaan karier adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seseorang karyawan sebagai individu bisa naik pangkat atau jabatan yang dihubungkan dengan kemampuan dan persyaratan karyawan tersebut sehingga dapat tercapai kepuasan kerja yang mendorong peningkatan prestasi.

        Mathis (2006), perencanaan karier adalah sebuah perencanaan yang terfokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karier yang memberikan suatu kemajuan yang logis atas orang-orang diantara pekerjaan dalam organisasi.

        Hariandja (2007), perencanaan karier merupakan kegiatan dan kesempatan yang diberikan oleh organisasi dalam upaya membantu pegawai untuk menggapai tujuan kariernya, yang terpenting untuk meningkatkan kompetensi individu dan juga kemampuan organisasi.

        Martoyo (2007), perencanaan karier adalah sebuah perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seorang anggota organisasi atau pegawai sebagai individu meniti proses kenaikan jabatan atau pangkat sesuai dengan persyaratan dan kemampuannya.

        Rivai (2009), perencanaan karier adalah sebuah proses di mana perusahaan menyeleksi tujuan karier serta jenjang karier dalam menggapai rencana karier.

        Tahapan Perjalanan Karier

        Secara umum, tahapan perjalanan karier seseorang dapat dikelompokkan ke dalam 5 tahapan, yaitu pertumbuhan, penjajakan, pemantapan, pemeliharaan, dan kemunduran yang didasarkan pada usia.

        Tahap #1 Pertumbuhan

        Tahap pertumbuhan dialami oleh mereka yang berusia di bawah 15 tahun. Tahap ini diakhiri dengan adanya konsep tentang minat dan kemampuan dan mulai berpikir tentang alternatif keahlian.

        Tahap #2 Penjajakan

        Dalam usia 15 sampai 24 tahun, seseorang berada dalam tahap penjajakan. Dalam usia ini, mereka mulai menggali beberapa keahlian secara serius dan mulai mencoba untuk bekerja.

        Tahap #3 Pemantapan

        Pada usia 25 sampai 44 tahun, seseorang berada dalam tahap pemantapan. Mereka secara terus-menerus melakukan pengujian terhadap kemampuan yang dimilikinya dan mencoba untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

        Tahap #4 Pemeliharaan

        Dari usia 45 hingga 65 tahun, seseorang sudah berada dalam tahap pemeliharaan, yang artinya ia tidak lagi akan berusaha untuk mencari pekerjaan yang baru, melainkan akan mempertahankan pekerjaannya yang sekarang.

        Tahap #5 Kemunduran

        Terjadi pada usia di atas 65 tahun, dimana tahap ini seseorang berada dalam tahap kemunduran dan yang umumnya tidak lagi bekerja. 

        Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karier

        Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi perencanaan karier, di mana seseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saat mereka merencanakan karier, yaitu sebagai berikut:

         #1 Tahap Kehidupan Karier

        Seseorang akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkatan dalam hidupnya.

        • Karier Awal

        Merupakan tahap pembentukan yang berupa penekanan pada perhatian untuk memperoleh jaminan terpenuhinya kebutuhan di tahun-tahun awal pekerjaan.

        • Karier Pertengahan

        Tahap ini biasanya meliputi pengalaman-pengalaman baru, seperti penugasan khusus, transfer dan promosi yang lebih tinggi, tawaran dari organisasi lain, kesempatan untuk ke jenjang organisasi yang lebih tinggi dan pembentukan nilai seseorang bagi organisasi.

        • Karier Akhir

        Pemberian pelatihan kepada penerus (karyawan baru), pengurangan beban kerja, atau pendelegasian tugas-tugas utama periode karier akhir agar tetap produktif dan persiapan diri untuk pensiun.

         #2 Dasar Karier

        Setiap orang dapat memiliki aspirasi, latar belakang, dan pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain.

        Ada lima perbedaan motif dasar karier yang menjelaskan jalan bagi orang-orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya, dimana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier (career anchors), antara lain:

        • Kemampuan Manajerial

        Tujuan karier bagi manajer adalah untuk meningkatkan kualitas dari diri sendiri, analitis, dan kemampuan emosional. Manajer menggunakan dasar ini untuk mengatur orang atau karyawan.

        • Kemampuan Fungsional-Teknis

        Dasar ini digunakan untuk para teknisi yang akan melanjutkan pengembangan dari bakat teknisnya. Orang-orang tersebut tidak mencari kedudukan dalam manajerial.

        • Keamanan

        Dasar ini digunakan untuk kesadaran keamanan individu untuk memantapkan kesadaran karier mereka. Mereka sering kali melihat ikatan mereka sendiri sebagai organisasi yang istimewa atau lokasi geografi.

        • Kreativitas

        Seseorang yang kreatif memiliki sedikit sikap seperti pengusaha. Mereka ingin menciptakan atau membangun sesuatu yang benar-benar milik mereka.

        • Otonomi dan Kebebasan

        Dasar karier ini digunakan untuk orang yang memiliki hasrat kebebasan agar bebas dari aturan-aturan organisasi. Mereka menilai otonomi dan ingin menjadi bos dari mereka sendiri dan bekerja pada langkah mereka sendiri.  




    • UJIAN TENGAH SEMESTER (uts)

    • Pengembangan Karir

      1. Pengertian Pengembangan Karir

      2. Manfaat Pengembangan Karir bagi Organisasi

      3. Manfaat Pengembangan Karir bagi Individu

      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan

        • Career Development: 6 Manfaat, Tahapan, dan Metodenya

          career development

          Setiap perusahaan perlu mengusahakan seluruh karyawan untuk meningkatkan kapasitas skill. Maka dari itu, perusahaan biasanya menyediakan divisi career development untuk mengimplementasikan hal tersebut. 

          Namun, sering kali perusahaan enggan memberikan porsi khusus terhadap hal tersebut. Padahal, pengembangan karir menjadi salah satu alasan mengapa karyawan tetap dapat bertahan. Agar perusahaan dapat memahami lebih jauh, artikel ini membahas mengenai manfaat, tahapan, dan metode career development

          Manfaat Career Development

          Pengembangan karier atau career development memiliki banyak manfaat bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari career development dalam sebuah perusahaan:

          1. Meningkatkan Retensi Karyawan

          Career development membantu meningkatkan retensi karyawan. Ketika perusahaan memberikan peluang pengembangan karier kepada karyawan, mereka merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk tetap tinggal dalam perusahaan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi turnover karyawan dan menghemat biaya yang terkait dengan perekrutan dan pelatihan karyawan baru.

          2. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

          Career development juga membantu meningkatkan keterlibatan karyawan. Ketika karyawan melihat adanya kesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan diri di perusahaan, mereka cenderung lebih terlibat dalam pekerjaan mereka. Mereka merasa lebih berkomitmen terhadap perusahaan dan lebih bersemangat untuk memberikan kontribusi yang lebih besar.

          3. Meningkatkan Kinerja Karyawan

          Dengan memberikan peluang pengembangan karier kepada karyawan, perusahaan dapat membantu meningkatkan kinerja karyawan secara keseluruhan. Ketika karyawan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, mereka menjadi lebih kompeten dalam pekerjaan mereka. Hal ini dapat menghasilkan peningkatan produktivitas dan kualitas kerja.

          4. Mengurangi Kesenjangan Keterampilan

          Career development membantu mengurangi kesenjangan keterampilan di perusahaan. Dengan memberikan pelatihan dan pengembangan kepada karyawan, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang relevan dan diperlukan untuk menjalankan tugas mereka. Hal ini dapat menghindari kebutuhan untuk merekrut karyawan baru dengan keterampilan yang spesifik dan mahal.

