Garis besar topik
-
-
Berita dan pengumuman
-
-
Dosen Pengampu/Penanggungjawab: Prof Anuar Sanusi/Dr.Lukmanul Hakim
CPL :
Setelah mengikuti perkuliahan mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan konsep yang berkaitan dengan Perubahan Manajemen di dalam sebuah organisasi/perusahaan
Aspek Sikap
Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. Mampu menguasai konsep teoritis, metode dan perangkat analisis fungsi manajemen dan fungsi organisasi pada berbagai jenis organisasi beserta perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis (S04, S05, S09)
Aspek Pengetahuan
Menguasai teori fungsi organisasi perusahaan, termasuk strategi dan operasi SDM, aset, keuangan, pemasaran, dan produksi (P01, P02, P03)
Aspek Keterampilan Umum
Mampu menguasai konsep teoritis, metode dan perangkat analisis fungsi manajemen dan fungsi organisasi pada berbagai jenis organisasi beserta potensi dan perubahan-perubahan yang terjadi (KU05)
Aspek Keterampilan Khusus:
Mampu membuat keputusan organisasi termasuk perencanaan, pengorganisasian, penataan personil, pengarahan, pelaksanaan dan pengendalian serta evaluasi pada tingkat manajerial di berbagai tipe organisasi perusahaan berdasarkan riset menggunakan konsep dan metode multidisiplin (KK04, KK07, KK08)
Capaian Pembelajaran Matakuliah (CPMK) :
Mahasiswa mata kuliah ini akan mampu berpikir secara strategis untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal organisasi sesuai visi dan misi. Mahasiswa mampu melakukan identifikasi alternatif strategi dalam pencapaian tujuan organisasi dan menentukan pilihan strategi yang akan dijalankan serta membuat dan menyajikan formulasi strategi (CPMK 1, CPMK2, CPMK3)
-
-
1. What and why organizational exist
2. Organization theory, design, and change.
3. How manager measure oeganization effectiveness.
4. Identifying stake holders
-
-
-
-
-
-
What and Why Organizations Exist
ΓûáOrganisasi adalah entitas sosial yang terstruktur dan dikelola untuk mencapai tujuan tertentu.ΓûáOrganisasi ada untuk menciptakan nilai, meningkatkan efisiensi, dan memenuhi kebutuhan masyarakat,dan Mereka beroperasi dalam berbagai bentuk, termasuk bisnis, nirlaba, dan pemerintah
-
-
-
1. What and why organizational exist
2. Organization theory, design, and change.
3. How manager measure oeganization effectiveness.
4. Identifying stake holders
-
-
-
Desain, dan Perubahan Perubahan
- Teori organisasi membahas bagaimana organisasi berstruktur dan berfungsi.
- Desain organisasi menentukan bagaimana peran dan tanggung jawab dibentuk.
- Perubahan organisasi diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dinamis
-
-
-
1. Organizing in a Changing Global Environment
2. Resource Dependence Theory
3. Strategic Managing Inter-dependencies
4. Transaction Cost Theory -
Organizing in a Changing Global Environment
ΓÇóOrganisasi menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan teknologi.ΓÇó Dibutuhkan kemampuan adaptif dan struktur organisasi yang fleksibel.ΓÇó Perubahan lingkungan global menuntut manajemen lintas budaya dan ko -
Organizing in a Changing Global Environment:
ΓÇó- Organisasi menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan teknologi.ΓÇó- Dibutuhkan kemampuan adaptif dan struktur organisasi yang fleksibel.ΓÇó- Perubahan lingkungan global menuntut manajemen lintas budaya dan kolaborasi internasional
-
-
-
- Authority: How and why Vertical Differentiation Occurs
- Control: Factors Affecting the shape of the Hierarchy
- The Principles of Bureaucracy
- The Influence of the Informal Organization IT, Empowerment, and Self-Managed
- Teams
-
-
-
- Functional Structure
- From Functional Structure to Divisional Structure
- Divisional Structure I, II, III
- Matrix Structure
-
Manajemen Perubahan Organisasi
ΓÇóΓÇó Perubahan adalah keniscayaan dalam organisasiΓÇóΓÇó Bersifat masif, cepat, dan dinamisΓÇóΓÇó Perubahan dapat direncanakan (planned) atau tidak direncanakanΓÇóΓÇó Faktor pendorong: internal (struktur, teknologi) dan eksternal (pasar, regulasi)
-
-
-
- What Is Organizational Culture?