          5. Mempromosikan Pemimpin Internal

          Career development memungkinkan perusahaan untuk mempromosikan pemimpin internal. Dengan memberikan kesempatan pengembangan karier kepada karyawan yang berpotensi, perusahaan dapat mengidentifikasi calon pemimpin internal yang berkualitas. Ini membantu membangun basis pemimpin yang kuat di dalam perusahaan dan meminimalkan kebutuhan untuk merekrut pemimpin eksternal.

          6. Meningkatkan Citra Perusahaan

          Perusahaan yang memiliki program career development yang kuat cenderung memiliki citra yang baik di mata karyawan dan calon karyawan. Mereka terlihat sebagai tempat yang peduli dan memperhatikan perkembangan karier karyawan mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menarik dan mempertahankan bakat-bakat terbaik di industri.

          Secara keseluruhan, career development membawa banyak manfaat bagi perusahaan, termasuk meningkatkan retensi karyawan, keterlibatan karyawan, kinerja karyawan, mengurangi kesenjangan keterampilan, mempromosikan pemimpin internal, dan meningkatkan citra perusahaan.

          Tahapan Career Development

          tahapan career development

          Sumber: pinterest

          Tahapan career development atau pengembangan karier dapat bervariasi tergantung pada perusahaan dan individu. Namun, berikut adalah tahapan umum yang sering terjadi dalam pengembangan karier:

          1. Self-Assessment (Penilaian Diri)

          Tahap pertama dalam pengembangan karier adalah melakukan penilaian diri secara objektif. Anda perlu mengevaluasi minat, nilai, keahlian, dan tujuan karier Anda. Ini melibatkan menentukan kekuatan dan kelemahan Anda serta memahami preferensi Anda dalam hal pekerjaan dan lingkungan kerja.

          2. Penetapan Tujuan

          Setelah melakukan penilaian diri, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan karier yang jelas dan terukur. Tujuan ini dapat melibatkan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Penting untuk membuat tujuan yang realistis dan spesifik, misalnya, mendapatkan promosi ke posisi manajerial dalam waktu dua tahun.

          3. Identifikasi Kesempatan

          Selanjutnya, Anda perlu mengidentifikasi kesempatan pengembangan karier yang tersedia di perusahaan atau di luar perusahaan. Ini mungkin melibatkan mencari pelatihan, kursus, sertifikasi, atau tugas proyek yang relevan dengan tujuan karier Anda. Anda juga dapat mencari mentor atau meminta bimbingan dari profesional yang lebih berpengalaman.

          4. Pelatihan dan Pengembangan

          Tahap ini melibatkan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Anda. Anda dapat menghadiri pelatihan internal atau eksternal, mengikuti kursus online, membaca buku dan artikel terkait, atau mengambil tanggung jawab tambahan di tempat kerja yang memungkinkan Anda mengembangkan keterampilan baru.

          5. Praktik dan Penerapan

          Setelah memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, penting untuk menerapkannya dalam situasi nyata. Ini bisa berarti mengambil tanggung jawab baru, mengambil proyek yang menantang, atau berpartisipasi dalam tim lintas departemen. Dengan praktik yang berkelanjutan, Anda dapat memperkuat kompetensi Anda dan membuktikan kemampuan Anda kepada atasan dan rekan kerja.

          6. Evaluasi dan Peningkatan

          Tahap evaluasi terjadi secara berkelanjutan sepanjang proses pengembangan karier. Anda perlu mengukur kemajuan Anda terhadap tujuan yang telah ditetapkan dan menganalisis apakah langkah-langkah yang Anda ambil efektif. Jika ada kekurangan atau area yang perlu ditingkatkan, Anda dapat mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

          7. Promosi dan Transisi

          Tahap ini melibatkan kemajuan dalam karier Anda, seperti mendapatkan promosi, menangani peran yang lebih tinggi, atau beralih ke departemen atau fungsi yang berbeda. Promosi dan transisi karier ini mungkin melibatkan interaksi dengan manajer, pencarian pekerjaan, atau relokasi geografis.

          Penting untuk diingat bahwa tahapan pengembangan karier ini dapat berulang dan tidak harus berurutan. Pengembangan karier adalah proses yang terus-menerus dan dapat berubah seiring waktu. Fleksibilitas, komitmen terhadap pengembangan pribadi, dan keterbukaan terhadap peluang baru akan membantu Anda dalam mencapai tujuan karier Anda.

          Metode Career Development

          Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pengembangan karier. Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan:

          a. Pelatihan dan Pengembangan Internal

          Perusahaan dapat menyediakan pelatihan dan pengembangan internal kepada karyawan mereka. Ini dapat berupa pelatihan formal, seperti kursus atau workshop, atau pelatihan informal melalui mentorship atau program pembelajaran berbasis proyek. Pelatihan ini membantu karyawan mengembangkan keterampilan baru atau meningkatkan keterampilan yang sudah ada untuk menghadapi tantangan yang lebih besar dalam karier mereka.

          b. Pendidikan Lanjutan

          Salah satu metode yang umum digunakan dalam pengembangan karier adalah melalui pendidikan lanjutan. Karyawan dapat mengambil program gelar atau sertifikasi yang relevan dengan bidang pekerjaan mereka. Perusahaan dapat memberikan dukungan dalam bentuk beasiswa atau tunjangan pendidikan untuk mendorong karyawan mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kualifikasi akademik mereka.

          c. Rotasi Pekerjaan dan Penugasan Khusus

          Rotasi pekerjaan melibatkan pindah antara peran atau departemen yang berbeda di dalam perusahaan. Ini memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang operasi perusahaan, memperluas jaringan profesional mereka, dan mengembangkan keterampilan yang berbeda. Penugasan khusus juga dapat diberikan kepada karyawan yang menunjukkan potensi untuk mengatasi tantangan tertentu atau untuk mengembangkan keterampilan khusus dalam proyek-proyek khusus.

          d. Mentorship dan Coaching

          Mentorship dan coaching adalah metode pengembangan karier yang melibatkan hubungan satu lawan satu antara seorang mentor atau pelatih dengan seorang karyawan. Mentor atau pelatih berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan mereka untuk membantu karyawan dalam pengembangan karier mereka. Mereka memberikan bimbingan, umpan balik, dan saran yang berharga untuk membantu karyawan mencapai tujuan mereka.

          e. Evaluasi Kinerja dan Perencanaan Karier

          Evaluasi kinerja secara teratur dan perencanaan karier yang terstruktur juga dapat menjadi metode efektif dalam pengembangan karier. Selain itu, Evaluasi kinerja membantu karyawan memahami kekuatan mereka dan area yang perlu ditingkatkan. Perencanaan karier melibatkan diskusi antara karyawan dan manajer tentang tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapainya.

          Perusahaan dapat menggabungkan beberapa metode ini atau menyesuaikan mereka sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pengembangan karier karyawan mereka. Penting untuk mempertimbangkan preferensi dan kebutuhan individu dalam merancang program pengembangan karier yang efektif.   



      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Video


      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Forum Diskusi
        Instruksi
        1. Buatlah analisis atau rangkuman tentang video materi pertemuan ke 9.
        2. Rangkuman dalam bentuk tulisan dan dikumpulkan di lms pada saat jam perkuliahan.
      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Tugas

        Pengumpulan Jawaban Forum Diskusi analisis video


    • Pengembangan Karir

      1. Pengertian Pengembangan Karir

      2. Manfaat Pengembangan Karir bagi Organisasi

      3. Manfaat Pengembangan Karir bagi Individu

      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan

        • Career Development: 6 Manfaat, Tahapan, dan Metodenya

          career development

          Setiap perusahaan perlu mengusahakan seluruh karyawan untuk meningkatkan kapasitas skill. Maka dari itu, perusahaan biasanya menyediakan divisi career development untuk mengimplementasikan hal tersebut. 

          Namun, sering kali perusahaan enggan memberikan porsi khusus terhadap hal tersebut. Padahal, pengembangan karir menjadi salah satu alasan mengapa karyawan tetap dapat bertahan. Agar perusahaan dapat memahami lebih jauh, artikel ini membahas mengenai manfaat, tahapan, dan metode career development

          Manfaat Career Development

          Pengembangan karier atau career development memiliki banyak manfaat bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari career development dalam sebuah perusahaan:

          1. Meningkatkan Retensi Karyawan

          Career development membantu meningkatkan retensi karyawan. Ketika perusahaan memberikan peluang pengembangan karier kepada karyawan, mereka merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk tetap tinggal dalam perusahaan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi turnover karyawan dan menghemat biaya yang terkait dengan perekrutan dan pelatihan karyawan baru.

          2. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

          Career development juga membantu meningkatkan keterlibatan karyawan. Ketika karyawan melihat adanya kesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan diri di perusahaan, mereka cenderung lebih terlibat dalam pekerjaan mereka. Mereka merasa lebih berkomitmen terhadap perusahaan dan lebih bersemangat untuk memberikan kontribusi yang lebih besar.

          3. Meningkatkan Kinerja Karyawan

          Dengan memberikan peluang pengembangan karier kepada karyawan, perusahaan dapat membantu meningkatkan kinerja karyawan secara keseluruhan. Ketika karyawan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, mereka menjadi lebih kompeten dalam pekerjaan mereka. Hal ini dapat menghasilkan peningkatan produktivitas dan kualitas kerja.

          4. Mengurangi Kesenjangan Keterampilan

          Career development membantu mengurangi kesenjangan keterampilan di perusahaan. Dengan memberikan pelatihan dan pengembangan kepada karyawan, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang relevan dan diperlukan untuk menjalankan tugas mereka. Hal ini dapat menghindari kebutuhan untuk merekrut karyawan baru dengan keterampilan yang spesifik dan mahal.

          5. Mempromosikan Pemimpin Internal

          Career development memungkinkan perusahaan untuk mempromosikan pemimpin internal. Dengan memberikan kesempatan pengembangan karier kepada karyawan yang berpotensi, perusahaan dapat mengidentifikasi calon pemimpin internal yang berkualitas. Ini membantu membangun basis pemimpin yang kuat di dalam perusahaan dan meminimalkan kebutuhan untuk merekrut pemimpin eksternal.

          6. Meningkatkan Citra Perusahaan

          Perusahaan yang memiliki program career development yang kuat cenderung memiliki citra yang baik di mata karyawan dan calon karyawan. Mereka terlihat sebagai tempat yang peduli dan memperhatikan perkembangan karier karyawan mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menarik dan mempertahankan bakat-bakat terbaik di industri.

          Secara keseluruhan, career development membawa banyak manfaat bagi perusahaan, termasuk meningkatkan retensi karyawan, keterlibatan karyawan, kinerja karyawan, mengurangi kesenjangan keterampilan, mempromosikan pemimpin internal, dan meningkatkan citra perusahaan.

          Tahapan Career Development

          tahapan career development

          Sumber: pinterest

          Tahapan career development atau pengembangan karier dapat bervariasi tergantung pada perusahaan dan individu. Namun, berikut adalah tahapan umum yang sering terjadi dalam pengembangan karier:

          1. Self-Assessment (Penilaian Diri)

          Tahap pertama dalam pengembangan karier adalah melakukan penilaian diri secara objektif. Anda perlu mengevaluasi minat, nilai, keahlian, dan tujuan karier Anda. Ini melibatkan menentukan kekuatan dan kelemahan Anda serta memahami preferensi Anda dalam hal pekerjaan dan lingkungan kerja.

          2. Penetapan Tujuan

          Setelah melakukan penilaian diri, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan karier yang jelas dan terukur. Tujuan ini dapat melibatkan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Penting untuk membuat tujuan yang realistis dan spesifik, misalnya, mendapatkan promosi ke posisi manajerial dalam waktu dua tahun.

          3. Identifikasi Kesempatan

          Selanjutnya, Anda perlu mengidentifikasi kesempatan pengembangan karier yang tersedia di perusahaan atau di luar perusahaan. Ini mungkin melibatkan mencari pelatihan, kursus, sertifikasi, atau tugas proyek yang relevan dengan tujuan karier Anda. Anda juga dapat mencari mentor atau meminta bimbingan dari profesional yang lebih berpengalaman.

          4. Pelatihan dan Pengembangan

          Tahap ini melibatkan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Anda. Anda dapat menghadiri pelatihan internal atau eksternal, mengikuti kursus online, membaca buku dan artikel terkait, atau mengambil tanggung jawab tambahan di tempat kerja yang memungkinkan Anda mengembangkan keterampilan baru.

          5. Praktik dan Penerapan

          Setelah memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, penting untuk menerapkannya dalam situasi nyata. Ini bisa berarti mengambil tanggung jawab baru, mengambil proyek yang menantang, atau berpartisipasi dalam tim lintas departemen. Dengan praktik yang berkelanjutan, Anda dapat memperkuat kompetensi Anda dan membuktikan kemampuan Anda kepada atasan dan rekan kerja.

          6. Evaluasi dan Peningkatan

          Tahap evaluasi terjadi secara berkelanjutan sepanjang proses pengembangan karier. Anda perlu mengukur kemajuan Anda terhadap tujuan yang telah ditetapkan dan menganalisis apakah langkah-langkah yang Anda ambil efektif. Jika ada kekurangan atau area yang perlu ditingkatkan, Anda dapat mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

          7. Promosi dan Transisi

          Tahap ini melibatkan kemajuan dalam karier Anda, seperti mendapatkan promosi, menangani peran yang lebih tinggi, atau beralih ke departemen atau fungsi yang berbeda. Promosi dan transisi karier ini mungkin melibatkan interaksi dengan manajer, pencarian pekerjaan, atau relokasi geografis.

          Penting untuk diingat bahwa tahapan pengembangan karier ini dapat berulang dan tidak harus berurutan. Pengembangan karier adalah proses yang terus-menerus dan dapat berubah seiring waktu. Fleksibilitas, komitmen terhadap pengembangan pribadi, dan keterbukaan terhadap peluang baru akan membantu Anda dalam mencapai tujuan karier Anda.