- How is an OrganizationaΓÇÖs Culture Transmitted to its Members
- Where Does Organizational Culture Come From?
- Can Organizational Culture Be Managed
- Social responsibility
-
Designing Organizational Structure: Specialization and Coordination
ΓÇó- Menganalisis struktur organisasi dan fungsi spesialisasi kerja.ΓÇó- Mengidentifikasi bentuk koordinasi organisasi.ΓÇó- Mengevaluasi strategi mengatasi dampak spesialisasi kerja.
-
-
-
- Strategy and the Environment
- Functional-Level Strategy
- Business ΓÇô Level Strategy
- Corporate-Level Strategy
- Implementing Strategy across Countries
-
-
-
-
-
-
Sumber Bacaan :
Organizational Design and Strategy in a Changing Global Environment, dengan gap riset, konteks kekinian :
1. Strategy and the Environment
Strategi organisasi modern harus responsif terhadap dinamika lingkungan eksternal, seperti politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum (PESTEL). Perubahan global yang cepat menuntut adaptasi strategis melalui alat bantu seperti SWOT, PESTEL, dan PorterΓÇÖs Five Forces (Porter, 2008). Dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), organisasi yang tidak mampu membaca perubahan lingkungan berisiko mengalami stagnasi atau kegagalan strategi.
Gap Riset: Masih terbatas riset longitudinal yang menguji efektivitas adaptasi strategi organisasi terhadap dinamika geopolitik dan perubahan iklim global secara simultan (Ghemawat, 2021).
Konteks Kekinian: Pandemi COVID-19, krisis energi, dan konflik global menunjukkan bahwa ketahanan strategi berbasis analisis lingkungan eksternal menjadi kebutuhan utama organisasi abad ke-21.
Referensi:
-
Porter, M.E. (2008). The Five Competitive Forces That Shape Strategy. Harvard Business Review.
-
Ghemawat, P. (2021). Redefining Global Strategy: Crossing Borders in a World Where Differences Still Matter. Harvard Business Press.
2. Functional-Level Strategy
Strategi tingkat fungsional fokus pada efisiensi dan efektivitas operasional dalam tiap unit seperti pemasaran, SDM, keuangan, dan produksi. Contohnya termasuk strategi digital marketing, otomatisasi HR, dan penggunaan big data dalam pengambilan keputusan keuangan (Kotler & Keller, 2019). Strategi ini mendukung strategi bisnis dan korporat agar terimplementasi secara optimal.
Gap Riset: Kurangnya studi integratif tentang bagaimana strategi fungsional saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap keunggulan kompetitif organisasi secara agregat (Grant, 2019).
Konteks Kekinian: Transformasi digital mendorong peran strategi fungsional menjadi lebih data-driven dan adaptif terhadap teknologi seperti AI dan machine learning dalam operasional harian.
Referensi:
-
Kotler, P., & Keller, K. L. (2019). Marketing Management (15th ed.). Pearson.
-
Grant, R.M. (2019). Contemporary Strategy Analysis. Wiley.
3. Business-Level Strategy
Strategi pada level bisnis bertujuan memenangkan persaingan di unit bisnis tertentu melalui diferensiasi, fokus, atau biaya rendah (Porter, 1985). Contohnya adalah penyediaan layanan premium dalam industri perhotelan atau inovasi produk pada sektor fintech. Strategi ini menentukan positioning dan keunikan organisasi di pasar.
Gap Riset: Masih sedikit riset tentang dinamika switching strategy antara cost leadership ke differentiation dalam sektor yang mengalami disrupsi digital (Barney, 2020).
Konteks Kekinian: Persaingan yang makin sengit dan pergeseran perilaku konsumen akibat digitalisasi menuntut strategi yang fleksibel dan customer-centric.
Referensi:
-
Porter, M.E. (1985). Competitive Advantage. Free Press.
-
Barney, J.B. (2020). Gaining and Sustaining Competitive Advantage. Pearson.
4. Corporate-Level Strategy
Strategi tingkat korporat mencakup keputusan jangka panjang seperti diversifikasi, integrasi vertikal, dan ekspansi internasional. Strategi ini memerlukan penyesuaian desain organisasi dan manajemen SDM untuk mengelola kompleksitas global (Chandler, 1962).