          Metode Career Development

          Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pengembangan karier. Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan:

          a. Pelatihan dan Pengembangan Internal

          Perusahaan dapat menyediakan pelatihan dan pengembangan internal kepada karyawan mereka. Ini dapat berupa pelatihan formal, seperti kursus atau workshop, atau pelatihan informal melalui mentorship atau program pembelajaran berbasis proyek. Pelatihan ini membantu karyawan mengembangkan keterampilan baru atau meningkatkan keterampilan yang sudah ada untuk menghadapi tantangan yang lebih besar dalam karier mereka.

          b. Pendidikan Lanjutan

          Salah satu metode yang umum digunakan dalam pengembangan karier adalah melalui pendidikan lanjutan. Karyawan dapat mengambil program gelar atau sertifikasi yang relevan dengan bidang pekerjaan mereka. Perusahaan dapat memberikan dukungan dalam bentuk beasiswa atau tunjangan pendidikan untuk mendorong karyawan mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kualifikasi akademik mereka.

          c. Rotasi Pekerjaan dan Penugasan Khusus

          Rotasi pekerjaan melibatkan pindah antara peran atau departemen yang berbeda di dalam perusahaan. Ini memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang operasi perusahaan, memperluas jaringan profesional mereka, dan mengembangkan keterampilan yang berbeda. Penugasan khusus juga dapat diberikan kepada karyawan yang menunjukkan potensi untuk mengatasi tantangan tertentu atau untuk mengembangkan keterampilan khusus dalam proyek-proyek khusus.

          d. Mentorship dan Coaching

          Mentorship dan coaching adalah metode pengembangan karier yang melibatkan hubungan satu lawan satu antara seorang mentor atau pelatih dengan seorang karyawan. Mentor atau pelatih berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan mereka untuk membantu karyawan dalam pengembangan karier mereka. Mereka memberikan bimbingan, umpan balik, dan saran yang berharga untuk membantu karyawan mencapai tujuan mereka.

          e. Evaluasi Kinerja dan Perencanaan Karier

          Evaluasi kinerja secara teratur dan perencanaan karier yang terstruktur juga dapat menjadi metode efektif dalam pengembangan karier. Selain itu, Evaluasi kinerja membantu karyawan memahami kekuatan mereka dan area yang perlu ditingkatkan. Perencanaan karier melibatkan diskusi antara karyawan dan manajer tentang tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapainya.

          Perusahaan dapat menggabungkan beberapa metode ini atau menyesuaikan mereka sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pengembangan karier karyawan mereka. Penting untuk mempertimbangkan preferensi dan kebutuhan individu dalam merancang program pengembangan karier yang efektif.   



      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Video


      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Forum Diskusi
        Instruksi
        1. Buatlah analisis atau rangkuman tentang video materi pertemuan ke 9.
        2. Rangkuman dalam bentuk tulisan dan dikumpulkan di lms pada saat jam perkuliahan.
      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Tugas

        Pengumpulan Jawaban Forum Diskusi analisis video


      • Faktor-Faktor Pengembangan Karir


        • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan

          Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Karir

          Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Karir

          Pengembangan karir adalah proses peningkatan kemampuan kerja individu yang dicapai dalam rangka mencapai karir yang diinginkan. Betapa pun baiknya suatu rencana karir yang telah dibuat oleh seorang pekerja disertai tujuan karir yang wajar dan realistik, rencana tersebut tidak akan menjadi kenyataan tanpa adanya pengembangan karir yang sistematik. Meskipun bagian pengelola sumber daya manusia dapat turut berperan dalam kegitan pengembangan tersebut, sesungguhnya yang paling bertanggung jawab adalah pekerja yang bersangkutan sendiri. Hal ini merupakan salah satu prinsip pengembangan karir yang sangat fundamental.

          Menurut Sondang P. Siagian (2015) faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan karir seorang karyawan adalah sebagai berikut:

          1. Prestasi Kerja

          Faktor yang paling penting untuk meningkatkan dan mengembangkan karir seorang karyawan adalah pada prestasi kerjanya dalam melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya. Tanpa prestasi kerja yang memuaskan, sukar bagi seorang pekerja untuk diusulkan oleh atasannya agar dipertimbangkan untuk dipromosikan ke pekerjaan atau jabatan yang lebih tinggi di masa depan.

          2. Pengenalan oleh pihak lain

          Adalah berbagai pihak yang berwenang memutuskan layak tidaknya seseorang dipromosikan seperti atasan langsung danpimpinan bagian kepegawaian yang mengetahui kemampuan dan prestasi kerja seorang pegawai.

          3. Kesetiaan pada organisasi

          Merupakan dedikasi seorang karyawan yang ingin terus berkarya dalam organisasi tempatnya bekerja untuk jangka waktu yang lama.

          4. Pembimbing dan sponsor

          Pembimbing adalah orang yang memberikan nasehat-nasehat atau saran-saran kepada karyawan dalam upaya mengembangkan karirnya. Sedangkan sponsor adalah seseorang di dalam institusi pendidikan yang dapat menciptakan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan karirnya.

          5. Dukungan para bawahan

          Merupakan dukungan yang diberikan para bawahan dalam bentuk mensukseskan tugas manajer yang bersangkutan.

          6. Kesempatan untuk bertumbuh

          Merupakan kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuannya, baik melalui pelatihan-pelatihan, kursus, dan juga melanjutkan jenjang pendidikannya.

          7. Pengunduran diri

          Merupakan keputusan seorang karyawan untuk berhenti bekerja dan beralih ke institusi pendidikan lain yang memberikan kesempatan lebih besar untuk mengembangkan karir.

          Kesuksesan proses pengembangan karir tidak hanya penting bagi organisasi secara keseluruhan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan karir menurut Hasto dan Meilan (dalam Sunyoto 2013) meliputi: hubungan pegawai dan organisasi, personalitas karyawan, faktorfaktor eksternal, politicking dalam organisasi, sistem penghargaan, jumlah karyawan, ukuran organisasi, kultur organisasi, dan tipe manajemen.

          a. Hubungan Pegawai dan Organisasi

          Pada situasi ideal karyawan dan organisasi berada dalam hubungan yang saling menguntungkan. Keadaan ideal akan mampu menciptakan kondisi yang harmonis antara karyawan dan organisasi sehingga menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Sebaliknya, jika keadaan ideal ini gagal dicapai, maka yang terjadi adalah karyawan dan organisasi cepat atau lambat akan mempengaruhi proses pengembangan karir.

          b. Personalitas Karyawan

          Personalitas karyawan yang menyimpang menyebabkan terganggunya manajemen karir karyawan seperti: terlalu emosional, apatis dan ambisius. Karyawan yang apatis akan sulit dibina, karena karyawan tidak peduli dengan karirnya sendiri. Karyawan yang cenderung ambisius yaitu dengan memaksakan kehendak untuk mencapai tujuan karir yang terdapat dalam manajemen karir.

          c. Faktor-faktor Eksternal

          Aturan dalam manajemen karir di suatu organisasi menjadi kacau karena ada intervensi dari pihak luar. Karyawan yang mempromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi, akan dibatalkan karena ada orang yang di- drop dari luar organisasi. Dengan demikian masalah ini dapat mengacaukan manajemen karir yang telah dirancang oleh organisasi.

          d. Politicking dalam Organisasi

          Faktor-faktor seperti intrik-intrik, kasak-kusuk, hubungan antar teman, dan nepotisme yang lebih dominan dapat mempengaruhi karir seseorang.

          e. Sistem Penghargaan

          Sistem manajemen sangat mempengaruhi banyak hal termasuk manajemen karir karyawan. Organisasi yang tidak mempunyai sistem penghargaan yang jelas akan cenderung memperlakukan karyawannya secara subjektif.

          f. Jumlah Karyawan

          Jumlah karyawan yang dimiliki sebuah organisasi sangat mempengaruhi manajemen karir yang ada. Jika jumlah karyawan sedikit, maka manajemen karir akan sederhana dan mudah dikelola.

          g. Ukuran Organisasi

          Ukuran organisasi dalam konteks ini berhubungan dengan jumlah jabatan yang ada dalam organisasi tersebut, termasuk jumlah jenis pekerjaan, dan jumlah personel karyawan yang diperlukan untuk mengisi berbagai jabatan dan pekerjaan tersebut. Biasanya semakin besar organisasi, semakin kompleks urusan manajemen karir karyawan. Namunkesempatan untuk promosi dan rotasi karyawan juga lebih banyak.

          h. Kultur Organisasi

          Organisasi juga mempunyai kultur dan kebiasaan-kebiasaan. Ada organisasi yang cenderung berkultur profesional, objektif, rasional, dan demokratis. Ada juga organisasi yang cenderung feodalistik, rasional,dan dmokratis, tetapi ada juga organisasi yang cenderung menghargai prestasi kerja dan mementingkan senioritas karyawan.

          i. Tipe Manajemen

          Jika manajemen cenderung tertutup maka keterlibatan karyawan dalam hal pembinaan karirnya cenderung minimal. Sebaliknya jika cenderung terbuka, demokratis maka keterlibatan karyawan dalam pembinaan karir cenderung besar. 

        • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Video

          https://www.youtube.com/watch?v=jcWyVCxLFys&t=4s

      • Pertemuan ke 11, Hari : Kamis, Tanggal : 12 Desember 2024, Waktu : 07.30 - 9.00, Materi : Indikator Pengembangan Karir

        Indikator Pengembangan Karir

        1.Perlakuan yang adil   dalam karir

        2. Kepedulian para atasan langsung

        3. Informasi peluang promosi

        4. Minat dipromosikan

        5. Tingkat Kepuasan


        • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan

          Indikator Pengembangan Karir

          Pengembangan Karir

          Dalam pengembangan karir karyawan, terdapat beberapa ukuran yang harus dipenuhi agar pengemmbangan karir karyawan berlangsung secara objektif. Ukuran-ukuran tersebut sebagai indikator pengembangan karir. 

          Pengembangan karir seperti promosi sangat diharapkan oleh setiap pegawai, karena dengan pengembangan ini akan mendapatkan hak-hak yang lebih baik dari apa yang diperoleh sebelumnya, baik material maupun non material. Dalam pengembangan karir karyawan, terdapat beberapa ukuran yang harus dipenuhi agar pengemmbangan karir karyawan berlangsung secara objektif. Ukuran-ukuran tersebut sebagai indikator pengembangan karir.


          Indikator Pengembangan karir Karyawan

          Menurut Veitzhal Rivai (2010), menjelaskan ada 5 indikator pengembangan karir. Kelima indikator pengembangan karir menurut  Veitzhal Rivai  adalah sebagai berikut:

          1. Perlakuan yang adil dalam karir

          Perlakukan yang adil itu hanya bisa terwujud apabila kriteria promosi didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif, rasional, dan diketahui secara luas dikalangan karyawan.

          2. Kepedulian para atasan langsung

          Para karyawan pada umumnya mendambakan keterlibatan langsung mereka dalam perencanan karir masing-masing. Salah satu bentuk keperdulian itu adalah memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan tugas masingmasing karyawan tersebut mengetahui potensi yang perlu diatasi. Pada giliranya umpan balik itu merupakan bahan penting bagi karyawan mengenai langkah awal apa yang perlu diambilnya agar kemungkinannya untuk dipromosikan menjadi lebih besar.

          3. Informasi tentang berbagai peluang promosi

          Para karyawan pada umumnya mengharapkan bahwa mereka memiliki akses kepada informasi tentang berbagai peluang untuk dipromosikan. Akses ini sangat penting terutama apabila lowongan yang tersedia diisi melalui proses seleksi internal yang bersifat kompetitif. Jika akases demikian tidak ada atau sangat terbatas para karyawan akan mudah beranggapan bahwa prinsip keadilan dan kesamaan dan kesempatan untuk dipertimbangkan.

          4. Adanya minat untuk dipromosikan

          Pendekatan yang tepat digunakan dalam hal menumbuhkan minat para karyawan untuk pengembangan karir adalah pendekatan fleksibel dan proaktif. Artinya, minat untuk mengembangan karir sangat individualistic sifatnya. Seorang karyawan memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, jenis dan sifat pekerjaan sekarang, pendidikan dan pelatihan yang ditempuh, jumlah tanggungan dan berbagai faktor lainnya. Berbagai faktor tersebut dapat berakibat pada besarnya minat seseorang untuk mengembangkan karirnya.

          5. Tingkat kepuasan

          Meskipun secara umum dapat dikatakan bahwa setiap orang ingin meraih kemajuan, termasuk dalam meniti karir, ukuran keberhasilan yang digunakan memang berbeda-beda. Perbedaan tersebut merupakan akibat tingkat kepuasan, dan dalam konteks terakhir tidak selau berarti keberhasilan mencapai posisi tertinggi dalam organisasi, melainkan pula berarti bersedia menerima kenyataan bahwa karena berbagai faktor pembatasan yang dihadapi oleh seseorang. Karyawan merasa puas apabila ia dapat mencapai tingkat tertentu dalam karirnya meskipun tidak banyak anak tangga karir yang berhasil dinaikinya. Tegasnya, seseorang bisa merasa puas karena mengetahui bahwa apa yang dicapainya itu sudah meruapakan hasil yang maksimal dan berusaha mencapai anak tangga yang lebih tinggi merupakan usaha yang sia-sia karena mustahil untuk dicapai.





    • Indikator Pengembangan Karir

      1.Perlakuan yang adil   dalam karir

      2. Kepedulian para atasan langsung

      3. Informasi peluang promosi

      4. Minat dipromosikan

      5. Tingkat Kepuasan


      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan

        Indikator Pengembangan Karir

        Pengembangan Karir

        Dalam pengembangan karir karyawan, terdapat beberapa ukuran yang harus dipenuhi agar pengemmbangan karir karyawan berlangsung secara objektif. Ukuran-ukuran tersebut sebagai indikator pengembangan karir. 

        Pengembangan karir seperti promosi sangat diharapkan oleh setiap pegawai, karena dengan pengembangan ini akan mendapatkan hak-hak yang lebih baik dari apa yang diperoleh sebelumnya, baik material maupun non material. Dalam pengembangan karir karyawan, terdapat beberapa ukuran yang harus dipenuhi agar pengemmbangan karir karyawan berlangsung secara objektif. Ukuran-ukuran tersebut sebagai indikator pengembangan karir.


        Indikator Pengembangan karir Karyawan

        Menurut Veitzhal Rivai (2010), menjelaskan ada 5 indikator pengembangan karir. Kelima indikator pengembangan karir menurut  Veitzhal Rivai  adalah sebagai berikut:

        1. Perlakuan yang adil dalam karir

        Perlakukan yang adil itu hanya bisa terwujud apabila kriteria promosi didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif, rasional, dan diketahui secara luas dikalangan karyawan.

        2. Kepedulian para atasan langsung

        Para karyawan pada umumnya mendambakan keterlibatan langsung mereka dalam perencanan karir masing-masing. Salah satu bentuk keperdulian itu adalah memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan tugas masingmasing karyawan tersebut mengetahui potensi yang perlu diatasi. Pada giliranya umpan balik itu merupakan bahan penting bagi karyawan mengenai langkah awal apa yang perlu diambilnya agar kemungkinannya untuk dipromosikan menjadi lebih besar.