Gap Riset: Terdapat kekurangan penelitian mengenai korelasi antara strategi diversifikasi dan keberhasilan ekspansi di pasar negara berkembang yang volatil (Hill et al., 2021).
Konteks Kekinian: Globalisasi dan digitalisasi menciptakan peluang dan risiko baru, memaksa organisasi untuk merancang struktur yang fleksibel dan agile dalam skala multinasional.
Referensi:
-
Chandler, A.D. (1962). Strategy and Structure: Chapters in the History of the American Industrial Enterprise. MIT Press.
-
Hill, C.W.L., Jones, G.R., & Schilling, M.A. (2021). Strategic Management: Theory: An Integrated Approach. Cengage Learning.
5. Implementing Strategy across Countries
Implementasi strategi global harus mempertimbangkan perbedaan budaya, hukum, dan struktur pasar lokal. HRM berperan penting melalui pelatihan lintas budaya, adaptasi kebijakan lokal, dan manajemen talenta global (Tung, 2016). Strategi yang tidak peka budaya akan berisiko gagal.
Gap Riset: Minimnya studi komparatif tentang model adaptasi strategi global di negara berkembang vs negara maju, khususnya dalam aspek HRM lintas budaya (Harzing & Pinnington, 2015).
Konteks Kekinian: Meningkatnya tekanan glokalisasi (global + lokal) mengharuskan organisasi untuk memiliki pendekatan hybrid dalam perumusan dan pelaksanaan strategi lintas negara.
Referensi:
-
Tung, R.L. (2016). New perspectives on human resource management in a global context. Journal of World Business.
-
Harzing, A.W., & Pinnington, A.H. (2015). International Human Resource Management. Sage.
-
-
Beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan topik Organizational Design and Strategy in a Changing Global Environment :
1. Strategi dan Lingkungan (Strategy and the Environment)
Penelitian:
-
Daft, R.L., & Weick, K.E. (1984) membahas pentingnya persepsi manajerial dalam membaca lingkungan dan implikasinya terhadap pengambilan keputusan strategis. Mereka menekankan bahwa ketidakpastian lingkungan harus direspons melalui sistem informasi yang adaptif dan desain organisasi yang fleksibel.
Penjelasan:
Organisasi yang gagal mengenali perubahan lingkungan seperti digitalisasi atau gejolak politik cenderung kalah bersaing. Studi ini menjadi dasar bagi pengembangan model adaptasi strategis berbasis lingkungan.Referensi:
Daft, R.L., & Weick, K.E. (1984). Toward a Model of Organizations as Interpretation Systems. Academy of Management Review, 9(2), 284ΓÇô295.
2. Strategi Tingkat Fungsional (Functional-Level Strategy)
Penelitian:
-
Venkatraman, N. (1994) meneliti integrasi teknologi informasi dalam strategi operasional. Penelitiannya menunjukkan bahwa efisiensi fungsi meningkat signifikan ketika strategi fungsional sejalan dengan teknologi.
Penjelasan:
Fungsi seperti pemasaran, HR, dan keuangan harus menyesuaikan dengan strategi digital untuk mencapai keunggulan operasional.Referensi:
Venkatraman, N. (1994). IT-Enabled Business Transformation: From Automation to Business Scope Redefinition. Sloan Management Review, 35(2), 73ΓÇô87.
3. Strategi Tingkat Bisnis (Business-Level Strategy)
Penelitian:
-
Kim, W.C., & Mauborgne, R. (2005) mengembangkan konsep Blue Ocean Strategy, yang menunjukkan bahwa strategi diferensiasi dan inovasi nilai dapat menciptakan ruang pasar baru dan menghindari persaingan langsung.
Penjelasan:
Studi ini membuktikan bahwa strategi bisnis tidak harus terjebak dalam persaingan biaya rendah atau diferensiasi saja, melainkan bisa menciptakan pasar baru yang belum tergarap.Referensi:
Kim, W.C., & Mauborgne, R. (2005). Blue Ocean Strategy. Harvard Business Press.
4. Strategi Tingkat Korporat (Corporate-Level Strategy)
Penelitian:
-
Rumelt, R.P. (1982) melakukan studi klasik tentang strategi diversifikasi dan menemukan bahwa perusahaan dengan strategi terkait (related diversification) memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan yang tidak terkait.