        3. Informasi tentang berbagai peluang promosi

        Para karyawan pada umumnya mengharapkan bahwa mereka memiliki akses kepada informasi tentang berbagai peluang untuk dipromosikan. Akses ini sangat penting terutama apabila lowongan yang tersedia diisi melalui proses seleksi internal yang bersifat kompetitif. Jika akases demikian tidak ada atau sangat terbatas para karyawan akan mudah beranggapan bahwa prinsip keadilan dan kesamaan dan kesempatan untuk dipertimbangkan.

        4. Adanya minat untuk dipromosikan

        Pendekatan yang tepat digunakan dalam hal menumbuhkan minat para karyawan untuk pengembangan karir adalah pendekatan fleksibel dan proaktif. Artinya, minat untuk mengembangan karir sangat individualistic sifatnya. Seorang karyawan memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, jenis dan sifat pekerjaan sekarang, pendidikan dan pelatihan yang ditempuh, jumlah tanggungan dan berbagai faktor lainnya. Berbagai faktor tersebut dapat berakibat pada besarnya minat seseorang untuk mengembangkan karirnya.

        5. Tingkat kepuasan

        Meskipun secara umum dapat dikatakan bahwa setiap orang ingin meraih kemajuan, termasuk dalam meniti karir, ukuran keberhasilan yang digunakan memang berbeda-beda. Perbedaan tersebut merupakan akibat tingkat kepuasan, dan dalam konteks terakhir tidak selau berarti keberhasilan mencapai posisi tertinggi dalam organisasi, melainkan pula berarti bersedia menerima kenyataan bahwa karena berbagai faktor pembatasan yang dihadapi oleh seseorang. Karyawan merasa puas apabila ia dapat mencapai tingkat tertentu dalam karirnya meskipun tidak banyak anak tangga karir yang berhasil dinaikinya. Tegasnya, seseorang bisa merasa puas karena mengetahui bahwa apa yang dicapainya itu sudah meruapakan hasil yang maksimal dan berusaha mencapai anak tangga yang lebih tinggi merupakan usaha yang sia-sia karena mustahil untuk dicapai.


    • Program Pengembangan Karir

      1.   Kebutuhan Organisasi

      2.   Peran Pimpinan

      3.   Kualifikasi

      4.   Sistem Imbalan (reward) organisasi


      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan

        Mengenal Program Pengembangan Karir Karyawan

        kair

        Program pengembangan karir merupakan salah satu dukungan perusahaan sebagai upaya mendorong dan memotivasi karyawan agar mampu mengembangkan karirnya menjadi lebih baik dari segi posisi maupun pendapatan. Setiap karyawan pasti tidak ingin memiliki karir yang stagnan, mereka menginginkan sebuah kemajuan untuk mencapai titik kesuksesan.

        Pengembangan karir menjadi salah satu fokus perusahaan untuk memberikan kesempatan bagi para karyawan agar mampu menggali potensinya. Melalui program pengembangan karir yang terencana, motivasi dan produktivitas kerja karyawan akan meningkat begitupun dengan tingkat kepuasan kerja. Hal tersebut akan mendorong performa dan kontribusi karyawan menjadi lebih baik.

         Pada akhirnya, program ini akan berdampak pada kemajuan perusahaan yang lebih progresif. Serta mempertahankan karyawan yang memiliki potensi untuk berkontribusi besar bagi perusahaan. Pengembangan karir sudah seharusnya direncanakan dan disusun secara matang oleh departemen HR. Hal ini bertujuan agar hasilnya sesuai dengan target yang diinginkan perusahaan maupun karyawan. Upaya pengembangan karir ini merupakan salah satu bentuk manajemen sumber daya manusia yang diaplikasikan melalui Program Pengembangan Karir atau Career Development Program (CDP).

         Pengertian Pengembangan Karir

        Menurut Komang (2012:1), pengembangan karir adalah peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai sebuah rencana karir dan peningkatan yang dilakukan oleh departemen personalia untuk mencapai suatu rencana kerja sesuai dengan jalur atau jenjang organisasi.

        Berdasarkan pengertian Komang, bisa dijabarkan bahwa pengembangan karir adalah sebuah proses yang dilakukan oleh perusahaan melalui departemen HR dengan melibatkan usaha karyawan untuk mengubah status, posisi, atau kedudukan karyawan itu sendiri. Tidak hanya perihal jabatan dan salary, pengembangan karir ini juga berfokus pada peningkatan kemampuan karyawan untuk menggali potensi dan memberikan performa terbaiknya bagi perusahaan.

        Dalam praktiknya, terdapat 3 unsur penting yang mendukung program pengembangan karir yaitu individu (karyawan itu sendiri), manajer, dan perusahaan. Karyawan disini menjadi unsur yang menentukan keberhasilan program pengembangan karir. Tanpa niat dan keinginan untuk belajar dari karyawan itu sendiri, semua rencana tidak akan berjalan.

        Manajer mengetahui secara langsung performa karyawan di lapangan, karenanya ia berperan memberikan laporan nilai dan umpan balik atas kinerja yang sudah diberikan karyawannya. Sedangkan dari segi perusahaan, perannya menjadi penggerak dengan menyusun program pelatihan, pilihan jenjang karir atau sesuai kebijakan yang dimiliki.

         

        Menyusun Program Pengembangan Karir

        Mengutip laman the balance careers, Susan M.Heathfield seorang HR dan management consultant menjelaskan beberapa langkah dalam merencanakan program pengembangan karir oleh perusahaan untuk karyawannya, yaitu :

        • Membuka sesi diskusi secara terbuka dengan karyawan. Seorang manajer atau divisi HR bisa menanyakan kepada karyawan apa mimpi/pilihan karirnya di perusahaan. Gali pemikiran mereka tentang apa perubahan/progres yang ingin mereka lakukan di perusahaan Anda.
        • Sarankan agar karyawan memikirkan beberapa hal diantaranya: Apa perkembangan karir yang ingin dicapai dalam waktu tiga tahun? Apa pencapaian yang diinginkan tahun ini? Tawarkan peluang yang tersedia di perusahaan Anda sebagai bahan pertimbangan untuk mencapai tujuan karirnya.
        • Siapkan rekomendasi, apa yang bisa perusahaan Anda berikan dalam upaya mengembangkan karir karyawan. Serta bentuk dukungan yang diberikan perusahaan agar tujuan karir karyawan bisa tercapai.
        • Melibatkan karyawan dalam proses merumuskan rencana pengembangan karir. Bersikaplah terbuka dan fleksibel untuk menampung saran dari setiap karyawan. Anda juga bisa membuat sebuah formulir yang wajib diisi oleh setiap karyawan terkait rencana pengembangan karir, serta apa yang mereka butuhkan untuk mendukung rencana karirnya.

        Pengembangan karir merupakan salah satu kegiatan manajemen sumber daya manusia sebagai bentuk dukungan dan hubungan antar karyawan dengan perusahaan. Meskipun semua bergantung pada profesionalitas dan partisipasi karyawan, perusahaan harus tetap memberikan wadah dan dukungan melalui program pengembangan karir yang tersusun dengan baik. Semakin baik sistem pengembangan karir karyawan perusahaan, maka semakin mudah karyawan dalam mengembangkan karirnya dan berdampak bagi perkembangan perusahaan juga. 

      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: video


      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Forum Diskusi

        Menganalisis dan membuat Resume perjalanan karir seorang tokoh yang sukses. 

      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Pengumpulan Forum Diskusi

        Share hasil rangkuman tentang perjalan karir seorang tokoh sukses.