Penjelasan:
Hasil penelitiannya menjadi acuan penting dalam penentuan arah strategi korporat jangka panjang, khususnya untuk perusahaan multibisnis.Referensi:
Rumelt, R.P. (1982). Diversification Strategy and Profitability. Strategic Management Journal, 3(4), 359ΓÇô369.
5. Implementasi Strategi Lintas Negara (Implementing Strategy across Countries)
Penelitian:
-
Bartlett, C.A., & Ghoshal, S. (1989) memperkenalkan model Transnational Strategy, yang menggabungkan efisiensi global dan adaptasi lokal. Studi ini menjadi pijakan penting dalam implementasi strategi global yang fleksibel.
Penjelasan:
Model transnasional menekankan pentingnya struktur organisasi dan HRM yang mendukung koordinasi lintas negara tanpa mengabaikan lokalitas.Referensi:
Bartlett, C.A., & Ghoshal, S. (1989). Managing Across Borders: The Transnational Solution. Harvard Business School Press. -
-

-
-
-
- What is Organizational Change
- Forces for and Resistance to Organizational Change
- Evolutionary and Revolutionary Change in Organizations
- Managing Change: Action Research
- Organization Development

-
-
Kerja tugas :
SOAL LATIHAN PASCA SARJANA MM ΓÇô MANAJEMEN PERUBAHAN ORGANISASI
I. ESSAY ANALITIS (Jawaban minimal 250 kata/soal)
-
Definisikan dan jelaskan konsep perubahan organisasi dalam konteks organisasi modern.
Sertakan faktor-faktor penyebab perlunya perubahan dan contoh nyata dalam dunia bisnis saat ini. -
Uraikan secara sistematis perbedaan antara perubahan struktural, budaya, dan teknologi.
Berikan contoh aplikasi nyata dari masing-masing jenis perubahan dalam organisasi yang Anda kenal. -
Apa yang dimaksud dengan kekuatan pendorong dan kekuatan penahan dalam proses perubahan organisasi?
Jelaskan mengapa resistensi karyawan menjadi salah satu faktor krusial yang harus dikelola dengan baik oleh pimpinan perubahan. -
Bandingkan perubahan evolusioner dan revolusioner dalam organisasi.
Dalam situasi seperti apa manajer harus memilih pendekatan revolusioner dibandingkan evolusioner? Sertakan argumentasi berdasarkan teori dan contoh praktis. -
Jelaskan konsep riset tindakan (action research) dalam manajemen perubahan organisasi.
Bagaimana keterlibatan karyawan dalam pendekatan ini dapat meningkatkan keberhasilan proses perubahan? -
Pengembangan organisasi (OD) menekankan pentingnya perubahan berbasis nilai dan intervensi perilaku.
Jelaskan bagaimana OD dapat membantu organisasi dalam membangun budaya organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
II. STUDI KASUS APLIKATIF
Kasus: PT Mandala Digital Solution
Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi finansial (fintech) dan baru saja mengalami pertumbuhan pesat. Namun, dalam prosesnya, tim internal merasa kewalahan, komunikasi antar departemen terganggu, dan banyak pegawai merasa terasing dari nilai-nilai awal organisasi. CEO mempertimbangkan melakukan perubahan struktural dan budaya secara bersamaan.Pertanyaan:
-
Identifikasi jenis perubahan apa yang dibutuhkan PT Mandala dan jelaskan alasannya.
-
Jika Anda adalah konsultan OD, pendekatan manajemen perubahan apa yang akan Anda rekomendasikan?
-
Bagaimana Anda akan mengatasi potensi resistensi yang mungkin timbul dari pegawai senior dan junior?
-
Uraikan bagaimana Anda akan menerapkan pendekatan riset tindakan dalam mendampingi perubahan di organisasi tersebut.