    • Program Pengembangan Karir

      1.   Kebutuhan Organisasi

      2.   Peran Pimpinan

      3.   Kualifikasi

      4.   Sistem Imbalan (reward) organisasi


      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan

        5 Langkah Menciptakan Program Pengembangan Karier


        Pengembangan Karier


        Pengembangan karier bukan hanya urusan karyawan. Tak sedikit perusahaan yang mendukung karyawan melalui program pengembangan karier.

        Namun, upaya ini memerlukan dukungan tim HR dan manajer atau pemimpin tim. Karena keberhasilan pengembangan karier karyawan akan berdampak terhadap perusahaan. 

        Memahami Pengembangan Karier Karyawan 

        Pengembangan karier merupakan proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengubah status, posisi, atau kedudukan karyawan.

        Namun, pengembangan karier juga menekankan pada peningkatan kemampuan karyawan. Baik peningkatan dalam pengetahuan diri, eksplorasi, serta pengambilan keputusan yang membentuk karier karyawan.

        Biasanya, program pengembangan karier di perusahaan disebut dengan Career Development Program (CDP). Pihak yang berperan adalah individu, manajer, dan perusahaan. 

        • Individu

        Setiap karyawan bertanggung jawab dalam pengembangan diri untuk mencapai posisi tertentu. Semua upaya akan sirna, jika mereka tidak berkeinginan untuk mengembangkan diri. 

        • Manajer

        Manajer berperan untuk mendukung dan memberikan umpan balik atas kinerja anggota timnya. 

        • Perusahaan

        Perusahaan berperan menjadi penggerak dengan memberikan program pelatihan dan pilihan jenjang karier. 

        Manfaat Memberikan Pengembangan Karier Kepada Karyawan

        #1 Membantu keputusan karier

        Program pengembangan karier memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menilai keterampilan dan kompetensinya. 

        Dengan pendampingan manajer atau pemimpin tim, mereka akan menentukan tujuan karier di masa mendatang. Mereka pun dapat mempersiapkan diri untuk mencapai karier impian.

        Misalnya, memperdalam keterampilan teknis untuk mencapai posisi tertentu atau mengasa keterampilan teknis dan nonteknis agar sampai pada jabatan manajer.

        #2 Karyawan lebih terampil 

        Dengan program ini, perusahaan membantu karyawan agar mereka mengasah keterampilan. 

        Ketika karyawan telah menguasai keterampilan, mereka lebih percaya diri sehingga dapat bekerja secara maksimal dan lebih produktif.

        Sementara itu, manajer dapat menempatkan karyawan pada pekerjaan di mana mereka dapat menghasilkan kinerja lebih baik.

        #3 Keterlibatan karyawan meningkat

        Perusahaan yang mendukung dan menghargai keterlibatan karyawan dapat mengurangi rasio turnover. Terlebih pasca mengikuti program, perusahaan mengharapkan karyawan untuk lebih terlibat dan berkontribusi dalam operasional.

        #4 Jaminan kesejahteraan

        Memberikan program pengembangan karier adalah bentuk jaminan kesejahteraan atau benefit yang cukup penting bagi karyawan. Kesejahteraan hidup yang terjamin akan membuat karyawan lebih loyal dalam bekerja. 

        Pengembangan Karier Dan Faktor Yang Berpengaruh

        1) Personal

        Karakteristik dari karyawan akan berpengaruh pada pemetaan jalur karier yang cocok dengannya. Sebut saja tipe kepribadian, keterampilan, dan minat. 

        Untuk mengetahui kecocokan antara karakteristik personal dan pekerjaan, tim HR perlu melakukan asesmen kepada karyawan. 

        Hasil dari asesmen untuk menilai tanggung jawab dan keterampilan yang sesuai dengan karyawan berdasarkan posisi atau tujuan karier.

        2) Finansial

        Tak sedikit karyawan yang merencanakan karier karena terdorong kebutuhan finansial. Dari situasi ini, tim HR perlu mempertimbangkan kompensasi dan benefit berdasarkan jabatan. 

        Jika jabatan karyawan naik, tetapi tidak memenuhi kebutuhan finansial, bukan tak mungkin mereka memilih pekerjaan di tempat lain.

        3) Keluarga

        Tidak sedikit kelompok orang yang harus merencanakan dan mengarahkan kariernya berdasarkan tuntutan keluarga.

        Misalnya, harus bekerja di kota yang sama, bekerja di perusahaan tertentu, atau tidak boleh tinggal sendiri di luar kota. 

        Untuk menghadapi kondisi itu, tim HR perlu mengomunikasikan pilihan karier sejak di proses rekrutmen. 

        5 Langkah Menciptakan Program Pengembangan Karier

        #1 Tetapkan struktur organisasi yang jelas

        Salah satu strategi terbaik untuk memahami kebutuhan perusahaan ialah dengan membuat struktur organisasi yang jelas untuk setiap posisi. Ini menentukan tanggung jawab setiap karyawan, termasuk rencana kompensasi untuk setiap posisi.

        #2 Kembangkan pemetaan karier 

        Petakan jalur karier untuk setiap posisi sejelas-jelasnya. Misalnya, seorang resepsionis yang menunjukkan minat terhadap keuangan diberikan pelatihan. Selanjutnya, ia menjadi tim keuangan di perusahaan.

        #3 Berdiskusi dengan karyawan

        Untuk menghindari kesalahpahaman, manajer dan tim HR harus berdiskusi dengan karyawan mengenai pengembangan karier. Meskipun Anda telah membuat peta karier karyawan yang sempurna.

        Diskusikan tentang cita-cita dan harapan karier dan apa rencana mereka ke depan. Selaraskan dengan rencana mereka dan peta karier karyawan yang dapat dikembangkan terlebih dahulu.

        #4 Buat action plan 

        Buat action plan spesifik dari langka sebelumnya, sehingga karyawan dapat memanfaatkan program pengembangan karier dari perusahaan. 

        Contohnya:

        • Coaching agar karyawan yang memiliki keterbatasan pemahaman terhadap tugasnya memperoleh keterampilan atau metode baru dari coach
        • On the job training untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap, perilaku, keterampilan, serta pengetahuan dari karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan
        • Off the job training dapat berupa memberikan lokakarya, konferensi, webinar, studi kasus, role playing kepada karyawan
        • Job rotation dapat memberikan perubahan posisi atau fungsi karyawan secara horizontal maupun vertikal
        • Job promotion diberikan kepada karyawan karena kinerjanya yang semakin baik dan disertai dengan penambahan gaji serta tunjangan

        Penutup 

        PerusahaanΓÇômelalui tim HRΓÇôsangat berperan penting dalam pengembangan karier karyawan. 

        Untuk menjalan program pengembangan ini, Anda dan tim mencari tahu kekurangan kemampuan dan keterampilan baru yang dimiliki oleh karyawan. 

        Langkah tersebut untuk mempersiapkan action plan sekaligus membentuk sumber daya yang efisien.

      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Bahan Bacaan ke 2

        Tips Pengembangan Karir Karyawan & Contoh Programnya

        Tidak hanya datang, bekerja, gajian, dan pulang! Karyawan-karyawan di perusahaan, juga banyak lho, yang ingin mengejar dan mengembangkan karir mereka. Lalu, pihak perusahaan bisa apa, untuk membantu pengembangan karir karyawan?

        Tenang! Ada banyak hal hingga program, yang bisa dilakukan perusahaan, untuk membantu mengembangkan karir karyawan, secara optimal. Karena karyawan, juga perlu pengakuan atas status karir selama bekerja.