Petunjuk Penilaian (Rubrik Singkat)
-
Kelengkapan jawaban: 30%
-
Kedalaman analisis dan referensi teori: 40%
-
Kontekstualisasi dan aplikasi nyata: 20%
-
Kerapian argumen dan struktur logis: 10%
-
-
-
Tabel Ringkasan Materi Perubahan Organisasi
No Topik Informasi Penting Informasi Terpenting Sumber/Sitasi 1 Apa itu Perubahan Organisasi Proses perubahan struktur, budaya, atau strategi untuk meningkatkan daya saing. Perubahan organisasi dapat bersifat kecil (adaptasi) atau besar (transformasi total) demi keberlangsungan organisasi. Robbins & Judge (2019); OCD-9-2025 2 Jenis & Bentuk Perubahan - Perubahan Struktural- Perubahan Budaya- Perubahan Teknologi Tiap jenis memiliki pendekatan manajerial yang berbeda dan dampak terhadap perilaku organisasi. Cameron & Green (2015); OCD-9-2025 3 Kekuatan & Perlawanan Faktor kekuatan: teknologi, pasar, regulasiFaktor resistensi: ketakutan, kebiasaan, kepentingan pribadi Resistensi (employee resistance) merupakan hambatan terbesar dalam perubahan; komunikasi dan pelibatan karyawan menjadi kunci keberhasilan. Kotter & Schlesinger (2008); OCD-9-2025 4 Perubahan Evolusioner & Revolusioner Evolusioner: perubahan bertahap dan jangka panjangRevolusioner: cepat, mendadak, dan menyeluruh Perubahan revolusioner biasanya dipicu oleh krisis atau tekanan eksternal tinggi; perlu manajemen risiko dan kesiapan SDM. Nadler & Tushman (1989); Burnes (2017) 5 Mengelola Perubahan: Riset Tindakan Action research melibatkan karyawan sebagai partisipan dalam diagnosis, perencanaan, dan implementasi perubahan Kolaborasi antara peneliti dan organisasi menghasilkan solusi berbasis data dan meningkatkan akseptabilitas perubahan di lingkungan kerja. Lewin (1946); French & Bell (1999) 6 Pengembangan Organisasi (OD) Pendekatan sistematis berbasis nilai untuk meningkatkan efektivitas organisasi melalui intervensi terencana (misal: pelatihan, coaching, team building) OD menekankan perubahan budaya organisasi, komunikasi terbuka, dan partisipasi dalam proses keputusan; mendukung perubahan jangka panjang. Cummings & Worley (2015)
Deskripsi Singkat per Topik
-
Apa itu Perubahan Organisasi
Perubahan organisasi adalah proses dinamis yang melibatkan adaptasi struktur, strategi, dan budaya organisasi terhadap lingkungan eksternal yang berubah (Robbins & Judge, 2019). Perubahan ini penting untuk mempertahankan daya saing dan relevansi organisasi dalam pasar yang berubah cepat. -
Jenis dan Bentuk Perubahan Organisasi
Terdapat tiga jenis utama:-
Struktural: Perubahan dalam hierarki atau distribusi tugas (mis. reorganisasi tim).
-
Budaya: Transformasi nilai dan keyakinan organisasi (mis. perubahan norma kerja).
-
Teknologi: Implementasi sistem baru (mis. digitalisasi proses kerja).
(Cameron & Green, 2015; OCD-9-2025)
-
-
Kekuatan dan Perlawanan terhadap Perubahan
Perubahan dipicu oleh faktor eksternal (globalisasi, teknologi) dan internal (strategi baru). Namun, resistensi karyawan, komunikasi yang buruk, dan ketidakpastian sering menghambat proses ini. Penting bagi manajer untuk memahami dan mengelola resistensi dengan empati dan strategi komunikasi yang baik (Kotter & Schlesinger, 2008; OCD-9-2025). -
Perubahan Evolusioner dan Revolusioner
-
Evolusioner: Perubahan inkremental, lambat, namun konsisten.
-
Revolusioner: Perubahan besar dan cepat akibat tekanan signifikan.
Perubahan revolusioner memerlukan pendekatan manajerial strategis dan kesiapan organisasi yang tinggi (Burnes, 2017; Nadler & Tushman, 1989).
-
-
Mengelola Perubahan: Riset Tindakan (Action Research)
Model yang dikembangkan Kurt Lewin ini menggabungkan proses riset dengan aksi praktis di organisasi. Karyawan ikut serta dalam identifikasi masalah, desain solusi, dan implementasi, sehingga menghasilkan keterlibatan dan hasil yang berkelanjutan (Lewin, 1946; French & Bell, 1999). -
Pengembangan Organisasi (OD)
OD merupakan pendekatan berbasis nilai untuk meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi melalui intervensi yang dirancang berdasarkan teori perilaku dan ilmu sosial. Fokusnya adalah jangka panjang dan mendukung perubahan budaya (Cummings & Worley, 2015).