        Tapi, hal ini juga harus didukung dengan niat masing-masing karyawan. Nah, sebelum mengetahui apa saja manfaat, indikator, hingga contoh programnya, mari simak dulu pengertian dari pengembangan karir itu sendiri.

        Tujuan Pengembangan Karir Karyawan

        Tujuan utama dari pengembangan karir karyawan di perusahaan adalah:

        • Meningkatkan kualitas hidup karyawan, dengan membantu mereka menemukan dan mengejar karir, yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka.
        • Menambahkan nilai bagi organisasi, dengan memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan, yang diperlukan untuk berkembang dan mencapai tujuannya.
        • Meningkatkan keterlibatan dan loyalitas karyawan, dengan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang dan mencapai potensi mereka.
        • Memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya, yang diperlukan untuk berkembang dan beradaptasi, dengan perubahan lingkungan bisnis.
        • Membantu karyawan membuat transisi karir yang sukses, baik dalam organisasi atau di luar organisasi.

        Indikator Pengembangan Karir

        Rajin dan masuk setiap hari saja tidak cukup, untuk mengembangkan karir. Berikut adalah beberapa indikator pengembangan karir yang penting :

        • Kesadaran diri: karyawan memahami minat, keahlian, dan kemampuan mereka dan mengerti bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka.
        • Pertumbuhan profesional: karyawan terlibat dalam pelatihan dan pengembangan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka.
        • Mobilitas karir: karyawan memiliki akses dan kesempatan untuk berpindah posisi atau bidang dalam organisasi.
        • Peluang untuk meningkatkan tanggung jawab: karyawan memiliki kesempatan untuk memimpin proyek atau memiliki tanggung jawab lebih besar dalam pekerjaan mereka.
        • Feedback dan evaluasi: karyawan menerima feedback dari atasan dan rekan kerja untuk membantu mereka memahami kinerja dan potensi mereka.
        • Stabilitas karir: karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mempertahankan pekerjaan mereka dan menghadapi tantangan di masa depan.
        • Keuntungan dan insentif: karyawan menerima insentif dan keuntungan yang wajar untuk menghormati dan memotivasi mereka.

        Bentuk Dari Pengembangan Karir Karyawan di Perusahaan

        Apakah naik gaji bisa disebut sebagai bentuk dari pengembangan karir? Bisa jadi, tapi tergantung dari sudut pandang. Karena, selain dari kebijakan atas kinerja, gaji juga bisa naik dari kebijakan UMR masing-masing daerah.

        Namun, Anda juga harus tahu beberapa bentuk perkembangan karir di perusahaan berikut ini:

        • Promosi vertikal: karyawan naik dalam hierarki organisasi dan memiliki tanggung jawab yang lebih besar.
        • Rotasi posisi: karyawan berpindah posisi di dalam organisasi untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang beragam.
        • Pelatihan dan pengembangan: karyawan mengikuti pelatihan dan program pengembangan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka.
        • Pekerjaan baru: karyawan memulai pekerjaan baru dalam organisasi yang membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang berbeda.
        • Pekerjaan sekunder: karyawan mengambil pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama mereka untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan tambahan.
        • Karir internal: karyawan berkembang dan berkarir dalam satu area bidang spesifik dalam organisasi.
        • Karir luar organisasi: karyawan memulai karir baru di luar organisasi atau memulai bisnis sendiri.

        Contoh Program Pengembangan Karir yang Bisa Diterapkan 

        1. Pelatihan dan Pengembangan 

        Contoh program yang bisa dilakukan perusahaan untuk pengembangan karir karyawan adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan. Gunanya, untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan karyawan, yang tidak hanya fokus di satu keahlian atau bidang saja.

        Misalnya, menyediakan program pelatihan SEO, copywriting, publik speaking, dan lainnya, agar karyawan bisa lebih ΓÇ£proΓÇ¥ dalam mendalami suatu keahlian.

        2. Mentoring dan Coaching

        Tidak selamanya, karyawan akan menjadi staf atau bawahan. Ketika karyawan diberi kesempatan untuk bisa rotasi ke posisi yang lebih tinggi, mereka juga harus bisa memiliki keahlian mentoring dan coaching.

        Pasalnya, ketika mereka naik posisi, maka akan ada staf di bawahnya yang harus dirangkul. Nah, di sini perusahaan bisa memperkenalkan karyawan dengan mentor atau coach, yang dapat membantu mereka dalam perkembangan karir mereka.

        3. Evaluasi Kinerja

        Mungkin Anda pernah mendengar istilah Raker atau Rapat Kerja, yang biasa dilakukan setiap setahun sekali, atau per kuartal. Rapat kerja ini adalah kegiatan berupa evaluasi kinerja, yang sudah dilakukan oleh karyawan dan timnya.

        Dari evaluasi tersebut, perusahaan bisa menilai kinerja masing-masing karyawan secara teratur, untuk membantu karyawan memahami kinerja dan potensi mereka.

        4. Program Mobilitas Karir

        Kuliahnya apa, kerjanya apa! Eits, nggak masalah lho! Justru, gali potensi keahlian di banyak bidang, seluas-luasnya. Di sini, perusahaan bisa memfasilitasi mobilitas karir bagi karyawan, dengan membantu mereka memasuki bidang yang berbeda dalam organisasi.

        Misalnya, dari posisi digital marketing, perusahaan memberikan kesempatan karyawan untuk belajar di posisi community development, atau posisi lainnya. Sehingga, karyawan tidak mentok di dalam lingkaran karir yang di situ-situ saja.

        5. Insentif Karir

        Posisi sudah naik, kok gaji nggak ikut naik ya? Nah ini! Perusahaan seringkali mampu untuk bisa menaikan jabatan seorang karyawan, tapi tidak dengan gajinya. 

        Meski hanya naik dari staf ke leader, setidaknya perusahaan bisa menyesuaikan gaji dengan tanggung jawab karyawan, yang tentunya lebih tinggi. Di sini, perusahaan bisa memberikan kenaikan gaji, plus memberikan insentif kepada karyawan yang mampu berkembang, dan mencapai tujuan karir mereka.

        6. Peluang Pembelajaran

        Ketika ada teknologi baru, di situ pasti ada peluang pembelajaran baru. Perusahaan juga bisa memfasilitasi peluang pembelajaran dan pengalaman bagi karyawan, untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.

        Misalnya, zaman sekarang divisi HRD sudah bisa bekerja, dibantu dengan teknologi berupa perangkat lunak atau software, yang mampu memudahkan pekerjaan HRD. Sehingga, para HRD masa kini, bisa mulai belajar tentang teknologi baru ini, untuk diterapkan di dunia kerja.

      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Forum Diskusi

        1. Siapkan 1 Jurnal Nasional 5 tahun terakhir tentang Karir / Promosi Jabatan / Pengembangan Karir yang mempengaruhi kinerja karyawan

        2. Siapkan 1 Jurnal Internasional 5 tahun terakhir tentang Karir / Promosi Jabatan / Pengembangan Karir yang mempengaruhi kinerja karyawan

      • Siswa dapat menandai selesai secara manual aktivitas ini: Tempat Pengumpulan Forum Diskusi

        1. Link file jurnal Nasional tentang Karir / Promosi Jabatan / Pengembangan Karir

        2. Link file jurnal Internasional tentang Karir/ Promosi Jabatan / Pengembangan Karir


    • SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2024-2025

      MATAKULIAH : MANAJEMEN KARIR

      KELAS : 7MA1