Referensi Gaya APA
-
Burnes, B. (2017). Managing change (7th ed.). Pearson Education.
-
Cameron, E., & Green, M. (2015). Making sense of change management (4th ed.). Kogan Page.
-
Cummings, T. G., & Worley, C. G. (2015). Organization development and change (10th ed.). Cengage Learning.
-
French, W. L., & Bell, C. H. (1999). Organization development: Behavioral science interventions for organization improvement (6th ed.). Prentice Hall.
-
Kotter, J. P., & Schlesinger, L. A. (2008). Choosing strategies for change. Harvard Business Review.
-
Lewin, K. (1946). Action research and minority problems. Journal of Social Issues, 2(4), 34ΓÇô46.
-
Nadler, D. A., & Tushman, M. L. (1989). Organizational frame bending: Principles for managing reorientation. Academy of Management Perspectives, 3(3), 194ΓÇô204.
-
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). Pearson Education.
-
OCD-9-2025. (2025). Memahami Dinamika Perubahan Organisasi: Jenis, Tantangan, dan Manajemen Efektif. [PDF].
-
-

-
-
-
- The Organizational Life Cycle
- Organizational Birth
- A Population Ecology Model of Organizational Birth
- The Institutional TheoryOrganizational Growth
- GreinerΓÇÖs Model of Organizational Growth
- Organizational Decline and Death
-
-
-
-
-
- Organizational Decision Making
- Models of Organizational Decision Making
- Knowledge Management and Information Technology
- Factors Affecting Organizational Learning
- Improving Decision Making and Learning
-
Pembelajaran, Manajemen Pengetahuan, dan Teknologi Informasi
-
Pengambilan Keputusan dalam Organisasi
-
Model-Model Pengambilan Keputusan Organisasi
-
Manajemen Pengetahuan dan Teknologi Informasi
-
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran Organisasi
-
Meningkatkan Pengambilan Keputusan dan Pembelajaran
-
-
A. Latihan Soal Uraian
1. Pengambilan Keputusan dalam Organisasi
Pertanyaan Uraian:
Jelaskan secara ringkas bagaimana proses pengambilan keputusan dalam organisasi dapat dipengaruhi oleh informasi yang terbatas (bounded rationality). Sertakan contoh nyata dari lingkungan organisasi yang Anda kenal.2. Model-Model Pengambilan Keputusan Organisasi
Pertanyaan Uraian:
Bandingkan Model Rasional Klasik dan Model Politik dalam konteks pengambilan keputusan organisasi. Dalam kondisi seperti apa masing-masing model lebih efektif diterapkan?3. Manajemen Pengetahuan dan Teknologi Informasi
Pertanyaan Uraian:
Jelaskan hubungan antara manajemen pengetahuan dan teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja organisasi. Mengapa penting mengelola pengetahuan tacit dan eksplisit secara seimbang?4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran Organisasi
Pertanyaan Uraian:
Sebutkan dan jelaskan tiga faktor utama yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran organisasi. Berikan contoh konkrit bagaimana faktor tersebut terlihat dalam praktik di dunia kerja.5. Meningkatkan Pengambilan Keputusan dan Pembelajaran
Pertanyaan Uraian:
Bagaimana organisasi dapat mengintegrasikan pembelajaran ke dalam pengambilan keputusan strategisnya? Sebutkan minimal dua strategi nyata dan penjelasannya.B. Kajian Kasus (Essay)
Studi Kasus:
Sebuah perusahaan manufaktur di Indonesia menghadapi tekanan besar dari pasar global karena inovasi produk yang lambat. Data pelanggan yang dimiliki tersebar di beberapa divisi, dan tidak ada sistem sentralisasi pengetahuan. Akibatnya, tim manajemen kesulitan dalam membuat keputusan strategis berbasis data. Selain itu, banyak karyawan senior enggan membagikan pengalaman karena khawatir kehilangan nilai personal mereka.
Pertanyaan Kajian:
- Berdasarkan studi kasus tersebut, apa tantangan utama yang dihadapi organisasi terkait manajemen pengetahuan dan teknologi informasi?
- Jelaskan peran pembelajaran organisasi dalam membantu perusahaan keluar dari situasi tersebut.
- Jika Anda adalah konsultan manajemen, usulkan dua model pengambilan keputusan yang relevan dan bagaimana masing-masing dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah di atas.
- Rancang langkah strategis organisasi untuk mendorong budaya berbagi pengetahuan dan memperkuat pembelajaran berbasis teknologi informasi.
-
-
-
-
-
- Inovasi dan Perubahan Teknologi
- Pengelolaan Proses Inovasi
- Inovasi dan Teknologi Informasi
- Sinergi Inovasi dan Informasi
-
-
-
-
Latihan Soal Uraian dan Kajian Kasus (Essay)
1. Inovasi dan Perubahan Teknologi
Soal Uraian:
a. Jelaskan dengan contoh bagaimana perubahan teknologi mendorong munculnya inovasi dalam organisasi!
b. Mengapa inovasi tidak selalu berorientasi pada teknologi? Jelaskan dengan menggunakan teori inovasi yang relevan!Soal Kajian Kasus:
Kasus:
PT Lintas Data Nusantara adalah perusahaan media digital yang awalnya hanya menyediakan layanan berita online berbasis teks. Dalam lima tahun terakhir, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), video interaktif, dan platform media sosial menyebabkan turunnya trafik pembaca karena banyaknya media baru yang lebih interaktif. Manajemen perusahaan ingin melakukan transformasi digital namun menghadapi resistensi dari beberapa divisi.Pertanyaan:
- Analisis bagaimana perubahan teknologi telah menciptakan tekanan untuk berinovasi di perusahaan tersebut.
- Apa pendekatan inovasi yang dapat diambil agar PT Lintas Data Nusantara tetap kompetitif?
- Berikan saran bagaimana manajemen dapat mengatasi resistensi terhadap perubahan.
2. Pengelolaan Proses Inovasi
Soal Uraian:
a. Uraikan langkah-langkah utama dalam proses inovasi berbasis Stage-Gate Model menurut Cooper.
b. Jelaskan pentingnya evaluasi dalam setiap tahapan proses inovasi dan risiko yang mungkin terjadi bila proses inovasi tidak dikelola dengan baik.Soal Kajian Kasus:
Kasus:
Sebuah perusahaan teknologi edukasi (edtech) ingin meluncurkan aplikasi pembelajaran berbasis AI. Tim pengembangan mengalami kesulitan dalam proses validasi ide, perubahan fitur yang terlalu sering, dan deadline peluncuran yang terus tertunda.Pertanyaan:
- Identifikasi kelemahan pengelolaan proses inovasi dalam kasus tersebut.
- Rancang proses inovasi yang lebih terstruktur dan terukur untuk membantu proyek berjalan optimal.
- Jelaskan peran feedback pengguna dalam pengembangan inovasi produk edtech tersebut.
3. Inovasi dan Teknologi Informasi
Soal Uraian:
a. Jelaskan bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dapat mendorong inovasi dalam organisasi.
b. Apa tantangan utama dalam penerapan teknologi informasi dalam inovasi dan bagaimana cara mengatasinya?Soal Kajian Kasus:
Kasus:
PT SmartRetail menggunakan sistem kasir konvensional. Setelah pandemi, perusahaan mempertimbangkan mengadopsi sistem berbasis cloud dan big data analytics untuk memahami perilaku konsumen. Namun, ada keterbatasan sumber daya manusia yang memahami teknologi tersebut.Pertanyaan:
- Jelaskan bagaimana teknologi informasi dapat menciptakan nilai inovatif bagi PT SmartRetail.
- Apa langkah-langkah strategis untuk membangun kapabilitas digital dalam organisasi tersebut?
- Analisis dampak implementasi TI terhadap budaya organisasi dan inovasi internal.
4. Sinergi Inovasi dan Informasi
Soal Uraian:
a. Jelaskan hubungan antara pengelolaan informasi dan peningkatan kualitas inovasi!
b. Bagaimana organisasi dapat menciptakan budaya kerja berbasis informasi dan data (data-driven innovation)?Soal Kajian Kasus:
Kasus:
Startup agritech bernama AgroData menggunakan sensor IoT untuk mengumpulkan data tanah dan cuaca. Namun, tim pengembangan seringkali tidak memanfaatkan data ini secara optimal dalam menciptakan fitur baru bagi petani.Pertanyaan:
- Jelaskan hambatan yang mungkin menyebabkan kurangnya sinergi antara inovasi dan informasi.
- Bagaimana startup tersebut dapat memanfaatkan informasi yang tersedia secara strategis untuk meningkatkan inovasi produknya?
- Usulkan pendekatan atau model yang cocok untuk mengintegrasikan manajemen informasi dan inovasi di AgroData.
-

-
-
-
- What is Organizational Conflict?
- PondyΓÇÖs Model of organizational Conflict
- Managing Conflict: Conflict Resolution Strategies
- What is
- Organizational Power? Source of Organizational Power
- Using Power: Organizational Politics
-
-
-
-
SOAL LATIHAN (TERKAIT DAN TERKINI)
A. Pilihan Ganda (Konseptual dan Aplikatif)
- Konflik
organisasi dapat bersifat fungsional apabila…
A. Menyebabkan turunnya motivasi kerja
B. Menghambat komunikasi antar tim
C. Mendorong inovasi dan penyempurnaan proses kerja ✅
D. Meningkatkan dominasi pihak tertentu dalam organisasi - Tahapan
dalam model konflik Pondy yang menggambarkan konflik mulai terasa secara
emosional adalah:
A. Latent Conflict
B. Perceived Conflict
C. Felt Conflict ✅
D. Conflict Aftermath - Dalam
konteks kerja hybrid, konflik sering muncul karena...
A. Terlalu sering bertemu secara fisik
B. Berbagi sumber daya secara tidak adil ✅
C. Konsistensi regulasi HR yang tinggi
D. Karyawan tidak dapat mengakses media sosial - Politik
organisasi dapat berdampak positif apabila...
A. Digunakan untuk menjatuhkan rekan kerja
B. Diterapkan untuk memperjuangkan perubahan yang adil ✅
C. Dilakukan secara rahasia dan tanpa regulasi
D. Menguntungkan pihak atasan semata - Salah
satu contoh kekuasaan informal dalam organisasi digital adalah...
A. Wewenang direktur utama
B. Keputusan rapat direksi
C. Pengaruh figur karyawan dengan banyak pengikut di platform internal ✅
D. Peraturan tertulis dalam manual kerja
B. Essay (Analisis dan Aplikasi)
- Jelaskan dengan contoh nyata bagaimana konflik dalam organisasi digital (remote team) bisa muncul dan bagaimana strategi penyelesaian yang sesuai diterapkan. Gunakan salah satu pendekatan: negosiasi, mediasi, atau kolaborasi.
- Analisis model Pondy dalam konteks startup berbasis teknologi. Apakah semua tahapannya masih relevan? Jelaskan dengan merujuk pada contoh kasus yang Anda ketahui.
- Bagaimana peran kekuasaan berbasis keahlian (expert power) menjadi lebih dominan dalam organisasi modern berbasis data dan teknologi? Berikan contoh dari praktik organisasi nyata.
- Jelaskan perbedaan antara kekuasaan formal dan informal dalam organisasi digital. Apa dampaknya terhadap pengambilan keputusan?
- Diskusikan bagaimana organisasi dapat menyeimbangkan penggunaan politik organisasi secara positif tanpa mengorbankan etika dan keadilan. Berikan strategi konkret.
C. Studi Kasus Mini (Critical Thinking)
Kasus:
PT Solusi Digital Internasional adalah perusahaan startup dengan struktur organisasi yang datar dan mengandalkan kerja jarak jauh (remote working). Belakangan ini muncul konflik antara tim desain dan tim pengembangan karena tenggat waktu yang tidak realistis dan komunikasi yang kurang jelas. Beberapa karyawan mulai membentuk kelompok-kelompok informal di platform komunikasi internal, membahas manajer proyek yang dianggap tidak adil.Pertanyaan:
- Identifikasi jenis konflik yang terjadi.
- Tahapan apa dalam model Pondy yang paling menggambarkan kondisi saat ini?
- Apa bentuk kekuasaan yang tampak digunakan dalam kasus ini?
- Strategi apa yang paling cocok digunakan oleh manajer untuk menyelesaikan konflik ini secara adil dan produktif?
- Konflik
organisasi dapat bersifat fungsional apabila…
-

-



